MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 11


__ADS_3

Keesokan paginya, Reyhan tampak fokus memakan sarapannya tanpa berniat mengobrol dengan keluarganya itu, membuat ketiga nya benar-benar bingung dengan perubahan sikap Reyhan.


"Reyhan, kamu sebenarnya kenapa? ada masalah dengan istri kamu?" tanya Mama mengusap lembut kepala putra bungsunya itu supaya Reyhan luluh dan mau bicara padanya. bukannya menjawab, Reyhan malah menghindarkan tangan wanita itu dari kepalanya.


"Dek, bilang saja sama kami. kamu kenapa? jangan tutupi masalah kamu seperti ini," bujuk Edward sehingga Reyhan menoleh.


"Reyhan gak papa kok, Rey cuman gak enak badan aja," balas Reyhan berbohong, ia tak ingin semuanya tau kalau ia sudah tak dibutuhkan oleh Shakira lagi dan lebih tepatnya, ia sudah dibuang.


"Reyhan, jujur sama Papa! Papa gak suka kamu berbohong gini, sejak kapan kamu pandai berbohong seperti ini sama keluarga kamu!" tekan Papa sehingga Reyhan menoleh dengan mata berkaca-kaca.


"Rey benci papa!" teriak Reyhan lalu berlari pergi sehingga Edward langsung mengikuti adiknya itu.


"Kau jangan bicara dengan keras seperti itu padanya, dia hanyalah bayi kecil yang tak suka dibentak," jelas Mama membuat Papa menghela nafas kasar.


"Aku gak suka dia bersikap seperti ini dan suka menyembunyikan masalah yang belum tentu bisa dia selesaikan sendiri," jelas Papa beranjak dari sana menuju kamar.


Mama hanya bisa pasrah dengan situasi sekarang, ia begitu pusing menghadapi Reyhan yang tak mau bicara padanya.


"Reyhan berhenti! Abang gak suka kamu kabur-kaburan seperti ini!"


Edward langsung menahan tangan adiknya itu dan melihat Reyhan yang sudah menangis dengan wajah yang sudah memerah.


"Kalau kamu gak mau bicara sama Papa dan Mama, kamu bisa ngomong sama Abang. Abang janji bakalan rahasiakan masalah kamu," jelas Edward sehingga Reyhan menggeleng tak mau.


"Hiks Rey gak mau hiks!"


"Reyhan, Abang tau kalau kamu gak bisa menanggung beban pikiran. sebaiknya bilang sama Abang," bujuk Edward mengusap air mata Reyhan membuat pemuda itu terdiam, ia masih saja tak mau membicarakan masalahnya pada sang Abang. "Katakanlah,".


Belum sempat ia bicara, Reyhan maupun Edward menoleh pada pasangan yang hendak melewati mereka. Reyhan hanya diam menatap Shakira yang melewatinya tanpa berniat bicara padanya. Edward makin yakin kalau adiknya punya masalah dengan Shakira.


"Shakira berhenti gak lo!"Shakira maupun pria itu berbalik dan melihat Edward yang mendekat.


"Lo bilang akan mau menerima resiko menikah dengan adik gue, sekarang lo malah berduaan dengan pria lain dihadapan adik gue! apa salah Reyhan sampai lo gak peduli sama Reyhan?!" bentak Edward tajam.


Bugh!


"Jangan berani-berani membentak sahabat gue!"Edward memegangi rahangnya yang sakit, sedangkan Shakira makin panik karena sahabatnya dalam bahaya saat ini.


"Abang udah, Rey udah tau kalau kita gak bakalan bisa bersatu dengan manusia. Rey aja yang terlalu bodoh mencintai manusia," lirih Reyhan menahan tangan abangnya.


"Ayo ikut Abang, kita harus pindah dari kota ini," ajak Edward menarik tangan Reyhan.

__ADS_1


Reyhan melirik kearah Shakira yang menatapnya dan langsung menunduk sehingga Reyhan menghela nafas kecewa, ia terlalu berharap supaya wanita itu menahannya.


"Abang, Reyhan butuh waktu sendiri dulu,"Edward menghentikan langkahnya lalu menatap adiknya itu.


"Baiklah, kau jangan melakukan hal membahayakan dan kamu harus cepat pulang," jelas Edward sehingga Reyhan mengangguk dan bergegas menuju taman buat menyendiri.


Setiba disana, ia duduk di sebuah bangku sambil menatap taman yang begitu indah sekali. Reyhan juga sudah ikhlas dengan takdir nya yang tak bisa bersatu dengan manusia. sesekali ia mengusap lengannya yang terkena cahaya matahari. Ia sama sekali tak menghiraukan sakit yang seolah-olah mulai membakar lengannya.


Tiba-tiba ia menoleh ke atas dan melihat sebuah payung melindunginya, ia menoleh kesamping dan melihat wanita manis yang tersenyum padanya.


"Dasar, udah tau panas kau masih saja berjemur!"Reyhan tak membalasnya melainkan hanya diam sambil menatap lengannya yang sudah memerah.


