MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 48


__ADS_3

"MAMA!"


Semua yang ada disana menoleh kearah si kembar, Elsa yang melihat si kembar sudah ditemukan pun langsung bergegas memeluk ketiga putranya tersebut.


"Mama senang kalian ketemu!" tangis Elsa sedangkan si kembar tak bisa berkata-kata lagi, mereka bingung dengan kejadian sekarang ditambah Mamanya yang terlihat tak muda lagi saat ini.


"Mama nikah lagi? terus, Papa gimana?" tanya Alda bingung.


"Elsa, lepasin mereka!"


Semuanya sontak menoleh pada Reyhan yang mendekat dengan tatapan marah sekali saat ini.


"Rey, biarkan si kembar bersama aku disini," isak Elsa menangis.


"Gak bisa, mereka hak asuh saya dan kamu, gak ada satupun hak buat mengurus mereka.


"Papa, sebenarnya Papa dan Mama kenapa kayak gini?" tanya si kembar kebingungan.


"Kalian berangkat sekolah sana, Papa gak izinkan kalian bertemu dengan Mama kalian lagi. dia bukan Mama kalian lagi karena Papa sudah menceraikan dia," jelas Reyhan menarik ketiga putranya tersebut buat pergi dari sana.


"Reyhan, kasih aku satu minggu buat bersama mereka!" tangis Elsa tapi tak dihiraukan oleh Reyhan yang meninggalkan acara pernikahan tersebut.


"Papa, Papa kenapa ceraikan Mama?" tanya Aldo yang masih tak paham dengan situasi sekarang.


"Nanti Papa jelaskan sama kalian, sekarang kalian berangkat sekolah dan belajar yang rajin,"


"Baik, Pa!" balas mereka menaiki motor masing-masing dan pergi dari sana, membuat Reyhan terdiam lalu bergegas masuk kedalam mobilnya yang terparkir tak jauh dari lokasi.


Sesampai di sekolah, ketiganya langsung disambut oleh sekumpulan cewek-cewek sambil membawa beberapa kotak susu kesukaan si kembar.


"Kalian kemana aja? kenapa gak datang?" tanya salah satu dari mereka penasaran, mereka dekat belum tentu mereka menyukai si kembar karena mereka ingin berteman dengan ketiga pria kembar itu. Siapa tau, disaat mereka dijahati orang bisa minta tolong sama si kembar.


"Kami sakit," balas ketiganya tersenyum tipis.


"Benarkah? tapi syukurlah kalian sehat, ini kami bawakan susu buat kalian bertiga. pasti kalian suka," senyum salah satu wanita menyodorkan sebuah kotak susu.


"Ini susu asli dari sapi, kan? kami gak boleh minum susu dari kacang," jelas Aldo membuat beberapa siswi kembali menyembunyikan susu dari mereka, karena mereka membeli susu kacang kedelai.


"Ini, aku kebetulan beli susu coklat,"


"Makasih, kami ke kelas dulu ya!" balas si kembar bergegas pergi dari sana membuat sekumpulan cewek-cewek itu histeris.


"Senyuman mereka manis banget!"

__ADS_1


"Moga salah satunya jadi jodoh gue!"


Tin!


Semuanya menoleh kearah sebuah mobil mewah memasuki parkiran, membuat mereka sedikit menghindar. mereka menatap seorang wanita yang memiliki tatapan setajam elang tengah turun dari mobil sambil mengikat rambut asal.


"Apa lihat-lihat?" ketus wanita itu membuat yang lain langsung pergi dari sana. Wanita itu hanya menatap sinis lalu menoleh kearah sekolah bertingkat tersebut.


"Semoga aja kalian benar-benar sekolah disini, Celine kalian bakalan tiba!".


Disisi lain, si kembar tampak asik meletakkan sebuah ember berisi adonan tepung di atas pintu, mereka tak sabar melihat orang yang pertama kali masuk terkena adonan tersebut sedangkan beberapa siswa lain hanya bisa diam melihat kejailan si kembar.


Setelah siap, langsung saja mereka bergegas menuju bangku masing-masing untuk menunggu siapa korban mereka.


5 menit kemudian...


