MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 18


__ADS_3

Elsa maupun Reyhan pun langsung menuruni tangga sambil bergandengan tangan, pemuda itu juga tertawa kecil saat Elsa menceritakan masa kecil wanita itu. Keduanya langsung menuju ruang tamu untuk menonton sedangkan Elsa langsung memeluk Reyhan erat.


Vania yang melihat itu benar-benar iri sekali, ia yakin bakalan mendapatkan Reyhan dari Elsa. apapun caranya, walaupun harus melakukan hal ekstrem sekalipun.


"Elsa, adikmu itu selalu memandangku terus. boleh aku menyantapnya?" bisik Reyhan saat menyadari seseorang mengintainya dari belakang saat ini, Elsa lalu menoleh pada Reyhan sambil tersenyum.


"Kamu kalau lapar, nanti malam saja aku cariin yang enak, itu udah kadaluarsa," jelas Elsa membuat Reyhan bingung.


"Memangnya ada ya, manusia kadaluarsa?" tanya Reyhan dengan polosnya membuat Elsa langsung mencium pipi Reyhan gemes.


"Gemes banget, sih!"


"Elsa, jawab pertanyaan ku!"


"Jawab yang mana?"


"Yang tadi,"


"Tadi mana?"


Reyhan langsung memanyunkan bibirnya cemberut membuat Elsa benar-benar suka mengerjai Reyhan yang mengemaskan tersebut.


"Aku bercanda, Baby! jangan nangis," bujuk Elsa melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Reyhan.


"Buatin susu," pinta Reyhan sehingga Elsa mengangguk dan langsung ke dapur, bersamaan dengan itu Reyhan menoleh pada Vania yang duduk disebelahnya dengan pakaian tak pantas.


"Kamu kenapa mau sama Kak Elsa yang jelek itu, sih?"


"Suka aja," ketus Reyhan kembali menonton film tapi tatapannya teralih ke tangan mulus wanita itu. Ia ingin sekali memakan daging Vania tapi gak dibolehin sama Elsa yang membuatnya harus sabar dulu.


"Kamu ngapain lihatin aku terus? cantik ya," senyum Vania sengaja mendekatkan diri pada Reyhan yang sudah berusaha untuk tidak memakan manusia di sampingnya itu.


"Ngapain dekati calon suami gue?"


Vania mendengus kesal lalu pergi dari sana, membuat Reyhan langsung memeluk Elsa erat.


"Elsa, Rey pengen banget makan tangannya! Reyhan cicip dikit boleh?" tanya Reyhan memohon.


"Sabar,"


"Reyhan gak tahan buat makan dagingnya," rengek Reyhan memohon.


"Reyhan, sabar dulu. aku belum puas membuatnya menderita,"


"Setelah itu boleh Rey makan?" tanya Reyhan menoleh sehingga Elsa mengangguk membuat Reyhan tersenyum senang.


"Tapi, dia pakai baju seksi. kan kelihatan daging nya,".

__ADS_1


"Mata kamu ternodai, jangan lihat dia setelah ini. nanti aku saja yang berpakaian cantik buat kamu," senyum Elsa membuat Reyhan menoleh ketubuh Elsa.


"Gak boleh! gak boleh lihatin tubuh Elsa pada orang lain,"larangnya sambil memeluk tubuh Elsa erat.


"Cuman dirumah aja, tunggu bentar!"


Elsa langsung bergegas menuju lantai atas sehingga Reyhan menoleh pada wanita itu yang tergesa-gesa menaiki tangga, ia lalu kembali menonton televisi dan mengambil toples yang ada di atas meja.


Reyhan menatap makanan itu untuk memastikan tak ada hal aneh lalu membukanya, ia benar-benar suka makan keripik pedas seperti ini daripada yang lain. Tak lama, ia menoleh kearah tangga dan melihat Elsa yang memakai celana jeans hingga paha dan baju kaos ketat yang menampilkan dada Elsa.


Wanita itu benar-benar menggoda iman kaum Adam tapi tak berlaku pada Reyhan yang tak paham apa-apa soal begituan.


"Gimana cantik?"


