
Alda maupun Aldi mendatangi keluarganya, membuat semua kaget melihat tangan si kembar yang berdarah-darah.
"Tangan kalian kenapa?" tanya Elsa khawatir sambil membersihkan darah tersebut.
"Tadi kami nolong cewe yang katanya mau dilecehkan, yaudah. kami bikin premannya bobo selamanya," jelas mereka dengan polosnya dan kali ini mereka mengunakan bahasa Belanda nya karena tak ingin di ketahui oleh rekan Papa mereka.
"Tapi, kalian gak ada luka?" tanya Reyhan penasaran, membuat keduanya menggeleng pelan.
"Mereka kenapa?"
"Biasa, mereka nolongin cewe yang hendak di jahatin preman,"
"Wah mereka baik juga," senyum Fani kagum.
Setelah lama berbincang, mereka semua pun pulang kerumah masing-masing termasuk Reyhan dan keluarganya. si kembar juga tampak asik bermain game di bangku belakang tanpa menghiraukan jalan.
"Baby, aku mau beli makanan dulu,"
"Ha? makanan?" kaget si kembar serempak membuat Elsa kaget lalu menoleh pada si kembar.
"Kalau dengar makanan langsung kaget," ejek Elsa sehingga ketiganya cengir tak bersalah, sedangkan Reyhan tampak diam sedari tadi membuat Elsa penasaran.
"Baby, kamu kenapa diam? sakit gigi?"
"Rey gak papa kok,"
"Bilang saja, gak boleh dipendam sendiri," bujuk Elsa sehingga Reyhan menghela nafas pendek.
"Tuan Adi menginginkan salah satu si kembar buat jadi suaminya Gina atau, pria itu mengancam untuk memberitahukan rahasia aku pada orang lain," jelas Reyhan membuat Elsa kaget.
"Aku bisa saja membatalkan kontrak kerja tapi, rahasia aku gak boleh di sebar ke orang lain,".
"Kami gak mau salah satu dari kami menikah!" kesal si kembar tak terima.
"Kamu tenang ya, serahkan semuanya pada aku karena kamu harus istirahat dan gak boleh banyak pikiran. kamu sekarang makin melemah," jelas Elsa sehingga Reyhan mengangguk.
Reyhan beberapa hari ini mendadak lemah karena kekuatannya yang mulai hilang, ia akan seperti manusia lainnya yang lainnya karena tak mempunyai kekuatan lagi. Semua kekuatannya sudah mengalir pada si kembar, sehingga ia memiliki beberapa kekuatan saja.
...****************...
1 minggu kemudian...
Sebuah mobil mewah berwarna merah tampak memasuki sebuah area sekolah, beberapa siswa maupun siswi yang melihatnya pun begitu kagum karena harga mobil itu sangatlah mahal dan hanya orang tertentu saja bisa membelinya.
Semuanya mendadak kaget melihat tiga pria tampan berwarna mirip keluar dari mobil dengan gaya kalemnya, sedangkan si kembar tak peduli dengan tatapan orang-orang dan memilih pergi menuju ruang kepsek.
Bugh!
"Aduh, sorry eh!" kaget wanita itu menatap si kembar kaget.
"Satu, dua dan tiga. berarti yang nolongin gue waktu itu siapa?"tanya gadis itu bingung membuat Alda mengenalinya.
"Gue sama Aldi," balas Alda membuat wanita itu mengangguk.
"Btw, makasih ya udah nolongin gue malam itu. eh, kalian mau kemana? mau gue anterin?" tawar Zahra sehingga si kembar menggeleng dan bergegas pergi dari sana.
__ADS_1
"Dingin amat ketiganya, malam kemarin dua orang diantara mereka polos dan kejam. apa ketiganya juga kejam? kalau gitu, gue gak mau cari masalah deh," gumam Zahra lalu pergi dari sana.
"Zahra, lo kenal sama mereka?" tanya sahabat Zahra mendekat.
"Gue gak kenal mereka tapi mereka udah nolongin gue waktu itu," balas Zahra dengan entengnya sambil duduk di bangkunya tersebut.
"Mereka kembar dan kaya banget, loh! tadi saja mobilnya keluaran terbaru," kagum wanita itu membuat Zahra menoleh sekilas.
"Gue gak peduli," balas Zahra dengan entengnya.
Tak lama, guru abg mengajar pun masuk karena hari ini tak melaksanakan apel pagi seperti biasanya, sehingga mereka semua masuk ke kelas langsung.
"Perhatian, kalian semua kedatangan teman-teman baru dari luar negeri. ayo masuk!"
Si kembar lalu masuk membuat semuanya senang karena bisa satu kelas dengan ketiga cogan kembar tersebut. beberapa siswi ada yang berani menggoda ketiga pria itu, sehingga si kembar menatap malas.
"Kenalkan nama gue, Alda dan ini Aldi sekaligus Aldo. kami dari Belanda. mohon bantuannya dalam berbicara karena saya tak bisa mengerti kalau mengobrol cepat," jelas Alda dingin sehingga semuanya mengangguk pelan.
"Silahkan duduk di beberapa bangku yang kosong,"
Bukannya membalas, ketiganya langsung menuju bangku paling pojok sedangkan Aldi menarik meja maupun kursi untuk duduk di samping Aldo, sehingga posisi Aldo berada di tengah-tengah abangnya.
Sedangkan guru yang mengajar hanya pasrah karena si kembar tersebut tak mau dipisahkan dari kecil.
"Duduknya harus berdua, pindah satu!"
"Gak mau!" balas Aldi dengan entengnya.
"Permisi, Buk. orang tua si kembar meminta saya untuk pisahkan kelas buat ketiganya," jelas pria itu membuat si kembar kaget.
