MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 17


__ADS_3

Reyhan mengendong Elsa buat keluar dari ruangan tersebut karena kondisi Reyhan sudah mulai pulih, pemuda itu sudah bisa mengendong Elsa yang sudah tak bisa jalan tersebut. Reyhan juga masih bingung kenapa Elsa tak bisa berjalan, padahal wanita itu masih mempunyai kedua kaki dan berbeda dengan Shakira yang bisa berjalan setelah begituan.


"Wah, Mafia galak dan judes sama laki-laki bisa juga ya. manja sama Reyhan," ejek teman-temannya Elsa membuat wanita itu kaget dengan kedatangan beberapa sahabatnya tersebut. Semua sahabatnya pernah berkenalan dengan Reyhan waktu di restauran sehingga banyak yang kenal dengan Reyhan.


"Biarin Elsa manja sama Rey, berarti Elsa mencintai Rey," balas Reyhan dengan entengnya membuat wajah Elsa memerah menahan malunya saat ini.


Apalagi sekarang banyak temannya Elsa yang bersorak menertawakan dirinya.Pemuda itu langsung mendudukkan Elsa di sofa sedangkan yang lain sibuk minum-minum.


"Abang, Rey lapar!" pinta Reyhan pada Abangnya yang asik minum, walau banyak minum tetap saja Edward tak bisa mabuk sedikitpun seperti ia hanya minum air putih biasa saja.


"Baiklah," balas Edward bergegas pergi dari sana yang membuat Reyhan tersenyum lalu duduk di samping Elsa.


"Rey, mau minum gak?" tawar salah satu pria menyodorkan gelas berisi minuman keras, membuat Reyhan menoleh.


"Jangan kasih adek gue minum, kalau lo ingin selamat!"


Nyali pria itu seketika menciut dengan peringatan dari Edward karena semuanya sudah tau kalau Reyhan maupun Edward adalah iblis yang bisa saja memakan tubuh mereka.


"Emang itu minum apaan, Bang?" tanya Reyhan saat abangnya memberikan dua piring nasi goreng padanya.


"Pokoknya gak boleh minum gituan," peringat Edward yang yakin kalau seandainya adiknya itu minum, sudah pasti Reyhan langsung mabuk mendadak.


"Setelah sarapan, kalian mau kemana?" tanya Edward penasaran membuat Elsa menoleh pada Reyhan yang terdiam.


"Boleh aku bawa Reyhan ke masion aku di kota ini, Bang?"


"Boleh saja tapi jangan membuat adik saya menangis ataupun terluka," peringat Edward membuat Reyhan menoleh dengan wajah cemberutnya karena kesal.


"Abang! Reyhan ini udah gede bukan anak kecil lagi!" kesal Reyhan membuat semuanya menahan tawanya termasuk Edward.


"Kau masih bayi bagi Abang ataupun Mama dan Papa. kau itu harus dijaga ketat," kekeh Edward membuat Reyhan menoleh pada Elsa.


"Elsa, Reyhan udah gede, kan? bukan bayi lagi?" tanya Reyhan dengan mata berkaca-kaca membuat Elsa langsung memeluk Reyhan erat.


"Reyhan udah gede kok, jangan nangis!" bujuk Elsa yang membuat Reyhan tersenyum bahagia.


"Wle! Reyhan udah gede," ejek Reyhan pada Edward sambil menjulurkan lidahnya membuat Edward geleng kepala dengan tingkah dibungsu tersebut.


"Dasar kelakuan bayi!"


"Reyhan bukan bayi lagi!"


"Memang bayi!"


"Huwaa Reyhan bukan bayi!" tangis Reyhan membuat Edward panik sendiri karena sudah membuat adiknya menangis.


"Jangan nangis, kau bukan bayi!" bujuk Edward sehingga Elsa terkekeh melihat kelakuan kakak-adik tersebut.


"Hiks Rey bukan bayi, kan?" tangis Reyhan memeluk Elsa erat membuat Elsa menggeleng.


"Reyhan bukan bayi kok, tapi bayi kecilnya aku," senyum Elsa mengusap air mata Reyhan pelan membuat pemuda tersebut menoleh.


"Hiks bukan bayi," isak Reyhan lagi.


"Cuman Bayi kecilnya aku saja," jelas Elsa sehingga Reyhan mengangguk kecil.

__ADS_1


"Abang gak di peluk, nih?"Reyhan menoleh lalu menggeleng tak mau.


"Abang udah gede, umurnya udah 1 abad," sinis Reyhan membuat semuanya melongo dengan umur Edward. padahal pria itu terlihat seperti umur 25 tahunan dan Reyhan seperti umur 20 tahunan.


"Wah, ada kakek muda nih!"


Edward yang mendengarnya pun menoleh membuat nyali semuanya menciut karena ketakutan sekali.


"Elsa ayo pergi aja, bosan lihat Abang marah-marah mulu,"bisik Reyhan sehingga Elsa mengangguk.


Reyhan mempererat pelukannya dan menghilang dari sana membuat Edward kesal dengan tingkah adiknya yang tak pamit padanya.