"Elsa gak sesak? dada Elsa kayak ketekan," jelas Reyhan dengan polosnya membuat Elsa menoleh kearah dadanya.


"Gak kok, gimana penampilan aku?" senyum Elsa membuat Reyhan tersenyum.


"Elsa cantik kok,"


"Argh! makasih, Baby!" jerit Elsa memeluk Reyhan gemes sedangkan pria itu hanya diam sambil memakan kripiknya lagi.


Teng!


Teng!


"Paman, tunggu!".Keduanya langsung menuju pedagang bakso.


"Pesan tiga puluh tusuk ya," pinta Reyhan sehingga Pria itu mengangguk sedangkan Reyhan menarik tangan Elsa untuk memeluk tubuhnya dari belakang. Ia tak izinkan orang lain melihat tubuh Elsa kecuali dirinya saja.


"Emangnya kamu sanggup habiskan?"


"Sanggup, kalau gak habis aku bisa suruh Elsa yang habiskan,"balasnya tanpa bersalah yang membuat Elsa terkekeh kecil.


"Aku ambil piring dulu ya, biar lebih mudah,"


"Baiklah," senyum Reyhan sehingga Elsa langsung bergegas menuju masionnya. Saat hendak mau kedapur, Elsa langsung dicegat oleh Fitri- Mama sambungnya itu.


"Tante ngapain cegat saya, sih! minggir!"


"Serahkan Reyhan itu buat anak saya atau ...,"


"Atau apa?" tantang Elsa membuat Fitri terkekeh kecil.


"Atau saya habisi Orang yang kamu sayang, nenek kamu itu,"ancam Fitri membuat Elsa terdiam seolah-olah takut. padahal Neneknya sudah lama meninggal di Bogor tanpa di ketahui oleh Mama tirinya itu.


"Sekarang kamu jauhi Reyhan dan biarkan Vania menjadi istri Reyhan,".

__ADS_1


"Gak peduli," balas Elsa dengan entengnya.


2 menit kemudian...


Elsa mendekati Reyhan yang sudah dikerumunin oleh emak-emak kompleks yang kegatelan, membuatnya benar-benar kesal sekali.


"Minggir semua! jangan dekati calon suami saya," kesal Elsa membuat emak-emak rempong itu kesal.


"Sombong amat sih, lagian masih calon juga," sinis salah satu wanita membuat Elsa menoleh.


"Bodi amat, yang terpenting gak ada yang boleh dekati calon saya," ketus Elsa sedangkan Reyhan hanya tersenyum tipis.


***


"Elsa, baksonya enak banget, ya! Rey suka,"


Vania dan Mamanya pun melirik kearah Elsa yang membawa piring sedangkan Reyhan asik memakan bakso.


"Tentulah," senyum Elsa membuat Reyhan tersenyum.


"Kalian minggir, kami mau duduk," usir Elsa kesal.


"Malas," ketus Vania membuat Elsa kesal.


"Kita duduk di taman aja, yok!" tawar Reyhan sehingga Elsa menoleh.


"Gak usah, nanti kulit kamu hitam karena berjemur. mendingan ke kamar aja, sekalian kita nonton," ajak Elsa sehingga Reyhan mengangguk setuju dan bergegas mengikuti Elsa.


"Mama, aku pengen Reyhan!"


"Sabar, kenapa? Mama lagi pusing hadapi Elsa itu,"


"Gimana kalau nanti kita kasih obat tidur pada Elsa, terus kita sekap di gudang," bisik Vania sehingga Fitri mengangguk setuju.


Reyhan yang memiliki pendengaran tajam pun hanya tersenyum tipis mendengarnya. kedua orang itu gak bakalan bisa menyekap Elsa darinya.


"Elsa,"


"Ada apa, Baby?"


Reyhan langsung menutup pintu kamar sehingga Elsa kebingungan.


"Mereka mau sekap Elsa di gudang saat Elsa udah tertidur akibat obat," jelas Reyhan jujur membuat Elsa tertawa pelan.


"Kita kerjain balik," usul Elsa sehingga Reyhan mengangguk setuju, ia paling suka mengerjai orang-orang.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2