
Satu minggu berlalu..
"Selamat pagi, Queen!" sapa ketiganya yang membuat Queen tersenyum melihat ketiga suaminya itu, ketiganya sudah berpakaian kantor karena hari ini bakalan ada klien dari kota lain.
Sedangkan yang lain ke luar negeri karena tinggal disana untuk mengurus beberapa cabang kantor milik Reyhan dan Elsa.
"Kalian udah sarapan saja," senyum Queen mengusap rambut si kembar tiga, membuat ketiganya tersenyum sedangkan Queen benar-benar lega karena keluarga iblis tersebut baik padanya.
ia juga menerima status suaminya yang merupakan anak iblis pemakan manusia.
"Iya, masakan kamu enak banget. owh iya, kamu ikut kami kekantor hari ini ya," pinta Alda tersenyum begitu juga yang lain memperlihatkan puppy eye supaya Queen mau ikut.
"Baiklah, aku ganti pakaian sebentar," senyum Queen sehingga mereka mengangguk sambil tersenyum manis.
Wanita itu langsung bergegas menuju lantai atas untuk berganti pakaian, sedangkan si kembar melanjutkan sarapan mereka karena masakan istri mereka benar-benar enak sekali.
Tak lama, Queen menuruni tangga dengan dress putih bermotif bunga mawar.
"Ayo berangkat," ajak Aldi sambil merapikan jas hitamnya sehingga Queen mengangguk.
Mereka langsung menuju mobil dan meninggalkan masion mewah tersebut, selama perjalanan, mereka semua tampak asik bersenandung bahagia.
Dor!
Yang lain sontak menoleh ke kaca belakang karena mendengar suara tembakan yang cukup keras. sedangkan Alda tak menghiraukannya dan lebih fokus menyetir karena kedua adiknya bisa ia andalkan.
"Siapa mereka?" tanya Queen kebingungan.
"Tenanglah, kamu bakalan aman," senyum Aldi maupun Aldo tersenyum.
Disisi lain, Bara mendengus kesal lalu menyuruh suruhannya menembak kearah mobil milik si kembar. tetapi tetap saja selalu meleset yang membuatnya benar-benar kesal sekali saat ini.
Ia sontak membulatkan mata saat mobil si kembar menghilang di balik pohon, langsung saja ia menyuruh sopirnya berhenti buat mencari keberadaan si kembar.
"Astaga, kenapa mereka bisa menghilang?" bingung Bara karena tak menemukan tanda-tanda mobil si kembar, pria itu mendengus kesal karena kehilangan jejak si kembar.
"Gue bakalan membuat kalian menderita," gumam Bara langsung memasuki mobilnya dan pergi dari sana. Tanpa sepengetahuan nya, sebuah mobil muncul di balik pohon lainnya.
"Dasar bodoh, gak tau saja siapa yang dia lawan," sinis Alda melajukan mobilnya meninggalkan lokasi tersebut.
"Memangnya itu siapa?" tanya Queen penasaran.
__ADS_1
"Mantan Kakak kelas kami, namanya Bara," balas mereka serempak.
"Kenapa dia mau celakai kalian?" tanya Queen lagi.
"Masalah bisnis," balas Aldo dengan santainya sambil melihat keluar kaca mobil.
"Dasar, kalau masalah bisnis tak kenal membahayakan nyawa,"sinis Queen membuat si kembar terkekeh pelan.
Tak lama mereka semua sampai di sebuah perusahaan mewah milik si kembar, beberapa orang tampak menyapa mereka dengan sopan dan ada juga yang menatap sinis pada Queen, membuat Queen tak memperdulikan nya sama sekali.
Ia yakin, orang-orang yang menatap sinis padanya hanya karena iri karena hanya dia yang mendapatkan tiga pria kaya seperti si kembar tersebut. Tapi, ia mencintai si kembar bukan karena harta melainkan hati mereka yang baik.
Mereka berempat tiba di depan lift, langsung saja mereka masuk saat pintu lift terbuka karena ruangan CEO berada di lantai paling atas. lantai yang jarang dimasuki karyawan karena hanya bisa dimasuki oleh orang-orang tertentu saja termasuk sekretaris si kembar.
