MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 12


__ADS_3

Kini mereka semua sampai disebuah kota yang begitu damai dan hijau, Reyhan benar-benar kagum saat melihat sebuah masion yang dibeli abangnya beberapa hari kemarin mengunakan emas.


"Kita tinggal disini seterusnya, Bang?" tanya Reyhan penasaran sehingga Edward mengangguk pelan.


"Kita bakalan tinggal disini dan musuh-musuh kita gak bakalan menemukan kita disini," jelas Edward membuat Reyhan benar-benar senang karena tak akan tinggal di gedung gelap lagi dan tak hanya itu, ia juga sempat melihat sebuah kolam di samping masion.


"Rey mau berenang dulu ya!"Sebelum adiknya itu lari, Edward langsung menahan jubah sang adik sehingga Reyhan menoleh.


"Cuaca panas, bisa-bisa kamu kebakar. apalagi kamu belum bisa keluar dalam keadaan panas," peringat Edward membuat Reyhan memanyunkan bibirnya kesal.


"Papa, Rey mau mandi di kolam, boleh?"


"Apa yang dikatakan Abang kamu itu benar, Reyhan. kamu gak boleh terkena cahaya matahari sampai kekuatan kamu terkumpul semua," jelas Papa sehingga Reyhan makin kesal.


"Reyhan mau berenang," gumamnya kesal sambil menghentakkan kakinya di lantai.


"Kalau masih dongkol, gak Abang kasih coklat,"


Degh!


Reyhan menoleh pada abangnya yang berlari menuju dapur.


"ABANG MINTA COKLAT!" pekik Reyhan mengejar abangnya itu ke dapur sedangkan Mama dan Papa hanya terkekeh melihat kedua putranya itu saling menyayangi.


"Abang mana coklat nya?" tanya Reyhan sesampai di dapur dan melihat abangnya yang mengambil buah.


"Tuh di dalam kulkas," jelas Edward sehingga Reyhan langsung membuka kulkas dan menatap kagum kearah tumpukan coklat yang menggoda.


"Jangan banyak-banyak makannya, nanti sakit gigi,".


"Baik, Bang!" balas Reyhan duduk di sebuah bangku dan memakan cokelat batangan tersebut, ia sangat menyukai coklat tersebut.


"Nanti Abang ajarkan kamu bersikap lebih dewasa, jangan bandel kalau Abang ajarin!"Reyhan menoleh dengan mulut penuh cokelat.


"Reyhan udah dewasa, Bang!" kesalnya sambil mengunyah makanannya lagi.


"Kau memang sudah dewasa tapi kau seperti bayi kalau bertindak, Abang gak mau kau gagal dalam menemukan jodoh," jelas Edward duduk dihadapan Reyhan.


"Terserah Abang," pasrah Reyhan kembali menyantap cokelat tersebut.


2 bulan berlalu...


Reyhan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menuju restauran tempat biasa ia sarapan, saat bersama Shakira dulu. Ia juga sekarang sudah tak takut terkena cahaya matahari lagi dan sudah bersikap layaknya manusia normal.


Sesampai di restauran, ia menatap Shakira yang melayani para pengunjung restauran.


"Reyhan tunggu!"Reyhan menoleh pada Shakira yang mendekat sambil membawa sesuatu.


"Apaan?" tanya Reyhan penasaran.


"Aku mau kita cerai dan kita gak ada hubungan apa-apa lagi setelah ini dan aku gak mau kamu dekati aku lagi karena aku sudah memiliki kekasih," jelas Shakira membuat Reyhan terdiam menahan sesak di dadanya ia lalu menoleh sambil tersenyum.


"Rey terima permintaan kamu, setelah ini kita gak saling kenal lagi dan gak usah ikut campur dengan urusan Rey lagi. apapun yang Shakira katakan semuanya sudah terwujud, kita resmi bercerai hari ini juga!." balas Reyhan lalu menuju bangku tempat biasa dia duduk.


