
Elsa tampak menemani ketiga putranya yang sudah tertidur setelah sarapan bubur ayam tadi. Ia lalu memegangi kepala si kembar yang masih panas sekali saat ini, membuatnya benar-benar khawatir sekali.
Setelah memastikan ketiganya tertidur pulas, Elsa lalu bergegas menuju kamar sebelah dan melihat Reyhan yang asik main ponsel. mereka sengaja tidur di kamar sebelah supaya bisa menjaga si kembar.
"Baby, kenapa belum tidur?"Reyhan menoleh sambil tersenyum.
"Kau melupakan pelukan buat aku," jelas Reyhan mengulurkan kedua tangannya pada Elsa, sehingga Elsa langsung berbaring di sebelah suaminya dan memeluk pria itu erat. Reyhan mematikan ponselnya lalu membalas pelukan hangat dari sang istri.
"Apa si kembar sudah minum obat?".
"Udah kok, sekarang mereka lagi tidur," balas Elsa sambil mengusap kepala Reyhan lembut.
"Kasihan juga lihat mereka terbaring lemas gitu, apa Rey carikan calon istri buat mereka? biar saat sakit, mereka di urus sama istri-istrinya," senyum Reyhan membuat Elsa terdiam beberapa saat.
"Umur mereka masih 17 tahun, mana mungkin menikah dengan umur segitu,"
"Iya juga ya,".
"Sekarang tidurlah, besok kerja!"
"Elsa juga ikut, kan? soalnya Rey bosan dikejar cewek terus di kantor," jelas Reyhan menatap kearah Elsa, membuat Elsa terkekeh pelan.
"Kalau aku pergi, si kembar dengan siapa?" tanya Elsa sambil mencubit pipi Reyhan gemes.
"Berarti Elsa gak peduli kalau Rey di kejar cewe terus, besok Rey mau selingkuh saja," ketus Reyhan lalu membelakangi istrinya tersebut, membuat Elsa tertawa pelan.
"Emang sanggup?" tanya Elsa memeluk tubuh suaminya itu.
"Reyhan serius, besok Reyhan bawa dia kesini!" jawab Reyhan lalu memejamkan matanya untuk tidur.
"Reyhan, kamu serius?"
Namun tak ada balasan dari suaminya itu membuat Elsa kebingungan buat membujuk suaminya yang ngambek tersebut.
...----------------...
Pagi harinya, Elsa tak menemukan suaminya itu dan bergegas menuju kamar si kembar. Ia melihat si kembar sudah berganti pakaian dan beberapa piring kotor di atas meja.
"Kalian sudah mandi?"Si kembar menoleh lalu mengangguk pelan.
"Udah, Ma. sebelum Papa ke kantor, Papa mandiin kami terus suapin kami," lirih Alda tersenyum, membuat Elsa khawatir dengan sikap suaminya tersebut.
Ia langsung mengeluarkan ponselnya untuk menelpon Reyhan tapi sama sekali tak diangkat oleh suaminya tersebut. Elsa yakin kalau suaminya itu masih ngambek padanya sehingga Reyhan bangun pagi karena tak ingin bertemu dengannya.
"Mama dan Papa berantem?" tanya Aldo pelan sehingga Elsa menoleh.
"Enggak kok," senyum Elsa membuat si kembar terdiam beberapa saat.
__ADS_1
"Papa ngambek lagi ya? karna Mama ngurus kami?" tanya Aldi penasaran.
"Papa kalian gak ngambek kok," senyum Elsa membuat si kembar terdiam.
"Mama mendingan susul Papa, kami baik-baik saja disini kok,"jelas mereka tersenyum.
"Baiklah, Mama pergi sebentar dan kalian bakalan ditemani oleh Dokter disini,"
"Baik, Ma!"
Si kembar menoleh pada Mama mereka yang tergesa-gesa pergi meninggalkan mereka.
Cklek!
"Ka-Kau siapa?" kaget mereka saat melihat seseorang berjubah tiba-tiba muncul saat Mama mereka sudah pergi.
"Ternyata kalian putranya Reyhan, saya baru tau. tapi, saya akan buat Reyhan merasa kehilangan saat menyadari ketiga putranya tewas" smirk wanita itu membuat si kembar ketakutan sekali.
