
Hari ini adalah jadwal kerja Shakira, padahal sekarang adalah hari istirahat dan malah dipaksa oleh atasannya buat bekerja. Ia lalu menoleh pada Raja yang mendekat sambil menatap penampilan Shakira.
"Aku mau kerja dulu, kau jangan kemana-mana soalnya kamu gak bisa kena cahaya matahari," jelas Shakira sambil mengikat rambutnya asal, membuat Shakira terlihat begitu cantik. Raja menahan tangan Shakira yang hendak meninggalkan nya.
"Gak boleh ikut,".Raja menatap kepergian Shakira yang membuatnya kesepian. Ia lalu menoleh kearah lemari kaca dan menatap penampilannya yang masih memakai jubah hitam besar.
Ia juga mengulurkan tangannya ke cahaya matahari dan malah membuatnya meringis kesakitan sekali. Raja menghela nafas karena ia tak akan bisa keluar kalau sudah pagi sampai sore hari, ia hanya bisa keluar saat malam saja.
Raja juga penasaran dengan dunia luar disaat siang hari, terpaksa ia duduk di sofa sambil menatap kearah meja yang terdapat tumpukan makanan milik Shakira buatnya. ia begitu bosan sekarang karena tak ada teman yang mengajaknya bicara.
Pemuda tersebut langsung berjalan keluar dan berdiri di dekat pot bunga, ia hanya menatap anak-anak yang asik bermain tak jauh darinya. Raja begitu penasaran dengan apa yang dimainkan oleh anak-anak kecil itu.
Tuk!
Tuk!
Raja membungkuk mengambil bola yang menggelinding di kakinya. Raja lalu menoleh pada anak kecil itu yang meminta bola padanya membuat Raja langsung melempar bola tersebut pada anak kecil tersebut.
Ia tau pasti kalau anak-anak kecil itu takut padanya yang memakai jubah layaknya malaikat pencabut nyawa, hanya saja ia tak membawa sabit panjang seperti malaikat maut. Raja hanya tersenyum tipis saat anak-anak itu tertawa bermain sambil menendang bola kesana-kemari.
Raja lalu menoleh kearah anak kecil perempuan yang menyentuh jubahnya. "Huwa, Abang kayak pangeran berjubah!" kagum hadis kecil itu sehingga Raja berjongkok lalu mencubit gemes pipi chubby bocah itu.
Raja lalu memegangi tangan bocah itu sehingga anak tersebut menoleh kearah tangannya. Raja langsung saja menutup tangan gadis itu dan membukanya, bocah itu tampak senang saat melihat sebuah permen di tangannya.
"Huwa, Abang bisa sulap!" senang nya membuat Raja tersenyum lalu mengajak anak kecil itu untuk duduk di sebuah kursi, sehingga anak kecil itu hanya menurut tanpa merasa curiga ataupun merasa bahaya.
Raja memegang kalung yang dipakai gadis tersebut, ia kagum dengan nya yang benar-benar bagus sekali. Ia lalu mengambil boneka Barbie yang ada di tangan Namira dan meminta izin buat merusaknya.
"Abang mau rusak boneka aku?" tanya Namira hati-hati sehingga Raja mengangguk sambil mengusap kepala Namira lembut.
"Baiklah,"Pemuda itu langsung merusak boneka tersebut dan meletakkan nya di belakang Namira, Namira hendak melihat tapi ditahan oleh Raja. Raja langsung mengambil boneka itu yang membuat Namira kaget saat menyadari bonekanya menjadi besar.
"Makasih, Bang! boneka Namira jadi besar," senyum Namira yang membuat Raja tersenyum.
Ia lalu menutup tangan Namira dan kembali membukanya, ditelapak tangan Namira terdapat sebuah kalung emas yang sangat mahal buat bocah itu.
__ADS_1
"Ini hadiah dari Abang, jaga baik-baik ya," lirih Raja yang akhirnya membuka suara.
"Abang, ini emas loh!" tutur Namira membuat Raja terkekeh kecil.
"Gak papa, jangan sampai hilang kalung ini. semoga saja bisa membantu kamu suatu saat," jelas Raja lembut, itu adalah emas murni yang Raja berikan buat bocah kecil tersebut.
"Namira sini!"
