
Pagi harinya, si kembar sudah sampai di sekolah dan ketiganya menatap kesal kearah meja mereka yang sudah penuh dengan banyak cokelat. mereka tau kalau hari ini adalah hari valentine, hari dimana siswi-siswi akan memberikan coklat pada pria yang disukai.
"Hai! aku bawain cokelat buat kalian bertiga,"Ketiga pria itu menoleh dan melihat Bella datang sambil membawa banyak cokelat.
"Kami benci coklat," kesal Aldi membuang semua coklat yang ada di atas meja, ia tak peduli kalau cokelat tersebut jatuh ke lantai ataupun coklat yang dibeli dengan uang yang disimpan. siapa suruh membeli coklat buat mereka.
"Tapi, ini enak banget kok. kalian pasti suka!" senyum Bella membuat si kembar kesal.
"Kalau kami bilang enggak suka, jangan dipaksa!" sinis Aldo lalu menuju bangkunya dan disusul oleh Alda maupun Aldi. Bella begitu kesal karena selalu ditolak mentah-mentah oleh si kembar, ia juga tak tau harus apa untuk mendapatkan salah satu dari pria itu.
Mengingat semalam ia mengetahui kalau si kembar merupakan anak orang kaya di kotanya, kalau ia bisa mendapatkan salah satunya. sudah pasti ia bisa saja meminta apa saja yang ia mau, tapi ia harus berjuang saat ini.
Bella lalu pergi untuk memikirkan cara supaya si kembar mau berteman dengannya, dengan begitu ia bisa cari perhatian pada si kembar.
Tap!
Tap!
Semua yang ada di kelas itu menoleh pada wanita berhoodie hitam, dan memakai earphone tersebut. wanita itu sama sekali tak menghiraukan beberapa orang yang menatap aneh padanya.
Si kembar hanya menatap bingung saat wanita itu duduk di belakang mereka.
Ketiganya lalu menoleh pada wanita yang asik mengunyah permen karet tersebut, wanita itu sama sekali tak memperdulikan si kembar yang menatapnya.
Tak hanya itu, ia lebih memilih memainkan ponsel untuk menunggu kedatangan guru yang akan mengajar nantinya.
"Boleh kenalan?" tawar Alda membuat wanita itu menoleh dengan tatapan dinginnya, wanita itu tersenyum miring lalu kembali fokus bermain ponsel membuat Alda kesal.
Ini adalah pertama kalinya ia ditolak berkenalan oleh cewek, ia juga penasaran dengan wanita yang memiliki aura dingin tersebut.
"Hei, kau gak mau kenalan sama kami?" kesal Aldo membuat wanita itu kembali menoleh.
"Gak ada untungnya," balas wanita itu membuat si kembar kesal.
"Buat apaan berkenalan dengan pria manja seperti kalian,".
"Kami gak manja, ck! buat kenalan aja susah," sinis Aldi dingin.
Tak lama guru yang mengajar pun datang sehingga semuanya berhamburan menuju bangku masing-masing.
"Kembar, kenapa di dekat meja kalian banyak coklat berserakan?" tanya guru itu penasaran.
"Kami gak suka coklat tapi dikasih cokelat sebanyak ini," kesal mereka serempak.
"Kalau susu coklat gak papa, kami bisa terima," balas Aldo dengan entengnya, ia tak tau akan terjadi apa setelah ucapannya barusan.
"Bereskan itu semua!"
"Baiklah," kesal si kembar langsung mengambil cokelat tersebut dan memasukkan nya kedalam laci meja masing-masing sedangkan wanita di belakang si kembar hanya tersenyum tipis menatap si kembar yang terlibat kesal sekali saat ini.
"Kalian bawa baju olahraga, bukan? kita akan melanjutkan pengambilan nilai kemarin,"
__ADS_1
"Bawa, Buk!"
"Silahkan keluar dan kita ambil nilai kemarin,"
Semuanya langsung bubar karena ingin cepat-cepat menukar baju kecuali si kembar karena Alda maupun Aldi harus menjaga adik mereka, mereka tak ingin terjadi hal kemarin. Mereka juga sudah minta izin sebelumnya supaya diperbolehkan tidak mengikuti pembelajaran olahraga.
"Alda, Aldi dan Aldo!"Si kembar yang hendak pergi pun menoleh pada Laila yang mendekat.
"Ini aku bawain bekal sebagai permintaan maaf aku," jelas Laila membuat si kembar menoleh.
Prang!
Ketiga kotak bekal itu jatuh sehingga makanan yang dibuat Laila berserakan di lantai akibat dorongan Alda.
"Gue gak butuh lagi," ketus Alda lalu pergi yang diikuti oleh kedua adiknya tersebut. Tanpa sepengetahuan mereka, seorang wanita tersenyum sinis pada Laila yang ditolak.Ia lalu mendekati Laila dengan santainya.
"Apapun yang membuat mereka marah, mereka bakalan susah maafin lo. cara lo bakalan sia-sia," sinis wanita itu bergegas pergi membuat Laila menoleh pada wanita berhoodie hitam tersebut.
"Kau ngapain ikutin kami terus?!" kesal Aldi berbalik sehingga wanita itu menghentikan langkahnya, ia tersenyum tipis lalu mendekati si kembar tersebut.
"Pendengaran yang jeli, aku suka!" senyum nya membuat si kembar menatap kesal sekali.
"Kau sebenarnya siapa?" tanya Aldo penasaran.
