
"BAIM, M3SUM!"
semuanya menoleh pada si kembar yang sudah berlari dari kamar tamu yang disusul tawa Baim.
"Mama!" tangis ketiganya langsung berhamburan ke pelukan Elsa, membuat Elsa kebingungan sekali.
"Ada apa?" tanya Elsa bingung.
"Huwa, Baim lihatin video gak pakai baju hiks. terus cewenya bilang ahh," isak Aldo sambil mengusap air matanya.
"Bukannya kalian penasaran cara bikin dedek gemoy," tawa Baim membuat si kembar menggeleng pelan.
"Kami gak mau, kami takut!" isak si kembar serempak.
"Takut kenapa?" tanya Reyhan bingung sekali.
"It-itu, soalnya lihat cewenya kesakitan terus," jelas Alda memanyunkan bibirnya sambil memainkan jari-jari tangannya yang membuat Reyhan terdiam beberapa saat, ia juga seperti itu waktu pertama kalinya.
"Mendingan kamu ajarkan Queen, kami gak bakalan ganggu kok," senyum Elsa menarik tangan suami dan anaknya sekaligus di susul oleh Baim, membuat si kembar menoleh kearah keluarganya yang sudah pergi.
"Sekarang ngapain?"
Si kembar sontak menelan saliva dengan susah payah lalu menoleh serempak kearah Queen, ketiganya benar-benar tersenyum terpaksa.
"An-Anu, ka-kami pengen bobo dulu. bye-bye!" senyum mereka berlari membuat Queen tersenyum licik, ia menemukan ide buat mengerjai ketiga suaminya itu.
Ia langsung saja bergegas menuju kamar dan melihat si kembar yang sudah di tempat tidur, dengan tubuh di selimuti selimut tebal.
"Kalian kenapa? ayo buka selimutnya," bujuk Queen sehingga si kembar ketakutan sekali saat ini.
"Gak mau! kau pasti mau buka baju kami, bukan? kami gak mau bikin dedek huwa!" tangis ketiganya membuat Queen makin gemes untuk mengerjai ketiga suaminya tersebut terus.
Sreekk!
"Beneran gak mau bikin dedek gemoy? lucu loh!" senyum Queen membuat si kembar menggeleng tak mau.
"Pokoknya gak mau! kami jijik!" tangis Aldo memeluk abangnya erat. Queen langsung duduk di pangkuan Alda dan memeluk leher pria itu, membuat Alda ketakutan sekali.
"Huwa! lepaskan Abang kami! jangan apa-apakan Bang Alda!"tangis Aldi maupun Aldo melepaskan Alda dari Queen. Wajah Alda sudah memerah dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca saat ini.
"Hiks jangan apa-apakan aku!" tangis Alda membuat Queen mendengus kesal, ia juga ingin sekali punya baby gemoy tapi si kembar terlalu polos sehingga ia tak menemukan ide ataupun alasan untuk membujuk si kembar kecuali...,
Queen bergegas beranjak dari pangkuan Alda dan bergegas keluar kamar membuat si kembar langsung bergegas mengunci pintu kamar supaya istrinya tak masuk kedalam kamar mereka.
Tak lama, mereka mendengar suara ketukan membuat ketiganya merasa ketakutan sekali saat ini.
__ADS_1
Tok!
Tok!
"Tuan, ini susu hangat buat Anda,"
Mendengar penjelasan itu, langsung saja mereka bergegas menuju pintu dan melihat maid yang membawakan tiga gelas susu coklat.
"Makasih, Bibi!"
Wanita paruh baya itu mengangguk lalu bergegas pergi saat si kembar meminum susu tersebut. Tak lama, si kembar mendadak gelisah sambil mengibas baju masing-masing.
"Panas," lirih mereka membuka jas hitam masing-masing dan gak lupa melonggarkan dasi yang melilit leher masing-masing.
"Huwa! apa AC di kamar rusak?" kesal Aldi menoleh ke AC yang masih menyala seperti biasa, ia langsung saja membuka kancing bajunya sehingga menampilkan perut elastis nya. walau memiliki wajah baby face dan ia juga memiliki tubuh seperti sugar Daddy yang diminati banyak kaum hawa.
Cklek!
Ketiganya menoleh pada Queen yang masuk sambil membawa buku-buku, membuat ketiganya menelan saliva melihat leher putih Queen.
