MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 05


__ADS_3

Shakira terus saja menelusuri hutan mencari keberadaan Reyhan yang entah dimana, tatapannya terhenti melihat seseorang terbaring dibawah pohon yang membuatnya langsung berlari.


"Astaga, Reyhan!" panik Shakira menyentuh wajah Reyhan yang begitu dingin sekali, ia juga kaget melihat memar membiru disudut bibir Reyhan.


Perlahan, Reyhan membuka matanya yang membuat Shakira tersenyum. pemuda itu beranjak duduk yang dibantu oleh Shakira. "Reyhan, kamu ikut aku pulang ya," bujuk Shakira lembut, membuat Reyhan menoleh.


"Rey udah gak mau lagi kesana, Rey mau nunggu keluarga Rey disini," lirih Reyhan hendak berdiri tapi ia ambruk dan langsung di peluk oleh Shakira. "Dia gak bakalan sakiti kamu, ikut aku pulang ya," bujuk Shakira memapah Reyhan yang sudah lemah tersebut menuju kosannya yang cukup jauh dari sini.


"Dingin," lirih Reyhan menggigil kedinginan.


"Nanti dirumah mandi air hangat, terus minum susu hangat,"jelas Shakira membuat Reyhan menoleh pada Shakira yang membawanya pergi dari sana.


"Sha-Shakira, dia pr-pria gak baik dan Ja-Jangan menikah dengannya," lirih Reyhan yang sudah kedinginan sekali.


"Dia baik sama aku, kok! cuman dia dingin," kekeh Shakira membuat Reyhan terdiam.


"Semoga kamu tak menyesal nantinya," gumam Reyhan yang dapat didengar oleh Shakira.


wanita itu hanya memaklumi saja karena Reyhan baru bertemu dengan calon suaminya dan mendapatkan kekerasan saat pertama kali bertemu. lagian, ia tak yakin kalau Anton adalah pria jahat seperti yang dibilang oleh Reyhan barusan.


Tak lama, keduanya sampai dikosan sehingga Shakira langsung masuk dan membawa Reyhan ke kamarnya. ia langsung mengambil pakaian buat Reyhan.


"Buka baju kamu dan pakai handuk ini, aku mau buatkan air hangat," jelas Shakira sehingga Reyhan mengangguk patuh.


Setelah Shakira pergi, Reyhan langsung membuka pakaiannya yang basah itu dan melilitkan handuk di tubuh polosnya. Ia lalu berbaring di kasur sambil memeluk guling karena masih kedinginan sekali saat ini.


1 jam berlalu...


Keduanya langsung menuju dapur, Reyhan menatap Shakira yang asik membuatkan minuman.


Ia mendadak bingung melihat Shakira membawa dua gelas susu putih. "Minumlah!" suruh Shakira sehingga Reyhan menerimanya.


"Ini susu Shakira?"


Hukk!


Hukk!


Shakira yang minum susu pun sontak tersedak akibat penuturan Reyhan barusan.


"Itu susu bubuk, bukan susu aku!" jelas Shakira membuat Reyhan menoleh dengan wajah polosnya.


"Memangnya ada susu bubuk? yang Reyhan tau, susu ini sama kayak susu Mamanya Reyhan. Reyhan waktu kecil suka minum susu Mama," polosnya membuat Shakira menepuk jidat kesal.


"Minum saja,"


"Gak mau! Reyhan gak mau minum susu Shakira!" tolak Reyhan menutup mulutnya mengunakan kedua telapak tangannya membuat Shakira benar-benar bingung dengan sikap aneh Reyhan.


"Ini bukan susu aku, minum saja dan jangan keras kepala!"


Reyhan memanyunkan bibirnya kesal lalu mulai meminum susu itu secara pelan, ia takut susu itu terasa hambar karena ia pernah minum susu Mama nya saat dewasa ini.

__ADS_1


"Gimana? enak?"


"Iya, enak!" balas Reyhan tersenyum lalu meminum susu itu lagi. "Lebih manis daripada susu Mama, hambar!".


"Udah, jangan bahas begituan,"


"Baik," balas Reyhan kembali meminum susunya itu lagi, sedangkan Shakira mengambil roti dan mengoleskannya mengunakan selai kacang yang membuat Reyhan menoleh.


"Mau?"


"Itu apa?"


"Roti, kamu pasti suka," senyum Shakira sehingga Reyhan menerimanya lalu memakan roti tersebut, ia benar-benar belum pernah memakan roti yang dilumuri coklat tersebut.


"Enak banget! Shakira, nanti ajarin Reyhan hal-hal baru ya,"pinta Reyhan sambil mengunyah makanan dimulutnya itu.


"Kamu benar-benar tak tau? berapa umur kamu sekarang?"


"Dua ratus tiga puluh tahun," polosnya membuat Shakira kaget lalu tertawa dengan balasan Reyhan barusan.


"Mana ada manusia berumur panjang seperti itu, Reyhan!"tawa Shakira sehingga Reyhan menoleh.


"Umur Reyhan memang segitu," jelas Reyhan membuat Shakira makin tertawa membuat Reyhan memanyunkan bibirnya kesal sekali.


"Kamu lucu sekali, Rey!"


"Rey gak lucu!"