Raja menoleh pada wanita paruh baya yang mengunakan hijab berdiri tak jauh dari mereka.
"Sana pulang," senyum Raja sehingga Namira mengangguk lalu pergi sambil membawa boneka Barbie yang besar tersebut.
"Astaga, Namira ini boneka siapa dan kalung emas siapa yang kamu pakai?"
"Namira dikasih sama Abang itu, Ma. katanya, kalung ini buat Namira dan harus dijaga supaya gak hilang. terus, dia bilang kalau kalung ini bisa bantu Namira suatu saat," jelas Namira membuat wanita paruh baya itu melepaskan kalung emas tersebut.
"Mama akan balikan kalung ini padanya," jelas Buk Hana mendekati Raja.Buk Hana sontak bungkam melihat Raja yang mendekatinya.
"Gak usah dikembalikan, itu adalah pemberian saya buat putri anda," jelas Raja menegakkan kepala nya sedikit dan kembali menundukkan kepalanya lagi, ia tak bisa terkena silau cahaya mata hari.
"Saya gak bisa, kami memang orang gak mampu. tapi, saya tak mau menerima benda mahal seperti ini,"
"Terimakasih!"
"Sama-sama," balas Raja dari balik pintu.
Disisi lain,
Raja membuka penutup kepalanya yang menampilkan rambut pirangnya yang berkilau, ia mengambil sisir yang digunakan oleh Shakira tadi dan mencoba menyisir rambut yang tebal tersebut.
Ia benar-benar aneh saat menyisir rambut mengunakan sisir pink tersebut. karena merasa aneh, ia kembali meletakkan benda tersebut dan mengambil sebuah bedak yang ada diatas meja ruang tamu.
"Ini apaan?" bingung Raja membuka kotak bedak itu.
Ia benar-benar tak tau benda-benda di rumah ini, semuanya adalah benda asing bagi Raja.
__ADS_1
"Bosan, apa ada buah di dapur?" gumam Raja bergegas menuju dapur buat mencari buah yang enak buat dimakan olehnya. tapi, ia sama sekali tak menemukan satupun buah di dapur yang membuatnya kesal.
***
"Shakira, gue nginap di kosan lo ya!"
"E-Eh," kaget Shakira saat mendengar permintaan sahabatnya itu.
"Kenapa kaget? biasanya gue sering nginap tempat Lo," balas Elsa jujur, membuat Shakira bingung saat ini ditambah dikosan nya ada Raja.
"Kapan-kapan aja ya, soalnya kosan gue berantakan," kekeh Shakira yang membuat Elsa bingung, ia merasa kalau sahabatnya itu menyembunyikan sesuatu darinya. lagian, sahabatnya itu orangnya bersih dan suka kerapian.
Gak mungkin kosannya berantakan.
"Kau menyembunyikan sesuatu?"
"Eng-Enggak kok," gagap Shakira terkekeh pelan.
"Awas aja kamu sembunyikan sesuatu dari sahabatmu ini,"jelas Elsa sehingga Shakira terkekeh pelan.
"Eh, itu siapa?"Shakira menoleh dan kaget melihat kedatangan Raja yang masih memakai jubah hitam.
"Raja!"Raja menoleh dan melihat Shakira yang mendekatinya.
"Kau ngapain bisa disini?" tanya Shakira penasaran. Raja menarik tangan Shakira lalu menyentuh ke perutnya.
"Lapar?" tanya Shakira sehingga Raja mengangguk.
"Shakira, siapa itu?" tanya Elsa penasaran sehingga Raja memeluk Shakira.
"An-Anu, Astaga! wajah kamu memerah, harusnya kamu dirumah apalagi hari panas gini," jelas Shakira mengalihkan pembicaraan. Raja menggenggam tangan Shakira buat menyentuh perutnya yang benar-benar lapar sekali.
"Eh, Elsa tolong buatin nasi goreng ya. soalnya Raja udah lapar banget," jelas Shakira sehingga Elsa mengangguk.
"Kau nekat sekali, udah tau gak boleh kena matahari,"
__ADS_1
Raja hanya menahan senyumnya saat ini, sambil mengumpulkan tenaganya yang habis karena nekat berjalan melewati cahaya matahari.
Bersambung.......