MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 71


__ADS_3

Tak lama, Alda menoleh kearah rumah sederhana yang cukup buat mereka berempat untuk tinggal selama 2 bulan ini. sedangkan Reyhan berusaha membangunkan anak sekaligus menantunya untuk bangun.


Alda membuka pintu mobil lalu turun sambil mengendong adik nya yang sudah terbangun karena terganggu. Pemuda itu menatap banyak rumah-rumah yang sama seperti rumah mereka.


"Kami tinggal disini, Pa?" tanya Aldi sambil mengusap matanya yang masih begitu berat sekali saat ini.


"Iya, ayo masuk!"


Semuanya lalu masuk kedalam dan melihat keadaan rumah yang sudah bersih sekaligus rapi.


"Itu kamar kalian dan terdapat dua kasur, sekarang kalian istirahat dan Papa juga menginap disini, soalnya badan Papa juga capek," senyum Reyhan sehingga si kembar mengangguk.


Langsung saja Reyhan mengambil alih anaknya lalu menuju kamar khusus buatnya, ia bisa saja menghilang dan muncul di masion. entah kenapa, ia masih sakit hati saat Elsa menamparnya tanpa rasa iba sedikitpun.


Ia juga bingung dengan sikap istrinya yang tiba-tiba berubah, seakan ada yang ditutupi oleh wanita tersebut. Ia lalu duduk di tempat tidur sehingga bocah berusia empat tahun itu memeluk tubuhnya erat.


"Sekarang Alia bobo ya, besok siang kita pulang," senyum Reyhan mengusap lembut kepala putri kecilnya itu, ia berharap putrinya itu tak mengikuti sifat egois seperti Elsa.


"Alia lapal,"


Reyhan mengulurkan tangannya sehingga di atas meja terdapat makanan kesukaan anaknya itu, membuat Alia tersenyum manis. Reyhan menggeser meja itu supaya mendekatinya.


"Mau Papa suapin?"


"Mau!" senyum Alia sehingga Reyhan tersenyum lalu menyuapi anak nya itu setelah minum, tatapannya teralih menuju kaca kamar dan melihat sudut bibirnya yang memar tapi ia tak menghiraukan nya.


'Kalau seandainya sikap kamu masih seperti ini, aku nyerah! aku akan melepaskan semuanya dan pergi menjauh dari dunia,' batin Reyhan sambil menghapus air matanya tersebut.


Disisi lain, Si kembar menatap bingung pada istri mereka yang berusaha mendorong tempat tidur tersebut menjadi satu.


"Bantuin aku dorong!" kesal Queen sehingga si kembar langsung membantu wanita tersebut menyatukan tempat tidur.


"Nah, kalau begini kita bisa tidur berempat," senyum Queen puas.


"Owh, ayo tidur bareng!" ajak Aldi yang sudah ngantuk sekali saat ini dan disusul oleh Aldo berserta Alda.

__ADS_1


"Terus kalian gak mau malper?" gagap Queen yang sebenarnya takut di apa-apain saat lagi tidur.


"Apa itu malper?" tanya ketiganya bingung.


'Syukurlah masih polos,' batin Queen lega lalu beranjak tidur di samping Aldi.


"Mau aku cium keningnya biar tidur kalian nyenyak?"


"Haruskah?" tanya Alda dengan polosnya.


"Harus, biar romantis dikit," cengir Queen sehingga si kembar mengangguk sambil tersenyum.


Cup!


Cup!


Cup!


"Semoga tidur nyenyak, suami kembarku!" senyum Queen.


"Iya," balas si kembar lalu memejamkan mata untuk tidur sedangkan Queen membaringkan tubuhnya di samping Aldi. Ia selalu memikirkan wajah Papa mertuanya yang terlihat begitu sedih sejak berbicara dengan istrinya, membuatnya yakin kalau keduanya bertengkar karena kehadirannya.


"Huft!"


