
Kedua orang itu kaget saat banyak barang-barang melayang di dekat pria tersebut. Tomi hendak mendekati Celine tapi benda-benda itu malah ikutan mendekatinya, seakan tak memperbolehkan nya mendekati Celine.
"Celine!"
Celine maupun Tomi menoleh pada Aldo yang keluar dengan jubah hitam besar, sekaligus mata memerah seakan menahan amarah.
"Celine katanya mau kami, kenapa tunangan sama dia?" tanya Aldo cemberut sehingga Celine mendekati Aldo, sedangkan Tomi tampak kaget saat salah satu guci terlempar kearahnya.
"Aku sama dia udah gak ada hubungan apa-apa lagi,"
"Celine bohong! Aldo gak suka dibohongin!" kesal Aldo cemberut sambil menatap tajam kearah Tomi yang sudah sibuk menghindari lemparan guci maupun barang-barang tersebut.
"Aku gak bohong, serius!" Aldo lalu menoleh pada Celine.
"Kalau gitu, Aldo mau cakar orang itu!" jelas Aldo tapi ditahan oleh Celine.
"Jangan halangi Aldo! Aldo mau cakar-cakar wajahnya, dia gak boleh tampan dari kami!" kesal Aldo memberontak membuat Celine kesulitan menahan tubuh Aldo.
"Aldo udah, sekarang masuk kamar!"
"Huft, baiklah!" pasrah Aldo berbalik sehingga Celine lega tapi Aldo berbalik kearah Tomi dan...
"Kau gak boleh tampan dari kami!" kesal Aldo mencakar wajah Tomi secara bruntal, sedangkan Celine menatap ngeri pada Aldo yang tak ada rasa kasihan pada Tomi yang sudah kesakitan sekali.
"Argh! Berhenti!"
"Aldo gak bakalan berhenti, kau harus jelek biar Celine gak suka sama kamu!" kesal Aldo mencakar wajah Tomi tanpa ampun.
Setelah puas, Aldo beranjak dari sana dan melihat Tomi yang sudah sekarat dengan wajah penuh dengan cakaran.
"Udah puas marah-marahnya?" tanya Celine tersenyum.
"Udah, Aldo udah puas banget dan sekarang Aldo mau bobo lagi," balas Aldo tersenyum manis lalu bergegas menuju kamar untuk melanjutkan tidurnya.
"Kalian, bawa Tomi ke kandang singa!"
"Baik, Nona!"
Semuanya langsung menyeret Tomi yang sudah lemah tersebut sedangkan Celine bergegas menuju ruangannya.
Wanita itu duduk di sebuah kursi dan mengotak-atik komputer untuk mencari data-data pribadi musuhnya sehingga dengan begitu, ia dengan mudah menemukan orang yang ia cari.
Disisi lain...
"Ma, harusnya kita tinggal dimasion Celine. masa dikasih uang cuman 2M saja, lagian Celine itu kaya banget!" gerutu Laura kesal sekali.
__ADS_1
"Sabar, kita gak boleh gegabah dulu. yang kita hadapi ini adalah keluarga yang ditakuti orang, kamu mau dibunuh sama Papa dan Mama si kembar itu?" tanya Tika membuat Laura menggeleng tak mau.
"Tapi aneh ya, Ma. kenapa Mama dan Papa mereka masih muda banget," timpal putra nya yang dua tahun lebih tua dari Laura.
"Namanya orang kaya, pasti selalu melakukan perawatan lah,"sinis Laura dingin.
"Mama aja yang selalu perawatan aja gak ada muda-muda nya," ejek pria itu membuat Tika melotot tajam.
"Kamu ngatain Mama tua?"
"Dikit," balas pria itu bergegas pergi sebelum kena jewer dari sang Mama.
Sedangkan Laura tak menghiraukan nya dan memilih memainkan ponselnya, ia juga melihat video viral yang memperlihatkan si kembar yang menerima semua harta milik Celine, membuatnya benar-benar kesal sekali.
Harusnya ia yang mendapatkan semuanya sehingga ia bisa kemana aja mengunakan uang tersebut dan sekarang, keluarganya hanya mendapatkan uang sebanyak 2M.
......................
