
Kini mereka semua sudah sampai di Bandara di Indonesia, si kembar tampak kagum karena sedari kecil tak pernah ke negara orang tuanya. Elsa lalu mengajak semuanya menuju mobil yang terparkir tak jauh dari mereka.
"Kalian bertiga di mobil satu lagi," suruh Reyhan membuat si kembar menghela nafas karena tau kalau Papa mereka itu tak ingin jauh-jauh dari Mama mereka. Aldo memanyunkan bibirnya kesal.
"Papa pelit! awas aja, nanti Aldo bakalan peluk Mama dan Papa gak bole... Mph!" perkataan Aldo terhenti saat salah satu abangnya menutup mulutnya.
Alda maupun Aldi langsung menarik adik bungsunya itu menuju mobil satu lagi, membuat Elsa maupun Reyhan tertawa kecil melihat si kembar.
"Ayo masuk, aku pengen cepat-cepat tidur di kasur empuk,"ajak Elsa menarik tangan suaminya memasuki mobil.
Sesampai di masion, Elsa kebingungan karena mobil yang ditumpangi oleh si kembar tak kunjung sampai sejak tadi. padahal, sudah jelas-jelas kalau mobil anak-anak nya berada di belakang mobilnya tadi.
"Pasti mereka nyangkut di salah satu toko cemilan," jelas Reyhan yang tau apa yang dipikirkan oleh sang istri.
"Anak-anak itu selalu saja doyan ngemil, sama seperti kamu!"ejek Elsa memasuki masion sambil menarik koper besarnya.
"Tentulah, mereka adalah anak-anak Rey makanya ikuti Rey yang suka ngemil!" kesal Reyhan mengejar Elsa sambil menarik koper abu-abunya tersebut.
Disisi lain, si kembar turun dari mobil sambil memasang masker masing-masing karena tak ingin ditatap oleh cewek-cewek karena sudah bosan dikejar-kejar oleh kaum hawa. mereka sengaja berhenti di sebuah toko untuk membeli cemilan karena penasaran dengan jualan Indonesia.
Mereka langsung saja masuk dan mengambil keranjang masing-masing untuk memilih cemilan yang menurutnya belum pernah dimakan. sedangkan Aldo tampak bersemangat mengambil kue-kue yang menurutnya enak semuanya. Ia tak peduli berapa belanjaannya yang terpenting apapun yang berbau keripik dan roti, ia bakalan membelinya.
"Banyak amat yang kau beli, Dek?" kaget Aldi mendekati adiknya yang membawa dua keranjang berisi banyak cemilan.
"Buat stok dikamar, Bang. soalnya Aldo pengen begadang nonton film horor Indonesia, Aldo penasaran dengan film asli Indonesia," jelas Aldo jujur.
"Ide bagus tuh! Abang bakalan minta sopirnya Mama buat nemani kita ke mall buat beli kaset," timpal Alda mendekat sehingga Aldi setuju.
"Setelah ini kita langsung ke mall," ajak Aldi sehingga keduanya mengangguk.
Setelah membayar belanjaan masing-masing, mereka pun meminta sang sopir untuk menemani mereka menuju mall yang tak jauh dari mereka. Sikembar langsung saja meletakkan belanjaan masing-masing ke bagasi mobil dan bergegas berjalan menuju mall mewah tersebut.
"Bang, itu toko yang kita cari!" tunjuk Aldi sehingga mereka semua langsung kesana dan melihat banyak sekali CD film-film horror. Alfa ingin sekali membaca sinopsis film tersebut tapi ia tak begitu paham dengan bahasa Indonesia.
"Paman bisakah bacakan kata-kata ini pada kami?" tanya Alda menyodorkan salah satu CD pada sopir yang menemani mereka.
Untung saja pria paruh baya tersebut bisa bahasa Belanda sehingga bisa menerjemahkan bahas tersebut supaya si kembar paham.
"Kayaknya seru, Aldo pengen film itu!" pinta Aldo saat pria tersebut selesai membaca sinopsis film tersebut.
"Filmnya aman, kan? gak ada unsur dewasa?" tanya Alda penasaran karena trauma menonton film yang ada adegan kissing nya. sejak saat itu mereka membuang kaset horor daripada otak mereka ternodai.
"Sepertinya enggak, Tuan." jawab pria itu sehingga Alda mengangguk.
__ADS_1
Ketiganya langsung mengambil beberapa kaset untuk di tonton di masion saat sampai di rumah nanti.
1 jam berlalu...
Si kembar tampak tertawa kecil sambil membawa belanjaan masing-masing membuat Elsa yang khawatir menunggu mereka pun mendekat.
"Kalian dari mana saja?" tanya Elsa kesal membuat Si kembar menoleh.
"Kami tadi belanja cemilan terus beli CD horor, soalnya kami pengen nonton film nanti malam," jelas Aldi tersenyum manis.
"Kalian ini, sekarang mandi terus makan malam bersama. satu lagi, kalian pisah kamar!"
"OH NO! KAMI GAK MAU, GAK ASIK KALAU TIDUR SENDIRI-SENDIRI!" pekik ketiganya serempak membuat Elsa menutup telinganya.
