
saat asik sarapan, Elsa menoleh pada Vania yang terlihat tergesa-gesa sambil meringis kesakitan membuatnya bingung sedangkan Reyhan menahan tawanya saat ini.
"Kau jail sekali, Dek!" kekeh Edward saat kedua wanita itu sudah pergi.
"Tentu dong," senyum Reyhan sehingga Elsa menoleh.
"Kenapa dia bisa kayak gitu?" tanya Elsa kebingungan membuat Reyhan tersenyum.
"Soalnya di gelas Elsa ada obatnya, terus Reyhan tukar deh,"jujurnya yang membuat Elsa tertawa kecil dengan kejailan Reyhan barusan.
"Reyhan, Abang pamit dulu dan Elsa, jaga adik gue dari wanita itu,"
"Baik, Bang!"Edward langsung menghilang sehingga keduanya langsung melanjutkan sarapan tanpa menghiraukan kedua orang itu.
"Elsa, suapin Rey!" pinta Reyhan sehingga Elsa menyuapi Reyhan membuat pria tersebut senang dan menerima suapan dari Elsa.
"Makan yang banyak biar kita kerjain mereka lagi,"
"Siap!" balas Reyhan tersenyum sambil mengunyah makanannya dan sesekali memakan kerupuk yang ada di dekatnya. tak lama Vania mendekat dengan wajah memerah yang dibantu oleh Mamanya itu.
"Lo napa pucat gitu?" tanya Elsa pura-pura tak tau, sedangkan Vania memutar mata malas karena tak mood membalas perkataan saudara tirinya itu sedangkan Reyhan menoleh pada Vania, pemuda itu benar-benar tertarik dengan daging Vania daripada orangnya.
"Reyhan, awas aja kamu!"
Reyhan menoleh pada Elsa dengan wajah cemberut, ia benar-benar sudah tak tahan untuk memakan Vania yang begitu menggoda tersebut ditambah wanita itu berpakaian terbuka. Sedangkan Vania sudah kesenangan sendiri saat Reyhan selalu mencuri pandang kearahnya.
Wanita itu sudah yakin kalau calon suami Kakak tirinya itu menyukainya sehingga tak henti-hentinya menatap kearahnya. Padahal semuanya tak sesuai dengan perkiraan Vania.
Elsa yang udah kesal pun langsung menarik tangan Reyhan buat pergi dari sana sehingga Reyhan menurut.
"Mama, kayaknya Reyhan selalu melirik aku. pasti dia suka sama aku kan, Ma?" tanya Vania senang sehingga Fitri mengangguk mengiyakan.
"Mama mikirnya gitu, kamu harus berpenampilan cantik," usul Fitri membuat Vania mengangguk kesenangan karena hampir memikat Reyhan,di dalam kamar Reyhan mendekati Elsa.
"Elsa, Reyhan mau daging wanita itu sekarang! Reyhan udah gak tahan!" tangis Reyhan sambil duduk di lantai membuat Elsa menoleh.
"Baby, kamu harus menahan diri dulu," bujuk Elsa mengusap air mata Reyhan lembut.
"Huwaa! Mau nya sekarang!" tangis Reyhan berbaring di lantai membuat Elsa terkekeh kecil dengan tingkah mengenaskan Reyhan tersebut.
"Tahan dulu, nanti aku kasih hadiah deh kalau kamu bisa nahan," Reyhan langsung menoleh sambil mengusap air matanya sendiri.
"Hadiahnya apaan?" isak Reyhan beranjak duduk. "Aku kasih makanan yang enak terus cokelat," balas Elsa membuat Reyhan mengangguk.
"Beliin cokelat yang banyak ya," pinta Reyhan sehingga Elsa menoleh dan mengajak Reyhan buat duduk di sampingnya.
"Makanya kamu harus tahan, biar aku beliin cokelat," senyum Elsa mengusap air mata di pipi Reyhan tersebut sedangkan pemuda itu malah memeluk tubuh Elsa erat sambil mengusap hidungnya yang gatal terus.
__ADS_1
Tin!
Elsa langsung mengambil ponsel yang ada di atas meja dan melihat pesan dari Shakira yang membuatnya tersenyum tipis saat membacanya.
...----------------...
Gue gak nyerah begitu saja,elsa! Gue bakal dapatkan Reyhan kembali karena pria itu adalah milik gue. Tunggu saja pembalasan gue!
Reyhan yang ikut membaca itu hanya terdiam.
"Rey gak bakalan dikurung lagi, kan? Rey takut disiksa lagi,"jelasnya menatap Elsa.
"Gak bakalan kok, kau bakalan aman sama aku dan kekuatan kamu sudah pulih, bukan?" senyum Elsa sehingga Reyhan mengangguk.
"Elsa, ayo buat dedek lagi!"
"Gak boleh dulu, aku masih sakit!"
"Sakit kenapa?" polosnya sambil menatap kearah Elsa yang juga menatapnya.
"Gimana kalau aku mencium kamu saja," tawar Elsa sehingga Reyhan menggeleng tak mau.