"Kemana Shakira? tumben gak temani suami polos seperti kau dan membiarkan kau berpanas-panasan seperti ini," jelas Elsa yang kebetulan hendak menuju taman dan tak sengaja melihat Reyhan yang terkena cahaya matahari.


"Aku gak tau,"


"Kamu ada masalah dengannya? aku bisa dengar curhat kamu,"


"Aku gak bisa jelasinnya," lirih Reyhan jujur sehingga Elsa mengulurkan tangannya pada Reyhan, sehingga pria itu menoleh.


"Letakkan tanganmu ke tangan aku, aku bisa membaca pikiran kamu melewati kontak tangan," tawar Elsa sehingga Reyhan tampak ragu menyentuh tangan Elsa, ia takut kalau Elsa bakalan takut dan membocorkan kalau ia bukanlah manusia.


"Ayo!"


"Gak usah takut, aku bukan tipe wanita yang suka umbar rahasia," kekeh Elsa jujur.


Reyhan lalu menggenggam tangan Elsa membuat wanita itu memejamkan mata untuk melihat permasalahan rumah tangga Reyhan. tak lama, Elsa sontak melepaskan genggaman Reyhan.


"Kamu pasti takut sama Reyhan, kan? sama kayak Shakira yang mulai jauhin Reyhan," lirih Reyhan menundukkan kepalanya.


"Kamu beneran iblis? apa kau suka hal-hal sadist seperti ku?"tanya Elsa heboh membuat Reyhan menoleh.


"Elsa gak takut sama Rey?"


"Buat apaan takut sama iblis polos sama kamu, aku juga pernah punya sahabat iblis dan orang itu pergi entah kemana,"jelas Elsa jujur,membuat Reyhan mulai tersenyum karena ada orang yang tak takut dengannya.


"Shakira benar-benar bodoh jauhin kamu, padahal kamu iblis yang tak berbahaya,".


"Reyhan iblis baik kok, iblis imut," kekeh Reyhan membuat Elsa mencubit gemes pipi Reyhan.


"Kalau kau bukan suami sahabat aku, aku bakalan dapatkan kamu dan gak bakalan lepasin kamu begitu aja," Reyhan hanya diam sambil mengusap pipinya yang terasa sedikit sakit akibat cubitan Elsa barusan.

__ADS_1


"Gimana kalau kita cari makanan dulu, biar aku traktir supaya kamu gak sedih lagi," ajak Elsa menarik tangan Reyhan dan tak lupa memayunginya supaya Reyhan tak terkena cahaya matahari.


Sesampai di warung bakso, Elsa langsung memesan bakso dan duduk di sebuah bangku yang tak terkena cahaya matahari supaya Reyhan tak kesakitan.


Tak lama, pesanan mereka pun sampai,Reyhan menatap mangkok dihadapannya yang berisi bakso, ia benar-benar bingung dengan makanan sekarang.


"Elsa, ini apaan?" tanya Reyhan menunjuk kearah mangkok sehingga Elsa menoleh.


"Namanya bakso, coba saja!" suruh Elsa sehingga Reyhan menoleh pada Elsa yang memakan bakso tersebut.


Ia juga mulai menyantapnya pelan karena belum terbiasa memakan makanan manusia, karena selama ini ia hanya makan sayuran dan daging manusia.


"Gimana, enak?"


"Hambar," jawab Reyhan membuat wanita itu tertawa pelan.


"Kamu lupa masukin sambal dan kecapnya, pantesan hambar,"kekeh Elsa lalu menuangkan beberapa sendok sambal dan sedikit kecap supaya tak terlalu pedas nantinya.


"Sekarang cobalah,".Reyhan langsung menyantapnya lagi.


"Ini baru enak," senyum Reyhan sambil memakan baksonya dengan lahap.


"Rey suka bakso ini," lanjutnya membuat Elsa tersenyum. Ia sebenarnya sudah menyukai Reyhan sejak pertama kali bertemu tapi ia sadar, ia tak akan bisa miliki Reyhan yang sudah berstatus suami sahabatnya itu.


***


Reyhan memasuki gedung terbengkalai tersebut dengan senyuman yang tak pernah luntur dari wajah putihnya.


"Kenapa anak Mama senyum-senyum gini saat pulang?" tanya Mama sehingga Reyhan langsung memeluk Mamanya itu.


"Mama, Reyhan dapat teman baru dan orang itu gak takut sama Rey. malahan, Rey diajak jalan-jalan ketempat yang belum pernah Rey datangi," jelas Reyhan tersenyum bahagia membuat Edward penasaran.


"Siapa teman kamu itu?"


"Namanya Elsa, dia juga pernah punya teman iblis. makanya dia gak takut sama Rey," jawab Reyhan sambil tersenyum.


"Baguslah kalau begitu, sebaiknya kita berangkat sekarang dan Abang gak izinin kamu ketemu sama Shakira lagi," jelas Edward sehingga Reyhan terdiam lalu mengangguk.


"Rey akan ikut kalian karena Rey gak pantas disini lagi," jelas Reyhan sehingga semuanya tersenyum.


"Ayo kita berangkat," ajak Papa sehingga Reyhan mengangguk dan semuanya langsung pergi dari gedung tua tersebut.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2