MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 33


__ADS_3

Alda begitu tak bisa tidur saat ini, ia berjalan menuju balkon yang diikuti oleh kedua adiknya tersebut.


"Abang, itu suara apa? kenapa bilang ahh terus?" tanya Aldo penasaran.


"Abang gak tau," balas Alda lalu mencari sebuah batu yang ada di balkon kamarnya, ia langsung saja melempar batu tersebut ke jendela rumah tersebut, membuat suara-suara tersebut berhenti.


"WOI, APA-APAAN KALIAN?!"


"BERISIK!" teriak Aldi mengunakan bahasa Indonesia nya.


Orang itu langsung menutup pintu, membuat si kembar makin kesal sekali lalu bergegas keluar kamar.


"Mau kemana kalian?" tanya Elsa penasaran sekali.


"Mau usir orang disebelah!" balas Alda jujur sambil berlari pergi, membuat Elsa penasaran lalu bergegas menuju kamar anaknya dan menuju balkon.


Ia melihat ketiga putranya teriak di rumah tetangga.


"Mereka ngapain?" gumam Elsa bergegas menyusul anak-anak nya itu sebelum orang-orang lain terbangun akan keributan tersebut.


"Hei, kalian ngapain marah-marah kesini?" tanya Elsa menarik tangan anaknya itu.


"Mama, Alda kesal karena mereka berisik! terus bilang Ahh kuat-kuat," jelas Alda dengan polosnya membuat yang lain mengangguk.


"Kalau mereka nyanyi kayak anak kecil, mendingan mereka buat konser aja ditempat lain," kesal Aldo membuat Elsa menepuk jidat, otak anak-anak bisa-bisa dikotori oleh tetangga gak ada akhlaknya ini.


"Ada apa kesini, hah?" Elsa menoleh dengan tatapan tajamnya.


"Kalian bisa tenang, gak? ini udah malam kalau mau ngedesah jangan kuat-kuat, bisa-bisa putra kembar saya gak polos lagi gara-gara kau!" bentak Elsa tajam.


"Putra?" beo pria itu karena tak menyangka ada wanita muda yang memiliki 3 putra yang sudah dewasa.


"Iya, putra saya! kalau kau berisik lagi, jangan harap lihat matahari pagi besok!" ancam Elsa menarik tangan ketiga putranya buat pergi dari sana.


Tin!


Langkah mereka pun terhenti saat sebuah mobil mewah berhenti di dekat mereka. Elsa kaget melihat pria berjas keluar dari mobil.


"Astaga, sahabat gue!" pekik Elsa memeluk sahabat nya tersebut, sehingga si kembar langsung menarik Mamanya dari pria yang tak mereka kenal tersebut.


"Buset dah, lo masih muda! pasti Reyhan yang bikin lo muda terus, kan?" tanya Fadli kaget sehingga Elsa mengangguk.


"Owh iya, kenalin ini anak-anak gue," senyum Elsa sehingga Fadli menoleh pada si kembar tiga yang menatap tajam kearah nya.


'Buset, tatapannya tajam amat kek bapaknya,' batin Fadli takut.


"Siapa aja namanya?"


"Ini Alda da..."


"Aku Aldi, Ma!" kesal Aldi cemberut membuat Elsa terkekeh kecil.


"Gue gak bisa bedain mereka," bisik Elsa jujur.


"Kenapa lo gak bisa bedain mereka? nih pada anak kandung lo!" kaget Fadli.


"Gue gak paham, selalu lupa ingatan kalau cari ciri-ciri mereka bertiga," balas Elsa jujur.


"Owh iya, Alda anak pertama, Aldi anak kedua dan yang ketiga di bungsu namanya Aldo. kalau gak salah, ini yang bungsu,"tutur Elsa menarik tangan Aldo, membuat laki-laki itu tersenyum lalu memeluk Mamanya.

__ADS_1


Nahkan, kagak salah pilihan gue!


Nih anak, anak paling bungsu!.


"Sifat mereka ngikut bapaknya ya?" tanya Fadli penasaran.


"Ngikut semuanya! gak ada bedanya bisa dikatakan sebelas-sebelas," jawab Elsa sedangkan si kembar tampak hanya bisa melongo karena tak paham dengan pembicaraan Mamanya tersebut.


"Mama bicara apaan sih? kami gak paham," jelas Alda dan Aldi serempak.


"Kagak bisa bahasa Indonesia juga?" tanya Fadli lagi sehingga Elsa menggeleng.


"Mereka kagak bisa cuman satu ataupun dua kata saja yang dipahami mereka, karena itu gue suruh mereka buat belajar bahasa Indonesia sebelum gue sekolahin mereka di SMA disini," jelas Elsa membuat Fadli mengangguk paham.


"Besok bawa saja mereka ke rumah gue, istri gue bakalan ajarin mereka berbicara dengan mudah," tawar Fadli.


"Baiklah, besok gue bawa mereka kesana," balas Elsa.


"Gue pulang dulu, sana masuk sebelum suami lo ngambek!"tawa Fadli bergegas menuju mobilnya sedangkan Elsa langsung membawa si kembar buat masuk.


"Mama, tadi siapa?" tanya Aldo penasaran.


"Dia itu teman kecil Mama, dia juga pernah menikah dengan Shakira untuk membalaskan dendam sekaligus membebaskan Papa kalian," jelas Elsa membuat si kembar mengangguk paham.


"Sana tidur, biar besok Mama antar ketempat pria tadi supaya kalian bisa bicara bahasa Indonesia,".


"Baik, Ma!" balas mereka lalu bergegas pergi menuju lantai atas sedangkan Elsa memasuki kamar untuk beristirahat.


