MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 65


__ADS_3

5 tahun berlalu...


Trakk!


"Tolong!" tangis seorang wanita sambil menyeret kakinya yang terkilir, ia benar-benar ketakutan dan berusaha meminta tolong pada siapapun tapi tak ada satupun orang yang ia temui.


Trakkk!


Wanita itu kembali mendengar suara benda keras yang diseret ke aspal, ia sudah yakin kalau itu adalah orang kejam tersebut. saat ia menoleh kebelakang, ia sama sekali tak menemukan siapapun.


Brukh!


Wanita itu sontak kaget saat menabrak seseorang, ia menoleh dan melihat seorang pemuda yang tersenyum manis padanya.


"Mau kabur kemana?" tanya nya sambil mengusap pipi mulus sang wanita.


"Akhirnya ketangkap juga, Dek!"


Wanita itu kembali menoleh dan melihat dua orang yang juga mirip mendekat sambil membawa dua kapak besar ditangan masing-masing, ia kira dikejar satu orang dan ternyata adalah pria kembar tiga yang wajahnya sangatlah mirip sekali.


"Iya, Bang. soalnya nih cewek jalannya lambat!" kekeh Aldo jujur.


"Am--ampun jangan bu--bunuh saya hiks," isak wanita itu memohon membuat ketiganya menoleh.


"Gak bisa gitu, Kakak. kami nih baru pulang dari Amerika tadi sore, kami mampir buat cari mangsa dan masa kami lepasin gitu aja. Kakak tau, kami gak bisa bunuh orang di Amerika soalnya kami sibuk kuliah terus," curhat Alda jujur.


"Betul, Kak. kami capek lanjutin S3 kami dan tugasnya makin banyak. padahal, kami masih muda loh! masih umur 22 tahun malah disuruh sampai S3 sama Mama. makanya kami gak bisa bunuh orang, sekarang Kakak adalah mangsa pertama kami," senyum Aldi sehingga Aldo mengangguk.


"Hiks biarkan aku lepas," pinta nya memohon.


Bugh!


Alda melayangkan kapak itu hingga kepalanya putus sedangkan kedua adiknya memukulkan kapak itu ketubuh sang wanita hingga hancur lebur.


Setelah puas, keduanya menatap kagum kearah mayat yang sudah hancur tersebut.


"Abang, ayo pulang! Aldo ngantuk dan juga kangen lihat Adek. soalnya kita pergi saat adek umur satu tahun. mungkin sekarang udah besar," jelas Aldo.


"Yasudah ayo! kita ambil koper dulu dan pulang,"


Keduanya mengangguk lalu mengikuti Alda menuju koper mereka yang disembunyikan tak jauh dari mereka. Setelah mengambil koper masing-masing, mereka langsung menghilang dari sana dan muncul di halaman masion.


"Dah kangen banget!" jerit ketiganya langsung berlari memasuki masion sambil menarik koper masing-masing.

__ADS_1


"Kalian ciapa?"


Ketiga pria itu menoleh pada anak kecil yang asik main boneka tersebut. Bocah itu memiliki iris mata yang merah dari lahir sehingga sulit diubah ke warna mata seperti mereka semua. mungkin, itu mata asli bocah berumur 4 tahunan tersebut.


"Wah, anak Mama udah pulang!"


Ketiganya menoleh dan langsung berhamburan memeluk Mamanya erat.


"Kami kangen Mama!" senang si kembar membuat Elsa terkekeh pelan saat ini.


"Kangen Mama saja?"


"Kangen Papa juga!" senang si kembar juga memeluk Reyhan.


Sedangkan bocah manis itu hanya menatap bingung dengan laki-laki asing baginya, maklum saja karena ia tak pernah melihat ketiga abangnya sedari kecil karena si kembar sibuk kuliah diluar negeri.


"Mama, itu adek kan?" tanya Alda sehingga Elsa mengangguk.


"Selamat malam, Dek! kami Abang kamu," senyum Aldi mengendong bocah itu membuat gadis kecil itu terdiam karena masih bingung.


"Hiks Mama!" tangis nya memberontak sehingga Elsa langsung mengendong anaknya tersebut membuat si kembar cemberut.


"Kami bukan hantu, kenapa nangis?" kesal Aldi.


"Eh, btw kapan kalian punya calon istri?".


"Mama, kami gak mau nikah! kami mau fokus kerja setelah ini,"kesal Aldo cemberutnya.


