
"Selamat pagi, pacar!"
Si kembar yang mendengar suara Celine pun menoleh dan melihat wanita itu tersenyum sambil membawa sebuah paperbag.
"Bukan pacar!" balas mereka pelan membuat Celine kebingungan, bukannya mereka mau saja menjadi kekasih nya Celine dan sekarang kenapa?
"Kalau bukan pacar, apaan? calon suami?"
"Papa gak bolehin kami pacaran," balas mereka jujur membuat Celine tertawa pelan lalu duduk dihadapan si kembar yang asik main ponsel dan untung saja kelas masih sepi karena kebanyakan masih nongkrong di luar dari pada di kelas.
"Kalian bertanya sama Papa kalian?"
"Iya, katanya gak boleh pacaran! harus fokus belajar dan lulus dengan nilai terbaik," jawab Aldo tanpa menoleh.
"Harusnya kalian diam-diam saja biar gak ketahuan sama Papa dan Mama kalian," senyum Celine membuat si kembar menoleh.
"Dosa kalau bohong dan Mama sama Papa kami sudah pisah saat kami diculik," lirih Alda menunduk.
"Maafin aku, sini aku peluk!"Si kembar langsung menoleh pada Celine yang merentangkan tangan.
"Kata Papa, gak boleh peluk wanita yang bukan siapa-siapa kami," jelas Aldi dengan polosnya membuat wajah Celine memerah menahan malu saat ini, ini adalah kesekian kalinya ia di tolak Sam si kembar.
Padahal, ia ingin sekali memeluk sikembar yang mengemaskan tersebut tapi selalu kena tolak. apalagi ia pernah peluk di kembar eh malah kena tabok.
"Kali-kali peluk kalian," kesal Celine sehingga si kembar menggeleng tak mau, ia tak ingin di peluk oleh wanita lain yang bukan siapa-siapa mereka kecuali Mama kandung mereka.
Disisi lain,
Edward tampak berusaha membujuk adiknya itu untuk tidak sering melamun tapi tak ada respons dari Reyhan.
"Dek, jangan kayak gini terus," bujuk Edward membuat Reyhan menoleh ke jendela kamar.
"Ini semua terjadi karena Reyhan kan, Bang? Reyhan terlalu kekanak-kanakan hingga semuanya terjadi." lirih Reyhan menangis membuat Edward tak tega sekali saat ini.
"Ini adalah takdir, jangan salahkan diri kamu terus. kamu harus makan biar sehat,"
"Reyhan gak mau makan, Bang! Reyhan mau mati saja!"
Plak!
Reyhan tersentak saat Edward menampar pipinya sedangkan sang Abang menatapnya penuh kemarahan.
"Jangan berani berkata seperti itu lagi, udah cukup Abang kehilangan kamu dan Abang gak mau kehilangan kamu lagi!"bentak Edward membuat tangis Reyhan kembali pecah.
Edward menghela nafas lalu memeluk adik bungsunya itu erat.
"Maafkan Abang, Abang takut kehilangan adik kesayangan Abang," jelas Edward lembut sedangkan Reyhan hanya menangis.
__ADS_1
"Re-Reyhan gak mau nikah lagi, Bang! Ta-Tapi Papa selalu maksa," isak Reyhan membuat Edward terdiam beberapa detik.
"Kenapa gak mau nikah lagi?"
"Reyhan trauma sama pernikahan! Reyhan gak bisa bersikap dewasa,"
"Kamu mau Elsa Abang culik supaya disini?" tanya Edward membuat Reyhan menoleh.
"Re-Rey udah talak dia hiks,"
"Kita iblis dan bisa kembali sama pasangan lama kita, bentar Abang culik dulu," senyum Edward menghilang membuat Reyhan menghapus air matanya dan tak lama, Abangnya muncul dengan Elsa di sampingnya membuat Reyhan langsung menutupi tubuhnya mengunakan selimut.
"Ingat ancaman gue tadi," bisik Edward membuat Elsa mengangguk.
"Dek, Abang bawa paket nih! udah Abang culik orangnya!"jelas Edward sehingga Elsa menoleh pada Reyhan yang berada di dalam selimut tersebut.
"Baby, gak mau peluk aku?"
"Hiks gugurkan janin sialan itu hiks!" tangis Reyhan membuat Elsa memukuli kuat perutnya supaya janin itu tak bersemayam diperutnya, ia juga tak menginginkan janin tersebut.
Bugh!
"Awh!" ringis Elsa saat Edward dengan santainya menendang perut Elsa, membuat wanita itu terduduk dengan kaki yang sudah berdarah-darah.
