
Perlahan Elsa mulai membuka matanya dan menatap sekelilingnya yang sudah gelap sekali, ia berusaha beranjak duduk sambil memegangi dadanya yang baik-baik saja.
"Kau akhirnya sudah bangun,"
Elsa sontak menoleh dan melihat sosok berjubah yang mendekatinya.
"Bu-bukannya aku tadi di bu-bunuh?" gagap Elsa ketakutan sekali saat banyak melihat sosok berjubah mendekatinya.
"Kamu memang dibunuh tapi, Airin sengaja supaya bisa menyerahkan semua kekuatannya sama orang yang sudah mati. dia melakukan itu supaya kamu bisa melindungi keempat pria polos tersebut," jelas salah satu iblis membuat Elsa terdiam lalu menatap tubuhnya yang sudah memakai jubah seperti yang lain.
"Kenapa dia memberikan kekuatannya padaku?"
"Dasar! gak mungkin juga dia yang melindungi keluarga kamu, ditambah dia bukan siapa-siapa kalian. sehingga dia menyerahkan semua kekuatannya pada kamu supaya bisa melindungi keluarga kamu,".
"Te-terus, Airin?"
"Setelah menyerahkan semua kekuatannya, dia sudah menghilang karena tugasnya sudah selesai,"Elsa yang mendengar itu begitu sedih sekali.
"Sekarang kamu pulanglah, kami yakin kamu bisa mengendalikan kekuatan kamu sendiri," jelas iblis itu lalu menghilang membuat Elsa kebingungan saat ini.
"Elsa!"
Elsa menoleh dan melihat Reyhan yang mendekat sehingga wanita itu langsung bergegas memeluk prianya erat.
"Aura Elsa begitu kuat, Elsa sudah jadi iblis sekarang," kekeh Reyhan membuat Elsa mengangguk pelan.
"Ta-Tapi, Airin...,"
"Dia juga sudah cerita sama Rey waktu di kantor tadi siang, dia minta izin buat membunuh kamu dan menyalurkan semua kekuatannya pada kamu. Ia ingin hidup tenang karena ada masalah yang ditutupi nya," ungkap Reyhan jujur, membuat Elsa terdiam beberapa saat.
Reyhan lalu menarik Elsa buat pergi dari sana, ia ingin mengajak wanita nya itu jalan-jalan dan mengajari istrinya mengunakan kekuatan nya.
Disisi lain, si kembar tampak asik bermain game sambil memakan cemilan masing-masing ditambah game mereka lagi seru-serunya.
Tak!
Deg!
__ADS_1
Ketiganya langsung melempar ponsel masing-masing dan bergegas bersembunyi di balik selimut, mereka takut sekali dengan kegelapan saat ini setelah melihat film horor waktu itu.
Mereka menyesal menonton film Indonesia dan sekarang mereka malah ketakutan sediri, takut kalau seandainya hantu-hantu itu jumpscare dihadapan mereka.
"Abang takut," lirih Aldo sehingga kedua abangnya itu langsung memeluk erat tubuh adiknya yang selalu tidur di tengah mereka, dengan berpelukan seperti ini. rasa takut mereka mulai menghilang karena sama-sama melindungi.
"Mama kemana sih? padahal udah malam, Mama gak pulang-pulang," tanya Aldi penasaran karena Mama mereka tiba-tiba menghilang dan sekarang, Papa mereka sedang mencari keberadaan Mama.
Tak lama, lampu kembali hidup sehingga ketiganya menyibak selimut sambil menghela nafas lega sekali.
Tin!
Ketiganya menoleh kearah ponsel milik Aldo, langsung saja Aldo mengambil ponsel tersebut dan melihat pesan dari Celine.
"Abang, Celine minta kita bertemu sama dia! ayo!" ajak Aldo sehingga kedua abangnya mengangguk dan menghilang dari kamar tersebut. Ketiganya tiba di sebuah taman yang cukup ramai.