"Apa salah Papa sampai kau menginginkan kematian kami?"tanya Aldi ketakutan.
"Salahnya? tentu karena Papa kalian itu menolak saya dan memilih Elsa!" wanita itu langsung membuka tudung jubahnya membuat Alda kaget.
"Ka-Kau sudah mati, kenapa bisa hidup lagi?"
"Saya dibantu oleh sosok iblis juga, sehingga saya hidup dan ingin membalaskan dendam saya!" jelasnya lalu menghilang bersama dengan sikembar.
Disisi lain,
Sesampai di ruangan Reyhan, ia menatap suaminya itu asik mengotak-atik laptop tanpa menyadari kedatangan sedikitpun.
"Baby, jangan ngambek kayak gini. sini aku peluk," bujuk Elsa membuat Reyhan menoleh dengan tatapan dinginnya.
"Gak mau!" ketus Reyhan lalu kembali fokus dengan laptopnya tersebut, ia masih ngambek dengan istrinya yang menyebalkan tersebut.
Elsa langsung duduk di pangkuan Reyhan, membuat pria itu mengalihkan pandangannya dari sang istri.
'Kenapa perasaan Rey gak enak ya? kenapa Rey gak bisa mendeteksi keadaan si kembar?' batin Reyhan bingung, dadanya tiba-tiba sesak saat mengingat si kembar yang ada di rumah.
"Baby, maafin aku ya!"
"Si kembar sama siapa dirumah?" tanya Reyhan menoleh tanpa membalas ucapan istrinya tersebut.
"Ada maid sekaligus Dokter, kenapa?"
Reyhan menggeleng, ia sedikit lega kalau si kembar ada yang menjaganya.
"Baby, maafin aku ya! aku sekarang disini," jelas Elsa mencubit kedua pipi chubby suaminya itu, membuat Reyhan terdiam beberapa saat.
__ADS_1
"Rey gak mau, soalnya El...,"
Cklek!
Keduanya menoleh ke pintu ruangan yang dibuka oleh seseorang.
"Kau siapa?kenapa berada di ruangan Pak Rey?" tanya wanita itu penasaran membuat Elsa menoleh pada Reyhan.
Reyhan menarik tengkuk Elsa, lalu mencium bibir istrinya sekilas sehingga wanita itu kaget sekali.
"Dia istri saya," balas Reyhan dengan entengnya, membuat Elsa tersenyum miring ke arah wanita centil tersebut.
"Dia siapa, Baby?"
"Cuman karyawan aku saja,"
"Mendingan kamu pecat aja deh!"
"Naura, kau saya pecat sekarang dan tinggalkan perusahaan saya!"
Naura mendengus kesal lalu pergi dari sana. Padahal, ia keruangan Reyhan untuk mengantar bekal supaya atasannya itu luluh padanya eh ternyata udah punya istri.
...----------------...
Suasana masion begitu heboh karena si kembar seja tadi tak ditemukan, mereka ingin menelpon Elsa maupun Reyhan tapi mereka takut kalau mereka di marahi.
Terpaksa mereka mencari keberadaan si kembar terlebih dahulu sebelum melaporkan nya ke atasan mereka. bisa jadi, si kembar ke suatu tempat di sekitar masion.
"Tuan kembar tak ada, apa kita lapor saja sama Tuan Reyhan? ini sudah satu jam kita cari," jelas Dokter tersebut.
"Baiklah, Dokter saja yang telpon Tuan dan Nyonya,"
Dokter itu langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor Reyhan.
{Ada apa, Dokter?}
"Tuan, Si kembar hilang dan saat saya baru tiba, mereka gak ada di kamar,"
{Astaga, kenapa bisa?}
"Saya gak tau, Tuan. Tuan kembar seakan menghilang tanpa meninggalkan petunjuk. kami semua sudah mencari di sekitar mason dan tetap saja tak menemukan Tuan kembar,"
{Kau sudah melihat cctv di kamar mereka?}
"Sudah, Tuan. kami melihat si kembar ketakutan dan setelah itu kamera cctv rusak,"
{Saya kesana sekarang juga,}
__ADS_1
Tut!
Bersambung.....