Malam harinya, si kembar tampak mengusap mata saat Celine membangunkan mereka dari tidur nyenyaknya. nyawa mereka belum terkumpul sepenuhnya saat Celine menarik ketiganya untuk duduk, membuat mereka merasa di awan-awan saat ini.
"Udah bisa dengar aku?"
"Ada apa?" kesal mereka menoleh sambil mengusap matanya benar-benar perih saat ini.
Keluar?
Malam?
Ketiga pria itu masih loading dan sontak menggeleng tak mau.
"Kami gak mau ketemu sama hantu!" panik mereka menyembunyikan tubuh mereka di balik selimut.
"Kita cuman di mobil saja kok, kita cuman ngintai orang," jelas Celine jujur membuat si kembar membuka penutup kepala mereka.
"Beneran?"
"Iya, ayo siap-siap!"
Si kembar hanya mengangguk patuh.
Setelah selesai, mereka langsung menuju mobil hitam yang sudah terparkir di halaman gedung. Alda maupun Aldo duduk di bangku belakang karena Alda ingin menjaga sang adik yang menakut, walaupun ia juga ikut takut.
"Celine, nanti beneran gak keluar dari mobil, bukan? nanti hantunya culik kami," jelas Aldi jujur, sehingga Celine terkekeh kecil lalu menoleh sekilas pada Aldi yang duduk di sampingnya itu.
"Kita gak bakalan keluar dari mobil,"
__ADS_1
Mendengar balasan dari Celine, ketiganya menghela nafas lega arena tak perlu keluar dari mobil.
Bisa-bisa mereka diculik sama hantu, gak asik bukan!
...----------------...
Celine menatap sekumpulan pria yang tengah mengobrol sedangkan si kembar? Ketiganya sudah ngorok lagi, karena sedari tadi lelah ngoceh tentang hantu dan hantu.
Menyesal ia memperlihatkan film horor tadi pada mereka yang penakut. padahal, ketiganya adalah iblis tapi penakut dengan hal begituan.
Ia kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan rendah karena penasaran sekali kemana orang-orang tersebut pergi, ia masih ingin menyelamatkan saudaranya yang disekap dan entah bagaimana nasib saudaranya itu sekarang.
Karena saudara Celine di culik saat umur 4 tahun dan semoga saja saudaranya masih mengingatnya dan masih hidup sampai sekarang.
Ciittt!
Celine sontak menginjak rem secara tiba-tiba, apalagi seorang pria tengah berdiri di hadapannya seakan meminta pertolongan saat ini. Ia langsung menurunkan kaca mobilnya sedikit.
"Nona, bisakah anda menyelamatkan saya? saya butuh pertolongan!" pinta pria itu memohon sehingga Celine segera keluar dan membuka pintu bangku belakang.Setelah itu mereka pergi dari sana.
"Abang kenapa ketakutan seperti itu?" tanya Celine penasaran saat melihat pria itu melihat keluar jendela mobil.
"Sa-Saya dikurung selama ini dan baru sekarang saya kabur,"jelas nya dengan nada bergetar karena ketakutan sekali.
"Siapa nama Abang?"
"Bagas,"
Deg!
Celine yang mendengar nama itu sontak kaget, apakah dibelakangnya ini adalah saudaranya?.
Kalau begitu, ini adalah pertemuan tak terduga.
"Apakah Abang punya saudara perempuan?"
"Saya tak ingat apapun tentang keluarga, karena saya diculik sedari kecil," balas Bagas jujur.
'Aku harus tes DNA, aku harap ini adalah Abang aku satu-satunya,' batin Celine tersenyum tipis.
"Aku punya Abang yang diculik saat umur 4 tahun, disaat itu Papa dan Mama sudah meninggal akibat ditembak mati oleh musuh Papa. apakah Abang mau tes DNA dengan aku? aku ingin memastikan kalau Abang adalah Abang kandungku,"jelas Celine membuat Bagas terdiam beberapa saat.
"Baiklah," balas Bagas sehingga Celine senang sekali, ia bergegas melajukan mobilnya menuju markasnya karena ada Dokter yang bisa memeriksa mereka nanti, ia berharap sekali saat ini.
Bersambung.....
__ADS_1