Cklek!


Brugh!


Semuanya sontak menahan tawa saat seorang wanita terkena adonan tepung, membuat seragamnya kotor. Wanita itu menoleh yang membuat si kembar bungkam saat menyadari siapa korbannya.


"Siapa yang buat kek gini, hah?" bentak wanita itu membuat semuanya terdiam, karena tak bisa menunjuk kalau si kembar pelakunya.


Celine menoleh lalu tersenyum manis saat melihat si kembar yang mendekat.


"Bajuku kotor, siapa pelakunya?" tanya Celine membuat si kembar salah tingkah buat jujur, kalau itu adalah kerjaan mereka.


"Kerjaan kami," cicit Aldi jujur, membuat Celine menoleh dengan tatapan tajamnya.


"Kalian ini jail banget ya! bajuku jadi kotor gara-gara kalian!"


Si kembar langsung kabur sehingga Celine langsung mengambil sapu dan mengejar si kembar, ia tak peduli dengan tatapan beberapa siswa lainnya yang menatap heran padanya.


"Berhenti kalian!" teriak Celine kesal.


"Gak mau! ada Nenek sapu!" teriak ketiganya ketakutan sambil berlari menjauhi si Nenek sapu tersebut.


"Awas saja kalian!" kesal Celine mengejar si kembar tersebut.


------


Cklek!

__ADS_1


"Akhirnya siap mandi juga," lega Celine karena wanita itu terpaksa mandi di toilet dan sekarang ia memakai seragam di sekolah ini karena di belikan oleh si kembar.


Ia lalu menoleh pada si kembar yang berdiri tak jauh dari toilet, ketiganya hanya diam sambil menundukkan kepalan, karena mendapatkan jeweran maut dari Celine. Ketiganya sama-sama diam karena tak bisa berhadapan dengan wanita galak seperti Celine tersebut.


"Masih mau jail lagi?"


"Gak mau!" lirih ketiganya menggeleng pelan.


"Kalau mau jailin orang, harus bersama aku, okey!"Si kembar menoleh lalu menganggukkan kepala.


"Ayo ke kelas," ajak Celine sehingga si kembar menurut.


...----------------...


"Kalian kenapa cemberut gitu, bukannya hari ini adalah hari ibu dan kalian gak mau apa, ngasih kado buat Mama kalian?"tanya Celine yang asik pilih-pilih hadiah karena sepulang dari sekolah mereka langsung menuju mall dan tentu mereka sudah menukar pakaian masing-masing.


"Buat apaan? Mama dan Papa kami udah pisah," balas Alda jujur.


"Kenapa bisa?"


"Gak tau, nanti Papa yang jelasin kenapa pisah sama Mama,"ucap Aldo


"Kalian bisa ngasih kado buatnya nanti, kalian kan bisa temui Mama kalian,".


"Kami gak boleh ketemu sama Mama," ucap mereka bertiga


Celine yang mendengar itu pun mengangguk paham dan mengerti perasaan si kembar saat ini.


"Kalian yang sabar ya, mungkin ada rencana yang terbaik setelah ini buat kalian dan aku yakin, kalian bakalan menemukan Mama baru yang baik sama kalian," senyum Celine membuat si kembar terdiam.


"Ayo belanja lagi!".Si kembar lalu bergegas mencari barang-barang yang hendak mereka beli buat di masion nanti.


"Abang, bukannya nanti Papa mau ulang tahun yang ke 377 tahun," celetuk Aldo membuat Celine kaget.


'Buset, umur yang diluar nalar,' batin Celine.


"Iya, ayo beli cemilan kesukaan Papa!" ajak Alda menarik kedua tangan adiknya itu menuju sebuah toko, sedangkan Celine selalu ditinggal sejak tadi.


'Pa, Ma. apa Celine terlalu egois mencintai tiga pria sekaligus? Celine merasa kebahagiaan Celine ada di sisi mereka,' batin Celine menatap mawar yang ada ditangannya tersebut. Ia ingin memberikan mawar merah itu ke tempat orang tuanya.


'Kalau mereka adalah kebahagiaan Celine, Celine akan memperjuangkan mereka,'.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2