MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 04


__ADS_3

Suasana begitu dingin dengan suara hujan yang terdengar jelas diluar kosan, ditambah kilatan cahaya yang membuat kesan menakutkan bagi Shakira, wanita itu tampak menutupi tubuhnya mengunakan selimut karena setiap hujan seperti ini. Ia hanya bisa bersembunyi supaya tak ketakutan lagi.


Berbeda lagi dengan Raja yang masih berdiri di depan kaca di ruang tamu, ia menatap baju yang ia pakai barusan membuatnya bingung. Ini adalah pertama kalinya ia memakai pakaian seperti ini.


Raja lalu mengusap mata kirinya karena mulai mengantuk sekali, ia lalu berjalan menuju kamar Shakira karena tak mau tidur di ruang tamu seperti yang suruh oleh Shakira tadi.


Cklek!


Pemuda itu menatap selimut yang besar, ia mendekat dan memegang selimut tersebut sehingga Shakira mengintip.


"Kamu ngapain kesini? mau tidur disini?"


Raja hanya mengangguk sambil mengusap pelan matanya yang mulai perih, Shakira lalu memperbolehkan Raja buat tidur di sampingnya karena ia tak akan ketakutan lagi. ia juga tau kalau Raja tak akan melakukan hal buruk padanya saat tidur.


Pemuda tersebut langsung berbaring dan memeluk Shakira, karena setiap ia mau tidur selalu di peluk oleh Mamanya. Raja lalu mengambil ponsel diatas meja dan memberikan nya pada Shakira.


"Gak boleh main ponsel dulu, hari masih hujan!"


Raja memanyunkan bibirnya kesal sambil menatap ponsel yang menampilkan foto Shakira, ia ingin menonton film lagi dari benda tipis tersebut.


Jeddaarr!


Shakira sontak teriak kecil dan memeluk erat tubuh Raja, membuat Raja menoleh pada Shakira yang sudah menangis ketakutan sekali. Ia lalu mengusap kepala Shakira membuat Shakira menoleh. "Jangan nangis," lirih Raja yang dapat di dengar oleh Shakira.


"Hiks takut," isak Shakira membuat Raja memeluk erat tubuh wanita itu sambil mengusap kepala Shakira pelan. Raja tersenyum saat Shakira mulai memejamkan mata karena sudah ketakutan sekali.


Ia lalu ikut memejamkan mata karena mengantuk sekali karena lelah dengan aktivitas seharian tadi.


Tapi, ia kembali membuka matanya dan menoleh kearah jendela yang tirai nya tertiup angin, Raja melepaskan pelukannya dan beranjak menuju jendela. Ia langsung menyibak tirai dan benar saja, ada seseorang yang mengintipnya tidur.


Tiba-tiba mata Raja memerah yang membuat orang itu ketakutan sekali. "Berani-beraninya kau," tekan Raja mencengkram kuat leher pria itu kuat.


"Amp-Ampun,"


"Tak ada ampun,"


"Argh!"


mendengar teriakan itu, Shakira terbangun dari tidurnya dan bergegas mendekati Raja. ia melihat Raja membuang sesuatu lalu berbalik.


"Raja kam.. ini cairan apaan? kenapa kayak darah?" tanya Shakira mengusap sudut bibir Raja, membuat Raja langsung mengusap bibirnya supaya tak meninggalkan jejak.


Djedddarrr!


Drep!


Shakira langsung memeluk Raja karena ketakutan saat mendengar suara petir. Raja lalu masuk dan juga melirik sekilas kearah orang yang sudah ia buang tersebut.


"Raja, kau sepertinya bau darah. kau terluka?" tanya Shakira membuat Raja menggelengkan kepalanya, membuat Shakira makin curiga dengan gelagat Raja ditambah ia tadi melihat darah di sudut bibir Raja dan ia juga melihat Raja membuang sesuatu yang cukup besar. Tapi, ia tak begitu jelas melihat benda tersebut karena gelap.


