
"Hiks lepaskan kami, kami gak tau masalah kamu sama Papa dan Mama," isak Aldo yang sudah kedinginan karena ketiganya di kurung di sebuah goa, mendengar perkataan tersebut. wanita itu langsung menoleh dengan senyuman jahat yang tak pernah luntur dari wajahnya.
"Mama kalian itu merebut Reyhan dari saya! dan saya tak akan melepaskan kalian dari sini...., selamanya!" sinis Shakira berlalu meninggalkan si kembar.
Ya, dia adalah Shakira dan wanita itu dibangunkan oleh sosok iblis jahat, sehingga Shakira bisa merebut kembali mantan suaminya itu.
"Abang, dingin!" lirih Aldo bergegas memeluk Abang nya tersebut erat.
'Kami harus bebas dari sini, apapun caranya,' batin Alda sambil mengusap kepala kedua adiknya itu.
Gratak!
Si kembar sontak ketakutan saat mendengar suara petir yang cukup keras sekali, mereka hanya bisa berdoa supaya Mama dan Papa menyelamatkan mereka dari sini.
"Sial, mana gue gak pakai jas hujan lagi!"
Alda mendengar suara seorang wanita, langsung saja ia membaringkan kedua adiknya dan berusaha mendekati jeruji besi tersebut. Ia menatap seorang wanita yang terlihat kehujanan dan berdiri di dekat bibir Goa.
"Hei! tolong!"
Wanita yang mengomel tersebut menoleh dan mencari asal suara yang tak ada wujudnya.
"Siapa itu?"
"Tolong Alda, mendekatlah ke tumpukan batu. aku dikurung disini!"
Wanita itu berjalan mendekati tumpukan batu yang tak jauh darinya, ia menatap ruangan kosong tersebut.
"Ambil salah satu batu di bawah kaki kamu, dan hancurkan dinding bening ini! kami kedinginan di sini!"
"Kalian manusia apa hantu?"
"Manusia, tolong saudara aku yang sudah kedinginan sekali!"
Karena merasa iba, wanita itu mengambil salah satu batu dan membenturkan kearah ruangan itu. ia sontak mendengar suara kaca pecah dan langsung saja ia terus memukul nya sampai habis.
Deg!
Wanita itu kaget melihat seorang pria terduduk di depannya dengan wajah yang sudah pucat sekali.
"Kau gak papa?" panik wanita itu membuat Alda menoleh.
"Selamatkan kedua adikku," lirih Alda sehingga wanita itu menoleh kearah dua pria yang begitu mirip sekali.
Tap!
Tap!
Alda langsung mendorong wanita itu kesebuah tumpukan batu besar.
"Jangan bernafas dulu," pinta Alda sehingga wanita itu mengangguk pasrah, ia menutup hidungnya dan melihat sosok berjubah masuk.
"Kenapa kaca ini pecah, hah? siapa yang lakuin?" bentak Shakira sehingga Alda menggeleng.
Plak!
Alda meringis saat di tampar oleh Shakira, ia menoleh sekilas pada wanita asing tersebut supaya wanita itu diam disana.
__ADS_1
"Saya harap kalian bertiga jangan kabur dari sini, karena saya tak segan-segan membunuh kalian!" bentak Shakira lalu menghilang dari sana membuat wanita yang bersembunyi itu kaget sekali.
Ia lalu keluar dengan hati-hati dan mendekati Alda yang terbaring lemas saat ini.
"Kamu gak papa?"
"Bantu kami kabur dari sini, aku gak sanggup," lirih Alda.
"Astaga, kamu panas sekali! pasti kedua adik kamu juga demam." kaget wanita itu sedangkan Alda tak bisa apa-apa lagi.
"Wanita tadi siapa? ke-kenapa bisa hilang?".
"Dia iblis dan bisa melakukan apapun, begitu juga dengan kami bertiga tapi, kami tak bisa apa-apa," ungkap Alda berusaha duduk.
"Ib-iblis?"
"Iya, tolong rahasiakan identitas kami,"
"Ba-Baiklah, aku bakalan telpon orang buat membawa kalian pergi," jelas nya mengeluarkan ponsel untuk menelpon bawahannya.
"Gimana caranya kami membawa kalian kalau yang kami hadapi adalah iblis?"
"Tolong bacakan doa yang kamu hapal, dia pasti takut!"
"Doa? itu sama saja kalian ikut kepanasan!"
"Kami separuh manusia juga. Papa iblis sedangkan Mama kami manusia," jelas Alda membuat wanita itu mengangguk pelan.
"Apa agama kamu?"Alda menoleh.
