
1 minggu berlalu...
Tiga motor besar tampak melaju memasuki sebuah sekolah elit di kawasannya, membuat beberapa siswa maupun siswi menatap kebingungan pada orang yang baru datang. semuanya menatap kaget melihat tiga pria bermasker turun dari motor dan bergegas menuju ruang kepsek.
"Apa ketiganya kembar?"
"walau pakai masker, mereka terlihat sama!"
Si kembar yang mendengar itu hanya diam dan memilih melanjutkan jalannya karena ingin cepat sampai diruang kepsek. Setiba disana, ketiganya sudah disambut oleh beberapa guru sehingga mereka langsung duduk di sofa yang ditawarkan kepsek tersebut.
"Tolong isi identitas kalian disini," suruh kepsek itu membuat Alda menerima buku tersebut dan mengisinya beberapa yang harus diisi, ia juga mengisi kedua identitas adik-adiknya. Langsung saja Alda memberikan buku tersebut pada pemiliknya.
"Astaga, kalian bertiga kembar?" kaget Kepsek karena saat pendaftaran tak ada yang menyebut mereka kembar, melainkan menyebutkan kalau ada tiga pemuda yang akan masuk ke SMA tersebut.
"Ya," balas Alda ketus.
"Apa bisa berbahasa Indonesia dengan lancar?"
"Lumayan, tapi harus pelan-pelan," timpal Aldi tak kalah dingin dari abangnya, membuat guru-guru tersebut yakin kalau ketiganya itu pria dingin seperti balok es.
"Baiklah, Buk El, tolong antarkan mereka ke kelas IPA¹,"
"Ketiganya, Pak?"
"Iya, karena Paman mereka meminta ketiganya masuk ke kelas yang sama," jelas Kepsek tersebut sehingga guru wanita itu mengangguk dan mengajak si kembar buat menuju kelas yang dimaksud.
"Selamat pagi, anak-anak!"
"Selamat pagi, Buk!"
"Hari ini kalian kedatangan teman baru, ayo masuk!" suruh Buk El sehingga si kembar langsung masuk membuat semuanya terdiam beberapa saat.
"Kenalkan diri kalian,".
"Gue Alda pindahan dari Belanda, dan mereka Aldi berserta Aldo," ketus Alda dingin.
"Kalian kembar kah?" tanya yang lain penasaran.
"Menurut lo?" tanya Aldo membuat siswi itu terdiam.
"Silahkan kalian duduk di bangku belakang dan buat semuanya, kalian harus bicara pelan-pelan pada teman kalian karena mereka akan kesulitan saat kalian ngomong cepat,"peringat guru cantik tersebut. Semuanya langsung mengangguk sehingga Buk El bergegas pergi sebelum guru yang akan mengajar masuk.
"HALLO, GUYS! PRINCESS KELAS DATANG!"
Semuanya sontak menatap malas kearah wanita yang terkenal suka membully dan pembuat onar di sekolah, tak ada yang berani melawan wanita itu karena dia adalah donatur sekolah.
Sedangkan si kembar tak menghiraukan teriakan wanita itu sama sekali dan lebih memilih membaca buku yang diberikan oleh Tante Tia kemarin, mereka benar-benar suka sekali membaca novel.
"Eh, lo bertiga siapa?"Ketiganya menoleh pada gadis yang berjalan kearahnya.
"Ini bangku gue sama teman-teman gue, sana minggir!" usir wanita itu sehingga Aldi melepaskan maskernya membuat wanita itu bungkam melihat pria tampan.
"Bisa bicara dengan pelan, gak? gue gak paham omongan lo!"kesal Aldi.
__ADS_1
"Eh, maaf hehe. terus aku duduk dimana?" tanya wanita itu kebingungan.
"Dilantai," ketus Aldo juga ikut membuka maskernya begitu juga dengan Alda.
'Buset, cogan kembar!' batin wanita itu kagum begitu juga yang lain.
"Eh, kenalin aku Bella. nama kalian siapa?" senyum Bella membuat si kembar menatap sinis lalu melanjutkan membaca bukunya, membuat Bella kesal berbeda dengan yang lain menahan tawa karena wanita populer saja dikacangin.
"Woi, kembar!"
Semuanya menoleh pada Laila yang mendekat sehingga si kembar menoleh.
"Ada apa sih, lo? sekali-kali gak ganggu kami, napa?" kesal Aldi karena selalu diganggu oleh Laila, sedangkan wanita itu menatap sinis pada si kembar.
"Nih, bekal buat lo bertiga dari Mama gue. kalau gak dimakan, gue cium lo pada!" ancam Laila membuat si kembar bungkam karena takut dicium.
"Dasar Nenek lampir, galak mulu," gumam Aldo membuat Laila menoleh.
Brak!
Aldo sontak tersentak kaget membuat Alda tak terima adiknya di kaget kan seperti itu.
"Bisakah bersikap santai sedikit?" tanya Alda tajam membuat Laila menoleh.
"Apa? lo berani? gue cium juga lo," ancam Laila karena tau kalau si kembar takut dicium. Alda yang mendapatkan ancaman tersebut begitu kesal sekali dan memilih diam.
Laila lalu pergi dari sana membuat si kembar mengumpat dalam hati, mereka akan membuat wanita itu jera mengerjai mereka terus setelah ini.
