MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 43


__ADS_3

Semuanya keluar dari kantin setelah puas berbelanja, berbeda dengan si kembar yang masih memakan bakso. Ketiganya melirik kearah Bara yang membayar semua tagihan adik kelasnya.


Brak!


Si kembar sontak kaget lalu menoleh dengan tatapan polosnya.


"Ada apa, Bang?" tanya Aldo dengan polosnya membuat Bara menatap tajam.


"Kalian boleh tertawa atas kemenangan ini. tapi, gue bakalan buat kalian tak tahan di sekolah ini," tekan Bara lalu pergi dari sana.


"Kalian takut?"


"Enggak kok, Bang! malahan kita tunggu permainan nya,"kekeh Aldi dan Aldo serempak, sedangkan Alda kembali menyantap makanannya.


Setelah itu langsung pergi dari sana karena sudah dibayar oleh Bara, ia menatap kelas lain sudah keluar buat istirahat sedangkan mereka bergegas menuju kelasnya.


Langkah ketiganya terhenti saat melihat geng Bara menghadangnya saat ini, membuat si kembar menatap dingin.


"Wah, ternyata si kembar dengan baby face. kayaknya culun,"tawa anggota Bara, membuat si kembar tersenyum miring.


"Maaf, Bang. kami gak mau cari ribut. emang Abang mau masuk rumah sakit?" tanya Aldi membuat semuanya tertawa kecil dan langsung saja salah satunya hendak melayangkan bogeman tapi di tahan oleh Aldo.


"Kami memang terlihat seperti kelinci di hadapan kalian. tapi, saat kami marah. kami akan seperti monster," jelas Aldo lalu pergi yang diikuti oleh kedua Abangnya.


Dugh!


Langkah si kembar terhenti saat kumpulan Kakak kelasnya itu melempar tong sampah ke punggung Alda. Ketiganya lalu menoleh dengan tatapan tajam lalu mendekati rombongan tersebut.


Bugh!


Alda langsung saja membogem kuat Kakak kelasnya itu, ia tak peduli dengan tatapan siswa maupun siswi di sekitarnya. sekarang ia sangatlah marah, ia seperti di rendahkan oleh mereka. Melihat abangnya hendak di keroyok, yang lain langsung melindungi abangnya supaya tak di sakiti.


Krek!


"Argh! Sakit!" teriak salah satu anggota Bara yang tangannya retak akibat injakan Aldo barusan, ketiganya menatap sinis melihat kelima orang itu sudah terkapar dan mungkin, mengalami patah tulang. ketiganya lalu menoleh kearah Bara yang sudah ketakutan saat ini.


"Mau ikut nyusul mereka ke rumah sakit, Bang?" tanya si kembar membuat Bara langsung bergegas pergi dari sana.


"Dasar pengecut!" ejek Aldi.


Mereka lalu bergegas ke kelas tapi langkah mereka terhenti saat mendengar seseorang memanggil nama mereka, langsung saja mereka menoleh dan melihat Papa mereka mendekat membuat beberapa siswi kagum.

__ADS_1


"Baru masuk sekolah udah nakal, udah berapa korban kalian hari ini?" tanya Reyhan penasaran membuat si kembar menunduk.


"Maafkan kami, Pa. mereka duluan yang mulai, kami udah sopan tapi malah dilempar pakai tong sampah," cicit Alda sehingga kedua adiknya mengangguk setuju. sedangkan yang ada di sekitar itu tak menyangka kalau Papa si kembar masih muda dan pemilik sekolah ini.


"Kalian ini Papa didik, bukan jadi orang jahat seperti ini. sekarang, korban kalian harus dibawa ke rumah sakit," kesal Reyhan sehingga si kembar menoleh kearah orang-orang yang terkapar tersebut.


"Kami gak peduli," balas mereka lalu pergi membuat Reyhan menghela nafas pasrah dengan sikap ketiga anaknya tersebut.


3 jam berlalu...


Kini ketiganya memasuki masion karena capek belajar terus. ditambah mereka ada les bahasa Indonesia tambahan dari sekolah khusus buat mereka bertiga.


"Syukurlah kalian pulang, sekarang kesini!"Ketiganya langsung mendekati Elsa yang duduk di ruang tamu.


"Mama udah capek kalau kalian begini terus, kapan kalian berubah? Mama ingin kalian menjauhi emosi kalian," jelas Elsa menatap si kembar.


"Ma, mereka duluan yang salah. karena itu kami balas," kesal Alda jujur.


