MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 82


__ADS_3

"Hiks Mama!"


Queen mengusap matanya karena terganggu akibat suara tangisan dari seseorang, ia menoleh pada si kembar yang duduk di sudut kamar sambil menutupi tubuh mereka mengunakan selimut. wanita itu beranjak duduk sambil menutupi tubuh polossnya itu.


"Kalian ngapain mojok kayak gitu?"


Si kembar menoleh dengan wajah yang sudah memerah akibat terlalu lama menangis.


"Hiks Queen jahat hiks," tangis si kembar membuat Queen menghela nafas panjang.


"Bukannya kalian yang nyerang aku duluan?" sinis Queen membuat ketiganya menahan tangis masing-masing.


"Kenapa kami?" tanya Alda terisak-isak.


"Pikirkan saja sendiri," balas Queen kembali melanjutkan tidurnya karena capek sekali.


"Kamu pasti kasih sesuatu di minuman kami, bukan?" tanya si kembar yakin.


Deg!


"Ma-Mana ada," gagap Queen membuat si kembar menatap tajam kearah istri mereka itu.


"Kami benci sama Queen!" balas mereka bergegas mengambil pakaian mereka yang berserakan di lantai, setelah memakainya mereka pun langsung pergi yang membuat Queen sedih.


Wanita itu mengusap air matanya, ia merasa bersalah dan menyesal sekarang. Queen langsung mengambil pakaiannya lalu menuju kamar mandi dengan susah payah karena benar-benar kesakitan sekali saat ini.


Setelah selesai membersihkan diri, wanita itu keluar kamar dan melihat si kembar yang berada di ruang tamu tanpa berniat menoleh padanya.


"Kalian mau sarapan?"


"Gak perlu, pasti kau akan kasih itu lagi? kami gak sudi makan masakan kamu lagi," ketus Aldo menatap sekilas, membuat Queen merasa sedih sekali. wanita itu lalu pergi keluar masion untuk menuju suatu tempat buat menenangkan diri.


Wanita itu sampai di sebuah danau tempat ia bertemu dengan Mama angkatnya. terlihat, seorang wanita berpakaian hitam tengah berdiri di bawah pohon sambil tersenyum manis padanya.


"Anak Mama kenapa cemberut gini wajahnya?" tanya wanita itu tersenyum lalu memeluk anak angkatnya itu.


"Hiks si kembar membenci aku, Ma. Ak-Aku menyesal menaruh obat di minuman mereka, aku melakukan ini karena mereka terlalu polos," isak Queen menangis.


"Tenang saja. mungkin, suami kamu terlalu polos dan Mama yakin, mereka gak bakalan lama marah nya," senyum wanita itu mencoba menenangkan anak angkatnya tersebut.


"Sekarang kamu ikut sama Mama ya,"


"Kemana, Ma?"

__ADS_1


Wanita cantik itu menarik tangan Queen dan pergi dari sana. keduanya langsung memasuki sebuah mobil mewah lalu meninggalkan lokasi tersebut.


"Kita ke restauran saja, untuk mengusir rasa sedih kamu,"senyum wanita bernama Atika


wanita berumur 35 tahun yang merupakan janda tanpa anak. wanita itu juga seorang mantan Mafia dan sekarang ia sama sekali tak berniat memasuki dunia gelap tersebut lagi.


"Mama, apa si kembar bakalan maafin aku? aku kayak gitu karena ingin sekali memberikan mereka keturunan," lirih Queen.


"Apalagi mereka orang kaya, sudah pasti menginginkan keturunan dari aku,".


"Tenanglah, mereka hanya ngambek sementara. maklumlah, namanya mereka polos layaknya kertas putih yang belum dikasih tinta hitam. makanya mereka ngambek," kekeh Nyonya Tika membuat Queen paham.


"Aku takut saja mereka ngambek, terus tiba-tiba ninggalin aku,"


"Gak mungkin Sayang, Mama yakin kalau mereka hanya ngambek sementara,"


"Aku harap begitu,"


Queen benar-benar takut kalau seandainya mereka meninggalkan nya.


