
Elsa maupun Reyhan mendorong kursi roda ksetiga putranya itu karena kondisi ketiga anaknya itu benar-benar lemah. Harusnya mereka dirawat karena baru sadar tapi, ketiganya kekeuh untuk pulang karena gak mau lama-lama di rumah sakit.
"Mama, kami lapar," pinta mereka serempak.
"Bibi, tolong antar si kembar ke ruang makan karena ketiganya lapar dan ingat! jangan kasih makanan mereka seperti kacang maupun udang, bisa berakibat fatal sama mereka," peringat Elsa sehingga ketiga maid itu mengangguk patuh.
"Awas saja kalau si kembar memakan makanan tersebut, nyawa kalian tantangannya,".
"Mama mau mandi dulu ya," senyum Elsa mencium kening si kembar.
"Baik, Mama!" senyum ketiganya sehingga Elsa menarik Reyhan buat pergi ke kamar.
Sedangkan di kembar langsung dibawa ke ruang makan dan ketiga maid itu segera menata sarapan di atas meja karena tadi sudah di telpon oleh Elsa untuk menyiapkan sarapan buat si kembar.
Sikembar langsung saja menyantap makanan masing-masing karena sudah pengen makan nasi daripada bubur, ketiganya benar-benar lahap memakan sarapan mereka.
"Aku dah kangen makan ayam," senang Aldi memakan ayam nya dengan lahap sedangkan Aldo tampak asik memakan sayur daripada daging, Ia lebih suka sayur karena lebih banyak nutrisi.
Kalau Aldi, pemuda itu hanya memakan masakan berkuah karena ia lebih suka makanan tersebut daripada yang lain. karena itu, setiap makan pasti ada sesuatu berkuah untuk Aldi. kalau gak ada, pemuda itu tak akan mau sarapan sedikitpun.
"Bibi, minta soup daging lagi!" pinta Aldi menyodorkan mangkok sehingga maid itu langsung bergegas mengambilkan soup buat Aldi.
"Abang, coba ayam goreng ini!" tawar Aldo meletakkan sepotong ayam di piring Aldi.
"Abang gak suka ayam," tolak Aldi sehingga Aldo kembali mengambilnya dengan perasaan kesal.
Setelah sarapan, ketiganya langsung dibawa ke ruang tamu untuk beristirahat.
"Capek juga naik kursi roda," gerutu Alda berusaha bangkit dari tempat duduknya, kedua adiknya juga ikut bangkit dari kursi roda walau sedikit oleng.
"Abang, tadi di luar ada kebun jeruk. ayo kesana," ajak Aldo sehingga mereka bergegas keluar masion diam-diam tanpa di ketahui oleh Mama dan Papanya.
"Wah, buahnya lebat sekali!" kagum ketiganya lalu bergegas mengambil buah jeruk tersebut untuk di makan. setelah siap mengambil sepuasnya, ketiganya langsung bersembunyi di balik pohon mangga untuk memakan jeruk tersebut.
"Jeruknya manis banget!" senang Aldi sambil mengunyah jeruk tersebut.
"WOI! SIAPA AMBIL JERUK GUA!"
Hukk!
Hukk!
Si kembar tersentak kaget saat mendengar suara pria paruh baya.
"Huwa! Aldo keselek biji jeruk!" panik Aldo berusaha batuk untuk mengeluarkan biji jeruk tersebut. Alda langsung memukul pundak adik bungsunya sehingga biji itu akhirnya..., Tertelan.
"Huwa! Bijinya ketelan hiks! kalau tumbuh, gimana?" tangis Aldo berusaha mengeluarkan biji jeruk tersebut.
__ADS_1
"Rasain, makanya jangan curi punya orang!"Ketiganya menoleh pada Elsa yang menatap tajam.
"Hiks Mama, Aldo takut perut Aldo tumbuh pohon!" tangis Aldo membuat Elsa menoleh.
"Makanya, jangan mencuri" kesal Elsa memeluk putra bungsunya itu.
"Kami gak tau itu punya orang, orang nya marah-marah tadi,"jelas Alda dengan polosnya membuat Aldi mengangguk setuju.
"Ayo masuk ke masion!"
Si kembar hanya menurut tapi ketiganya malah mengambil jeruk tersebut dan meletakkan ke baju masing-masing membuat Elsa menepuk jidat dengan tingkah ketiganya. setelah itu mereka mengikuti Elsa memasuki masion dengan baju penuh dengan jeruk.
"Gak boleh ambil jeruk orang lagi ya," peringat Elsa saat si kembar duduk di ruang tamu.