"Udah, jangan bahas gituan. lagian, mereka masih bisa nikah saat umur ratusan. gak harus sekarang juga," ejek Reyhan membuat si kembar tersenyum sedangkan Elsa menatap kesal pada suaminya yang selalu mendukung si kembar.


"Baby, umur mereka sudah pantas buat punya kekasih!" jelas Elsa kesal.


"Mama, kalau bantah perkataan Papa itu dosa loh!" tawa si kembar membuat Elsa makin kesal.


"Sudah-sudah, kalian sarapan sana! terus istirahat biar gak capek," suruh Reyhan sehingga ketiganya mengangguk lalu bergegas pergi.


"Kalian pisah kamar!" teriak Elsa.


"Gak mau!" tolak ketiganya.


'Untung sayang,' batin Elsa berusaha sabar dengan ketiga anaknya itu.


...----------------...

__ADS_1


Pagi harinya, si kembar tampak sibuk memakan sarapan paginya yang sudah disiapkan oleh Mama mereka, apalagi hari ini mereka akan ke kantor Papanya untuk lihat-lihat.


Sekaligus mereka juga ingin kerja di kantor sang Papa sebelum dijadikan CEO resmi di kantor.


"Udah selesai? Papa kau berangkat sekarang,"


"Udah, Pa!" balas mereka serempak lalu mengambil buah di atas meja dan tak lupa pamit sama sang Mama. Setelah itu mereka langsung menuju mobil Papa mereka karena berangkat bersama-sama.


"Papa, apa gak ada yang curiga kalau Papa masih saja terlihat muda?" tanya Alda sambil memakan apel hijau kesukaannya itu.


"Ada yang curiga sih, tapi mereka berpikir kalau Papa operasi plastik sehingga terlihat muda terus. Apalagi Papa punya banyak uang saat ini," jelas Reyhan dengan jujur.


"Pasti banyak yang godain Papa ya?!" tanya Aldo membuat Reyhan terkekeh pelan.


"Banyak banget. tapi, kalau kalian bekerja, kalian harus hati-hati karena rencana mereka itu licik ditambah kalian belum punya istri," peringat Reyhan, awalnya ia hampir terkena juga dan untung saja Elsa datang tepat waktu. sejak kejadian itu, Elsa mengajarkan kepada semua yang tak ia ketahui sekaligus mengajarkannya bersikap lebih dewasa.


Sehingga ia sekarang tak dibilang polos lagi sama orang-orang sehingga sulit menjebaknya.


Sesampai di kantor, mereka semua disambut ramah oleh karyawan perusahaan. Reyhan sama sekali tak peduli dan memilih melanjutkan jalannya yang diikuti oleh si kembar dari belakang.


"Astaga, apa itu anak atasan kita?"


"Sepertinya iya, saya dengar kalau Bos Rey memiliki tiga putra kembar yang sedang kuliah,"


"Astaga, keluarganya muda semuanya! moga saja salah satu anaknya berjodoh dengan gue,"


Si kembar yang bisa mendengarnya hanya bisa diam karena juga tak tertarik dengan wanita. Mereka yakin kalau memiliki mereka hanyalah karena harta bukan cinta yang tulus.


Cklek!


Ketiga pemuda itu menatap ruangan yang cukup mewah dan luas.


"Ini ruangan kalian buat nanti saat kalian kerja disini, Papa ingin pisahkan ruangan kalian tapi nanti kalian bakalan bandel buat bersatu lagi," jelas Reyhan membuat si kembar tersenyum.


"Makasih, Papa! Papa selalu ingat kalau kami gak suka di pisahin," senyum mereka membuat Reyhan terkekeh lalu mengusap kepala anak-anak nya tersebut.


"Papa, apa semua wanita itu sama? didepan kami terlihat baik tapi dibelakang kami jahat dan ingin manfaatkan kami saja,"lirih Alda jujur.


"Gak semuanya kayak gitu tapi kalian harus hati-hati memilih pendamping hidup, jangan mudah terbawa suasana akan rayuan wanita," jelas Reyhan lembut membuat si kembar kembali menoleh.


"Terus kami harus apa?" tanya mereka penasaran.


"Pura-pura lemah dan jangan gunain kekuatan kalian, bersikap layaknya manusia biasa dan satu lagi. jangan terlihat seperti orang kaya, berpenampilan seperti orang sederhana," jelas Reyhan membuat si kembar mengangguk paham sekarang.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2