Reyhan menatap rembulan yang bersinar terang di langit, pria itu duduk di sebuah dahan pohon sambil melamun.


"Dek, kau kenapa?"


Reyhan menoleh pada Abangnya yang baru muncul, membuat Reyhan langsung menangis dan memeluk Abangnya itu erat. Edward begitu bingung tapi tatapannya teralih pada bibir adiknya yang terlihat memar. Ia mengusapnya pelan dan sontak menahan marah setelah melihat sekilas kejadiannya.


"Jangan nangis lagi, Abang gak izinkan kamu ketemu dia lagi setelah ini!" jelas Edward menahan marahnya membuat Reyhan menoleh.


"Abang, kenapa Elsa tiba-tiba kaya gini? apa salah Rey menikahkan si kembar dengan wanita yang sudah menjadi takdir buat si kembar. Rey juga gak suka dengan calon istri yang dipilihkan Elsa buat si kembar," isak Reyhan jujur.


"Kalian terlihat sudah tak sepemikiran lagi, sekarang apa mau mu? jangan menyiksa kan diri dan pura-pura bahagia atas pernikahan kamu dengan Elsa," jelas Edward membuat Reyhan terdiam karena sudah 3 tahun ini ia pura-pura bahagia dan menyiksa dirinya sendiri.

__ADS_1


"Reyhan bakalan tetap bertahan demi si kembar dan Alia, walaupun Reyhan menyiksa perasaan Reyhan sendiri. Reyhan tak mau si kembar bersedih akibat perceraian kami," ungkap Reyhan jujur.


"Abang sebenarnya tak tega melihat adik Abang menderita seperti ini. tapi, Abang akan menjaga kamu dari jarak jauh,"senyum Edward mengusap air mata adiknya itu lembut.


"Sekarang istirahatlah, sudah malam! kau gak boleh dingin karena bisa bikin kamu sakit,".


"Baik, Bang!" senyum Reyhan lalu menghilang membuat senyuman Edward luntur.


"Kalau kau bosan dengan adik gue, kesempatan ketiga tak ada lagi," gumam Edward lalu menghilang dari sana.


...***...


Pagi harinya, si kembar berserta Queen sudah bangun dari tidur mereka. keempat nya keluar dari kamar sehingga Reyhan yang menyuapi Alia pun menoleh.


"Kalian akhirnya bangun juga, sana sarapan!" suruh Reyhan tersenyum manis, seolah-olah tak terjadi apa-apa.


"Emangnya Papa yang bikin sarapan?" tanya Alda penasaran sehingga Reyhan tersenyum manis.


"Papa culap!" balas Alia jujur membuat si kembar paham.


"Kami sarapan dulu ya, Pa!"


Reyhan mengangguk dan melihat si kembar bersama Queen menuju dapur buat sarapan sedangkan Reyhan menuju halaman rumah buat menenangkan dirinya.


"Selamat pagi, Alia cantik!"


"Paman!" pekik Alia membuat Edward langsung mengendong keponakannya tersebut.


"Abang tumben kesini?" tanya Reyhan penasaran.


"Abang mau bi...," Edward menghentikan ucapannya karena hampir keceplosan, gak mungkin juga ia bilang kalau semalam ia membuka ponsel Elsa untuk menyelidiki semuanya.


"Kenapa berhenti?"


"Abang mau bilang, kalau Mama dan Papa titip salam buat Alia karena semalam Mama dan Papa gak ketemu sama Alia,"bohongnya membuat Reyhan tersenyum.

__ADS_1


Edward begitu iba dengan lika-liku ruah tangga adiknya yang diambang kehancuran saat ini. tapi, Reyhan masih saja tersenyum tanpa menghiraukan persamaan nya yang hancur demi melihat keempat anaknya bahagia melihat Reyhan bisa bersama Elsa. walau pernikahan mereka sebenarnya tak bisa dilanjuti, akibat satu pihak melakukan penghianatan.


Bersambung......


__ADS_2