"Kami gak mau pindah! atau kalian yang saya berhenti mengajar di sekolah ini!" ancam Alda membuat guru-guru tersebut terdiam karena tak bisa berkata-kata lagi, apalagi sekolah ini adalah milik orang tuanya si kembar.
"Sekarang buka buku biologi kalian, sekarang kita belajar tentang alat reproduksi," jelas guru itu membuat si kembar kebingungan.
Selama belajar pun, si kembar hanya menutup telinga karena tak ingin mendengar pembelajaran biologi tersebut.
"Maaf, Buk! bukannya si kembar itu polos, Buk! Ibuk mau kotorin pemikiran mereka?" tanya Zahra sehingga guru itu menepuk jidat kelupaan, ia menoleh pada di kembar yang menutup telinga.
"Sudah, kerjakan tugas halaman 256 dari nomor 1 hingga 10,"
"Baik, Buk!"
Semuanya langsung mengerjakan tugas nya begitu juga dengan si kembar.
"Ibuk, ****** itu apaan?" tanya Alda kebingungan dengan tugas sekarang.
"Betul tuh, menstruasi itu apaan juga?" tanya Aldi membuat semuanya menahan tawa dengan kepolosan mereka.
'Kejam tapi polos,' batin Zahra dingin.
"****** itu...,"
"Bentar, singa betina nelpon," balas Aldo mengeluarkan ponselnya dan melihat nomor Mamanya, langsung saja ia mengangkat panggilan tersebut.
"Ada apa, Mamanya Aldo! Aldo lagi belajar dan Mama tau, pelajaran di sini aneh banget. masa pelajarannya tentang ****** ama..., Aldo lupa!"
__ADS_1
Semua sontak menahan tawa dengan perkataan Aldo barusan yang terkenal polos tersebut. Aldo mendengus kesal dan memutuskan panggilan tersebut karena mendengar Papanya tertawa mendengar perkataannya barusan.
"Lanjut lagi," pinta Aldo sehingga guru itu menjelaskan maksud dari pertanyaan di kembar tersebut. wajah ketiganya sontak memerah mendengarnya.
"Berhenti! jangan teruskan, itu menjijikkan," kesal ketiganya menutup telinga.
'Gini amat dapat murid polos banget,' batin guru itu sabar.
"Selamat pagi, Buk! maaf aku telat lagi!"
Semuanya menoleh pada ratu drama yang baru datang. padahal, semuanya berharap manusia satu itu tak datang ke sekolah.
"Sana ke bangku kamu, kalau telat satu kali lagi. saya laporkan ke kantor,"
"Gak usah, Buk! Kepsek di sekolah ini adalah Papa saya,"senyum wanita itu bergegas menuju bangkunya tapi tatapannya teralih pada tiga pria kembar yang asik mengerjakan tugas.
"Hai, tampan! kalian murid baru ya?" tanya wanita itu mendekati meja di kembar, membuat ketiganya menoleh dengan tatapan dingin.
"Kalau tau, ngapain nanya lagi," sinis Aldi dingin membuat semuanya bersorak kearah wanita itu. Wanita itu mendengus kesal lalu menuju bangkunya yang berada di dekat meja si kembar.
...----------------...
Si kembar tampak asik bersantai di kelas sambil memainkan ponsel masing-masing, mereka tak menghiraukan beberapa siswi yang menatap mereka kagum karena tampan.
Tampan dan kaya, itulah tipe para cewe.
"Hai, ayo ke kantin bersama!" aja Sara mendekati si kembar membuat ketiganya menoleh dengan tatapan dingin.
"Kami gak mau," tolak si kembar.
Sara benar-benar kesal karena baru kali ini ditolak pria. Padahal, selama ini ia yang selalu menolak beberapa pria yang mengajaknya ke kan bareng. Ia merasa tertantang buat mendekati si kembar saat ini.
"Gak ada harga diri banget ya, udah ditolak masih aja di dekati!"
Sara yang mendengar itupun menoleh dengan tatapan tajamnya membuat ketiga siswi itu langsung bergegas pergi sebelum kena masalah.
Si kembar lalu berdiri sambil membawa bekal mereka, mereka sengaja membawa bekal karena ingin nabung dirumah dan mereka juga tak ingin belanja sembarangan karena banyak pantangan mereka.
"Minggir!"
"Aku ikut kalian ya," senyum wanita itu membuat Alda langsung mendorong tubuh wanita tersebut hingga jatuh. beberapa siswa tertawa puas melihat ratu drama di dorong seperti itu.
"Dasar ulat bulu!" sinis si kembar lalu pergi dari sana tanpa menghiraukan panggilan Sara.
Si kembar berjalan santai menuju taman sekolah untuk memakan bekal yang disiapkan oleh Mama mereka karena sudah lapar sekali. Sesampainya, mereka langsung duduk dan membuka bekal masing-masing.
"Wah, enak banget sambal nya!" kagum Aldo kesenangan.
Mereka lalu menyantap makanan masing-masing dengan lahap, sesekali mereka saling tukar makanan. Mereka bertiga sama sekali tak bertengkar saat bekal mereka isinya berbeda-beda karena mereka bisa saling tukar-menukar.
"Dek, minta ayam nya dikit nanti Abang tukar sama daging sapi ini," jelas Alda pada Aldi sehingga Aldi langsung menukarnya.
"Abang kita kerjain wanita centil tadi, yuk!" ajak Aldo sehingga kedua Abangnya menoleh.
"Nanti aja, Abang masih lapar," balas Alda jujur.
__ADS_1
"Betul tuh, mendingan habiskan sarapan dulu," timpal Aldi sehingga Aldo mengangguk patuh dan kembali menghabiskan sarapannya lagi.
Bersambung......