
Setelah menghabiskan sarapan mereka, mereka langsung membayarnya dan pergi dari sana karena si kembar bosan mendengar suara cempreng teman Queen tadi.
"Queen, apa itu ranting?" tanya si kembar saat mereka baru masuk mobil. Wajah Queen mendadak kembali memerah mendengar kata ranting, ia mencoba mengatur nafasnya saat ini supaya terlihat biasa-biasa.
"Ranting pohon, emangnya kenapa?"
"Gak kenapa-napa," balas mereka serempak, membuat Queen benar-benar lega karena ketiga suaminya itu tak bertanya lagi.
Aldi melajukan mobilnya meninggalkan parkiran tersebut, karena Aldi ingin membawa mobil saat ini.
"Abang, Aldo pengen bawa mobil, boleh?"
Kedua pria itu sontak kaget mendengar permintaan adik mereka barusan.
"Kau gak boleh bawa mobil, bisa-bisa kau koma lagi seperti dulu," tolak Alda membuat Aldo memanyunkan bibirnya kesal.
"Kau itu kalau bawa mobil suka ngebut," jelas Aldi dengan entengnya.
"Baiklah-baiklah," pasrah Aldo membuat Queen terkekeh sambil mengusap kepala suaminya itu lembut.
"Aldo mau bobo dulu, soalnya ngantuk akibat kekenyangan,".
Queen menoleh pada Aldo yang bersandar di bahunya karena sudah mengantuk sekali, karena dia yang paling banyak makan dan sempat-sempatnya memakan soto milik Abangnya.
Tapi, Alda maupun Aldi membiarkan saja saat Aldo meminta soto mereka berdua. Padahal bisa di pesan lagi tapi Aldo tak mau dan malah memakan punya Abangnya.
Ia lalu menoleh keluar jendela dan melihat langit yang sudah mendung sekali, tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya membuat Queen takut. ia sangat takut kalau ada suara Guntur di tengah hujan.
"Yah, hujan! padahal mau cari jajan lagi," kesal yang lain.
"Kita pulang saja ya," pinta Queen membuat keduanya mengangguk.
5 menit kemudian, mereka semua pun sampai di masion dan langsung saja mereka menghilang lalu muncul di ruang tamu dengan Aldo yang berbaring di sofa.
Alda mengulurkan tangan sehingga sebuah selimut menyelimuti tubuh adiknya itu supaya lebih hangat.
"Bibi! buatin Aldi susu!" pinta Aldi bergegas ke dapur karena ingin susu untuk menghangatkan tubuhnya yang sudah kedinginan saat ini.
Sedangkan Queen berbaring di sebelah Aldo karena ukuran sofa cukup untuk dua orang, ia benar-benar ngantuk sekali saat ini sehingga Queen langsung memeluk Aldo erat.
Alda tersenyum lalu menyelimuti tubuh istrinya itu dan bergegas menyusul Aldi karena haus sekali.
__ADS_1
Tin!
Queen yang hendak memejamkan mata pun mengeluarkan ponselnya dan melihat nomor asing dari seseorang yang sama sekali tak ia kenal.
Ia menatap sebuah foto yang entah siapa disana, terlihat salah satu suaminya tidur bersama wanita lain dengan selimut menutupi separuh tubuh mereka.
Queen memerhatikan tubuh sang pria, ia sontak tersenyum tipis saat melihat sebuah tato di bagian dada sebelah kanan pria itu. sedangkan suaminya tak ada yang memiliki tato dan otomatis ini hanya editan supaya rumah tangganya hancur.
Tin!
-----
Jauhi Alda, dia itu kekasihku dan aku hamil anaknya! kalau kau tak mau menjauhinya, kau bakalan aku lenyap kan!
-----
Queen tak membalasnya sedikitpun, melainkan memilih melanjutkan tidurnya karena mengantuk sekali, biarlah wanita itu capek sendiri karena ia yakin kalau suaminya itu tak melakukan hal aneh pada wanita diluar sana.
Tak lama, Alda maupun Aldi mendekat sambil meminum susu. pria itu mengambil ponsel di tangan istri mereka dan melihat pesan yang masuk.