"Dah keguguran, bukan? gue pergi dulu," balas Edward menghilang tanpa menghiraukan Elsa yang kesakitan, sedangkan Reyhan membuka penutup kepalanya dan melihat Elsa yang kesakitan sekali.
"Hiks perutku sakit sekali,"
Reyhan langsung bergegas mendekat dan mengendong Elsa laku membaringkan tubuhnya di tempat tidur, ia langsung saja mengusap perut Elsa supaya tak sakit lagi.
"Udah?"
Elsa menganggukkan kepalanya lalu merentangkan kedua tangannya sehingga Reyhan langsung memeluk Elsa.
"Maafkan aku," pinta Elsa menangis.
"Ini salah Rey, harusnya Rey yang minta maaf sama Elsa. Rey yang salah duluan," jelas Reyhan mengusap air mata wanita yang amat ia cintai tersebut.
"Nanti, kalau kondisi Elsa pulih. Rey mau Elsa mandi dengan taburan mawar merah. Rey gak suka bekas,".
"Nanti aku mandi, aku masih pengen peluk kamu terus!" jelas Elsa memeluk erat tubuh suaminya itu.
Reyhan hanya tersenyum sambil mengusap kepala sang kekasih.
"Kalau marah, kesal ataupun yang lain. jangan ke bar lagi, Rey gak mau lihat Elsa tidur bersama pria lain lagi," jelas Reyhan membuat Elsa menoleh.
"Gak bakalan lagi kok, kalau aku kesana lagi. kamu boleh bunuh aku," jelas Elsa memperlihatkan jari kelingkingnya pada Reyhan, membuat Reyhan tersenyum manis lalu berbaring di sebelah Elsa. sehingga wanita itu berbalik dan kembali memeluk tubuh Reyhan.
__ADS_1
"Elsa, si kembar udah punya wanita loh!"
"Wanita mana yang bisa taklukkan si kembar?"
"Rey kurang paham tapi Rey gak ijinin mereka pacaran," balas Reyhan jujur.
"Aku juga setuju, mereka gak boleh pacaran dulu karena mereka harus lulus dan kuliah." senyum Elsa sehingga Reyhan mengangguk pelan.
"Kamu mau kado apa dari aku?".
"Rey gak butuh kado tapi Rey hanya butuh kesetiaan dari Elsa,"
"Aku akan setia sama kamu kok," Reyhan tersenyum dan memeluk Elsa.
...----------------...
Si kembar tampak sibuk belajar dengan teliti dan sesekali mereka ngemil cemilan tanpa di ketahui oleh guru yang mengajar.
"Perhatikan semuanya! kita kedatangan murid baru!"
Semuanya menoleh pada beberapa cewe berseragam berbeda masuk, kedua wanita itu tampak seperti bad girls dengan baju ketat. tak hanya itu, keduanya juga membuka kancing bagian atas.
Celine yang melihat itu begitu emosi lalu mendekati meja di kembar.
"Jangan lihat begituan, nanti mata kalian ternodai," peringat Celine membuat si kembar mengangguk pelan.
"Celine! duduk di bangku kamu!"Celine berbalik dengan tatapan dinginnya.
"Iya," ketus Celine lalu pergi menuju bangkunya kembali.
Si kembar menatap kedua wanita itu berjalan menuju bangku belakang sikembar, sesekali wanita itu tersenyum kearah mereka yang membuat Celine tak suka.
"Hei! boleh kami gabung? kami gak punya buku," pinta salah satu siswi membuat si kembar menoleh. bukannya membalas, Aldi hanya menyodorkan sebuah buku tanpa menatap wanita-wanita tersebut.
Membuat satu kelas menahan tawa karena yakin kalau si kembar tak suka dengan wanita seperti itu. mungkin, keduanya setelah ini bakalan jadi korban bullying si kembar nanti.
Hukk!
Celine sontak batuk dan menyembunyikan wajahnya, ia sontak membulatkan mata melihat darah segar keluar dari mulutnya tersebut. langsung saja ia mengeluarkan tisu dan membersihkan darah tersebut supaya tak di ketahui oleh yang lain.
Tanpa di sadari, si kembar menoleh pada Celine karena mencium bau darah segar. ketiga pria itu juga melihat dengan jelas sebuah cairan merah berada di mulut Celine.
Sejak kekuatan mereka muncul, si kembar paling peka dengan bau darah segar dan penglihatan yang sangat tajam. tak hanya itu, pendengaran mereka juga tajam membuat mereka mudah menerka semua suara.
Si kembar kembali menyiapkan tugas saat Celine menatap kearah mereka.
Bersambung.....
__ADS_1