MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 80


__ADS_3

Alda maupun Aldi kebingungan dengan adik mereka yang tiba-tiba menghilang padahal mereka sama-sama pergi menyusul Queen karena gak mood melihat antrian yang cukup panjang tersebut.


Langkah mereka bertiga terhenti saat melihat Aldo yang tengah asik makan bakso seorang diri karena tak ada yang berani duduk ataupun menggodanya.


"Astaga, Aldo!"


Deg!


Pria itu menoleh dengan mulut penuh dengan bakso, ia hanya nyengir melihat ketiganya menatap tajam kearah nya.


"Abang sama Queen mau bakso juga? Aldo pesan ya," senyum Aldo membuat ketiganya duduk di samping Aldo, pria itu menelan saliva susah payah karena pergi tanpa pamit tadi.


"Kalian gak marah, kan?" cicit Aldo saat Queen memesan bakso.


"Gak ada pelukan nanti," balas Queen membuat Aldo menoleh.


"Harus peluk pokoknya atau Aldo remuk tubuh Queen," ancam Aldo kesal.


"Ayo remukkan sekarang!" tantang Queen, walau wanita itu juga ketakutan setengah mati karena ketakutan.


"Gak jadi, nanti kami gak bisa peluk Queen lagi. soalnya peluk Queen benar-benar nyaman," jelas Aldo membuat Queen menahan rasa gemesnya saat ini.


"Gemes banget, sih!" kekeh Queen mencubit gemes pipi Aldo yang membuat beberapa wanita yang ada disana iri.


"Kami juga!" kesal Aldi.


"Pokoknya ketiganya mengemaskan, gak ada bedanya!" balas Queen tersenyum karena ia tak akan membedakan ketiga suaminya itu, ia harus adil. satu minta peluk, ketiganya harus ia peluk biar adil.


"Ini pesanannya, Nona!"Queen langsung menoleh.


"Makasih, Paman,"


"Sama-sama!"


Mereka langsung mengaduk bakso masing-masing sedangkan Aldo kembali melanjutkan makannya Karen sudah lapar sekali saat ini.


"Queen, nanti kita naik bianglala ya!" pinta Alda sehingga Queen mengangguk yang membuat si kembar senang karena sudah lama pengen naik bianglala besar tersebut.


Setelah menghabiskan sarapan masing-masing dan membayarnya, mereka langsung menuju permainan bianglala, tak lupa juga mereka mengantri.


Tak lama mereka mengantri, mereka langsung bergegas menuju salah satu tempat sehingga si kembar kesenangan. mereka sontak menggenggam erat tangan Queen saat bianglala mulai bergerak.


"Jangan takut, gak bakalan kenapa-napa kok,"


"Takut," isak mereka yang sudah ketakutan sekali, terlihat dari tangan mereka yang mulai dingin.


"Tadi maunya naik ini, pas udah naik malah takut," ejek Queen.


"Penasaran ditambah takut," isak Aldi yang kebetulan duduk di samping Queen.


"Lihat keluar, indah, bukan?"


Si kembar menoleh dan kagum melihat suasana pasar malam yang diterangi oleh berbagai macam lampu dengan warna-warna berbeda.

__ADS_1


"Wah, indah sekali!" kagum mereka membuat Queen tersenyum, ketiganya langsung mengeluarkan ponsel masing-masing buat berfoto-foto untuk kenang-kenangan mereka berempat.


Sedangkan Queen menatap suasana indah di pasar tersebut, ia mengingat dimana Mamanya yang selalu mengajaknya ke pasar malam dan sekarang, Mamanya sudah meninggal 2 tahun yang lalu.


......................


1 bulan berlalu...


Queen tampak membawa tiga bekal buat suaminya itu karena hari ini ia berniat membawakan si kembar sarapan siang.


Ia lalu memasuki kantor dan melihat beberapa karyawan menatap bingung padanya.


Ia tau, karena identitasnya sebagai istri si kembar belum di publikasikan karena belum waktunya sehingga tak ada yang tau identitas nya saat ini.


"Eh, kau siapa?" tanya seseorang sehingga Queen menoleh pada karyawan yang lumayan cantik tapi sayang, pakaiannya sedikit terbuka.


"Bukan urusan anda, owh iya. dimana ruangan si kembar? soalnya gue bawakan bekal untuk si kembar,"


"Si kembar gak ada disini!"


"Ck, yasudah! gue aja yang cari sendiri,"


"Eits, jangan berani-berani mendekati si kembar karena gue adalah tunangan mereka!" jelas wanita itu membuat Queen menoleh dengan tatapan polosnya, ia juga memeriksa suhu wanita itu.