"Kami gak bakalan kayak gini kalau mereka gak duluan, Ma. kami seperti direndahkan oleh mereka," jelas Aldi membuat Elsa terdiam.


"Mama minta kalian tahan emosi, biarkan mereka lelah buat bicara. Mama gak mau kalian kenapa-napa,"


"Kami gak mau, Ma! kami gak suka ditindas, kami capek ditindas Kakak kelas terus."


"Apa? Mama mau hukum kami? kami capek, kami mau keluar dari masion!" potong Alda membuat Elsa kaget dan melihat ketiga putranya yang bergegas menuju lantai atas.


Elsa langsung bergegas menuju lantai atas dan melihat si kembar duduk di tempat tidur mereka.


"Mama kayak gini gak mau kalian kenapa-napa, Kekuatan kalian bisa saja muncul tiba-tiba!" jelas Elsa membuat si kembar menoleh.


"Kalau kekuatan kalian muncul, kalian bakalan kesulitan mengendalikan nya,".


"Kekuatan? memangnya kami siapa?"


"Kalian separo iblis,"Semuanya menoleh pada Reyhan yang mendekat.


"Maksud Papa?" tanya mereka penasaran sekali.


"Papa sebenarnya iblis, karena itu kalian mempunyai kekuatan. Papa lemah kayak gini karena kekuatan Papa mengalir pada kalian bertiga." jelas Reyhan jujur membuat si kembar terdiam.


"Berarti, mimpi Alda saat koma itu benar?" selidik Alda sehingga Reyhan mengangguk.

__ADS_1


"Itu semua benar, kalian anak iblis dan Papa mohon, kalian kendalikan emosi kalian karena kami takut kekuatan kalian tiba-tiba muncul," jelas Reyhan yang dibalas anggukan kepala oleh ketiganya.


"Mama, maafin kami!" pinta si kembar langsung memeluk Elsa.


"Mama udah maafin kok," senyum Elsa.


"Sekarang kalian mandi terus sarapan dan jangan lupa istirahat setelah itu. Mama sama Papa mau keluar sebentar,".


"Baik, Ma!"


Elsa tersenyum lalu menarik tangan suaminya itu buat pergi karena Reyhan menginginkan daging manusia lagi, karena sudah empat hari belum makan daging. Sekaligus menyelesaikan masalah tentang identitas asli Reyhan.


Setelah selesai mandi, ketiganya langsung bergegas menuju dapur yang sudah di hidangkan makanan kesukaan si kembar.


Mereka juga bingung karena tak melihat satupun maid yang bekerja. Tapi, mereka tak peduli dan memilih memakan sarapan mereka dengan lahap.


...****************...


Elsa memasuki kamar putranya karena membawakan cemilan kesukaan mereka. Wanita itu kaget melihat wajah si kembar yang pucat sekali, mereka tampak menggigil sambil memeluk Aldo yang memang tidur di tengah.


Langsung saja Elsa mendekat dan menyentuh kening ketiganya.


"Panas banget!" panik Elsa lalu mengeluarkan ponselnya untuk menelpon Dokter buat memeriksa kesehatan anaknya.


"Mama, dingin!" lirih Aldi yang terganggu.


"Sabar ya, Mama telpon Dokter dulu," bujuk Elsa lalu bergegas keluar sehingga Aldi kembali memejamkan matanya buat tidur karena pusing sekali saat ini.


Tak lama, pintu kamar terbuka yang menampilkan seorang pria paruh baya yang masuk dan disusul oleh Elsa dan Reyhan. Dokter tersebut memeriksa kesehatan si kembar dengan teliti.


"Gimana keadaan putra kami, Dok?" tanya Reyhan saat Dokter itu selesai memeriksa si kembar.


"Anak kalian cuman demam biasa karena terlalu capek, ini catatan obat yang harus kalian beli. Jangan lupa suruh mereka buat istirahat penuh," jelas Dokter itu sehingga Elsa menerima kertas tersebut.


"Makasih, Dok. mari saya antar," senyum Reyhan sehingga Dokter itu mengangguk sedangkan Elsa menyelimuti tubuh anaknya supaya lebih nyaman.


Elsa lalu bergegas mencari handuk kecil untuk mengompres kening si kembar.


"Elsa, Rey mau beli obat bentar ya," jelas Reyhan yang tiba-tiba muncul di samping Elsa.


"Hati-hati ya,"

__ADS_1


"Iya," balas Reyhan kembali menghilang.


Bersambung.....


__ADS_2