MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 53


__ADS_3

Sesampai di rumah sakit. ketiganya langsung masuk kedalam ruangan rawat Celine sehingga wanita yang terbaring lemas itu menoleh dan begitu juga dengan pria berjas hitam tersebut.


"Kamu gak papa?" tanya si kembar mendekat sehingga Celine terdiam lalu tersenyum tipis.


"Mereka yang mendapatkan semua warisan dari keluarga saya, Paman!"


"Eh," kaget si kembar saat Celine menunjuk kearahnya saat ini, pria paruh baya itu menghela nafas panjang lalu menyodorkan sebuah berkas pada si kembar.


"Tolong tanda tangani surat ini," pintanya membuat ketiga pria manis itu menggeleng pelan.


"Tandatangani saja, aku gak tau sama siapa lagi menyerahkan semua kekuasaan aku. walau kalian tak mau memakainya, kalian bisa membayar gaji para pekerja ku dan memastikan masion aku terawat," lirih Celine memohon.


"Kami gak tau maksud kamu apa, kenapa kamu mau kami menerima semuanya? yang berhak memiliki itu adalah kamu, bukan kami! kami gak ada hubungan darah sama kamu," jelas Alda membuat Celine tersenyum manis di wajah pucatnya saat ini.


"Walau kalian bukan siapa-siapa, tolong terima pemberian aku. aku mau nyusul Mama dan Papa aku," lirih Celine membuat si kembar bungkam.


"Aku baru sadar, memiliki kalian hanyalah hayalannya aku saja. kalian bertiga tak bisa aku gapai setelah ini,".


"Celine," lirih mereka lalu mulai memeluk Celine, membuat wanita itu kaget lalu tersenyum saat merasakan hangatnya di peluk sama orang yang dicintai.


"Celine harus sembuh ya, Aldo pengen ditraktir oleh Celine dan diomelin sama Celine," lirih Aldo terisak membuat Celine terdiam, ia tak bisa berkata-kata lagi karena penyakitnya sangatlah parah.


"Ak-Aku mencintai kalian," lirih Celine mulai memejamkan matanya membuat si kembar menangis, mereka tak ingin kehilangan sosok saudara perempuan mereka.


Beberapa Dokter hanya bisa terdiam karena sedih sekali saat ini, ruangan itu hanya dihiasi tangisan si kembar.


Beberapa jam berlalu...


Si kembar menatap gundukan tanah merah dan ditaburi oleh bunga mawar merah, mereka benar-benar merasa kehilangan saat ini.


"Tuan, bisakah anda tandatangani surat warisan ini?" tanya pria itu membuat Alda menerima surat tersebut dan menandatangani nya, ia ingin menjaga pemberian dari Celine karena tak ada keluarga wanita itu yang menerima semua warisan tersebut.


"Terima kasih, saya akan mengurus semuanya dan mempublikasikan semuanya," jelas pria itu lalu pamit pergi tanpa dihiraukan oleh si kembar.


Ketiganya lalu menghilang dari sana dan muncul di masion, membuat Elsa yang baru siap memasak pun sedikit kaget tapi ia juga sudah diberitahu kalau si kembar sudah mempunyai kekuatan masing-masing.

__ADS_1


"Ini sudah pukul lima, kenapa baru pulang?" tanya Elsa membuat si kembar langsung memeluk Mamanya erat sambil terisak pelan.


"Kenapa nangis?".


"Mama, Celine ninggalin kami selamanya hiks, dia udah bobo didalam tanah," tangis Alda jujur.


"Jadi kalian lama karena melihat proses pemakaman nya?"


"Iya, dia ninggalin kami bertiga hiks! dia jahat! gak mau nunggu kami lulus dan katanya mau nikah sama kami hiks," tangis Aldi membuat Elsa iba sekali.


"Ada apa ini?"


Si kembar sontak melepaskan pelukannya lalu menghilang karena malu ditertawakan oleh sang Papa, Reyhan yang melihat ketiga anaknya yang menghilang pun kebingungan.


"Mereka kenapa?"


"Mereka ditinggal mati oleh wanita yang mau nikah sama mereka, makanya mereka nangis!" jelas Elsa sehingga Reyhan mengangguk paham lalu memeluk Elsa lagi.


