MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 08


__ADS_3

"Shakira, ayo!"Shakira yang melamun pun menoleh pada Reyhan, ia benar-benar takut menatap orang-orang berjubah yang menghadiri acara pernikahan mereka.


Ditambah ia juga menatap beberapa wanita yang menatap tajam kearah nya, membuat suasana makin menakutkan.


Karena Shakira tak kunjung mendekat, Reyhan langsung mendekati Shakira dan membawanya kehadapan seorang pria berjubah dengan kepala menunduk tanpa berniat memperlihatkan wajahnya sedikitpun.


Selama acara berlangsung, Shakira hanya diam dan sesekali menoleh pada Reyhan yang menggenggam tangannya.


Ia merasakan hawa yang begitu panas sekali saat ini, membuat nya hampir ambruk kalau tak ditolong oleh Reyhan.


"Shakira kenapa?"


"Pusing," lirih Shakira jujur yang membuat Reyhan langsung mengendong tubuh Shakira.


"Mama, Papa. Rey ke kosan dulu, kasihan Shakira,"


"Baiklah, jaga istrimu itu karena ada yang tak beres disini," bisik Papa sehingga Reyhan mengangguk lalu membawa istrinya itu pergi menuju kosan Shakira yang tak jauh dari sana.


Sesampai di kosan, Reyhan langsung membaringkan Shakira di kasur.


"Shakira kenapa? bilang sama Rey!" pinta Reyhan mengusap kepala Shakira yang mendadak panas sekali.


"Aku merasa ada yang marah sekali dan aku juga sempat melihat sepasang mata yang menatap tajam kearah ku," lirih Shakira jujur yang membuat Reyhan bingung sekali.


"Sekarang Shakira bobo dulu ya, sekaligus Reyhan pengen tidur dipeluk!" senyumnya bergegas berbaring di sebelah Shakira dan memeluk Shakira gemes sekali.


"Bukannya kamu dilarang bersama aku oleh Abang kamu? kenapa sekarang dia bolehin kamu nikah sama aku?" Reyhan lalu menatap Shakira.


"Reyhan ngancem mau bunuh diri kalau Reyhan gak tinggal bareng Shakira. terus, Reyhan juga pengen nikah seperti Mama dan Papa. owh iya, ayo buat Dedek! biar Reyhan yang bikin adonannya," ajak Reyhan beranjak duduk membuat Shakira bingung.


"Adonan?"


"Iya, kata Mama kalau bikin dedek harus pakai tepung dan beberapa resep lainnya. Shakira pasti bisa bikinnya, kan? ayo!"ajak Reyhan bersemangat membuat Shakira tertawa pelan.


"Kenapa ketawa?" polosnya karena bingung dengan reaksi Shakira.


Apa ia salah bicara?


Apa cara bikin dedek juga salah?


Reyhan benar-benar tak mengerti suasana sekarang dan melihat Shakira yang masih tertawa kecil.


"Kau mengemaskan sekali, mana ada pakai tepung. kau kira mau buat kue," tawa Shakira mencubit pipi Reyhan gemes.


"Terus caranya gimana lagi? Rey pengen bayi mungil-mungil mengemaskan," cemberutnya kesal.


"Cara gini, aku bisikin!"Reyhan lalu mendengarkan bisikan dari Shakira dan tak beberapa lama wajahnya memerah.


"Gak mau! Rey gak mau buka-buka baju," panik Reyhan menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.


Ia benar-benar takut kalau Shakira membuka bajunya, Reyhan juga baru tau cara bikin dedek setelah mendengar penjelasan Shakira barusan. Ingin sekali ia mengulang waktu lagi, hiks!.


"Katanya mau bikin dedek,"

__ADS_1


"Gak mau, Reyhan gak mau bikin dedek! Rey gak mau buka baju, Rey malu!"


Shakira begitu gemes dengan suami mengemaskan nya itu, ia lalu memeluk Reyhan dan membuka selimut yang menutupi kepala suaminya itu sehingga menampilkan wajah Reyhan yang memerah.


"Ututu, malah mau nangis!" kekeh Shakira mencubit hidung Reyhan.


"Hiks gak bakalan buka baju Rey, kan? Hiks Rey gak mau," isak Reyhan menangis.


"Gak bakalan kok, jangan nangis lagi!" bujuk Shakira sambil mengusap air mata Reyhan lembut, sedangkan pemuda itu hanya terisak kecil sambil membalas pelukan Shakira.


"Sekarang kita tidur, aku ngantuk sekali,".Reyhan mengangguk lalu memejamkan mata untuk tidur karena ia juga mengantuk sekali. terlebih ia juga kebanyakan bermain game sama abangnya sebelum menikah, yang membuatnya lelah.


*****


Keesokan harinya, Reyhan tampak keluar dari kamar sambil mengeringkan rambut pirangnya mengunakan handuk kecil.


pemuda itu begitu tampan mengunakan pakaian santai serba hitam yang pernah dibelikan oleh Shakira di Mall waktu itu.