......................


Keesokan harinya, si kembar menatap rumah bertingkat dua yang tak sebesar masion milik mereka sedangkan Elsa menarik tangan si kembar buat masuk ke rumah tersebut.


"Astaga, Elsa!" pekik wanita paruh baya memeluk Elsa, sedangkan Aldi menoleh pada wanita yang menabraknya di mall waktu itu. Kalau bukan anak teman Mamanya, sudah ia bully habis-habisan.


"Kamu tau saja, ini semua karena kesayangan aku yang gak mau aku terlihat tua," balas Elsa dengan entengnya.


"Owh iya, titip si kembar buat belajar ya, soalnya aku mau ke kantor nya Reyhan," senyum Elsa sehingga Tua mengangguk.


Langsung saja Elsa mencium kening ketiga putranya dan bergegas pergi, sehingga si kembar menoleh pada Mamanya yang sudah pergi.


"Loh? kembar tiga? Ma, kenapa bule-bule ini disini?" Si kembar menoleh pada seorang gadis berpakaian tomboy tersebut mendekat.


"Mereka anaknya teman Mama, mereka kesini mau belajar bahasa Indonesia biar bisa sekolah disini," senyum Tia membuat gadis itu menatap tajam kearah pria kembar tersebut.


"Awas saja mereka masuk ke sekolah aku, aku bully dia habis-habisan,"


"Laila jangan begitu! kalau kamu membully mereka, kamu dalam masalah!" bentak Tia supaya putrinya itu tak melakukan hal yang tidak-tidak pada sikembar, apalagi mengingat Orang tua si kembar yang cukup membuatnya ketakutan.


Elsa adalah mantan Mafia sadist dan Reyhan adalah iblis.


Tak terbayangkan olehnya kalau Laila membully ketiga anak sahabatnya itu.


"Mama kok bentak aku, sih?"


"Ikut Mama sebentar!" pinta Tia menarik tangan Laila sedangkan si kembar kebingungan karena tak tau harus apa sekarang.


"Mama apa-apaan sih? Mama mau bilang apaan?"


"Jangan pernah membully ketiga pria itu,"

__ADS_1


"Why?"


"Mama kasih tau, Mama mereka itu mafia sadist dan kalau kamu juga berurusan dengan Papa mereka. mendingan kamu harus mikir 2 kali," peringat Tia pelan membuat Laila kebingungan.


"Memangnya Papa mereka siapa?" tanya Laila penasaran sehingga Tia mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto nya bersama saat di markas.


"Pria ini adalah Papa mereka,"


"Loh? Bang Reyhan?" kaget Laila.


"Kamu kenapa mengenalnya?" selidik Tia penasaran.


"Waktu itu Laila goda dia supaya jadi pacarnya Laila, tapi Bang Reyhan menatap sinis terus lalu pergi gitu saja," jelas Laila dengan jujurnya, karena ia sempat bertemu dengan Reyhan entah dimana waktu itu.


"Dia itu sudah tua, Laila! dia itu punya istri dan si kembar itu adalah anak mereka. walau mereka itu terlihat muda, umur mereka sudah tua dan jangan jadi perusak hubungan rumah tangga mereka. Mama mohon sama kamu," jelas Tia yang tak habis pikir dengan anaknya yang kecentilan ini.


"Jangan dekati keluarga si kembar lagi, khususnya Papa mereka,".


"Baik, Ma" pasrah Laila lalu pergi dari sana.


...****************...


Kini di kembar tampak berusaha membaca buku bahasa Indonesia, ketiganya sudah mulai bisa membaca buku.


"Tante, Alda su-sudah bisa mem-bacanya," tutur Alda yang juga mulai berusaha bicara dengan bahasa Indonesia walau sedikit gagap.


"Kalian memang pintar, belum cukup satu hari udah bisa ngomong bahasa Indonesia," kekeh Tia yang bicara pelan supaya dipahami oleh sikembar.


"Ten-Tentu, kami ing-ingin sekolah," timpal Aldi tersenyum kecuali Aldo yang masih sibuk membaca buku. pria itu begitu penasaran sekali membaca tulisan tersebut tanpa menghiraukan obrolan semuanya.


"Ini Tante punya buku, kalian bisa membacanya biar lebih lancar berbahasanya," senyum Tia memberikan sebuah novel yang isinya tak ada unsur dewasa, karena tak ingin menodai otak anak sahabatnya yang polos tersebut.


"Makasih, Tante," balas ketiganya senang.


Tok!


Tok!


"Laila, buka pintu dan lihat siapa yang datang!"


"Baik, Ma!"


Disisi lain, Reyhan menunggu seseorang membukakan pintu karena ingin menjemput ketiga putranya.


Ckelk!


Reyhan menatap malas pada wanita tempo hari yang selalu mengejarnya.


"Papa!"


Ia lalu menoleh pada si kembar yang langsung memeluk Reyhan seperti biasa.


"Tia, makasih udah ajarin anak saya belajar ya," senyum Reyhan sehingga Tia mengangguk sedangkan Laila tak menyangka kalau pria yang ia kejar adalah Papa nya si kembar.


"Sama-sama, anak kamu juga cepat belajarnya dan sudah mulai bisa berbicara tanpa bahasa Belanda lagi. tapi, ngomongnya harus pelan-pelan supaya dipahami oleh mereka,"


"Baiklah, saya pamit dulu buat bawa mereka pulang,"


"Hati-hati!"

__ADS_1


Reyhan hanya mengangguk lalu menarik ketiga anaknya itu pergi.


Bersambung......


__ADS_2