"Wah, drama apa lagi ini?" kagum Alda karena ia sama sekali tak menyentuh wanita lain, untuk menyentuh istrinya saja ia harus mikir 7 kali karena takut. mana mungkin ia bisa melakukannya pada wanita lain. Aneh memang!
"Ini bukan Abang, kan?"
"Mana mungkin Abang lakuin nya sama wanita lain,".
"Iya juga," balas Aldi lalu beranjak duduk sambil meletakkan gelas yang berisi susu ke atas meja dan langsung mengambil cemilan karena bosan sekali. Ingin sekali ia menonton tapi cuaca tak mendukung karena sudah terdengar suara Guntur yang cukup kencang.
"Apa lebih baik kita basmi aja nih orang?"Aldi menoleh.
"Ide bagus, Bang. tapi nanti saja soalnya hujan," balas Aldi membuat Alda mengangguk sambil menoleh kearah kaca yang menampilkan hujan yang begitu lebat sekali.
...***...
Beberapa bulan kemudian...
Si kembar memanyunkan bibirnya karena disuruh memakai pakaian maid, ditambah mereka memakai bando kucing dan hiasan di pipi mereka ala kucing, membuat ketiga pria itu terlihat menggemaskan sekali.
"Queen, kami gak suka pakai ginian," kesal mereka sambil memotong kentang, beberapa maid menahan senyumannya melihat si kembar yang amat mengemaskan sekali saat ini.
"Pakai aja, manis kok," senyum Queen dengan entengnya sambil merapikan bando suaminya itu, ia benar-benar tak bisa menahan gemesnya melihat si kembar ngambek seperti sekarang.
__ADS_1
Si kembar mendengus kesal lalu kembali melanjutkan memasaknya tanpa menoleh pada Queen, mereka benar-benar kesal sekali saat ini.
Sesekali mereka menutupi paha mereka yang terlihat akibat dress maid yang pendek. Ingin sekali mereka protes tapi wanita itu malah menangis yang membuat mereka kebingungan saat ini.
Entah kenapa istri mereka itu tiba-tiba manja, harusnya mereka yang manja bukan dia, huh!
"Queen, kami malu pakai pakaian kayak gini!" protes mereka yang membuat Queen menoleh sambil memakan jeruk.
"Pakai aja, gak bakalan ada yang berani buat kalian malu,"balas Queen dengan entengnya.
"Kami pulang!"
Si kembar langsung bergegas menuju pintu utama dan melihat Mama sekaligus Papanya yang sudah pulang setelah lima bulan gak pulang.
"Mama, Papa!" teriak si kembar.
"Astaga, putra kembar Mama kenapa kayak gini?" tanya Elsa kaget dengan penampilan si kembar. sedangkan Reyhan sudah tau apa yang terjadi pada putranya tersebut dan memilih diam seolah-olah tak tau apa-apa.
"Ini semua karena Queen, kami disuruh cosplay kayak gini,"cemberut mereka membuat Queen merasa bersalah.
"Kalian benar-benar mengemaskan sekali, ingin sekali Mama peluk kalian erat-erat!" pekik Elsa memeluk si kembar tiga.
Reyhan langsung ke kamar sambil menggendong Aulia, yang diikuti oleh Alia yang sudah mengantuk sekali.
"Mama, kami jelek ya?" tanya si kembar penasaran.
"Siapa yang bilang kalau putra Mama jelek?"
"Queen!"
Degh!
Queen mendadak kaget saat si kembar menunjuk kearahnya. salahnya apa coba?.
Padahal ia mengatai si kembar jelek itu sudah dua bulan yang lalu, entah kenapa ketiga suaminya itu mengungkitnya lagi.
"Mama, hukum dia!" pinta si kembar membuat Elsa terdiam kebingungan saat ini.
"Udah, dia itu istri kalian. Mama mau ke kamar dulu ya, Mama capek," senyum Elsa mencium kening si kembar lalu pergi dari sana.
"Siapkan masakan kalian," suruh Queen membuat si kembar mendengus kesal lalu berjalan menuju dapur untuk memasak.
__ADS_1
Bersambung...
Satu part lagi End.