Disisi lain, si kembar menatap kesebuah kaca lemari yang menampilkan istri mereka pergi bersama wanita asing. walau mereka ngambek, tapi mereka tak ingin kehilangan Queen karena wanita itu yang bisa membuat mereka nyaman.


"Abang, apa setelah kita melakukannya pada Queen. kita dapat dedek bayi?" tanya Aldo penasaran sekali.


"Aldo yakin bakalan dapat dedek bayi," senyum Aldo menoleh pada kaca lemari.


"Ayo mandi di kolam, tubuh Aldi lengket," ajak Aldi sehingga semuanya mengangguk dan bergegas menuju kolam renang. Ketiganya langsung menceburkan diri dan berenang sepuas mereka.


"Segarnya!" senang si kembar karena bisa mandi pagi di kolam renang, karena biasanya ketiganya dilarang oleh sang Mama tapi mereka juga tak melihat Mama dan Papanya. mungkin, orang tua mereka asik bersenang-senang tanpa mengajak mereka. menyebalkan!


"Abang, kayaknya cara bikin dedek enak juga," jelas Aldi dengan polosnya.


"Betul, tapi ada jijiknya juga," timpal Aldo tak kalah jujurnya.


"Abang gak mau mikir gituan," balas Alda lalu membasahi wajahnya supaya lebih segar.


"Leher kita merah-merah, apa dikamar kita banyak nyamuk ya? tapi, gak ada rasa di gigit nyamuk," jelas Aldi sambil mengusap leher maupun dadanya yang merah-merah.


"Bukannya digigit sama Queen semalam?" tanya Alda dan Aldo jujur.


"Owh iya," cengir Aldi dengan wajah tak berdosanya.


Setelah lama berenang, ketiganya langsung bergegas menuju kamar dengan cara menghilang.

__ADS_1


5 menit kemudian...


Tin!


Si kembar menoleh ke ponsel milik Aldi, langsung saja Alda mengambilnya dan melihat nomor asing mengirim pesan pada adiknya.


+5613+++++


|| Apa kabar kalian bertiga? owh iya, gue gak bakalan biarkan kalian bahagia sedikitpun, gue akan membuat kalian merasakan apa yang gue rasa akibat kehilangan semuanya. gara-gara keluarga kalian, keluarga gue bangkrut.


Tak hanya itu, gue akan terlebih dulu melenyapkan istri kalian ||


Si kembar yang membaca itu hanya bersikap tenang saja, karena tak terlalu takut sama sekali.


"Apa kita harus panik?" tanya Aldo penasaran.


"Buat apaan panik, biarin saja dia capek sendiri," balas Alda dengan entengnya lalu menuju meja rias dan menyisir rambutnya.


"Sini Abang sisir rambut kalian,"


Keduanya langsung bergegas mendekat sehingga Alda menyisir rambut kedua adiknya sehingga mereka bertiga sangat mirip baik rambut, pakaian maupun mata mereka.


Walau mereka kembar se-iras, mereka ingin lebih mirip lagi sehingga orang bakalan susah mengenali mereka bertiga.


...***...


"Oekkkk, oeeeekk!"


Langkah si kembar terhenti saat mendengar suara bayi di sekitar mereka, langsung saja mereka mencari asal suara tersebut dengan teliti.


"Abang, ada bayi!" lapor Aldi sehingga kedua saudaranya mendekat dan kaget melihat makhluk kecil yang terkapar dengan tubuh polos yang masih berdarah.


"Wah, siapa yang berani buang baby?" gumam Alda mengangkat tubuh bayi itu, membuat sang bayi mulai berhenti menangis.


"Mengemaskan sekali, ayo adopsi!" ajak sepupunya itu bersemangat.


Alda mengusap tubuh bayi itu sehingga bayi tersebut mengunakan pakaian layaknya bayi biasa, dengan kain panjang membalut tubuhnya.


"Pasti dia haus," senyum Aldo mengulurkan tangannya sehingga sebuah botol susu ada di tangannya. Alda lalu memberikan botol susu itu ke mulut kecil bayi mengemaskan itu sehingga semuanya tersenyum senang.


"Wah, tapi kenapa baby nya gak buka matanya?" tanya Aldi maupun Aldo kebingungan.


"Abang gak tau," balas Alda kebingungan juga.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2