MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 06


__ADS_3

Edward menatap rumah sederhana dihadapannya, ia sudah tak sabar untuk menemui adik kesayangannya yang hilang beberapa hari ini. ia lalu menatap sekitar untuk memastikan tak ada yang melihatnya, langsung saja ia bergegas mendekati kosan tersebut.


Ia langsung mengetuk pintu kosan dan tak lama pintu terbuka yang menampilkan seorang wanita manis menatapnya kaget. Shakira benar-benar kaget melihat seorang pria berjubah yang sama seperti Reyhan berada dihadapannya.


"Si-Siapa?" tanya Shakira penasaran.


"Saya Edward, saya ingin menjemput adik saya!"


Deg!


Shakira kaget mendengar kalau dihadapannya ini adalah Abang nya Reyhan dan otomatis, ia bakalan kehilangan Reyhan setelah ini.


"Di-Dia ada dikamar, mari saya antar,"


Edward lalu mengikuti wanita itu dan melihat Reyhan yang tertidur di kasur, Edward langsung mendekat dan menyentuh kening adiknya. tatapannya teralih ke sudut bibir adiknya yang memar, membuat Edwar menahan marah saat ini.


"Siapa yang berani membuat adik saya terluka?" bentak Edward membuat Shakira ketakutan, bersamaan dengan itu Reyhan terbangun dari tidurnya.


"Abang,"Edward menoleh dan melihat adiknya yang beranjak duduk.


"Maafin Abang yang baru temui kamu, siapa yang bikin kamu terluka?" tanya Edward penasaran membuat Reyhan memegangi sudut bibirnya yang membiru.


"Rey gak tau nama orangnya, dia jahat!" lirih Reyhan membuat Edward menatap tajam kearah Shakira yang menunduk ketakutan sekali.


"Ayo kita pulang, Mama dan Papa khawatir sama kamu,"Reyhan lalu menoleh pada abangnya dan menoleh pada Shakira yang menundukkan kepalanya.


"Reyhan mau disini, boleh? Reyhan gak bakal nakal kok, Bang!"pinta Reyhan membuat Shakira menoleh pada Reyhan.


"Abang gak bisa ninggalin kamu disini, ayo ikut Abang sekarang!" pinta Edward sehingga Reyhan menggeleng tak mau.


"Reyhan nyaman disini, Bang. banyak hal yang belum Reyhan ketahui. Shakira juga baik sama Reyhan kok," pinta Reyhan membuat Edward menghela nafas panjang.


"Bolehkah Reyhan tinggal disini? aku mencintainya,"Edward lalu menoleh pada Shakira dengan tatapan tajam.


"Apa kau sanggup menahan semua resiko mencintai adik saya, hah? kau itu manu...," perkataan Edward terhenti saat Reyhan menahan tangannya.


"Abang, Reyhan mau disini bareng Shakira hiks! boleh ya? hiks Reyhan gak bakalan nakal kok, Bang," tangis Reyhan membuat Edward tak bisa berkata-kata kalau adiknya itu sudah menangis seperti ini.


"Dek, kamu harus ingat siapa kamu dan siapa dia. kalian gak bisa bersama," bujuk Edward lembut membuat Reyhan menangis lagi.

__ADS_1


"Hiks pokoknya Reyhan bareng Shakira! kalau Abang nolak, Reyhan gak mau ketemu Abang lagi!" ancam Reyhan membuat Edward menahan marahnya saat ini.


ia juga tak paham apa yang istimewa dari manusia seperti Shakira. padahal, kaum mereka banyak yang lebih menarik dari wanita di samping Edward ini.


"Ikut sama Abang pulang dan temui Mama sama Papa, pakai jubahmu lagi!" pinta Edward sehingga Reyhan mengangguk.


"Kau keluar,".Shakira lalu keluar dan menutup pintu kamarnya itu. tak lama, Shakira menoleh pada Reyhan yang keluar mengunakan jubah hitamnya.


"Reyhan pulang dulu ya, nanti Reyhan kembali," pamit Reyhan memeluk Shakira sedangkan Edward hanya diam melihat itu, langsung saja ia membantu adiknya itu berjalan meninggalkan kosan tersebut.


"Apa wanita itu benar-benar baik?" tanya Edward sehingga Reyhan mengangguk cepat.


"Shakira baik banget, Reyhan juga gak dibolehin kena matahari dan gak boleh bicara sembarangan orang. Shakira juga ajarin Reyhan benda-benda yang tak aku ketahui," ungkap Reyhan tersenyum.