"Elsa!".Shakira menoleh pada Elsa yang mendekati Reyhan.

__ADS_1


"Kamu tinggal dimana sekarang, Rey?" tanya Elsa duduk di hadapan Reyhan, melihat pemandangan itu membuat Shakira benar-benar cemburu tapi ia juga tak bisa bersama dengan iblis menakutkan itu.


"Rey tinggal di kota sebelah dan Elsa tau, Rey udah bisa keluar tanpa takut kena cahaya matahari lagi," senyum Reyhan lalu memperlihatkan tangannya yang tak memerah lagi.


"Wah, bagus dong! kamu mau pesan apaan?" tawar Elsa tersenyum membuat Reyhan menggeleng.


"Reyhan kesini mau ajak Elsa jalan-jalan, ayo!" ajak Reyhan menggenggam tangan Elsa, membuat wanita itu bungkam lalu menoleh pada Shakira yang menatap dingin padanya.


"Rey tapi,"


"Rey udah cerai dan Rey boleh dong dekati siapa yang Rey mau," jelas Reyhan lalu menarik tangan Elsa dan melewati Shakira begitu saja tanpa berniat melirik kearah Shakira.


"Apa Elsa gak tau kalau Reyhan adalah iblis?" gumam Shakira bingung lalu melihat Elsa yang menaiki motor Reyhan dan tak lupa memeluk pria yang sekarang adalah mantan suaminya itu.


Entah kenapa ia begitu tak terima kalau Reyhan direbut oleh sahabatnya sendiri. harusnya ia senang karena terbebas dari iblis seperti Reyhan, namun dilain sisi ia tak terima Reyhan didekati wanita lain.


Reyhan melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju warung bakso. sesampai disana, Elsa sontak tertawa membuat Reyhan menoleh pada Elsa.


"Kenapa ketawa?" bingung Reyhan sehingga Elsa menoleh.


"Kau ternyata ketagihan makan bakso rupanya," ejek Elsa membuat Reyhan tersenyum manis.


"Rey suka bakso, ayo kesana soalnya Rey udah lapar sekali,"ajak Reyhan sehingga Elsa mengangguk dan mengikuti Reyhan memasuki warung bakso tersebut.


Disisi lain Shakira tak henti-hentinya memikirkan Reyhan, ia begitu tak suka kalau ada yang mendekati Reyhan apalagi menyentuh pria itu sedikitpun. Shakira mengeluarkan ponselnya dan mencoba menelpon Elsa tapi nomor sahabatnya itu tak aktif sedikitpun.


"Aku harus mencari mereka," gumam Shakira bergegas berganti pakaian karena jam kerjanya sudah habis, ia tak akan membiarkan Reyhan dimiliki oleh orang lain.


Shakira memasuki sebuah taksi untuk menuju lokasi Elsa karena ia pernah memasang alat pelacak pada sahabatnya itu, karena ia selalu curiga terhadap Elsa yang selalu keluar maupun beraktivitas dimalam hari.


"Elsa!"


Pasangan itu menoleh dan melihat Shakira yang mendekat dengan wajah memerah menahan marah.


"Eh, ada apa?" tanya Elsa kebingungan.


"Jauhi Reyhan, Reyhan itu milik aku!" tekan Shakira membuat Reyhan menoleh sekilas.


"Buat apaan kamu ikut campur urusan aku? kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi, terserah Elsa dong buat dekati Rey,"sinis Reyhan yang sudah tak mood buat melanjutkan sarapannya saat ini.


"Reyhan ak-"


"Kita udah cerai dan permisi," ketus Reyhan menarik tangan Elsa buat menuju pemilik warung buat membayar pesanan mereka tadi.


"Rey, kayaknya Shakira mau balikan sama kamu lagi,".


