MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 70


__ADS_3

Suasana pagi ini sangatlah cerah dengan angin yang bertiup dingin, ditambah embun pagi yang membuat kesan begitu indah. terlihat ketiga pria itu tengah asik bersantai di taman masion sambil bermain game dan ditemani beberapa buah sekaligus cemilan ringan.


Aldi menghela nafas karena bosan bermain game sedangkan kedua saudaranya tampak asik bermain game, pemuda itu menatap sekitar untuk mencari kesibukan tapi tak ada yang menarik sedikitpun yang membuatnya benar-benar kesal sekali.


"Abang, Aldi bosan! ayo cari sesuatu yang menarik!" ajak Aldi memohon.


"Abang asik main game ini," balas Alda membuat Aldi kesal lalu menghilang dari sana, pemuda itu lalu muncul di sebuah hutan yang sama sekali tak pernah ia datangi sebelumnya.


Ia langsung menelusuri jalanan sepi tersebut sambil menatap sekitar yang benar-benar menakutkan baginya.


"Ck, Abang ngambekan!"


Aldi sontak menoleh karena mendengar suara Aldo. dan benar saja, di belakangnya sudah berdiri Aldo bersama Alda yang masih asik bermain game.


"Abang gak ngambek ya!" kesal Aldi.


"Kalau gak ngambek, kenapa cemberut gitu wajahnya tadi?"tanya Alda mematikan ponselnya lalu memasukkannya kedalam saku celananya.


Aldi mengalihkan wajahnya karena kesal melihat abangnya yang mengejeknya nya, tak lama ia merasakan tangan sang Abang mengacak rambutnya.


"Yok cari mangsa!" ajak Alda sehingga Aldi mengangguk dan mengikuti Alda maupun Aldo.


disisi lain,


"TOLONG! SIAPAPUN TOLONGIN GUE!"


Seorang wanita tampak berusaha mengenggam erat akar pohon, ia berusaha sekuat tenaga supaya tak jatuh kedalam jurang.


"Gue masih sayang nyawa. siapapun tolongin gue! gue belum mau mati, gue pengen nikah dulu!" paniknya ketakutan.


"Siapapun tolongin gue! gue janji, kalau yang nolongin gue wanita, gue bakalan jadiin saudara tapi kalau cowok, ayuk nikah!" sambungnya pasrah.


Drep!


Wanita itu menoleh dan melihat pemuda tampan menarik tangannya, tak hanya satu. wanita itu membulatkan mata melihat tiga pria kembar yang menolongnya.


Apakah mereka malaikat penolong?


Siapapun jangan bangunkan gue!


Emak! putrimu ditolong sama malaikat!


Wanita itu berusaha berdiri yang dibantu oleh si kembar.


"Kau gak pa-pa?" tanya Aldo penasaran sehingga wanita itu mengangguk pelan.


"Kalau begitu, kami pamit dulu," sambung Alda yang diikuti oleh kedua adiknya.


"Tunggu!"


Langkah ketiga pria itu terhenti lalu berbalik, sedangkan wanita itu berusaha mengatur nafasnya yang terasa sesak akibat melihat wajah tampan di kembar.


'Gue udah terlanjur janji, masa iya gue nikah sama tiga cowok ini. tapi, gak papa deh! nanggung pilih satu soalnya tampan semua' batin wanita itu.


"Ada apa?" tanya Aldi penasaran.


"Kenalin nama aku Queen, ayo kita nikah!"


"E-Eh!" kaget si kembar membuat wajah wanita itu memerah seperti kepiting rebus.


"Aku terlanjur berjanji, kalau yang menolongku wanita aku jadikan saudara sedangkan kalau laki-laki bakalan aku jadikan suami!" ungkap wanita itu jujur.


"Kalian tenang saja, aku wanita baik-baik masih disegel dan cantik kek bidadari walau sifatnya kayak setan,".


"Kami gak bisa, kami trauma dengan wanita!"


Buset, trauma mereka guys!


"Trauma, gimana? apa pasangan kalian transgender makanya takut?"


"Apa itu transgender?" tanya si kembar penasaran.


"Kalian gak tau?" tanya Queen membuat si kembar menggeleng.


"Transgender itu, laki-laki merubah dirinya menjadi cewe baik itu bagian tubuh maupun gaya berpakaiannya. begitu juga dengan sebaliknya, wanita mengubah dirinya menjadi pria," jelas Queen.


"Mengubah asal-usul mereka?" tanya Aldo.


"Nah itu! yang awalnya cowo jadi cewe sedangkan cewek jadi cowok!" sambung Queen.


"Owh,"


"Udah paham?"


"Enggak!"


Apa salah gue? kenapa nemu cowok tampan polos kek gini? huhu...


"Kami pergi dulu!"


"Ayo menikah, kalian bertiga aku angkut jadi suami aku!"


Serakah dikit gak pa-pa. awokawok (ketawa jahat dulu ye)


"Kami miskin!"

__ADS_1


"Aku gak peduli!"


"Kami korban dibully,"


"Aku gak peduli juga!"


