MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 50


__ADS_3

Airin tampak tak bisa tidur, perasaannya begitu tak enak sekali saat ini seakan ada sesuatu yang terjadi. Ia melirik jam yang sudah menunjukkan pukul delapan malam, membuat suasana begitu sepi sekali saat ini.


Ia beranjak duduk lalu menuju kamar Reyhan, ia membuka pintu kamar hati-hati dan melihat Reyhan tertidur lelap di kasur sedangkan si kembar juga tertidur di lantai karena ingin menjaga papa mereka.


Airin membangunkan Alda, membuat pria itu sedikit terganggu lalu membuka matanya.


"Ngapain kau kes...," perkataan Alda terhenti saat Airin menutup mulutnya.


"Kita bicara diluar, jangan disini!" bisik Airin sehingga Alda mengangguk lalu beranjak dari tempatnya mengikuti Airin.


"Ada apa?"


"Aku merasa ada yang janggal malam ini, apa bisa kau berjaga sebentar? kalau ada yang aneh, kamu bisa memanggil aku,"jelas Airin yang membuat Alda bingung dengan maksud calon Mama sambungnya itu.


"Maksudnya?"


"Papa kalian bisa saja dalam bahaya, terlebih saya gak ada hubungan apa-apa sehingga ga mungkin saya berjaga di kamar Papa kalian," kesal Airin.


"LEPASKAN PAPA!"


Alda maupun Airin bergegas ke kamar dan melihat Shakira yang tak menyerah mengambil Reyhan yang sekarang terlihat lemah, pria itu terkulai lemas di pelukan Shakira.


"Lepaskan calon suami saya! kau gak ada kapok-kapoknya!"bentak Airin mendekat tapi dengan gesit Shakira menghempaskan tubuh Airin ke dinding, membuat dinding kamar tersebut retak.


"Kau hanya pendatang baru dan gak bakalan bisa merebut milik gue," balas Shakira lalu menghilang bersama Reyhan.


"Astaga, Airin! mana Reyhan?"Semuanya menoleh pada Papa yang baru muncul.


"Di-Diculik sama Shakira, Pa!" lirih Airin berusaha bangkit, mendengar itu Papa langsung menghilang.


"Kalian disini saja dan jangan kemana-mana!" peringat Airin lalu ikut menghilang membuat si kembar khawatir dengan keselamatan Papanya yang lagi sakit.


"Abang, kita harus selamatkan Papa!" pinta Aldi.


"Kita gak punya kekuatan, kekuatan kita belum muncul," jelas Alda membuat kedua saudaranya terdiam karena khawatir, ingin sekali mereka menolong tapi mengingat kekuatan mereka belum muncul. mereka tak bisa berbuat apa-apa.


Disisi lain..

__ADS_1


Airin dan Papa tampak kewalahan melawan iblis jahat yang merupakan suruhan Shakira, sedangkan Reyhan masih saja berada di pelukan Shakira.


"Ka-Kau wanita licik," lirih Reyhan lemah sehingga Shakira menoleh sambil mengusap pipi pria itu tapi Reyhan berusaha menghindarkan wajahnya dari Shakira.


"Aku kayak gini karena aku mencintai kamu, Reyhan! kamu itu milik Shakira seorang!"


"Aku bukan milik siapa-siapa, aku benci wanita!" bentak Reyhan berusaha memberontak.


Brukh!


Reyhan menoleh dan melihat kedua orang itu sudah terkapar di tanah, walau suasana gelap dan tak ada cahaya yang menerangi, semuanya bisa melakukan apapun seakan tak ada penghalang. semuanya bisa melihat di gelapnya malam.


"Papa," lirih Reyhan khawatir.


"Bunuh keduanya!" pinta Shakira dengan entengnya.


Belum sempat suruhan Shakira menyentuh Airin dan Papa, tiba-tiba pukulan kilat menerjang mereka sehingga semuanya langsung terhempas jauh. Semuanya menoleh kearah tiga orang berjubah, semuanya kaget melihat siapa yang datang saat ini.


"Lepasin Papa kami atau kau yang kami bunuh?!" bentak Alda menoleh dengan mata berwarna merah.


Hukk!


Hukk!


Sehingga mereka langsung menghindar dan membalas pukulan orang-orang itu secara bruntal, mereka tak peduli kalau ada yang tubuhnya terpisah atau anggota tubuh yang terlepas akibat ulah mereka.


Shakira yang melihat itu benar-benar ketakutan melihat kekejaman ketiga pria tersebut, ia hendak kabur tapi tubuhnya mendadak membeku seakan tak bisa di gerakkan sedikitpun.


"Mau kabur?"


Wanita itu menoleh pada si kembar yang mendekat dengan tatapan yang penuh dengan aura kemarahan, Aldo maupun Aldi langsung saja mengambil alih Papanya yang sudah lemas tersebut dan menyandarkannya di bawah pohon.


Bugh!


Alda langsung saja menonjok wajah Shakira dengan kuat dan disusul oleh adik-adiknya. Ketiganya sama sekali tak menghiraukan kalau yang mereka lawan adalah wanita. tapi, mereka terlalu marah saat Papanya diculik oleh wanita jahat tersebut.


Bugh!

__ADS_1


Dengan sekali pukulan kuat dari Aldo, kepala Shakira terlepas dan menggelinding jauh sehingga Aldi langsung menghilang untuk mengejar kepala tersebut. Sedangkan Alda menginjak tubuh wanita itu hingga tertanam di dalam tanah, langsung saja Aldo membacakan sesuatu supaya Shakira tak bangkit lagi.


"Nih, kepalanya!"


Alda menerima kepala tersebut dan langsung menginjaknya seperti tadi. setelah semuanya selesai, Alda langsung mendekati Reyhan sedangkan adik-adiknya membantu dua orang lainnya.


"Papa naik ke punggung Alda," pinta Alda sehingga Reyhan menoleh dan berusaha memeluk leher anaknya itu, Alda lalu berdiri dan membenarkan posisi Papanya supaya tak jatuh.


...----------------...


Si kembar tampak berusaha menyembuhkan luka dalam dari tubuh Airin dan Kakek mereka, keduanya sama-sama mendapatkan luka dalam yang cukup parah.


Sedangkan Reyhan tertidur di kamar karena butuh istirahat yang cukup.


"Astaga, Reyhan!"


Si kembar menoleh dan melihat saudara Papanya yang baru muncul sekarang, setelah bertahun-tahun tak muncul di kehidupan Papa mereka.


"Paman, bantuin kita! kita gak bisa menyembuhkan mereka,"pinta Aldi memohon sehingga Edward bergegas mengobati sang Papa.


"Siapa wanita itu?" Edward penasaran melihat seorang wanita asing di samping Papanya karena posisi mereka terbaring di ruang tamu.


"Calon Mama sambung kami,"


Deg!


Edward yang mendengar itu kaget lalu menoleh pada si kembar.


"Mama kandung kalian kemana?" tanya Edward penasaran karena ia tak tau apa-apa tentang masalah adiknya karena sibuk di luar negeri mengurus kantor, istri dan anaknya.


"Papa bilang, Papa kecewa berat dan makanya di ceraikan. terus, Mama juga udah nikah sama pria asing dan Papa juga larang kami ketemu sama Mama," jelas si kembar pelan.


'pasti ada masalah berat bagi Reyhan, gak mungkin dia ceraikan Elsa tiba-tiba,' batin Edward yakin.


_


_

__ADS_1


_


Bersambung.....


__ADS_2