"Mendingan kita tidur aja, aku pengen tidur,"

__ADS_1


Lamunan Shakira buyar dan menoleh pada Raja yang juga menatapnya. "Kenapa baru ngomong sekarang? nama asli kamu siapa?" tanya Shakira penasaran membuat Raja terdiam beberapa saat. "Aku tak terbiasa mengobrol dengan manus... eh, maksudku orang lain. nama asliku Reyhan," ungkapnya jujur.


"Nama kamu bagus," senyum Shakira membuat Reyhan tersenyum tipis.


"Ayo tidur! Rey ngantuk sekaligus capek,"


Shakira mengangguk karena akan banyak hal ia tanyakan pada pria yang ada di dekatnya ini besok pagi, ia harus tau asal-usul Reyhan sampai akar-akarnya. Harus!


*


Keesokan paginya, Shakira tak melihat keberadaan Reyhan dikamar padahal ia meninggalkan pemuda itu sebentar. ia langsung menuju jendela untuk melihat apa yang dibuang Reyhan semalam dan semoga saja apa yang dibuang Reyhan masih ada.


Bukan benda yang ia temukan dan ia malah menemukan darah yang masih basah di rumput, bekas darah itu juga juga panjang seakan bekas seretan sesuatu yang berdarah.


"Shakira!"


"Astaga!" kaget Shakira membuat Reyhan kebingungan lalu menoleh kearah yang dilihat oleh Shakira.


"Shakira lagi lihatin apaan?"


"Aku lihat dar... Eh! mana darahnya? padahal tadi ada dan jelas banget!"


"Shakira masih ngantuk ya? makanya halu?"


"Aku gak ngehalu, Rey! aku lihat darah disana!" kesal Shakira membuat Reyhan terkekeh kecil. "Kamu dari mana?"


"Rey tadi balik dari dapur buat cari makan tapi gak nemu, Rey juga gak tau cara memasak," ungkapnya jujur yang membuat Shakira terkekeh kecil. "Kau sebenarnya dari planet mana, sih? kenapa polos sekali!" kekeh Shakira mencubit pipi Reyhan pelan.


"Sudah-sudah, sekarang kamu tunggu aku di luar! aku mau mandi sebentar,"


Reyhan mengangguk lalu keluar dari kamar Shakira. "Aku harus cari tau siapa kamu, Rey!" gumam Shakira lalu mengambil handuk buat mandi.


Disisi lain, Reyhan bergegas membuka pintu karena mendengar suara ketukan. ia menatap pria yang juga menatapnya tajam seakan membunuhnya saat ini.


"Lo siapa dan kenapa berada di kosan cewe gue?!"


"Aku Reyhan dan saudara Shakira,"


Bugh!


"Shakira itu gak punya saudara sedikitpun, br3ngs3k!" bentak pria itu setelah membogem rahang Reyhan, membuat Reyhan menahan tangisnya. "Mendingan lo pergi dari kosan ini sebelum gue bunuh!".


Reyhan lalu berdiri dan bergegas pergi dari sana sambil menahan tangisnya, ia juga merasakan sakit di rahangnya yang dibogem kuat oleh pria itu. "Hiks, dia manusia jahat!" tangis Reyhan pecah, ia benar-benar membenci manusia yang amat jahat padanya.


Ia lalu berlari menuju hutan tempat dimana ia terpisah dengan keluarganya. Setiba disana, Reyhan terduduk di sebuah pohon beringin sambil mengusap air matanya.


"Mama, Papa, Abang! jemput Rey disini hiks, Rey takut!" tangis Reyhan menatap sekitar, ia berharap keluarganya datang buat menjemputnya disini. "Harusnya Rey gak bandel hiks, harusnya Rey dengarkan perkataan Abang hiks. mungkin, Rey gak ketinggalan disini," isak Reyhan menangis.


Hukk!


Reyhan mengusap mulutnya dan melihat darah segar berwarna pekat, Reyhan tersenyum tipis lalu mengusap telapak tangannya ke tanah.

__ADS_1


Disisi lain...