"Aku? Kalian sepertinya tau tapi aku yakin, kalian pasti lupa ingat dengan aku," kekeh nya membuat ketiga pria itu kebingungan sekali. padahal, mereka tak tau siapa wanita aneh dihadapan mereka saat ini.
Wanita itu lalu mendekati si kembar dan dengan entengnya mencium bibir ketiganya membuat sikembar kaget dan memegangi bibir masing-masing.
"Hiks ciuman kami," isak mereka menangis. walau hanya sekilas, tetap saja mereka tak ingin dicium oleh orang lain dan bagaimanapun itu tetap ciuman pertama mereka bertiga.
"DASAR! GADIS GILA!" teriak ketiganya kesal sedangkan wanita itu tersenyum miring dari kejauhan.
Wanita itu lalu duduk disebuah bangku taman sambil bermain ponsel, ia sama sekali tak tertarik bergaul dengan yang lain.
"Ka-Kau ..,"
Wanita tersebut menoleh lalu tersenyum tipis, membuat kedua wanita itu bergegas pergi dari sana dengan ketakutan sekali. mereka tak menyangka, orang yang satu minggu ini dikabarkan meninggal sekarang kembali datang dengan keadaan sehat seperti biasa. Padahal, yang aslinya ia tak meninggal hanya saja ia berpura-pura meninggal untuk mengelabui musuhnya saat ini.
Disisi lain, si kembar duduk di sebuah rooftop dengan perasaan kesal.
"Wanita gila tadi dengan seenaknya mencium kita, memangnya dia siapa?" gerutu Alda sambil membersihkan bibirnya mengunakan tissue basah.
"Bibir mungil ku ternodai," isak Aldo kesal sambil mengusap kasar bibirnya, ia tak peduli bibir seksinya berdarah.
"Abang, Abang merasa aneh gak sama auranya? kayak aura dingin sekaligus hangat," tanya Aldi penasaran membuat Alda mengangguk.
"Dia juga sebut kita suami dia, memangnya kita sudah nikah? belum bukan," kesal Aldo nimbrung.
"Kita belum nikah dan gak bakalan nikah, Abang takut kalau pas nikah terus kayak tetangga kita itu. buka baju berdua dan terus ki...,"
"Kami juga gak mau!" potong Alda maupun Aldo yang ngeri.
__ADS_1
...****************...
Laila duduk sedih di kelasnya karena merasa bersalah sekali terhadap sikembar. Ia sama sekali tak ada niat membuat mereka seperti itu khususnya Aldo.
"Sayang, kamu masih kepikiran dengan anak IPA itu?"
"Iya, aku merasa bersalah sekali pada mereka. aku juga gak tau kalau mereka punya pantangan sejak bayi," lirih Laila membuat pria itu menghapus air mata sang kekasih supaya tak bersedih lagi.
"Jangan sedih, kamu harus semangat buat minta maaf sama mereka. Aku yakin mereka mau memaafkan kamu,".
"Hiks tapi aku sudah bikin adik mereka tewas hiks,"
"Laila dengarin aku, kamu juga gak tau tentang mereka sudah pasti mereka bakalan maafin kamu walau lama," bujuk pria itu memeluk Laila, orang yang sangat ia cintai sekaligus calon tunangannya sebentar lagi.
Laila yang mendengarnya pun hanya bisa mengangguk, ia akan berusaha meminta maaf pada si kembar apapun caranya. Ia tak ingin hidup dalam rasa bersalah seperti ini.
...----------------...
Si kembar tampak asik menyantap makanan masing-masing di kantin, mereka begitu lapar sekali dan kebetulan jam kosong lagi.
"Hai, aku numpang duduk disini ya," senyum Bella membuat si kembar menoleh dan kembali menyantap makanannya lagi, mereka sama sekali tak menghiraukan permintaan wanita tersebut.
Byur!
Bella sontak syok saat seseorang menguyur nya dengan jus, si kembar lalu menoleh pada wanita berhoodie tadi.
"Stay away from the twins or I will kill you [ menjauhlah dari si kembar atau kau ku bunuh ]" bisik wanita itu tajam membuat Bella menoleh kesal, ia hendak menampar wanita itu tapi dengan cepat wanita itu menahan tangan Bella.
Bella sontak membulatkan mata melihat wajah asli orang yang ada dihadapannya saat ini.
"Ka-Kau sudah mati ..,"
"If I'm dead, why can I touch you, *****? [ kalau aku mati,bagaimana aku bisa menyentuhmu ******? ]" tanya wanita itu tersenyum evil.
Plak!
"Jangan menyebut gue ******!" bentak Bella tajam.
"Apa itu ******?" gumam si kembar kebingungan saat ini.
Wanita itu meringis kesakitan saat di tampar kuat oleh Bella. sedangkan si kembar juga ikut meringis dalam diam karena ngeri dengan tamparan kuat tersebut.
"You're my target after this [kau target ku setelah ini]." bisik wanita itu tersenyum miring.
Bella mengusap seragamnya yang sudah basah, langsung saja ia pergi karena malu ditertawakan oleh teman-temannya di lantai. Si kembar lalu menoleh pada wanita bermata hitam tersebut duduk di dekat mereka.
"Ngapain duduk disini? kami masih marah," ketus Aldo dingin.
"I don't care if you are cranky, the most important thing is that you are mine! [ aku tidak peduli kalau kalian ngambek,yang terpenting kalian milikku! ]"
"we don't want! [ kami nggak mau! ]"
__ADS_1
Bersambung.......