"Lo gak panas, sana tidur lagi buat pikirannya gak halu terus,"ejek Queen dengan entengnya.


Plak!


Queen meringis kesakitan saat sebuah tamparan keras mendarat di pipinya, sehingga darah segar keluar dari sudut bibirnya.


"Apa? gue ini tunangan si kembar, kalau lo macam-macam gue bunuh lo!" bentak wanita itu membuat Queen menahan tangisnya, entah kenapa ia tak bar-bar seperti dulu.


Plak!


"Awh...," ringis wanita itu sehingga semuanya menoleh pada si kembar yang sudah ada di dekat mereka semua. Alda menatap tajam kearah wanita itu setelah ia menampar kuat karyawan nya itu sekuat tenaga.


"Kau apakan is...," perkataan Alda terhenti saat Queen menutup mulutnya, pria itu menoleh pada Queen yang menggelengkan kepalanya supaya tak membocorkan pernikahan mereka sekarang.


Alda mengangguk sehingga Queen menurunkan tangannya dari mulut Alda.


"Queen gak pa-pa?" tanya Aldi dan Aldo mendekati Queen.


"Aku gak pa-pa kok," senyum Queen tapi tak membuat mereka lega karena melihat bibir istri mereka memar.


Bugh!


Bugh!


"Wanita sialan! berani-beraninya kau melukai istri kami!" kesal Aldi yang sudah emosi dan ia tak menghiraukan semua orang yang ada di sana sudah kaget mendengar penuturan Aldi barusan.


"Aldi, sudah!" kesal Queen menarik tangan Aldi yang berusaha menendang wanita itu, sedangkan wanita tersebut sudah terkapar akibat tendangan kuat Aldi. Queen langsung membawa ketiga suaminya buat pergi dari sana.


"Lempar wanita itu ke kandang singa, sekarang!"

__ADS_1


"Baik, Bos!"


Queen benar-benar ngeri dengan sikap kejam ketiga suaminya itu, walau terkenal polos. mereka juga terkenal akan kekejamannya.


"Dasar wanita gila! berani-beraninya melukai kamu," kesal mereka memeluk Queen sedangkan wanita itu terkekeh pelan dan mengusap kepala ketiga suaminya itu pelan.


"Sekarang kalian sarapan ya, biar semangat kerjanya," senyum Queen sehingga mereka mengangguk lalu mengambil bekal masing-masing.


"Queen..."


"Ada apa?"


Si kembar langsung memperlihatkan sebuah foto bayi mengemaskan membuat Queen merasa ada yang janggal terhadap senyuman si kembar.


"Dedeknya gemes ya?" senyum Alda sehingga Queen mengangguk pelan.


"Iya, ada apa?" tanya Queen penasaran.


"Pengen dedek," senyum ketiganya.


"Emang tau caranya?"


"Kata Niko pakai susu terus campur tepung, yang bisa bikin cuman suami-istri. kita kan suami istri," senyum Aldo sehingga yang lain menganggukkan kepalanya masing-masing.


"Ta-Tapi bukan gitu ...,"


"Mendingan kita pulang aja untuk buat dedeknya," ajak meteka menarik tangan Queen sehingga Queen kebingungan.


......................


"MAMA! MINTA TEPUNG YANG BANYAK!"


Elsa yang asik manja-manja dengan Reyhan pun menoleh pada si kembar yang menarik tangan Queen.


"Buat apaan?" tanya Elsa kebingungan.


"Untuk buat dedek, kata Niko buatnya harus pakai susu ama tepung," polosnya membuat Elsa dan Reyhan menepuk jidatnya.


"Queen, kamu belum mengajari mereka?" tanya Elsa penasaran.


"Belum, Ma. soalnya kasihan mereka yang masih polos mengemaskan ini," jelas Queen jujur karena tak mungkin memaksa si kembar melakukan itu, bisa-bisa si kembar memusuhinya.


"Kalau begitu, sini gue kasih lihat tutorial cara bikin dedek!"


Semuanya menoleh pada pria yang amat di kenali oleh si kembar, siapa lagi kalau bukan Baim yang kebetulan berkunjung karena ingin bertemu si kembar.


"Gimana caranya?" tanya si kembar penasaran.


"Sini ikut gue! ini rahasia kita," balas Baim sehingga si kembar mengikuti Baim karena penasaran sekali.


"Entah apa yang terjadi," gumam semuanya yang tak bisa membayangkan reaksi si kembar setelah diperlihatkan tutorial membuat dedek oleh Baim.


Bersambung.....

__ADS_1


Help si kembar woi 🤣


Otaknya mau di kotorin sama Baim.


__ADS_2