MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 61


__ADS_3

Aldi tengah menunggu pesanannya karena ia memesan bakso bakar, tatapan pria itu terhenti saat sepasang kekasih mendekat untuk membeli bakso.


Ia hanya membiarkan saja karena tak ingin berurusan dengan wanita itu lagi.


"Aldi?"


Aldi menoleh pada wanita itu yang tampak kaget, Aldi lalu membayar baksonya dan pergi dari sana tapi tangannya ditahan oleh Celine, membuat langkah Aldi terhenti.


"Lepaskan atau tanganmu yang kupatahkan?" ancam Aldi tanpa berniat menoleh.Celine melepaskan genggamannya.


"Aldi, Ak--Aku,".


"Jauhi kami dan anggap kami gak bertemu dengan kamu. kami memang polos dan mudah dibodohi, kami juga tak ingin dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi kamu," ketus Aldi bergegas pergi dari sana, membuat Celine terdiam karena tak tau kenapa Aldi mengetahui maksudnya.


Padahal, ia belum bilang apa-apa pada pria tersebut. dan sekarang, si kembar membencinya saat ini.


"Sayang, siapa pria itu?"


"Bukan siapa-siapa dan dia hanya sahabatku saja,"


"Aku gak ingin kau selingkuh dariku, kau itu sudah menjadi istriku,"


"Iya," balas Celine tersenyum lalu memesan bakso bakar, walaupun ia tersenyum tapi ia masih merasa bersalah terhadap si kembar.


Disisi lain, Aldi mendekati kembarannya yang asik melihat perlombaan tersebut.


"Ini jajannya!"


Alda maupun Aldo menoleh lalu menerima bakso tersebut, mereka lalu duduk di atas motor sambil memakan bakso bakar itu dengan lahap.


"Bang, nanti kita pulang aja ya! Aldo pengen tidur," pinta Aldo sehingga keduanya mengangguk setuju karena mereka butuh istirahat setelah capek sekolah.


Setelah puas berbelanja dan bersantai, ketiganya langsung bergegas menuju masion karena sudah merindukan kasur empuk untuk menyusul mimpi indah daripada melihat kenyataan pahit di dunia nyata.


Sesampai di masion ketiganya langsung berlari menuju kamar dan berhamburan menuju kasur untuk tidur tanpa melepaskan sepatu maupun menukar pakaian sekolahnya dengan pakaian santai. Mereka benar-benar sudah mengantuk sekali saat ini.

__ADS_1


Drett!


Dreet!


Alda kembali membuka matanya dan mengeluarkan ponselnya, ia menatap nomor asing yang menghubungi nya saat ini. langsung saja ia melempar ponsel tersebut kesembarangan arah tanpa menghiraukan ponselnya yang membentur sesuatu.


Ia kembali memejamkan mata lalu melanjutkan tidurnya begitu juga dengan kedua saudaranya yang sudah tertidur lelap karena mengantuk sekali.


2 jam berlalu...


Cklek!


Pintu kamar terbuka yang memperlihatkan Elsa yang menatap kesal pada ketiga anaknya yang sudah tertidur pulas, ia ingin iba karena kasihan pada si kembar yang kecapekan tapi ia juga kesal karena si kembar tak menukar seragam mereka.


"Bangun! tukar seragam dulu!" bujuk Elsa membangunkan si kembar yang sudah tertidur tersebut.


"Mama, kami masih ngantuk!" kesal Aldo sambil memeluk Alda lagi, karena ia sudah terbiasa tidur memeluk Alda ataupun Aldi.


"Kalian mandi terus sarapan di bawah, Mama bawain makanan!"


"Makanan?" tanya ketiganya terbangun sehingga Elsa mengangguk yang membuat ketiga pria itu bergegas bersiap-siap sedangkan Elsa meletakkan barang-barang anaknya ke tempat biasa. Setelah selesai, ia lalu keluar dari kamar putranya dan melihat Reyhan yang sudah terkapar di sofa karena kecapekan.


"Rey capek! pengen tidur dulu,"


"Baby!"


"Mandiin Rey," pinta Reyhan tersenyum sehingga Elsa pasrah dan membawa pria itu menuju kamar untuk memandikan Reyhan.


...----------------...


Si kembar berlarian menuruni tangga karena penasaran makanan apa yang dibelikan oleh Mama mereka, sesampai di dapur ketiganya menatap banyak sekali makanan yang enak-enak sekali.


"Ayo duduk dan habiskan makanan nya," senyum Elsa mengambilkan sarapan buat si kembar sedangkan Reyhan yang baru datang pun langsung duduk di samping Elsa.


"Mama, ini apaan?" tanya Alda penasaran melihat bungkusan yang membuatnya penasaran.

__ADS_1


"Itu sate, bukalah!"


Aldo yang melihat itu hanya diam kecuali abang-abang nya yang langsung membuka bungkusan tersebut. Ia benar-benar tak suka dengan sate tersebut terlebih melihat kuah kentalnya kayak itu.


"Mama, kenapa kayak gini bentuknya?" tanya Aldi mendorong piringnya tersebut untuk jauh darinya.


"Enak kok, coba aja!" suruh Elsa membuat ketiganya menggeleng tak mau.


Ketiganya menoleh pada Reyhan yang tampak asik memakan sate dengan lahapnya.


"Papa, apa itu enak?" tanya ketiganya penasaran sehingga Reyhan mengangguk, membuat si kembar penasaran dengan rasanya.


ketiganya lalu memakan sate tersebut sedikit, bagi mereka ini adalah pertama kalinya memakan makanan yang namanya sate.


"Enak?" tanya Elsa penasaran sehingga ketiganya mengangguk cepat, mereka benar-benar suka dengan rasanya yang enak.


"Enak banget! Aldo kira gak enak!" cengir Aldo membuat Elsa terkekeh kecil lalu mengusap sudut bibir putra bungsunya itu.


"Nih pakai kerupuk," tawar Reyhan menyodorkan satu bungkus kerupuk.


"Makasih, Papa!" balas ketiganya senang sekali dan mengoleskan kerupuk itu mengunakan kuah sate lalu memakannya dengan lahap, sedangkan Elsa hanya memakan buah saja karena belum lapar.


...***...


"Abang! ayo tendang kepalanya ke Aldi!" pinta Aldi sehingga Alda menendang kepala manusia itu layaknya bola, mereka bertiga asik bermain setelah puas menyiksa wanita tersebut.


Tak ada yang tau kalau yang mereka tendang adalah kepala manusia, karena ketiganya bermain di sebuah hutan.


Dug!


Kepala itu terhempas kuat ke pohon membuat Alda maupun Aldi menoleh pada si bungsu yang tersenyum tak berdosa.


"Salahkan kaki Aldo yang nendang kuat," polosnya membuat kedua Abangnya kesal.


"Yah, gak ada mainan lagi!" cemberut Alda kesal sambil duduk di tanah bersama dengan Aldi.

__ADS_1


"Kita cari yang baru aja, ayo!" ajak Aldo menarik tangan Abangnya itu sehingga keduanya pasrah dan mengikuti adiknya buat pergi dari lokasi berdarah tersebut, untung saja tak ada satupun jejak atas perbuatan mereka yang tertinggal disana.


Bersambung.....


__ADS_2