"Rey bukan manusia,"


"Haaa?" kaget Shakira lalu menoleh pada Reyhan yang menunduk.


"Kamu bukan manusia maksudnya?"Reyhan menoleh lalu tersenyum tipis.


"Rey bercanda kok,"balasnya lalu kembali menyantap makanannya lagi, sedangkan Shakira kebingungan dengan maksud suaminya itu.


Bukan manusia, terus dia apaan?


Setan?


Shakira benar-benar makin penasaran dengan identitas asli Reyhan.


Hukk!


Wanita itu menoleh dan kaget melihat mulut Reyhan berdarah setelah batuk. "Astaga, kamu kenapa?" panik Shakira mengambil tissue dan membersihkan darah di mulut Reyhan, membuat Reyhan terdiam.


"Rey gak papa kok, itu cuman sakit kecil,"


"Kamu jangan bohong, ini darah!"


Reyhan menoleh pada Shakira. "Itu akibat karena Reyhan menahan nafsu Rey, Rey bakalan batuk berdarah kalau satu hal tak Rey turuti," ungkapnya jujur membuat Shakira menoleh.

__ADS_1


"Na-Nafsu apaan?"


"Bukan apa-apa," balas Reyhan menyudahi sarapannya lalu menuju ruang tamu, belum sempat berjalan beberapa langkah. Reyhan malah ambruk karena tak sanggup menahan pusing.


"Astaga, kamu gak papa?" tanya Shakira membantu Reyhan berdiri.


"Pusing banget," lirih Reyhan jujur.


Shakira memegangi kepala Reyhan yang benar-benar panas sekali. "Sekarang ayo ke kamar dan kamu harus istirahat," bujuk Shakira sehingga Reyhan mengangguk pelan, ia juga butuh istirahat karena pusing saat ini.


Ia lalu berjalan dan dibantu oleh Shakira menuju kamar, wanita itu langsung membaringkan tubuh nya ke kasur dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut tebal.


"Shakira, apa Rey bakalan ketemu sama Mama dan Papa sekaligus Abang Rey? Rey kangen mereka," lirih Reyhan menahan tangisnya.


"Kamu bakalan ketemu mereka kok, sekarang tidurlah!"


"Hiks peluk, Mama sering peluk Rey kalau Rey sakit," isak Reyhan sehingga Shakira berbaring di sebelah Reyhan dan memeluk pemuda itu erat.


"Kamu kenapa bisa terpisah sama mereka?"


"Rey bandel dan gak dengarin Abang, Rey mengejar kelinci dan jatuh. terus, Rey pingsan dan sadar saat malam hari. Kalau Rey gak mengejar kelinci, Rey gak bakalan ditinggal sama mereka," isak Reyhan jujur.


"Rey mau mereka dan pulang bersama mereka lagi, Rey rindu sama teman-teman Rey,".


Shakira yang mendengar itu pun terdiam, entah kenapa ia tak ikhlas Reyhan pergi meninggalkan. Ia juga begitu nyaman dengan Reyhan yang terkenal polos dan penurut.


"Kalau kau ketemu sama keluarga kamu, kamu bakalan kesini lagi?"Reyhan menoleh menatap Shakira.


"Rey gak bisa kesini lagi, Rey gak bakalan dibolehin sama Papa," jawabnya jujur, membuat Shakira menahan sedihnya saat ini. "Sekarang kamu tidur ya," bujuk Shakira sehingga Reyhan mengangguk lalu memejamkan mata buat tidur.


***


"Aku harus apa? aku gak mau Reyhan pergi dari sini," gumam Shakira sambil mengusap wajahnya kasar, ia terus saja memikirkan cara supaya Reyhan terus bersamanya dan tidak di temukan oleh orang tuanya.


"Apa aku harus bawa Reyhan pergi? kayaknya itu ide bagus dan aku juga gak bakalan ketemu sama Anton yang kasar,"gumam Shakira tersenyum senang.


"Tapi, apa aku terlalu jahat buat misahin Reyhan dengan keluarganya," gumam Shakira lagi.


"Aku harus ikhlas saja,".


Shakira lalu berjalan memasuki kamar dan melihat Reyhan yang masih tertidur pulas sambil memeluk guling, ia benar-benar pasrah kalau suatu saat Reyhan pergi meninggalkannya.


Ia lalu mengusap kepala Reyhan lembut, kening Reyhan masih terasa panas sekali saat ini. mungkin fisik Reyhan yang begitu lemah sehingga mudah sakit. Perlahan Reyhan membuka matanya dan mulai menoleh pada Shakira.


"Shakira, Rey haus," lirih Reyhan sehingga Shakira langsung mengambil botol mineral dan langsung membuka nya, tak lupa ia memberikan sedotan supaya Reyhan bisa minum. Ia lalu menyodorkan sedotan itu kemulut Reyhan sehingga Reyhan mulai meminumnya pelan.


"Sekarang tidurlah lagi, aku mau memasak sarapan buat kamu,"


"Iya," balas Reyhan tersenyum dan kembali memejamkan mata buat tidur lagi, Shakira tersenyum lalu beranjak meninggalkan Reyhan dikamar setelah meletakkan kembali botol mineral tersebut ke atas meja.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2