Disisi lain, keduanya muncul disebuah masion yang begitu mewah membuat Reyhan kagum.


"Masion nya hampir sama besar sama masion milik Abang,"jelas Reyhan sehingga Elsa terkekeh kecil.


Elsa lalu menarik tangan Reyhan memasuki masion dalam keadaan tak bisa berjalan dengan baik, sesekali Reyhan membantu wanita itu berjalan.


"Ngapain pulang?"


Elsa maupun Reyhan menoleh dan melihat wanita yang mungkin seumuran dengan Elsa, wanita itu tampak menatap tajam kearah Elsa.


"Terserah gue, dong! ini masion milik gue," ketus Elsa dingin membuat wanita itu memutar mata malas lalu menoleh pada Reyhan.


'Tampan banget,' batin nya.


Reyhan yang mendengar itu pun menatap gadis itu yang tersenyum padanya.


"Rey, kita sarapan aja yuk," ajak Elsa sehingga Reyhan mengangguk dan mengendong Elsa menuju dapur yang diarahkan oleh Elsa.


"Rey gak suka namanya selingkuh, Rey hanya cukup satu wanita saja," balas Reyhan jujur.


...****************...


"Reyhan, kamu mandi sana!"Reyhan yang asik ngemil pun menoleh pada Elsa yang menuruni tangga.


"Rey gak punya baju ganti," jawabnya saat Elsa duduk di sampingnya.


"Di lemari aku ada celana traning dan baju kaos besar, pakai aja itu dulu," suruh Elsa mencium pipi Reyhan.


"Baiklah," balasnya langsung bergegas menuju lantai atas.


"Siapa itu, Kak?"


"Bukan urusan lo," ketus Elsa sambil mengeluarkan ponselnya.


"Gue bilang Mama ya, kalau Kakak bawa cowok kesini!"


"Sana lapor! gue gak peduli sama Mama lo itu. lagian, gue gak anggap lo sebagai adik dan Mama lo itu hanya perusak rumah tangga Mama gue aja," ketus Elsa membuat Vania menahan kesalnya.


Elsa yang udah kesal pun langsung menyusul Reyhan menuju lantai atas.


"Awas aja, gue bakalan rebut apa yang kau miliki," smirk Vania.


Elsa memasuki kamar dan melihat Reyhan yang masih mencari pakaian yang dimaksud tadi.

__ADS_1


"Biar aku cariin, sana mandi!"


"Baiklah," senyum Reyhan bergegas menuju kamar mandi untuk mandi sedangkan Elsa mencari pakaian untuk di pakai Reyhan nanti.


...****************...


"Mama, Kak Elsa bawa cowok kesini!" lapor Vania saat Mama kandungnya pulang dari mall setelah menerima telpon dari anaknya.


"Mana Elsa?" tanya Fitri penasaran.


"Dilantai atas, cowoknya keren banget, Ma. Vania mau cowok itu,"


"Mama mau lihat dulu," jelas Fitri bergegas menuju lantai atas untuk melihat seperti apa cowo yang dibilang putri kesayangan nya itu.


Tok!


Tok!


"Elsa, buka pintunya!"


Cklek!


Wanita paruh baya itu bungkam melihat Reyhan yang membuka pintu kamar sambil mengeringkan rambut mengunakan handuk kecil.


"Ada apa sih, Tante!" kesal Elsa menarik tangan Reyhan supaya tak dekat-dekat dengan dua manusia parasit tersebut.


"Siapa pria itu dan kenapa kamu bawa kesini?" tanya Fitri tajam sedangkan Vania tersenyum karena mengira Reyhan naksir padanya, saat pria itu menoleh padanya.


"Dia calon suami aku, terserah aku bawa dia kesini. lagian, masion ini milik aku bukan Tante sama anak Tante," sinis Elsa menatap tajam lalu menarik Reyhan untuk berdiri di balik pintu saat menyadari Vania yang tersenyum kearah Reyhan.


"Saya ini Mama kamu, Elsa!"


"Mama saya cuman satu, Mama Windi. sana pergi!" usir Elsa menutup pintu kamar tersebut.Elsa lalu menoleh pada Reyhan yang tersenyum padanya.


"Ngapain buka pintu dengan penampilan kayak gitu? yang boleh lihat ketampanan kamu cuman aku, gak boleh yang lain!"omel Elsa mencubit hidung Reyhan gemes.


"Berarti Reyhan harus jelek di depan orang lain,"


"Gak gitu juga konsepnya, Baby!"


"Terus?"


"Lupakan saja dan sekarang aku sisir rambut kamu!" suruh Elsa sehingga Reyhan menurut dan mengikuti Elsa menuju ranjang.


Disisi lain.


"Mama, Vania mau Pria itu! dia gak cocok jadi suaminya Kak Elsa," jelas Vania memohon.


"Mama akan pikirkan sesuatu dulu,"


"Baiklah," pasrah Vania yang sudah tak sabar buat miliki Reyhan apalagi tatapan pria itu sangatlah tajam dan manis.


Bersambung......


follow akun aku ya biar ngk ketinggalan ceritanya

__ADS_1


__ADS_2