"Kami ...,"


"Gak usah banyak omong, ayo nikah!" ajak Queen benar-benar kesal, ia sama sekali tak peduli pria tampan itu miskin ataupun korban bully. lagian apa bedanya dengan dirinya, udah ditelantarkan sama orang tua eh hidup kayak arah angin.


Miris banget ye..


"Kami ini bertiga!"


"Gak peduli sama sekali, kalau soal itu. bisa gantian 1 hari sama kamu, satu hari sama ini dan satu hari sama elu!" balas Queen dengan entengnya.


"Itu apaan?" tanya mereka kebingungan.


"Polos ternyata, pokoknya kita harus nikah sekarang," pinta Queen memaksa.


"Temui orang tua kami. mungkin satu minggu lagi bakalan pulang," balas Alda jujur.


"Baiklah aku tunggu, ehm! bolehkah aku minta tolong sekali lagi?" cengir Queen membuat si kembar mengangguk.


"Aku gak punya tempat tinggal, aku diusir sama orang tuaku sejak kemarin gara-gara aku dituduh curi uang sama adik aku," lirih Queen jujur membuat si kembar terdiam.


"Yasudah, ikut kami saja!"


"Benarkah? apa gak ngerepotin kalian?"


"Enggak kok,"


...----------------...


Queen menatap kesal kearah si kembar yang tak merasa bersalah sama sekali, wanita itu kesal karena dibohongin. mereka bilang kalau mereka adalah pria miskin eh ternyata dan ternyata, mereka anak horang kaya. jadi minder dah gua!


"Bibi, siapkan air panas buat dia. dia udah kek singa!"


"Baik, Tuan Muda!"


Wat de puk!


Singa?


Gue?


Sakit mata kah dia?


"Sana mandi, bau!" suruh Aldo.


"Astaga, udah polos tapi dingin kek kulkas seribu pintu," kesal Queen.


"Nona, ayo saya antar,"


"Baik, Bi,"


Sedangkan si kembar langsung menuju ruang tamu untuk beristirahat. padahal mereka belum mendapatkan mangsa dan malah mendapatkan wanita bar-bar seperti Queenza Margaretha Levies.


Tap!


Tap!


Si kembar sontak menoleh pada wanita berdress putih bergambar rose merah, itu adalah dress milik Elsa yang sengaja mereka pinjamkan buat Queen karena wanita itu tak ada pakaian lain.


"Gue cantik, bukan? makanya kalian natap gak berkedip gitu,"kekeh Queen membuat si kembar memutar mata malas dengan penuturan tak berguna wanita itu.


"Cantik apaan, biasa aja," ketus mereka kembali menonton film.


"Owh iya, kalian kenapa bohong kalau kalian sebenarnya kaya!"


"Kalau kami jujur, kau pasti tergoda sama harta kami. saat kami kuliah pun, semua cewe dekati kami karena kami kaya saja,"balas Alda jujur.


"Buat apaan mikirin harta, gak bakalan dibawa mati juga."ketus Queen membuat si kembar menoleh.


"Kami mau mandi dan kau jangan macam-macam di masion kami," ketus Aldi lalu pergi yang diikuti oleh kedua saudaranya.


"Gue kabur aja ya? tapi, gue terlanjur sumpah dan gue juga gak pantas tinggal bareng orang kaya kayak mereka. yang ada, gue bakalan diomelin sama orang tua si kembar, apalagi gue kismin gini. hadeh! serba salah," gumam Queen memikirkan sesuatu buat kabur dari sini, ia benar-benar tak pantas bersanding dengan si kembar.


Sedangkan si kembar yang mendengarnya hanya tersenyum tipis lalu menghilang di balik tembok.


Tin!


Queen menoleh kearah pintu utama yang dibuka oleh salah satu maid, tak lama. ia menatap sepasang suami-istri berserta anak kecil yang berada di gendongan seorang pria.


"Kamu siapa?" tanya Elsa penasaran membuat Queen takut.


"An-Anu, Ak-Aku ...,"


"Mama, Papa! kenapa kalian balik lagi? katanya mau pergi selama satu minggu?"


Semuanya menoleh pada si kembar yang mendekat dan memeluk Elsa maupun Reyhan.


Mama, Papa?


Queen benar-benar bingung. masa iya, orang tua si kembar semuda itu dan perkiraan umur si kembar dengan pasangan itu seumuran.

__ADS_1


"Mama pengen balik lagi, soalnya kasihan Lisa yang jagain kalian bertiga yang bandelnya minta ampun. mana Lisa?" tanya Elsa penasaran sedangkan Reyhan tak henti-hentinya menatap kearah Queen dan lebih tepatnya menatap lengan wanita itu, ia sontak tersenyum melihat tanda hitam bergaris tiga.


"Apa? kalian ingin menikah?"


Reyhan sontak menoleh pada si kembar yang mengangguk pelan.


"Kalau kalian ingin menikah, apa kalian sanggup tinggal di desa selama 2 bulan?" tanya Reyhan membuat si kembar terdiam karena tak terbiasa hidup di desa.


"Papa juga hanya mengasih bekal hidup sebanyak 2 juta saja dan setelah itu, Papa gak bakalan transfer uang lagi. semua kartu kalian Papa yang pegang,".


