
Suasana sore hari begitu dingin dan ditemani hujan yang sangatlah lebat, membuat ketiga pria kembar itu berteduh di sebuah pondok kecil, sesekali mereka mengusap kedua tangannya supaya lebih hangat. mereka bisa saja menghilang tapi entah kenapa kekuatan mereka mendadak hilang tiba-tiba.
Mungkin, kekuatan mereka belum bisa mereka kendalikan sehingga tiba-tiba menghilang. tanpa diinginkan oleh mereka bertiga.
Djar!
Ketiganya benar-benar ketakutan sekali saat, mereka begitu tak suka dengan suara guntur yang menakutkan sekali. sesekali ketiganya berpelukan untuk mengusir rasa takut, walau sudah berumur 22 tahun. mereka tetap si kembar penakut sama guntur dan ... hantu.
Tak!
Tak!
Ketiganya sontak menoleh ke asal suara ketukan tersebut sedangkan Aldi dan Aldo sudah menangis dalam diam karena takut sekali saat ini sambil memeluk erat tubuh Abang mereka.
Djar!
"Hiks Abang!" tangis keduanya sedangkan Alda hanya diam berusaha menahan takutnya saat ini, ia takut tapi tak mungkin ia memperlihatkan ketakutannya dihadapan kedua adiknya yang sudah menangis.
Alda menghela nafas berusaha menenangkan dirinya lalu menghilang bersama adik-adik.
Mereka langsung muncul di kamar membuat Aldi maupun Aldo berhamburan ke kasur dan menutupi seluruh tubuh mereka mengunakan selimut.
Tok!
Tok!
"Kalian sudah dikamar?"
Alda langsung membukakan pintu dan melihat Reyhan yang tersenyum.
"Ada apa, Pa?" tanya Alda penasaran sehingga Reyhan terdiam beberapa saat.
"Papa ada kenalan, Papa ingin kalian berkenalan siapa tau kalian suka," tawar Reyhan membuat Alda bungkam.
"Papa, kami gak mau!"
"Huft! Baiklah, kau istirahatlah," balas Reyhan lalu menuruni tangga yang membuat Alda sedih tapi ia tak mau dijodohkan.
"Gimana?" tanya Elsa membuat Reyhan menggeleng, ia lalu duduk di hadapan tamunya dan terdapat tiga wanita cantik yang ingin dijodohkan untuk si kembar tapi tak jadi.
Tap!
__ADS_1
Tap!
Semuanya menoleh pada si kembar yang mendekat, membuat para tamu itu kagum dengan ketampanan si kembar. sedangkan si kembar hanya menatap dingin karena tak suka ditatap seperti itu.
"Gimana? kalian mau?" tanya Elsa penasaran sedangkan si kembar menoleh kearah tiga wanita itu, mereka sama sekali bukan tipe mereka.
"Kami gak mau bekas, Ma. itu dan itu bekas!" jelas Alda menunjuk kearah dua wanita, membuat wanita yang ditunjuk itu pun kaget.
"Maksud kamu?" bentak salah satu pria membuat si kembar menoleh.
"Paman, kami gak mau menerima perjodohan asal-asalan. apa kalian gak tau, kedua wanita itu sudah tak suci. malahan ada yang lagi hamil," jelas Aldi dengan entengnya membuat semuanya bungkam lalu menoleh pada kedua wanita itu.
Sedangkan Aldo diam-diam menoleh kearah wanita yang sedari tadi hanya diam. wanita itu memiliki senyuman manis dengan gigi ginsul. tapi, ia tak mau percaya begitu saja.
"Kalau dengan anak Tante, gimana?" tanya salah satu wanita paruh baya, membuat si kembar menoleh lalu menggeleng.
"Kami suka dengan sikap baiknya tapi, kami gak bisa, Tante. maaf," balas Aldo lalu menarik kedua tangan saudaranya itu buat pergi dari sana.
"Abang, Aldo rasakan aura kesedihan dari Mama dan Papa. apa mereka sedih karena kita gak punya jodoh sedikitpun?".