Drep!


Reyhan langsung memeluk Shakira yang asik memasak sarapan pagi, membuat wanita itu tersentak kaget saat dipeluk tiba-tiba oleh Reyhan.


"Kau mengagetkan aku,"


"Maaf, Shakira bukannya lagi demam? harusnya banyak istirahat," jelas Reyhan sambil menyentuh kening Shakira, untuk memastikan kalau istrinya itu baik-baik saja.


"Kalau aku istirahat, suami polos ku ini mau sarapan apaan, hm?"


Tok!


Tok!


"Rey, buka pintunya ya!"


Reyhan langsung bergegas menuju pintu utama, saat ia membuka pintu. ia menatap wanita paruh baya yang berdiri dihadapannya.


"Kau! kau sebenarnya bukan saudara Shakira, bukan?" omel wanita itu yang merasa dibohongi, terlebih ia mendapatkan informasi kalau Shakira tak memiliki saudara ataupun keluarga sejak remaja.


"Kami memang gak bersaudara. tapi, kami juga sudah menikah," jelas Reyhan memperlihatkan jarinya yang memakai cincin pernikahan.


"Ada apa, Reyhan?"Kedua orang itu menoleh pada Shakira yang mendekat.


"Kalian benar-benar sudah menikah atau mau bohongi saya lagi?" tanya pemilik kosan itu menatap tajam.


"Kami sudah menikah kemarin, Buk. kami menikah secara mendadak karena kami tak bisa satu atap tanpa ikatan apapun, maaf kalau saya berbohong waktu itu. waktu itu saya terpaksa berbohong karena Reyhan tak punya tempat tinggal,"ungkap Shakira dengan panjang lebar sedangkan Reyhan hanya diam.


"Kali ini saya percaya, awas saja kalau kalian berbohong! saya tak segan-segan mengusir kalian dari sini," peringatnya lalu pergi dari kosan Shakira.


"Galak amat," gumam Reyhan yang dapat di dengar oleh Shakira.


"Udah, sekarang tutup pintu dan kita sarapan," ajak Shakira sehingga Reyhan mengangguk dan langsung menutup pintu. Ia langsung berlari menuju dapur untuk sarapan, ia benar-benar tak sabar menghabiskan sarapan yang dibuat Shakira.


Sesampai di dapur, ia menatap makanan yang tersaji di atas meja dengan kagum.

__ADS_1


"Habiskan semuanya,"


"Siap!" balas Reyhan bersemangat dan mengambil piring buat mengambil sarapannya tersebut.


"Nanti aku kerja, kamu dirumah saja ya,"


"Rey pengen ikut,"


"Gak boleh! nanti kamu merokok disana dan apalagi kamu gak bisa terkena cahaya matahari," peringat Shakira membuat Reyhan memanyunkan bibirnya kesal.


"Pokoknya ikut,"


"Reyhan,"


"Pokoknya ikut, ikut, ikut dan ikut! gak boleh nolak. kalau nolak, Rey nangis nih?" ancamannya membuat Shakira terkekeh pelan.


"Ancaman kamu gak berlaku sama aku, Sayang!"


'awas aja, nanti Rey ikut,' batin Reyhan sambil menyantap makanannya dengan perasaan kesal.


***


Reyhan langsung memakai jaketnya dan bergegas mengikuti Shakira diam-diam, untung saja tak ada cahaya matahari pagi ini. Kalau ada, sudah pasti ia kepanasan sekaligus kesakitan sekali.


"Hai, tampan!"Reyhan menoleh pada beberapa wanita yang menghadangnya. Ia tak peduli dan memilih pergi mengejar Shakira yang sudah menjauh darinya.


"Tuh, kan! gara-gara wanita jelek tadi, Rey kehilangan Shakira," kesalnya lalu berlari menuju restauran tempat istrinya bekerja.


Brukh!


"Aduh," ringis Reyhan terduduk karena tak sengaja menabrak orang.


"Sialan! kalau jala...," perkataan wanita itu terhenti saat melihat seorang pria tampan dihadapannya saat ini.


"Ma-Maafkan aku, kamu gak papa?" sambung wanita itu mendekati Reyhan yang memegangi tangan karena terluka.


"Tanganku berdarah," lirih Reyhan membuat wanita itu langsung memegangi tangan Reyhan, sehingga Reyhan menoleh.


"Aku obati ya, sekarang ikut aku," ajak wanita itu membantu Reyhan berdiri.


"Gak usah, aku pergi saja,"


"Eh, nama kamu siapa?"


"Namaku Reyhan, kamu siapa?"


"Aku Mawar," senyum Mawar sehingga Reyhan mengangguk.


"Rey pergi dulu, bye!" Reyhan langsung berlari pergi menuju tempat Shakira.


"Tampan, gue harus mendapatkannya," smirk Mawar menatap kepergian Reyhan.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2