Tin!
Mereka langsung keluar dari lift dan langsung menuju ruangan CEO.
"Akhirnya sampai juga," senang Aldo karena sudah rindu buat bekerja karena sudah satu Minggu libur karena menjaga istrinya yang sakit.
"Kalian harus siap-siap buat meeting," peringat Queen sehingga ketiganya mengangguk paham. padahal, mereka baru saja duduk saat ini.
Queen tersenyum melihat ketiganya bersiap-siap untuk menghadiri acara meeting dengan klien mereka. Sedangkan ia hanya menunggu suaminya selesai di ruangan CEO karena tak tau harus apa sekarang.
Cklek!
"Eh, kau siapa?"
Wanita itu tampak kaget karena melihat wanita asing berada di ruangan CEO si kembar.
"Harusnya gue yang nanya, kau siapa dan kenapa berani-beraninya membuka pintu CEO?"
"Gue tunangan Aldi, tentulah boleh kesini!"
"Owh tunangannya, kenalin gue istri SAH si kembar. ketiganya suami gue," balas Queen membuat wanita itu kaget sekali.
"Jangan halu lo, masa si kembar menyukai wanita rendahan seperti lo," sinis wanita itu sehingga Queen terkekeh kecil.
"Gue gak halu, tanya saja sama tunangan Lo itu? gue gak nyangka, ada yang ngaku-ngaku sebagai tunangan salah satu suami gue," sinis Queen dengan entengnya.
Cklek!
__ADS_1
"Hiks aku salah apa sampai kau tampar hiks,"
Queen menoleh pada wanita itu yang pura-pura menangis sehingga Aldo yang baru masuk pun menatap bingung.
"Queen, dia kenapa?" tanya Aldo penasaran.
"Owh, gak aku apa-apakan kok. owh iya, dia bilang kalau dia adalah tunangan Abang kamu loh!"
"Abang?"
"Iya, Aldi."
"Abang itu setia dan gak mungkin selingkuh," kesal Aldo memanyunkan bibirnya kesal lalu menatap kesal kearah wanita yang berani-beraninya mengaku sebagai tunangan abangnya.
"Kau saya pecat, dan jangan berani menginjakkan kaki di perusahaan saya!"
"Ta-Tapi, itu semua bohong! dia hanya tak menyukai saya karena saya yang menjadi sekretaris kalian," isak wanita itu.
"Saya gak peduli kalau istri saya gak suka, berarti dia berhak mengusir anda dengan kasar," balas Aldo dengan entengnya sedangkan Queen tersenyum miring menatap wanita itu.
Langsung saja wanita menor itu keluar dari ruangan dengan perasaan kesal.
"Enak aja bilang Abang sebagai tunangannya, kami itu paling gak suka menduakan istri," omel Aldo kesal.
"Beneran?" tanya Queen sehingga Aldo mengangguk cepat.
...***...
Saat ini si kembar tengah sibuk membereskan beberapa berkas yang menumpuk setelah siap meeting, sedangkan Queen hanya diam menatap ketiga suaminya yang tengah sibuk dengan laptop dan komputer masing-masing.
"Aku keluar sebentar ya!"
"Mau kemana?" tanya Aldi penasaran sehingga yang lain ikut menoleh kearah istri mereka tersebut.
"Aku lapar sekali," kekeh Queen sehingga Aldo mengulurkan tangannya, membuat meja yang dihadapan sang istri penuh dengan berbagai macam makanan enak.
"Makan itu dulu ya," senyum Aldo.
"Wah, enak-enak semuanya!" kagum Queen bergegas menyantap semua makanan tersebut, sedangkan si kembar kembali melanjutkan aktivitas mereka masing-masing.
"Nanti kita jalan-jalan ya,".
__ADS_1
"Baiklah, kita ke mall sepulang dari kantor," balas si kembar tanpa menoleh pada Queen yang sibuk mengisi perut yang sudah keroncongan saat ini.
Bersambung...