Queen merasa bersalah meminta si kembar buat menikah dengannya.


"An-Anu, saya bercanda kok Om eh Paman. Mak-Maksud aku, Abang." kekeh Queen.


"Ini semua kartu-kartu kami, Pa. kami bakalan coba!"


Eh!


"Gak usah, Ak-Aku tadi bercanda doang kok hehe..."


"Janji adalah hutang, kalau gak dibayar adalah dosa," jelas Aldi membuat Queen bungkam. Elsa tampak tak suka dan langsung saja pergi menuju kamar membuat si kembar menoleh kearah Mamanya yang menutup pintu cukup keras.


"Papa..." lirih si kembar membuat Reyhan menghela nafas panjang, entah kenapa sikap istrinya berubah seperti itu sejak satu minggu ini.


"Papa akan bicara sama Mama kalian nanti, ayo ikut Papa biar kalian dinikahkan sama Kakek kalian," ajak Reyhan membuat si kembar mengangguk pelan.


"Nanti Papa ngomongnya baik-baik aja ya, gak boleh marah-marah sama Mama. kami gak mau Papa cerai lagi sama Mama," lirih Aldo yang tak ingin Mama dan Papanya bercerai lagi.


"Gak bakalan kok," senyum Reyhan membuat si kembar tersenyum manis.


"Papa ngomong bentar sama Mama kalian, titip adik kalian bentar,".


Alda mengambil alih adik bungsunya itu sedangkan Reyhan langsung ke kamar dan melihat sang istri duduk di tempat tidur.


"Elsa, kamu kenapa? kenapa kayak gak suka lihat mereka menikah?"


"Aku gak mau mereka menikah dengan wanita asing itu, aku maunya si kembar menikah dengan wanita pilihan aku yaitu Lisa!"


"Tetapi, aku juga gak suka sama Lisa!"


"Pokoknya aku gak mau restuin mereka," ketus Lisa membuat Reyhan terdiam beberapa saat.


"Pokoknya mereka malam ini menikah, karena wanita itu adalah wanita yang cocok buat si kembar!"


"Aku gak mau anak-anak ku bersama wanita asing!"


"Mereka juga anak-anak ku!"


Plak!


Reyhan memegangi pipinya yang memanas akibat tamparan kuat dari istrinya.


"Pokoknya aku gak mau!" bentak Elsa sedangkan Reyhan mengepalkan tangannya menahan marah.


Prang!


Kaca lemari itu mendadak pecah akibat kuatnya kekuatan Reyhan yang tertahan, ia menatap kearah Elsa yang tengah membelakanginya.


"Saya punya batas kesabaran, kalau anda tak suka. silahkan pilih jalan hidup anda sendiri!" jelas Reyhan lalu pergi, ia membiarkan istrinya itu memikirkan keegoisan nya itu. Ia juga sudah sabar pura-pura bahagia bersama wanita itu selama tiga tahun ini.


Ini semua ia lakukan demi si kembar dan putri kecilnya.


"Gimana, Papa?" tanya si kembar penasaran membuat Reyhan tersenyum.


"Boleh kok, ayo berangkat setelah kalian menikah. Papa bakalan antar kalian," jelas Reyhan sehingga si kembar mengangguk.


"Terus pakaian kami?" tanya Aldi.


"Itu urusan Papa," balas Reyhan lalu mengajak si kembar buat pergi dan tak lupa mengajak putri bungsunya tersebut.


"Kau jaga istri saya dan jangan bolehkan dia keluar, karena kekuatannya saya ambil semua," bisik Reyhan pada bodyguard nya yang bertugas menjaga pintu utama.


"Baik, Tuan!"


Reyhan lalu mengajak anak-anaknya itu menemui Papanya Reyhan.


...----------------...


Kini, Reyhan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. setelah pernikahan si kembar selesai, ia langsung saja mengantar si kembar ke desa supaya ketiganya mampu hidup sederhana bersama istri mereka.


Reyhan tak ingin ketiganya hidup mewah tanpa rasa hidup susah. ia ingin si kembar merasakan hidup susah beberapa bulan saja supaya mereka bisa tau apa itu tanggung jawab sebagai suami.


"Papa, apa masih lama lagi?" tanya Alda yang duduk di samping Reyhan sambil memangku adik kecilnya yang sudah tertidur lelap.


"Mungkin, 3 jam lagi. kalau capek, tidurlah dulu nanti Papa bangunin," senyum Reyhan sehingga Alda menggeleng, ia tak ingin Papanya sendirian sedangkan lainnya sudah tertidur karena mengantuk sekali di bangku belakang.


"Kamu jagain kedua adik kamu sekaligus istri kamu. Papa percaya karena wanita itu adalah wanita baik dan penyayang pada kalian,".


"Baik, Pa. Alda bakalan jaga mereka bertiga," senyum Alda sehingga Reyhan ikut tersenyum.


"Masih ingat apa yang Papa bilangin tadi?"


"Ingat kok, Pa. Alda gak bakalan lupain nya,"


"Baguslah kalau begitu,".

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2