"Apa dia tau siapa kau sebenarnya?"


"Enggak, soalnya Shakira penakut kalau Reyhan bilangin. makanya, Reyhan diam aja." balas Reyhan dengan polosnya yang membuat Edward menghela nafas lega karena adik polosnya itu gak asal ceplas-ceplos saja. bisa gawat kalau diketahui oleh manusia, bisa-bisa hal tak diinginkan membuat adiknya celaka.


"Papa! Mama!"Reyhan langsung berlari kearah kedua orang tuanya.


"Reyhan," tangis Mama langsung memeluk putra bungsunya itu erat, ia benar-benar senang melihat anaknya kembali lagi.


"Syukurlah kamu baik-baik saja," senyum Papa mencium kening putranya itu. "Badan kamu panas banget,".


"Papa gak izinkan kamu tinggal bareng manusia!"


Deg!


"Shakira itu orangnya bai...,"


"Kalau Papa bilang gak boleh, jangan membantah Reyhan! kita dan manusia itu berbeda! Edward, antar adik kamu masuk!"suruh Papa membuat mata Reyhan berkaca-kaca.


"Reyhan benci Papa!" tangis Reyhan berlari memasuki rumah kosong tersebut, pria itu sama sekali tak mendengarkan teriakan Mama maupun Abangnya.


"Hiks mereka jahat," isak Reyhan memasuki sebuah kamar kosong dan menguncinya mengunakan kekuatannya. ia tak mau diganggu oleh siapapun saat ini.


*****


Shakira tampak begitu malas menyantap makanannya karena sudah 3 jam Reyhan pergi dan tak pernah datang ke kosan lagi. Ia sudah yakin kalau Reyhan gak bakalan kesini lagi yang membuatnya benar-benar kesepian.

__ADS_1


Walau ia beberapa hari bersama Reyhan, ia begitu kesepian karena tak mendengar suara Reyhan yang cerewet. Susana kosan mendadak begitu sunyi saat ini.


"Shakira, gue datang!"Shakira menoleh dan melihat Elsa yang mendekat membawa beberapa paperbag berisi berbagai macam cemilan.


"Lo kenapa sedih gitu? mana Raja?" tanya Elsa penasaran.


"Dia sudah dibawa sama abangnya pulang. padahal, gue udah nyaman dengan sikap polosnya itu," lirih Shakira sambil mengaduk-aduk sarapannya itu malas.


"Kenapa gak kau minta izin pada abangnya untuk menjadikan Reyhan sebagai suami lo?. "


"Abangnya itu kasar dan galak. tapi, kalau ngomong sama Reyhan lembut banget. gue aja takut natap abangnya,"


"Kayaknya Reyhan adik kesayangannya, kau harus bersabar karena cowo lain banyak diluar sana,"


"Hiks maunya Reyhan, pria polos itu!" isak Shakira membuat Elsa pasrah dengan sikap sahabatnya itu.


"Kalau dia jodoh lo, dia bakalan kesini lagi. mendingan kita cari jajan diluar yok," ajak Elsa sehingga Shakira menurut karena ia butuh waktu menangkan pikirannya yang kacau tersebut.


***


"Shakira, beli bakso yok!"


"Gue gak mood makan," balas Shakira sambil menyandarkan punggungnya ke bangku taman, ia benar-benar tak mood buat melakukan aktivitas karena masih memikirkan Reyhan.


"Kalau lo gak mau makan, nanti lo sakit," jelas Elsa berusaha membujuk sahabatnya yang tiba-tiba gak bersemangat itu.


"Sayang!"


Kedua wanita itu menoleh pada Anton yang mendekat sambil tersenyum.


"Ayo ikut aku, kita ke butik buat cari baju pengantin kita," ajak Anton.


"Aku gak mau, Anton! aku sudah berkali-kali menolak menikah sama kamu, aku punya pilihan sendiri!" kesal Shakira.


"Lo jangan paksa Shakira, dia juga gak mau nikah sama lo,"sinis Elsa dingin.


"Aku gak mau tau, kamu tetap jadi istri aku! kamu harus tau, undangan pernikahan kita sudah di sebar lima hari yang lalu,"jelas Anton membuat Shakira menoleh.


"Aku gak mau!" tolak Shakira lalu mengajak Elsa menjauhi Anton.

__ADS_1


"Gue bakalan buat pria itu menderita setelah membuat lo menolak pernikahan ini," gumam Anton tersenyum miring.


Bersambung.....


__ADS_2