MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 27


__ADS_3

Kita skip aja ya...


17 tahun kemudian


BRAK!


Tiga bersaudara itu tersentak kaget saat kepsek itu mengebrak meja dengan sekuat tenaga, pria paruh baya itu benar-benar tak sanggup mendidik ketiga pria kembar tersebut lagi.


"Kalian berani-beraninya membentak saya!" sentak Kepsek tersebut tajam membuat kembar tiga menoleh dengan tatapan dinginnya.


"Kakak kelas itu yang salah, Buk! buat apaan kami diam saat saudara kami dipukul habis-habisan, karena itu kami membalasnya," ketus Alda sehingga Aldi mengangguk, keduanya sama-sama tak terima kalau sang adik dipukul karena masalah cewek.


"Panggil Papa kalian hari ini juga!"


"Buat apaan, yang nanti anda bakalan tergila-gila melihat Papa kami," ketus Aldo sambil mengusap sudut bibirnya yang memar akibat pukulan dari Kakak kelasnya itu.


"Saya tak akan tergila-gila, cepat panggil!' bentak Kepsek cantik yang berusia 40an tersebut tajam.


wanita itu benar-benar sudah muak dengan kelakuan ketiga pria kembar tersebut. Alda langsung mengeluarkan ponselnya untuk menelpon Papanya, semoga saja sang Papa tak sibuk sehingga bisa datang ke sekolah saat ini.


"Papa kami sebentar lagi bakalan datang," ketus Alda sambil memasukkan ponselnya kedalam saku jaketnya.


Tak lama, pria bermasker pun datang sehingga semuanya mempersilahkan orang itu masuk dan duduk di dekat di kembar. Pria itu langsung membuka maskernya membuat beberapa guru perempuan kaget.


"Anda saudaranya si kembar?" tanya Kepsek itu penasaran sehingga Reyhan menoleh dengan tatapan dinginnya.


"Saya Papa kandung mereka, ada masalah apa sampai memanggil saya kesini?" tanya Reyhan membuat semua guru melongo dan menatap Reyhan sekaligus si kembar. semuanya seolah-olah tak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini.


"Anda serius?"Reyhan mengangguk.


"Kalau kalian gak percaya, kalian bisa tes DNA kami. mereka bertiga anak kandung saya," jelas Reyhan dengan entengnya.


"Katanya gak bakalan tergila-gila, sekarang malah natap Papa kami kek gitu," sinis Aldi membuat Kepsek tersebut menahan malunya.


wanita berstatus janda itu mendadak salah tingkah karena ketahuan menatap Papa si kembar yang sangatlah muda.

__ADS_1


"Urus semua surat-surat kepindahan putra saya, karena saya akan membawa mereka ke Indonesia 2 hari lagi," ketus Reyhan begitu dingin, membuat guru-guru itu saling pandang dan menoleh pada Kepsek yang bungkam.


"Ba-Baik," balas Kepsek tersebutlah mengangguk.


"Ayo pulang!"


"Papa, bibir Aldo memar karena di pukul Kakak kelas," lapor Aldo langsung mendekati Reyhan.


"Orang itu bakalan sakit parah," balas Reyhan dengan tenangnya membuat si kembar tersenyum puas mendengar perkataan sang Papa.


Si kembar langsung keluar dari ruangan kepsek membuat beberapa siswi menoleh pada di kembar yang keluar dari ruangan kepsek bersama pria tampan berjas hitam tersebut.


"BYE SEMUA, KAMI BERTIGA MAU PAMIT PINDAH SEKOLAH!"teriak Aldo yang memiliki sifat Bar-bar seperti Elsa sedangkan sifat Reyhan? semuanya diborong oleh si kembar.


Reyhan langsung menarik telinga Aldo, membuat pria tersebut meringis kesakitan. sedangkan Alda dan Aldi hanya tertawa puas melihat sibungsu yang kena jeweran dari sang Papa.


"Jaga sikap kamu, Aldo!"


"Iya, Pa. lepasin dulu,"


"Cepat ambil tas masing-masing setelah itu pulang!"


"Baik, Pa!"


Reyhan menatap si kembar yang berlarian menuju kelas untuk mengambil tas masing-masing, ia juga sempat mendengar beberapa siswi yang berusaha membujuk si kembar untuk tidak pindah sekolah. Reyhan bergegas memasuki mobil dan meninggalkan area sekolah anaknya itu untuk menuju kantor karena sebentar lagi akan meeting.


...****************...


Sesampai di rumah, suasana sepi mendadak heboh setelah kepulangan si kembar tersebut.


"MAMA! CEMILAN ALDA MANA?!"


"MAMA! NASI GORENG ALDI MANA?!"


"MAMA, HUWAA! ALDO MINTA PELUK!"

__ADS_1


Elsa yang asik santai-santai pun menoleh pada si kembar yang berlarian sambil berteriak-teriak, ia hanya bisa menghela nafas pasrah dengan kelakuan ketiga anak kembarnya itu.


"Cemilan ada di kamar kamu, nadi goreng ada di dapur dan sini peluk!" kesal Elsa membuat si kembar langsung bergegas mencari makanan masing-masing kecuali Aldo yang bergegas memeluk Elsa sehingga Elsa mencubit gemes pipi putra bungsunya itu.


"Sana mandi dulu, nanti Mama peluk!"


"Gak mau, Aldo pengen peluk Mama terus. nanti kalau udah ada Papa, Aldo gak dapat pelukan dari Mama soalnya Papa pelit," cemberutnya membuat Elsa tertawa pelan, anaknya itu selalu bertengkar dengan Reyhan karena pengen dipeluk olehnya terus.


"Mama, cemilan Alda gak ada satupun! pasti Papa yang ambil, kan?" tanya Alda kesal.


"Papa kamu ada cemilannya sendiri, mungkin saja kamu salah letaknya," jelas Elsa membuat Alda memanyunkan bibirnya kesal lalu bergegas menuju kamar sedangkan Aldi tampak asik menyantap makanannya dengan lahap tanpa memperdulikan situasi.


"ALDI, KAMVRET! JADI KAU YANG MENYEMBUNYIKAN CEMILAN ABANG!"


Hukk!


Hukk!


"AIR MANA AIR!" pekik Aldi berusaha mencari air membuat Elsa geleng-geleng kepala melihat tingkah Aldi. ia lalu melirik pada Aldo yang sudah tertidur pulas di pelukannya.


"Astaga, kenapa bibir kamu memar gini?" gumam Elsa menyentuh lembut sudut bibir Aldo.


"Aldi, adik kamu memar kenapa?".


"Dipukuli sama Kakak kelas, Ma. katanya Aldo rebut cewenya padahal enggak sama sekali," balas Aldi kembali melanjutkan sarapannya lagi.


"Kalau kalian berada di sekolah baru nantinya, jangan ada yang pacaran!"


"Baik, Ma!" balas Aldo kembali menyantap makanannya lagi.


Bersambung......


Note!


Disini ceritanya, si kembar gak tau asal usul Papanya. nanti ketiganya bakalan mengalami hal aneh baik dari Papanya atau diri mereka masing-masing.

__ADS_1


Reyhan tetap terlihat muda begitu juga dengan Elsa yang masih terlihat seperti wanita berumur 20an. itu semua karena ulah Reyhan yang tak mau istrinya tua sendiri sedangkan dirinya masih muda.


__ADS_2