"Nanti tidur peluk Rey terus ya,"


Reyhan menyandarkan dagunya di bahu Elsa sambil menatap wanita itu mencuci piring.


"Baby, jangan cium leher aku terus," omel Elsa membuat Reyhan tertawa pelan.


Tak lama, si kembar menuruni tangga dengan pakaian yang sudah rapi sekali.


"Kalian bertiga mau kemana?" tanya Reyhan penasaran membuat si kembar menoleh.


"Kami mau pergi sebentar, Pa. Papa manja-manja saja sama Mama, siapa tau kami dapat adik," balas Alda membuat Reyhan maupun Elsa bungkam.


"Kami gak mau adik!" tolak Aldi maupun Aldo serempak.


"Aldo tetap jadi anak bungsu, gak boleh nambah-nambah!"cemberutnya kesal.


Semuanya sontak tertawa mendengar perkataan Aldo barusan, karena pria itu sama sekali tak suka kalau posisinya di singkirkan oleh siapapun itu.

__ADS_1


"Kami berangkat dulu, Ma - Pa!"


Ketiganya lalu bergegas pergi menuju mobil sedangkan motor mereka sudah ada di gerasi mobil karena sudah diambil oleh suruhan Papanya tadi, mereka ingin menuju masion miliknya Celine karena disuruh buat datang untuk diperkenalkan pada para pekerja ataupun beberapa wartawan, karena mereka yang mendapatkan semua harta dari orang terkenal.


Sesampai disana, mereka di sambut oleh semua orang sambil menundukkan badan menyapa kedatangan mereka bertiga.


"Wah, pantesan Nona Celine mempercayai orang lain untuk menerima warisan. ternyata kalian pria tampan dan baik,"kagum salah satu pria membuat si kembar tersenyum.


"Tuan, kalian bertiga dari kalangan mana?" tanya salah satu wartawan.


"Kalangan? kami biasa-biasa saja dan sama seperti kalian,"senyum Aldi.


"Bolehkah kami tau orang tua kalian?" tanya salah satu wartawan lagi.


Si kembar sontak terdiam. "Kami anak dari Reyhan, CEO di perusahaan ARTHAREKSA dan Elsa, kalian pasti tau," senyum Alda membuat semuanya bungkam tak berkutik. mereka tak menyangka kalau si kembar adalah anak dari Mafia terkejam dan CEO yang juga tak kalah kejam tapi saat diganggu saja.


"An-Anu, ka-kalian ada hubungan apa dengan Nona Celine sehingga semuanya diserahkan pada Kalian?"


"Awalnya kami berpacaran tapi tak boleh sama Papa karena harus fokus sekolah dan karena itu, kami anggap Celine sebagai saudara kami," jelas Aldo dengan polosnya, membuat beberapa orang gemes dengan wajah mengemaskan Aldo.


...----------------...


Setelah semuanya selesai, si kembar menatap masion mewah milik Celine. mereka berniat untuk menjaga masion milik Celine dan mengembangkan semua perusahaan milik Celine supaya lebih terkenal. Ketiganya lalu menyantap masakan yang dibuat oleh pekerja di masion tersebut.


"Kalian duduklah dan ikut sarapan juga sini! kalian pasti lapar,"ajak Aldi pada beberapa maid tersebut.


"Engg-enggak usah, Tuan. kami gak lapar kok,"


"Bibi, kami gak suka permintaan kami ditolak! mau bobo selamanya?" tanya Aldo tersenyum membuat semua maid itu merinding laku bergegas duduk.


"Nah gitu dong, sekarang Bibi makan yang banyak dan besok pagi buat sarapan yang banyak terus di bagikan buat para pekerja dimasion ini ya, awas aja kalau enggak," ancam Alda membuat kelima maid itu mengangguk takut.


"Bibi santai aja, kami gak seseram itu kok. kami ini mengemaskan walau mengemaskan Papa," balas Aldo sambil memakan ayamnya.


Yang lain hanya tertawa membuat beberapa maid itu sedikit lega sekali, mempunyai majikan baru yang tak terlalu menakutkan kecuali ..., keluarga angkat Celine.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2