"Kamu tenang saja, kita sama-sama mencari yang tulus bukan karena harta. Mama dan Papa bakalan mengerti kok," balas Alda mengusap kepala Aldo lembut.
"Aldi kesal sama kedua wanita itu, udah gak suci malah pengen nikah sama kita. apa mereka kira kita tong sampah yang nerima barang bekas," kesal Aldi.
"Mendingan lanjut bobo lagi, mumpung hujan!" jelas Aldo yang langsung di susul oleh yang lain. Alda maupun Aldi menarik selimut lalu memeluk Aldi seperti biasa karena lebih nyaman memeluk adik mereka.
Saat kuliah pun, mereka satu kamar dan tak mau dipisahkan. pernah satu hari dipisahkan membuat petugas apartemen kebingungan melihat orang yang sama selalu keluar masuk dari ruangan yang berbeda. Sedangkan si kembar juga gak betah kalau tidur sendiri-sendiri.
Malam harinya, si kembar menuruni tangga karena sudah lapar sekali saat ini. tatapan mereka teralih pada Mamanya yang asik mengobrol dengan seorang wanita berpakaian hitam, wanita itu juga memainkan pistol di tangan kanannya sambil tertawa pelan mendengar perkataan Mama mereka.
"Eh, jadi mereka yang Tante minta aku jagain?" tanya wanita itu menoleh pada si kembar.
"Iya, Tante minta tolong sama kamu buat jagain si kembar. soalnya Tante juga mau ke luar negeri buat beberapa hari,"kekeh Elsa membuat si kembar kaget.
"Mama, Mama mau ninggalin kami?" tanya Aldo penasaran sehingga Elsa menoleh.
"Maafin Mama, Mama sama Papa harus ke Amerika malam ini dan tentu juga membawa adik kalian," jelas Elsa jujur.
"Kami bisa tinggal bertiga, ngapain juga suruh Nenek lampir ini jagain kami!"
Pletak!
__ADS_1
"Huwa! Mama!" tangis Aldo saat mendapatkan jitakan dari wanita berpakaian hitam tersebut.
"Kau..." kesal Alda hendak menamparnya tapi ditahan oleh Elsa.
"Tenangkan diri kamu!" bujuk Elsa membuat Alda mendengus kesal lalu mengusap kepala adiknya yang dijitak oleh wanita asing itu.
'Semoga dengan begini, si kembar mulai merasakan apa itu jatuh cinta,' batin Elsa tersenyum, ia sengaja menyuruh anak teman nya buat menjaga si kembar. Apalagi wanita itu juga masih jomblo, siapa tau kecentol sama salah satu si kembar.
'Alay!' batin wanita itu menatap sinis pada si kembar.
......................
Si kembar tampak menatap sinis pada wanita bernama Lisa tersebut, wanita itu sama sekali tak memperbolehkan mereka kemana-mana kecuali berada di masion terus.
"Abang, kita kabur yuk!" bisik Aldi pada Alda sehingga Alda mengangguk lalu mengajak kedua adiknya menuju lantai atas, kalau menghilang di dekat Lisa pasti wanita itu bakalan menganggap mereka monster.
"Eh, mau kemana kalian?"
Ketiganya menoleh pada Lisa yang mendekati mereka membuat si kembar menatap sinis.
"Bukan urusan lo!" sinis Alda dingin.
"Awas saja kalian kabur, gue doain kalian ketemu sama Hantu!"
Deg!
Ketiganya mendadak bungkam mendengarnya.
"Ma-Mana ada hantu pagi kek gini," gagap mereka menahan takut.
"Ada, banyak dan malah menyeramkan banget!" balas Lisa dengan entengnya membuat si kembar langsung bergegas ke ruang tamu dan duduk dihadapan Lisa karena takut.
'Dilihat-lihat, gemes juga ketiganya,' batin Lisa lalu kembali fokus memainkan ponselnya tersebut.
"Kami bosan, kau gak mau ajak kami jalan-jalan, gitu?" kesal Aldi cemberut.
"Jalan-jalan?"
Ketiganya mengangguk serempak membuat Lisa memikirkan sesuatu yang menyenangkan saat ini.
"Yasudah, ayo!"
__ADS_1
Bersambung......