"Apa yang kalian lihat?" tanya Queen pura-pura tak tau membuat si kembar mengalihkan pandangan mereka.
"Kami gak lihat apa-apa," cicit mereka berusaha menahan kegelisahan masing-masing.
"Ada apa?"
"An-Anu...,"
"Anu apaan?"
Ketiganya tampak kesulitan bicara, ditambah tubuh mereka benar-benar kepanasan sekali saat ini.
Queen lalu duduk di sofa kamar dan sengaja memperlihatkan pahanya sedikit sambil membaca buku, membuat si kembar terdiam menatap paha mulus istri mereka itu.
"Queen, kami kepanasan!" tangis mereka langsung berhamburan memeluk Queen erat.
"Queen kami pengen Queen," lirih Alda memohon sambil terisak pelan saat ini.
"Queen," lirih mereka memohon sehingga Queen mengangguk pelan. mumpung gratis, ia mencoba tiga suami sekaligus (Ketawa jahat dulu ye ken).
Disisi lain, Reyhan dengan yang lain tampak asik menyantap makanan masing-masing karena mereka berada di sebuah restauran.
"Apakah mereka bakalan memberi kita cucu, Baby?" tanya Elsa penasaran membuat Reyhan maupun Baim menoleh.
"Rey gak tau dan gak mau tau, mungkin saja mereka bakalan berikan," balas Reyhan dengan entengnya karena tak mungkin ia menerawang si kembar saat ini.
__ADS_1
"Pasti asik kalau si kembar punya anak, Bibi," kekeh Baim sehingga Elsa tersenyum sambil mengangguk setuju.
"Papa, mau udang!" pinta Alia yang kebetulan duduk di pangkuan Reyhan karena bocah itu tak mau jauh-jauh dari Papanya.
"Bentar ya, Sayang!" senyum Reyhan mengusap kepala Alia sehingga bocah itu tersenyum senang.
"Sama aku kapan dibilang dipanggil sayang?" tanya Elsa memanyunkan bibirnya kesal membuat Reyhan menoleh.
"Elsa mau Rey panggil Sayang?" tanya Reyhan dengan polosnya sehingga Elsa mengangguk pelan.
"Udahlah, jangan romantis disini dulu. hargai Baim yang masih jomblo!" cemberutnya yang membuat Reyhan dan Elsa terkekeh kecil mendengarnya.
......................
"Benarkah pria kembar ini adalah anak dari Reyhan dan Elsa?"tanya seorang pria muda itu kaget sehingga yang lain mengangguk patuh.
"Benar, Tuan. menurut informasi yang kami dapatkan. si kembar itu terkenal polos dan belum memiliki pasangan hidup,"jelas salah satu pria berpakaian hitam itu jujur.
"Ini bakalan membuat rencana saya berhasil, dengan mengelabui si kembar. saya bakalan bisa menghancurkan sedikit demi sedikit kehidupan keluarga mereka," smirk pria itu.
"Tuan Bara, pesawat sudah siap."
"Baiklah, saya ke sana sekarang," balas pria itu sehingga bawahannya langsung pergi.
Ya, dia adalah Bara. mantan kakak kelas si kembar, pria yang juga dikalahkan si kembar saat pertandingan basket saat olahraga dulu pas SMA. Ia sangatlah dendam dengan keluarga si kembar karena keluarga si kembar, keluarganya jatuh miskin akibat semuanya memihak ke perusahaan si kembar.
Bara beranjak dari kursi kekuasaannya dan berjalan meninggalkan ruangannya karena hari ini ia bakalan ke Indonesia lagi untuk membalaskan dendam nya pada keluarga si kembar.
"Bara, kamu mau kemana?"
"Aku mau ke Indonesia, ada urusan sebentar,"
Wanita itu langsung mengalungkan tangannya di lengan Bara.
"Sayang, kita sebentar lagi mau nikah loh! kenapa kamu harus ke Indonesia?" cemberutnya membuat Bara terkekeh pelan.
"Mau ikut denganku, Rara ku sayang?" tawar Bara sehingga wanita itu mengangguk pelan.
"Yasudah, ayo berangkat sekarang karena aku tak ingin misi aku sia-sia,".
Keduanya langsung bersiap-siap untuk segera berangkat ke Indonesia.
'Gue bakalan balas semuanya, Kembar!'
Bersambung......
__ADS_1