"Reyhan mau buat dedek lagi," pinta Reyhan membuat Elsa kebingungan sendiri memikirkan cara supaya terhindar dari Reyhan tersebut.
Brukh!
"Elsa kenapa?" panik Reyhan mencoba membangunkan Elsa yang tak sadarkan diri saat ini, ia mencoba mendengar detak jantung Elsa.
"Elsa, jangan tinggalin Rey sendirian!" tangis Reyhan menggoyang kan tubuh Elsa supaya cepat bangun.
'Rasain, sekarang gue gak bakalan buat dedek lagi,' batin Elsa senang.
Reyhan sontak menghentikan tangisnya saat mendengar suara hati Elsa.
'Elsa bohongin Reyhan ya,' batin Reyhan kesal lalu beranjak dari kasur untuk membuka pakaiannya tanpa sepengetahuan Elsa.
Pria itu langsung mendekati Elsa yang masih setia memejamkan mata.
"Elsa, Rey udah buka baju loh!" jelas Reyhan membuat Elsa mulai membuka matanya dan...
"Huwaaa Reyhan!"
*
Keesokan paginya, Reyhan tampak asik memakan kue sedangkan Elsa tak henti-hentinya menatap tajam kearah Reyhan. lagi dan lagi ia tak bisa berjalan karena ulah Reyhan semalam. Berniat pura-pura pingsan biar bebas eh malah kena terkam juga.
"Elsa kenapa natap Rey kayak gitu?"
__ADS_1
"Aku lagi memikirkan cara menjual kamu yang mesum ini, polos tapi otak sudah dinodai," dengus Elsa kesal membuat Reyhan tak mengerti dengan perkataan Elsa barusan.
"Apa itu mesum?"
"Bukan apa-apa," ketus Elsa kesal dengan kepolosan Reyhan yang sudah dinodai oleh Shakira.
Entah bagaimana caranya supaya Reyhan kembali polos dan tak memikirkan begituan lagi. Elsa benar-benar pusing sekarang.
"Elsa kenapa usap kepala, pusing? sini Reyhan usap," tawar Reyhan menarik tubuh Elsa lalu mengusap kepala wanita itu yang membuat Elsa sangat nyaman. Ia sangat suka diperlakukan seperti ratu oleh Reyhan, pria itu tak pernah bersikap kasar padanya.
Apalagi sudah dua kali pria manis ini menyentuhnya dengan perlakuan lembut dan berperasaan, mungkin kalau dengan pria lain sudah pasti melakukannya dengan tergesa-gesa untuk kepuasan sendiri. membuat Elsa tak sanggup menolak permintaan pria itu.
"Elsa kenapa senyum terus?" tanya Reyhan penasaran.
"Kamu kenapa tampan banget, sih? perlakuan kamu itu juga manis sekali,"
"Kata Abang, kalau saat bersama wanita gak boleh kasar-kasar. apalagi wanita itu harus dijaga bukan disakiti,"balas Reyhan jujur membuat hati Elsa berbunga-bunga saat mendengar perkataan manis dari pria nya itu.
"Makin cinta aku sama kamu," jerit Elsa mencubit gemes hidung mancung Reyhan, membuat Reyhan tertawa kecil.
"Reyhan juga makin cinta sama Elsa," balas Reyhan sehingga Elsa langsung mencium bibir Reyhan, membuat pria itu terdiam lalu membalasnya sambil memeluk tubuh wanita tersebut.
"Ck, kayak gak ada tempat lain aja,"
Elsa melepaskan ciumannya dari Reyhan lalu menoleh pada Vania yang duduk di sofa lainnya, lagi-lagi wanita itu berpakaian yang menampilkan lekukan tubuh membuat Elsa makin geram.
"Terserah gue, ganggu orang aja," sinis Elsa sedangkan Reyhan hanya diam sambil memeluk tubuh Elsa.
"Elsa, ayo jalan-jalan soalnya Rey bosan disini," ajak Reyhan menatap Elsa.
"Yasudah, ambil kunci motor di atas meja sekaligus tas kecil aku ya,"
"Baik," senyum Reyhan langsung berlari menuju lantai atas, pria tersebut sudah tak sabar buat jalan-jalan karena bosan di masion saja. ditambah Vania berkeliaran memakai baju ketat sehingga Reyhan tak tahan untuk tidak memakan daging wanita itu.
...****************...
Sekarang Elsa tak henti-hentinya memeluk tubuh Reyhan karena pria tersebut fokus membawa motor dengan kecepatan sedang.
"Elsa, kita cari makan dulu ya," pinta Reyhan sehingga Elsa mengangguk.
"Kita cari restauran terdekat aja,"
"Gak mau, Rey pengen makan di tepi jalan kayak gitu,"Elsa menoleh pada pedagang yang asik berjualan, ia juga sudah lama tak beli jajan diluar seperti itu.
"Baiklah, diujung jalan sana ada jual gorengan. kita beli itu dulu aja," ajak Elsa.
"Okey!" senyum Reyhan mempercepat laju motornya yang membuat Elsa tersenyum dan tak melepaskan pelukannya dari tubuh Reyhan.
__ADS_1
Bersambung......