"Itu Celine!" tunjuk Alda sehingga kedua saudaranya menoleh, langsung saja mereka mendekati Celine tapi mendengar obrolan Celine dengan Bagas pun mereka menghentikan langkah. Mereka penasaran dengan obrolan kedua orang itu karena auranya terlihat serius saat ini.
"Abang, apa mereka mau menerima keputusan aku ini? aku takut mereka kecewa sama aku,"
"Kamu harus jujur sama mereka, daripada mereka marah saat tau semuanya!"
Deg!
Si kembar yang mendengar itu pun terdiam dengan wajah yang terlihat sedih sekali, Alda menepuk kedua bahu adiknya itu sehingga mereka kembali menghilang dari sana.
......................
Si kembar tampak tak bersemangat sekolah lagi setelah mengetahui semuanya semalam, ditambah mereka juga melihat semua kebenaran dari pikiran Celine.
Cklek!
"Ya ampun, kalian kenapa gak sekolah? ini sudah jam 7 loh!"jelas Elsa menarik selimut putranya itu.
"Kami gak mau berangkat sekolah!" balas mereka menutupi seluruh tubuh mereka mengunakan selimut tebal.
"Kalian bertiga kenapa? cerita sama Mama sekarang," bujuk Elsa duduk di tepi tempat tidur.
__ADS_1
"Gak mau!" tolak mereka setelah diam.
"Ayolah, jangan sembunyikan sesuatu dari Mama!" bujuk Elsa menarik ketiga tangan ketiga putranya itu untuk duduk.
"Sampai-sampai kalian mogok sekolah kayak gini,".
Alda lalu menjelaskan semuanya pada Elsa, membuat wanita itu diam menyimak penjelasan Alda,Elsa tersenyum.
"Udah Mama bilang, kalian itu harus fokus sekolah dan gak usah suka-suka dulu. mungkin, Celine bukan jodoh kalian,"senyum Elsa membuat ketiganya langsung memeluk Elsa.
"Kami gak suka dibohongin," lirih Aldi menahan tangis.
"Sudah-sudah, mendingan kalian siap-siap buat sekolah dan ingat, gak boleh suka-suka dulu! kalian harus fokus sekolah hingga lulus," bujuk Elsa tersenyum.
"Baik, Ma!" senyum mereka lalu bergegas pergi buat bersiap-siap sekolah.
......................
Si kembar menghentikan laju motornya di sebuah perusahaan, ketiganya langsung bergegas turun dan langsung memasuki perusahaan tersebut untuk bertemu seseorang. Mereka tak menghiraukan beberapa orang yang menunduk kearah mereka.
"Selamat siang, Tuan kembar. ada keperluan apaan kalian kesini?" tanya pria paruh baya mendekat sehingga si kembar menoleh lalu menyodorkan semua surat-surat yang pernah diberikan buat mereka.
"Kami gak mau semua ini lagi,"
"Ta-Tapi, Nona Celine memi...,"
"Kami gak peduli lagi, kalau kau ingin kasih ke siapapun. silahkan! semuanya saya berikan dan tak ada satupun yang kami ambil," jelas Aldi meletakkan surat-surat itu keatas meja dengan kasar.
"Perintahkan juga semua bawahan Celine untuk tidak mengurus hidup pribadi kami atau kami tak segan-segan membunuh semuanya," tekan Alda lalu pergi yang diikuti kedua adiknya tersebut.
Si kembar sengaja datang kesini setelah sepulang sekolah, mereka sudah tak ingin berurusan apa-apa lagi dengan wanita karena mereka ingin fokus sekolah terus kuliah dan bekerja, mereka tak ingin memiliki hubungan dengan wanita kalau berakhir seperti ini.
Mereka tak ingin sakit hati lagi. disaat mereka sudah mulai nyaman, entah kenapa mereka malah merasakan sakit hati.
Mereka memang polos, apakah kepolosan mereka bisa dimainkan?
Cinta? mereka membenci kata itu.
__ADS_1
Bersambung.....