"Siapa suruh jeruknya memasuki pekarangan masion berarti buahnya milik kita dong, lagian buahnya lebat ke kita," jelas Aldi dengan entengnya sambil mengupas kulit jeruk tersebut.
"Wah jeruk, Papa minta juga dong!" pinta Reyhan mendekat, ia sangat suka sekali jeruk.
"Disamping Maison ada buah jeruk, Pa! buah nya lebat banget tapi jangan sampai ketauan sama orangnya," jelas Alda jujur. Sehingga Reyhan langsung tancap gas tanpa menghiraukan perkataan istrinya.
Tak lama, Elsa menoleh pada Reyhan yang mengambil banyak jeruk membuat wanita itu pasrah.
"Anak sama Bapak sama aja, sama-sama curi jeruk orang,"kesal Elsa sehingga Reyhan terkekeh kecil.
"Manis banget loh, kamu mau?" tawar Reyhan menyodorkan jeruk berkulit hijau tersebut pada istrinya.
Dulu ia berharap mendapatkan anak yang tingkah nya lebih dewasa eh malah nambah lagi. sikap mereka tak ada ubahnya seperti sikap bapak mereka.
Ia harus ekstra menjaga si polos-polos ini daripada terluka ataupun ditipu oleh orang lain.
"Elsa beneran gak mau? jeruknya manis loh!"
"Baby, aku gak suka jeruk!"
"Ayo buka mulutnya, pesawatnya datang!" kekeh Reyhan mengerakkan jeruk tersebut seperti pesawat membuat Elsa menatap dingin pada suaminya itu.
"Baby, aku udah gede!" kesal Elsa membuat Reyhan menoleh dengan tampang polosnya.
"Gede apanya?" tanya Reyhan dengan polosnya begitu juga dengan si kembar yang ikut penasaran saat ini.
"Baby!"
"Rey bercanda kok, buka mulutnya sekarang!" pinta Reyhan lagi sehingga Elsa pasrah dan memakan jeruk tersebut dengan terpaksa sebelum suaminya itu ngambek lagi.
"Manis?" tanya Reyhan penasaran sehingga Elsa menganggukkan kepalanya membuat Reyhan senang dan memeluk Elsa gemes.
Semuanya kembali melanjutkan makan jeruk masing-masing lagi, sambil menonton tv yang dihidupkan oleh Reyhan barusan.
__ADS_1
"Mama, biji tadi gak bakalan tumbuh diperut Aldo, kan?" tanya Aldo penasaran sekali.
"Gak bakalan kok," senyum Elsa mengusap air mata putranya itu supaya lebih tenang.
...****************...
Sore harinya, si kembar tampak asik belajar berbicara yang diajarkan oleh Elsa. ketiganya tampak begitu fokus belajar tanpa menghiraukan Reyhan yang asik ngemil kripik kesukaan si kembar.
"Baby, mendingan kamu makan cemilan di tempat lain aja. si kembar mau fokus belajar," kesal Elsa sehingga Reyhan menoleh dengan tampang tak berdosa sedikitpun.
"Reyhan mau nonton film, Film nya bagus!"
"Baby, di kamar juga ada tv,"
"Lebih asik disini," balas Reyhan sambil memakan kripiknya lagi.
"Papa, minta dikit!" kekeh Aldo yang sudah kepengen makan kripik yang ada di pangkuan Papanya itu.
"Gak boleh," balas Reyhan dengan entengnya membuat Aldo memanyunkan bibirnya kesal.
"Mama! Papa pelit sama Aldo!" lapor Aldo menunjuk kearah Papanya itu sedangkan Reyhan langsung bergegas ke kamar sebelum kena marah oleh istrinya tersebut.
"Nanti Mama beliin yang banyak buat kalian, belajar dulu,"
"Beneran, Ma?" tanya mereka serempak sehingga Elsa mengangguk pelan.
"ELSA, REY JUGA MAU!"
"PAPA GAK BOLEH!"
Elsa menoleh pada Reyhan yang cemberut saat ini, ia sudah yakin kalau suaminya itu sebentar lagi akan menangis.
"El-Elsa ...,"
Nah, kan!
Elsa bergegas memeluk suaminya itu dan benar saja Reyhan langsung menangis di pelukannya.
"Jangan nangis, kamu gak malu dilihat anak kamu?" tanya Elsa membuat Reyhan mengusap air matanya pelan.
"Rey juga mau kripik banyak,"
"Iya-iya, nanti aku beliin juga buat kamu. sekarang ke kamar, aku mau ajar si kembar dulu,"
Reyhan mengangguk dan bergegas ke kamar untuk melanjutkan nonton di kamar sedangkan Elsa bergegas mendekati ketiga putranya yang berusaha membaca beberapa buku.
Bersambung......
__ADS_1