"Kalian itu sudah dewasa, tidur sendiri-sendiri biar suatu saat kalian menikah. kalian sudah terbiasa tidur sendiri," jelas Elsa lembut supaya ketiga putranya itu tak keras kepala seperti Bapaknya. sudah cukup Reyhan saja yang keras kepala.
"Tetap gak mau, Mama! kalau soal nikah, si cewenya harus mau menerima kami bertiga. kalau gak mau, kami gak mau nikah," balas Alda dengan entengnya membuat Elsa membulatkan mata mendengarnya.
"Mana ada satu wanita memiliki 3 suami sekaligus, ini dunia nyata bukan cerita di buku!" kesal Elsa membuat ketiganya tersenyum manis.
"Berarti kami gak mau nikah," balas mereka serempak lalu berlari pergi menuju lantai atas.
"Suami 3, gak kebayang aku! mana ada yang mau punya suami 3, mana ketiganya polos kek Reyhan." lirih Elsa yang tak habis pikir dengan ide anak-anaknya itu.
Malam harinya, Sikembar begitu lahap memakan sarapan yang dibuatkan oleh Mamanya tersebut.
"Besok kalian harus belajar bahasa Indonesia karena 1 minggu lagi Papa akan daftar kalian ke sekolah," jelas Reyhan setelah minum.
"Siap," balas mereka serempak sambil cepat-cepat menghabiskan sarapan masing-masing, membuat Elsa pasrah dengan kelakuan ketiganya.
"Abang ayo cepat kita nonton!" ajak Aldo menarik kedua tangan saudara kembarnya tersebut.
"Bentar, Dek! Abang belum habisin ayam Abang," kesal Aldi.
"Abang belum minum!" kesal Alda.
Setelah selesai, ketiganya langsung bergegas menuju kamar untuk menonton film horor tersebut. Aldi langsung bergegas menghidupkan tv sedangkan yang lain sibuk mengambil cemilan masing-masing dan mengambil posisi duduk di lantai sambil bersandar di tempat tidur.
"Hikss! Aku akan mendapatkan kamu hiks!"
Si kembar sontak terdiam saat mendengar tangisan tersebut, mereka langsung menoleh kearah jendela dan melihat sosok wanita yang menangis.
"Abang, kenapa ada hantu lagi sih? Aldo bosan lihat hantu mulu," kesal Aldo sedangkan Alda maupun Aldi hanya diam saat melihat sosok itu mulai melirik kearah mereka.
__ADS_1
Ketiga pria itu mendadak ngeri melihat penampakan hantu dengan leher yang terkulai dan hampir putus.
"Reyhan milik Shakira, bukan milik Elsa hihihi!" tawa sosok itu langsung menghilang.
"Reyhan milik Shakira, bukan milik Elsa? maksudnya apaan?" bingung Aldi.
"Biarin aja, Bang. mendingan nonton aja," balas Aldo kembali memakan cemilannya.
***
Si kembar tampak menuruni tangga sambil menguap kecil karena begadang hingga 2 dini hari, ketiganya benar-benar masih ngantuk tapi dibangun oleh Elsa dengan pukulan panci yang memekakkan telinga mereka.
"Makanya jangan begadang, minum susu kalian!"
Mereka hanya menurut dan langsung meminum susu putih tersebut sedangkan Reyhan tampak asik menyantap nasi goreng.
"Mama, siapa Shakira itu?"
Hukk!
Hukk!
Reyhan sontak batuk karena kaget dan bergegas meminum air putih nya.
"Kenapa Papa kaget?" tanya Aldo kebingungan.
"Darimana kalian tau itu?" selidik Elsa penasaran membuat si kembar menoleh.
"Semalam kami dengar, dia ingin mendapatkan kamu lagi dan terus bilang Reyhan milik Shakira, bukan milik Elsa," jelas Alda dengan polosnya membuat Elsa menoleh pada suaminya yang sudah pucat sekali, ia tau kalau Reyhan begitu trauma dengan nama Shakira saat ini.
"Kalian jangan sebut nama wanita itu di dekat Papa kalian ya, Papa kalian trauma dengan nama itu," peringat Elsa memeluk Reyhan yang mulai menangis.
"Papa emangnya kenapa?" tanya mereka penasaran.
"Papa kalian pernah di sekap oleh wanita itu selama 1 minggu, wanita bernama Shakira tersebut selalu menyiksa papa kalian sampai lemah seakan mau meninggal. dia selalu menampar ataupun memukulnya hingga penyiksaan tersebut membuat Papa kalian trauma. jangan sebut wanita itu lagi ya," jelas Elsa sehingga semuanya mengangguk paham.
"Baby, jangan nangis lagi ya! nanti aku bilangin sama Abang kamu buat urus semuanya,".
"Ta-Takut," tangis Reyhan memeluk erat tubuh Elsa, wanita itu merasakan tubuh suaminya yang sudah bergetar hebat karena ketakutan sekali.
"Semuanya bakalan baik-baik saja," senyum Elsa menghapus air mata Reyhan membuat pria itu mengangguk pelan. "Setelah ini kalian tunggu guru kalian di ruang tamu ya,".
"Baik, Ma!".
__ADS_1
Bersambung......