"Rey gak bisa lagi, Elsa. dia sudah mengatakan mempunyai kekasih dan bilang cerai sama Rey. bagi kaum Rey, kami gak bisa bersama lagi setelah bercerai,"


Elsa terdiam beberapa saat dan menoleh kearah Shakira yang menatapnya tajam, seakan dendam yang begitu besar terhadapnya saat ini. Reyhan lalu mengajak Elsa buat naik sehingga wanita itu menurut dan memeluk Reyhan seperti tadi.


"Aku harus mendapatkan Reyhan lagi, apapun caranya,"gumam Shakira tersenyum miring lalu pergi dari sana.


Tanpa disadari olehnya, Edward mendengar perkataan Shakira barusan dari kejauhan.


"Kau gak bakalan mendapatkan adik gue lagi, Shakira. yang pantas mendapatkan adik gue hanyalah wanita yang tulus menerimanya apa adanya," sinis Edward lalu menghilang dari sana.

__ADS_1


***


Kini Reyhan tampak asik memandang danau yang begitu indah sekali, ia benar-benar menyukai melihat ketenangan danau tersebut.


"Elsa, nanti malam adalah malam tahun baru. mau ikut jalan-jalan ke suatu tempat gak?"Elsa yang asik menatap Danau pun menoleh pada Reyhan.


"Boleh, kamu yang jemput aku ya," kekeh Elsa sehingga Reyhan mengangguk cepat.


"Ayo pulang, Rey gak boleh lama-lama nanti dimarahin sama Papa dan Mama,"


"Baiklah, ayo!"


"Bentar,"Elsa menatap Reyhan yang mulai mendekatinya membuat Elsa benar-benar panik.


"Ad-Ada apa?" gagap Elsa saat menyadari wajah mereka sangatlah dekat saat ini.


"Ah, cuman ulat kecil aja di ujung poni kamu," senyum Reyhan menjauhkan wajahnya sambil membuang ulat kecil tersebut.


"Wajah Elsa kenapa memerah? pasti mengira Rey bakalan cium Elsa, ayo ngaku!"


"Ma-Mana ada," gagap Elsa membuat Reyhan tertawa pelan.


"Hahaha wajah Elsa makin memerah,"


"Ini karena cuaca panas,"


Brukh!


Elsa sontak bungkam saat Reyhan menyudutkannya kesebuah pohon.


"Suasana gak panas, loh!" jelas Reyhan tersenyum.


"Reyhan minggir!" pinta Elsa mendorong Reyhan menjauhi tubuhnya sehingga Reyhan tertawa karena berhasil membuat Elsa malu.


"Reyhan menyebalkan!".


"ELSA, JANGAN TINGGALIN REY SENDIRI! REY TAKUT HUWAA!" panik Reyhan mengejar Elsa yang menjauhinya, walau sikapnya mulai dewasa seperti yang diajarkan oleh abangnya beberapa bulan ini. Reyhan tetaplah Reyhan yang penakut dan polos plus cengeng.


"RASAIN! BIAR DI MAMAM NYA KAMU SAMA HANTU!"


"HUWAA! ELSA HIKS TAKUT!" tangis Reyhan apalagi suasana danau begitu sepi saat ini. Elsa hanya tertawa melihat Reyhan yang sudah menangis mengejarnya.


Drep!


Reyhan langsung memeluk erat tubuh Elsa sambil menangis.


"Kau masih cengeng ternyata, aku kira sikap kamu sudah dewasa," ejek Elsa sehingga Reyhan menoleh dengan hidung yang sudah memerah.


"Hiks Rey takut di mamam hantu," isaknya jujur membuat Elsa tertawa kecil.


"Mengemaskan," senyum Elsa mencubit pipi Reyhan membuat Reyhan menyembunyikan wajahnya di leher Elsa.


Ia begitu nyaman sekali memeluk Elsa, berbeda sekali di saat ia memeluk Shakira saat pertama kali bertemu.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2