"Ngapain masih berdiri di situ?" tanya Aldi kesal.
"Apa salahnya cari bangku lain, gue yang duduk disini sekarang!" ungkap Aldo lalu mengeluarkan barang-barang wanita itu membuat Bella kesal.
Wanita itu mengambil semua barang-barang nya lalu pindah ke bangku lain, bersamaan dengan guru yang mengajar hari ini pun masuk. Ketiganya lalu mengeluarkan buku yang dibawa oleh mereka dari rumah tadi.
'Aku akan mendapatkan salah satu dari kalian, ketiga juga boleh,' batin Bella tersenyum miring.
...****************...
"Sekolah disini asik juga ya, apalagi banyak korban kita nantinya," kekeh Aldo sambil menyantap sarapannya.
"Abang pengen bully wanita sok cantik tadi, siapa sih namanya?" tanya Aldi yang asik bersandar di dinding rooftop.
"Kalau gak salah, namanya Bella," jawab Alda sambil memakan sarapannya juga, ia benar-benar lapar setelah belajar kimia tadi.
"Eh, lihat itu! si Laila asik berduaan dengan pacarnya tuh!" jelas Aldi membuat kedua saudaranya pun menoleh karena penasaran.
"Aldo punya ide," kekeh Aldo membuka sedikit botol mineralnya lalu melempar ke arah pasangan tersebut sehingga mereka bertiga bersembunyi, sesekali mereka mengintip dan melihat pasangan tersebut mengomel tak jelas.
"Tepat sekali, Dek! mereka berdua basah," tawa Alda merasa puas melihat penderitaan wanita itu.
"Aduh, perutku sakit!"Alda maupun Aldi menoleh pada Aldo yang memegangi perutnya yang sakit sekali.
"Kamu kenapa, Dek?" panik Aldi mendekati adik bungsunya tersebut.
__ADS_1
"Hiks sakit," tangis Aldo membuat keduanya panik sekali.
"Astaga, Bang. dimakanan adik ada kacang sama udang,"panik Aldi sehingga Alda langsung membawa adiknya itu ke UKS dan dibantu oleh Aldi.
Sesampai di UKS, Aldo hanya meringis kesakitan sekali.
"Saudara kalian kenapa?" tanya Bidan mendekat karena hari ini adalah tugasnya.
"Adik kami gak sengaja makan kacang sama udang," jelas Alda menatap tubuh Aldo yang sudah merah-merah.
Bidan itu langsung memeriksa keadaan Aldo.
"Jaga Aldo, Abang mau temui wanita itu," jelas Alda bergegas mencari keberadaan Laila. Ia ingin meminta penjelasan kenapa di bekal mereka ada kacang maupun udang halus, ia yakin karena tak mungkin Tante Tia menyiapkan bekal buat mereka kecuali ...,
"Laila!"
Wanita itu menoleh sehingga Alda langsung menarik kasar tangan Laila kuat menuju tempat sepi. "Maksud lo apaan, masukin bekal kami dengan kacang dan udang, hah?" bentak Alda yang sudah tak bisa menahan amarahnya. "Emangnya kenapa? lagian, bekal yang gue siapin gak berbahaya kok dan itu masakan Mama gue," balas Laila dengan entengnya.
Plak!
Laila meringis saat Alda menamparnya kuat.
"Gara-gara lo, adik gue kesakitan sekarang! kami tak diperbolehkan Dokter memakan kacang walaupun itu dihaluskan. kalau adik gue sampai kenapa-napa, gue gak segan-segan membunuh lo dan gue memang polos tapi gue akan bersikap kejam saat ketenangan kami diuji," tekan Alda tajam lalu pergi dari sana yang membuat Laila ketakutan sekali.
Alda mengusap wajahnya, harusnya ia lebih teliti melihat bekal adiknya sedangkan tadi ia hanya memakan mie saja sehingga ia tak memakan sambal tersebut. bagi orang lain, saat memakan kacang ataupun udang mereka akan mengalami gatal-gatal. berbeda dengan mereka bertiga, kalau memakan larangan tersebut mereka akan mengalami sakit perut dan bisa berakibat fatal seperti kematian.
Ia juga tak tau kenapa memiliki makanan pantangan seperti itu.
...****************...
"Gimana keadaan kamu?" tanya Alda sehingga Aldo menoleh lalu tersenyum tipis.
"Gak papa kok, Bang. cuman pusing saja," balas Aldo membuat kedua saudaranya itu mengangguk paham.
"Mau Abang antar pulang?" tawar Aldi membuat Aldo menggeleng tak mau.
"Aldo ingin belajar, ayo ke kelas," ajak Aldo menarik tangan kedua abangnya.
"Kalau perut kamu masih sakit, bilang sama Abang," peringat Aldi.
"Baik, Bang!"
Mereka bertiga pun langsung ke kelas dan disambut oleh Bella, membuat mereka begitu risi.
"Aku dengar kamu masuk UKS, kamu gak papa?" tanya Bella pada Aldo.
"Bukan urusan lo," ketus Aldo menuju bangkunya tersebut.
"Putri populer ditolak mentah-mentah, guys!"
Semuanya sontak tertawa membuat wajah Bella memerah menahan marahnya.
"Berisik kalian!" bentak Bella lalu berjalan menuju bangkunya tersebut dengan perasaan kesal yang amat sangat.
__ADS_1
Bersambung.....