
Queen benar-benar ketakutan sampai tak bisa berkata-kata lagi, ditambah melihat tatapan Mama suaminya itu benar-benar menakutkan sekali saat ini.
"A-Aku gak sengaja dengar suara wanita, ma-makanya aku kesini, Ma." gagap Queen membuat Elsa menoleh ke gudang dan melihat suaminya yang tengah asik sarapan tanpa menghiraukan mereka.
"Pergilah, kalau kau sampai berani ungkap kejadian ini. kau yang bakalan di santap oleh suami saya ataupun ketiga suamimu," peringat Elsa membuat Queen ketakutan.
Elsa lalu menyuruh Queen pergi sehingga wanita itu bergegas pergi dari sana dan lebih tepatnya bergegas menuju kamar.
Wanita itu menatap kearah si kembar yang masih tertidur lelap, ia begitu takut dengan apa yang ia lihat tadi.
Apa ia sekarang berada di keluarga pemakan manusia?
"Queen...,"
"Ad-Ada apa?"
Queen menatap Alda yang beranjak duduk sambil mengusap matanya yang perih, ia lalu menoleh pada Queen sambil menghela nafas pelan.
"Queen takut sama kami, setelah melihat Papa makan orang?"tanya Alda membuat Queen kaget saat suaminya mengetahui ketakutannya.
"Iy-Iya,"
"Queen tenang saja, kami sama seperti Queen kok. kecuali Papa yang berbeda sama kami."
"Maksudnya?"
"Papa kami adalah iblis pemakan manusia, tapi kamu tenang saja karena Papa akan memakan manusia jahat saja. soal Mama, dia aslinya manusia biasa tapi diberi kekuatan sehingga dia jadi iblis. termasuk kami yang separo iblis ...,"
"Jangan tinggalin kami ya, kami mohon!" sambung Alda memohon yang membuat Queen tak bisa berkata-kata lagi.
"Lagian, kami gak makan orang kok. walau pengen sih tapi kami tak ingin membuat kamu takut," jelas Alda sambil melirik kedua adiknya yang masih tertidur lelap.
"Ap-Apa kau mempunyai kekuatan kayak film-film gitu?"
Alda menoleh pada Queen lalu mengangguk pelan.
__ADS_1
"Jangan tinggalin kami ya, kami takut kamu ninggalin kami bertiga," lirih Alda takut.
"Sepertinya aku lagi demam deh," gumam Queen terduduk dilantai sehingga Alda mendekat lalu mengendong Queen dan membaringkannya di tempat tidur.
wanita itu tampak memijat kepala karena pusing sekali saat ini, akibat memikirkan hal menyeramkan tadi.
"Queen tidur ya, biar gak pusing lagi," senyum Alda sehingga Queen mengangguk lalu memejamkan mata untuk mengusir rasa pusingnya saat ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi harinya, si kembar menatap Queen yang masih terbaring dengan wajah yang sudah pucat layaknya orang kehabisan darah.
"Queen, Queen sarapan dulu ya. biar cepat sembuh," bujuk Aldo duduk di samping Queen, karena wanita itu mendadak demam karena kejadian semalam karena ketakutan setengah mati.
"Gak mau!" lirih Queen sambil menggelengkan kepalanya pelan membuat si kembar kesal karena istrinya itu tak mau sarapan sejak tadi.
"Queen, kami harus sarapan biar bisa minum obat," ajak Aldi memohon.
Cklek!
"Mama, dia gak mau sarapan!" jelas ketiganya jujur.
"Biar Mama ngobrol dengannya dan kalian turunlah buat sarapan," suruh Elsa sehingga ketiganya mengangguk setuju.
"Mama, jangan sampai lecet istri kami!" peringat Aldo bergegas menyusul abangnya buat sarapan.
Ketiganya langsung menuju lantai bawah buat sarapan, disana sudah ada Reyhan yang menyuapi Alia buat sarapan.
"Selamat pagi, Abang!"
"Selamat pagi juga, Dek!" balas mereka.
"Papa, mana Dedek bayi?" tanya Aldo penasaran.
"Lagi tidur, tuh!"
__ADS_1
Semuanya menoleh ke kereta bayi yang terdapat bayi kecil yang sedang tertidur pulas saat ini.
"Habiskan sarapan kalian," suruh Reyhan sehingga si kembar mengangguk sambil memakan sarapan masing-masing.
Reyhan tersenyum melihat ketiga putranya yang sarapan begitu lahap sekali.
"Papa, Apa kami akan meeting besok ke luar negeri?" tanya Aldi karena mendapatkan informasi kalau akan menghadiri rapat di luar negeri.
"Biar Papa saja, lagian kalian baru nikah dan lebih banyak dirumah saja. terlebih istri kalian sedang sakit," jelas Reyhan membuat ketiganya mengangguk paham.
"Kalian juga hati-hati menjaga Queen, soalnya bakalan ada yang bakal menghancurkan keluarga kita,".
"Baik, Pa. kami juga mendapatkan pesan misterius terus dan kamu sudah tau siapa orangnya dan dia adalah mantan Kakak kelas kami," jelas Alda jujur.
"Baguslah kalau begitu, kalian harus terlihat biasa-biasa saja dan jangan gunain kekuatan kalian. gunakan saat kalian terdesak saja," peringat Reyhan sehingga ketiganya mengangguk setuju.
Setelah mereka sarapan, ketiganya langsung ke kamar dan melihat Queen yang sudah tertidur sehabis makan dan minum obat. Langsung saja ketiganya berbaring di sebelah Queen karena pengen memeluk wanita itu.
"Queen, cepat sembuh ya. kami pengen di omel sama Queen lagi," kekeh Aldo menatap Queen yang masih tidur.
...***...
Huwek!
Si kembar sontak membuka mata mereka lalu menoleh ke arah toilet, langsung saja mereka bergegas kesana dan melihat Queen yang muntah.
"Queen, kamu baik-baik saja?" tanya mereka khawatir sekali.
"Aku baik-baik saja kok, aku benar-benar gak enak badan,"lirih Queen membuat Aldi langsung memegangi tubuh Queen yang panas sekali.
Ia lalu mengendong Queen menuju tempat tidur supaya wanita itu bisa beristirahat.
"Sekarang tidur ya, kami jagain," senyum mereka sehingga Queen mengangguk pelan.
Si kembar menatap sang istri yang sudah tertidur kembali yang membuat mereka lega sekali.
__ADS_1
Bersambung....