MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 87


__ADS_3

Malam harinya, si kembar tampak asik jalan-jalan sambil mengunyah permen karet. ketiganya juga sudah minta izin buat jalan-jalan sama Queen dan sudah di izinkan.


Aldo menatap sebuah bar yang tak jauh dari mereka yang membuat Aldo penasaran sekali. apalagi mereka belum pernah kesana seumur hidup karena dilarang oleh keluarganya.


"Ayo kesana!" ajak Aldo menunjuk kearah Bar sehingga kedua abangnya ikut menoleh kearah yang ditunjuk oleh sang adik.


"Gak mau, soalnya Papa larang kita kesana karena banyak wanita jahat. terus bisa buat rumah tangga kita hancur," jelas Alda jujur.


"Iya juga sih," gumam keduanya.


Alda lalu mengajak kedua adiknya meninggalkan area itu untuk mencari mangsa di tempat tersebut, tatapan mereka terhenti saat melihat seorang wanita bersama pria paruh baya.


Si kembar tersenyum miring melihat pasangan itu hendak melewati mereka, langsung saja mereka sengaja berbicara supaya wanita itu merespon mereka dan benar saja, wanita itu menoleh kearah mereka.


"Hei, tunggu!"


Si kembar menghentikan langkahnya dan menoleh pada wanita berpakaian kurang bahan tersebut.


"Ada apa?" tanya Aldi penasaran saat melihat wanita itu menyuruh pria paruh baya tersebut pergi.


"An-Anu, bolehkah kita kenalan? soalnya aku pernah lihat kalian di luar negeri," senyum wanita itu membuat si kembar menatap sinis.


"Gak usah basa-basi, apa mau mu sekarang?" ketus Alda dingin.


"Bolehkah kita berteman? biar aku traktir kalian," ajak wanita itu sehingga Aldo mendekat, membuat wanita itu pingsan akibat menatap mata merah Aldo.

__ADS_1


"Abang, sana ambil mobil kita seret wanita ini pakai mobil terus saat kita di cegat orang ataupun polisi, kita menghilang saja,"usul Aldo.


"Ide bagus tuh, Abang ambil mobil dulu," balas Aldi bergegas berlari menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari mereka sehingga ia bisa berlari saja.


Tak lama, sebuah mobil tanpa plat nomor berhenti di dekat mereka. langsung saja Aldi keluar membawa tali membuat dua lainnya bergegas mengangkat tubuh wanita itu ke belakang mobil, mereka langsung mengikat kuat kedua lengan wanita itu menggunakan tali.


Plak!


"Eugh!" wanita itu tersadar dari pingsannya dan kaget melihat kondisinya terbaring di jalan dengan tangan yang diikat mengunakan tali.


"Lepaskan aku!".


"Gak bisa, ayo kita mulai, Bang!" ajak Aldo sehingga si kembar langsung masuk kedalam mobil, membuat wanita itu kebingungan dan tak lama, wanita itu membulatkan mata saat mendengar mobil yang sudah dinyalakan. Apalagi ia dalam keadaan terikat saat ini.


Dengan tanpa rasa kasihan, Alda melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat wanita itu berteriak kesakitan akibat tubuhnya bergesekan dengan aspal.


Aldo maupun Aldi merekam wanita itu dari kaca belakang supaya nanti abangnya bisa melihatnya, keduanya tertawa kesenangan melihat penderitaan wanita itu.


darah segar juga sudah membasahi aspal sedangkan wanita itu juga terlihat tak berdaya dan mungkin sudah tak bernyawa akibat tak tahan dengan penderitaan mereka.


"Abang! ada polisi!" panik Aldi melihat dua mobil polisi yang melaju cukup jauh dari mereka.


"Apa wanita itu sudah tewas?" tanya Alda dengan tenangnya.


"Kayaknya sudah, Bang!" balas keduanya jujur.

__ADS_1


"Kalian pergilah! nanti Abang nyusul," jelas Alda sehingga keduanya langsung menghilang sedangkan Alda melirik kearah spion mobilnya sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia juga menurunkan kaca mobil.


Tin!


Alda tersenyum miring saat salah satu mobil polisi berhenti di hadapannya, langsung saja ia menghilang dari sana sebelum ketahuan oleh polisi.


Polisi-polisi tersebut langsung menodongkan pistol kearah mobil untuk berjaga-jaga, salah satu polisi berusaha mengintip kearah jendela yang kebetulan terbuka sedikit.


"Tak ada pelaku didalam, Ketua," jelas polisi itu jujur.


"Gak mungkin, jelas-jelas mobil itu melaju kencang dan gak mungkin pelakunya kabur tiba-tiba," balas yang lain tak percaya. saat mereka menghadang mobil pun, mereka tak melihat siapapun yang keluar dari mobil mewah tersebut.


Mereka langsung mendekati mayat yang sudah bersimbah darah dengan sebagian tubuh yang sudah hancur, tak jauh dari lokasi. terlihat tiga sosok berjubah tengah duduk di sebuah pohon menatap orang-orang yang sibuk mengurus mayat tersebut.


Setelah cukup lama, ketiganya langsung menghilang dari sana sebelum disadari oleh warga.


...***...


Queen mendadak ngeri melihat rekaman di ponsel milik Aldo, wanita itu sengaja memeriksa ponsel si kembar setiap hari supaya tak ada hal-hal aneh tapi ia malah mendapati video menyeramkan.


Ia lalu menoleh pada si kembar yang sudah terlelap tersebut, ia ingin bertanya tapi kasihan karena ketiganya pulang saat jam 3 subuh, Entah kemana mereka keluyuran.


Ia meletakkan ponsel si kembar karena tak ada hal aneh didalamnya, ia tak mau si kembar mempunyai video yang merusak kepolosan mereka.


Queen lalu menyelimuti tubuh ketiga suaminya itu supaya lebih hangat, apalagi cuaca pagi ini sangatlah dingin.

__ADS_1


"Mendingan aku siapkan mereka sarapan aja," gumam Queen bergegas keluar kamar dan menutup kembali pintu kamar dengan hati-hati supaya tak membuat si kembar terbangun dari tidurnya.


Bersambung...


__ADS_2