"Aku gak punya agama," balas Alda jujur.
...----------------...
'Dilihat-lihat, mereka tampan juga,' batin wanita tersebut tersenyum tipis.
"Aduh!"
Wanita itu menoleh kearah Aldi yang tersadar dari pingsannya, pria itu mulai membuka matanya.
"Aldi, kamu baik-baik saja?" tanya wanita itu karena sempat melihat kalung si kembar yang terdapat nama masing-masing.
"Ka-Kau siapa? ma-mana, ab..., Abang!" tangis Aldi memeluk Abang nya yang tertidur di sampingnya.
"Abang kamu baik-baik saja kok, kamu lapar?" tawar nya membuat Aldi menoleh.
"Hiks gak mau! kau pasti wanita jahat, bukan? kau pasti mau macam-macam?" tuduh Aldi menatap tajam.
"Gemesnya, pengen gue bawa ke oyo," gumam wanita itu gemes.
"Apa itu oyo?" tanya Aldi penasaran membuat wanita itu melongo.
"Kau gak tau?"
Aldi menggeleng dengan polosnya, ia sama sekali tak mengerti maksud wanita itu.
'Kalau satu polos berarti yang lainnya juga polos, dong?' batin wanita itu bingung.
__ADS_1
Ia lalu menoleh pada Alda maupun Aldo yang mulai terbangun dari tidurnya, sehingga Aldi langsung kembali memeluk Abangnya lagi.
Wanita itu bergegas keluar untuk menyiapkan sarapan buat si kembar tersebut.
...----------------...
Brakh!
Pasangan tanpa status itu pun membuka mata karena terganggu akan suara dobrakan tersebut.
"Re-Reyhan,"
Ya, orang yang mendobrak pintu kamar itu adalah Reyhan. pria itu selalu saja kesakitan di bagian cincin di harinya sehingga ia langsung menyusul istrinya melalui bantuan Papanya.
"Wah, ini kerjaan kamu? aku mengusir kamu buat mencari si kembar, bukan berselingkuh seperti ini!" bentak Reyhan berusaha menahan tangisnya, sedangkan Elsa tampak menutupi tubuh polosnya.
"Re-Rey, Ka-Kamu salah paham!" panik Elsa sehingga Reyhan menoleh kearah Fadli yang sudah pucat pasi saat ini.
"Kalian tau, bukan! kalau Rey benci yang namanya perselingkuhan, Rey capek! dan buat kamu, Elsa! Rey mau kita akhiri saja hubungan kita," jelas Reyhan berusaha menahan sesak di dadanya.
Ia tak menyangka kalau istrinya berhubungan badan dengan pria lain saat ini.
"Baby, ak-aku minta maaf. aku tadi mabuk dan gak sadar,"tangis Elsa memohon.
"Reyhan, gue juga minta maaf. gue digoda oleh Elsa, gue udah nolak dengan keras tapi dia malah makin goda gue. kita sama laki-laki tau bagaimana akhirnya, kita terbawa suasana," jelas Fadli.
Reyhan tak membalas perkataan kedua orang itu, ia hanya berusaha menahan rasa marah sekaligus kecewanya saat ini.
Entah kenapa, ia mendapatkan hal-hal tak terduga di waktu bersamaan.
Pertama, ketiga putranya diculik.
Kedua, ia baru tau kalau bukan anak kandung dari Mama dan Papanya.
Sekarang, ia malah diperlihatkan kejadian saat ini.
Apa ia tak boleh bahagia?
"Elsa, kita cerai dan jauhi aku dengan sikembar! kau gak punya hak menyentuh mereka mulai sekarang! kau aku talak tiga!"bentak Reyhan lalu pergi dari sana tanpa menghiraukan teriakan mantan istrinya tersebut. Sekarang, ia hanya fokus mencari ketiga putranya saja.
Ia mengeluarkan ponsel untuk menghubungi seseorang.
{Ada yang saya bantu, Tuan?}
"Bereskan semua pakaian Elsa dan kamu buang ke halaman. kalau dia menolak, usir dengan kekerasan,"
{Ba-Baik, Tuan!}
Tut!
"Rey trauma dengan pernikahan sekarang, Rey gak bakalan menikah lagi," gumam Reyhan menghapus air matanya lalu melihat Papanya yang asik minum.
"Pa, ayo pergi!"
"Mana istrimu?"
"Reyhan udah ceraikan dia dan dia bukan siapa-siapa lagi,"ketus Reyhan lalu pergi, membuat Papa kebingungan saat ini tapi, ia tak bisa membaca pikiran putranya itu.
__ADS_1
Bersambung.....