Shakira mengeringkan rambutnya mengunakan handuk kecil lalu keluar kamar, ia bungkam melihat pria yang amat ia kenal tengah sibuk bermain ponsel di ruang tamu. Ia juga menatap sekelilingnya untuk mencari Reyhan tapi ia tak menemukan pria itu.


Kemana dia?


"Sayang, kamu akhirnya bangun juga. aku mau ngomong sesuatu sama kamu,"


"Bentar, mana Reyhan?"


"Reyhan? owh, orang yang ngaku-ngaku sebagai saudara kamu itu, dia sudah aku usir karena aku gak mau dia bersama kamu dikosan berdua," jelas Anton dengan entengnya membuat Shakira kaget.


"Kenapa kau mengusirnya, hah?! dia itu pria baik-baik," kesal Shakira bergegas ke kamar buat ambil jaket sekaligus merapikan rambutnya, ia hendak mencari keberadaan Reyhan sampai ketemu.


"Sayang, kenapa kamu cari dia? padahal aku ini calon suami kamu!" kesal Anton menahan tangan Shakira yang hendak melewatinya.


"Lepasin aku! aku mau cari Reyhan dan awas saja kalau dia sampai kenapa-napa!" ancam Shakira bergegas pergi membuat Anton menahan kesal.


Shakira menatap langit yang mendadak gelap dan turun hujan, membuatnya takut kalau seandainya ada petir tapi ia harus mencari keberadaan pria polos itu dulu. Ia tak ingin Reyhan kenapa-napa, apalagi pria itu polos.


Reyhan menatap keatas sehingga air hujan menimpa wajah pucatnya. Ia benar-benar suka bermain hujan walau sering di omel oleh Abang kandungnya.


"Kalau Abang ada disini, Abang pasti langsung jewer telinga Rey. Abang sama yang lain kemana?" lirih Reyhan kembali menunduk sambil menatap tubuhnya yang sudah basah akibat air hujan yang begitu lebat.


"Dingin," lirih Reyhan mengusap kedua telapak tangannya, ia tak ingin pergi dari sini karena ia yakin kalau keluarganya bakalan menjemputnya disini. Tiba-tiba pandangannya mulai kabur yang membuat Reyhan mengusap kedua matanya, ia menoleh kearah pohon lalu ambruk tak sadarkan diri.


***


"Astaga, Reyhan kemana? padahal hujan sudah makin lebat," gumam Shakira menatap sekelilingnya untuk mencari keberadaan Reyhan yang tak ditemukan sejak tadi. Ia juga mencari Reyhan menuju jalan tempat ia bertemu dengan Reyhan, ia yakin kalau pria itu kabur ke tempat ia bertemu.


Sesampai disana, ia juga tak menemukan Reyhan yang membuatnya makin khawatir.


"Kamu kemana sih?" lirih Shakira lalu memasuki hutan disebelah kanannya karena dihutan sana yang tak begitu rimbun, sehingga ia yakin kalau Reyhan kesana.


Djeddarr!


Shakira sontak menutup wajahnya saat kilatan terlihat jelas, ia benar-benar ketakutan saat ini ditambah ia belum menemukan Reyhan sejak tadi.


"Shakira, ayo pulang!" kesal Anton menarik tangan Shakira.


"Aku gak bakalan pulang kalau belum menemukan Reyhan!"bentak Shakira membuat Anton kesal.


"Buat apa kau pikirkan pria lain, hah?! kau itu calon istri aku! pulang sekarang!" bentak Anton menarik kasar tangan Shakira.


"Aku gak mau! lepaskan aku!"


Anton tak menghiraukannya dan tetap menarik tangan Shakira buat pergi dari sana. "Lepasin aku! Aku harus cari Reyhan! dia tanggungjawab aku!" kesal Shakira menarik tangannya sehingga Anton menoleh.


"Jangan keras kepala, Shakira! beberapa hari lagi kita menikah dan aku gak ingin kamu sakit," sentak Anton sedangkan Shakira tak peduli dan berlari pergi dari sana buat mencari keberadaan Reyhan.


"Awas saja gue ketemu dengan pria itu," gumam Anton menahan marahnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2