
Aldo tampak memakai Hoodie milik abangnya karena Alda selalu memakai Hoodie saat ke sekolah, sedangkan baju putihnya sudah dimasukkan kedalam tas karena tak ingin pakai baju basah dan apalagi noda yang masih membekas.
"Hukk!"
Alda menutup mulutnya sehingga kedua adiknya langsung mendekat, semuanya kaget melihat darah segar di telapak tangan sang Abang.
"Abang kenapa? Abang sakit apa?" tanya mereka panik sedangkan Alda berusaha mengatur nafasnya lalu tersenyum.
"Abang cuman panas dalam aja, gak ada sakit yang parah kok," balas Alda jujur, karena ia hanya panas dalam sehingga batuk darah.
"Beneran?" tanya keduanya penasaran.
"Iya, Dek! Abang cuman sakit biasa aja," balas Alda sedangkan Aldi langsung mengambil tissue dan mengusap darah yang ada di telapak tangan abangnya itu, sedangkan Aldo hanya diam melihat saudaranya membersihkan darah di tangan sang Abang.
"Abang kalau gak enak badan, Abang istirahat dulu," pinta Aldo.
"Abang gak pa-pa kok, ayo keluar!" ajak Alda sehingga keduanya mengangguk dan mengikuti sang Abang buat keluar menuju lapangan. Keduanya selalu berjalan di samping Abangnya karena takut abangnya tiba-tiba pingsan atau tiba-tiba sakit.
"Kembar!"Ketiganya lalu menoleh dan melihat Celine mendekat.
"Ikut aku sebentar," pinta Celine menarik tangan Alda membuat Aldi maupun Aldo menarik tangan sang Abang.
"Jangan menyentuh Abang kami! kami udah gak mau berurusan sama Celine, mendingan Celine pergi dari sini dan kalau mau, jauhi kehidupan kami! kami sudah memberikan semua harta Celine tanpa mengambil satu persen pun! ...,"
"Kami memang polos dan lugu sehingga mudah dimanfaatkan. tapi, kali ini kami gak akan terhasut rayuan Celine lagi!"sambung Aldo menarik kedua abangnya buat pergi dari sana, membuat Celine benar-benar sedih sekali saat ini.
'Maafkan aku, aku gak bakalan menyerah sebelum kalian memaafkan aku,' batin Celine mengusap air matanya, ia membetulkan maskernya lalu pergi dari kumpulan orang-orang tersebut.
Disisi lain, Aldi memeluk Abangnya yang tiba-tiba lemas sekali saat ini.
"Abang kenapa?" tanya Aldi khawatir sedangkan Alda hanya diam sambil mengusap kepalanya yang pusing sekali saat ini.
"Abang duduk dulu, biar Aldo beli sarapan buat Bang Alda. kayaknya Abang gak sarapan tadi," jelas Aldo bergegas pergi sehingga Aldi beranjak duduk di sebuah bangku dan menyandarkan kepala abangnya di bahunya.
"Harusnya tadi Abang sarapan, kenapa Abang gak mau?"
"Gak nafsu," balas Alda jujur sambil memejamkan matanya, sesekali ia mengusap kepalanya yang benar-benar pusing sekali saat ini.
__ADS_1
Tak lama, si bungsu datang sambil membawakan satu kotak nasi goreng dari kantin dan sebuah botol mineral dingin.
"Abang sarapan dulu ya, biar Aldo suapin," balas Aldo duduk di samping Alda.
Alda hanya pasrah menerima suapan dari adiknya itu, beberapa orang yang melihat kedekatan tiga bersaudara itu bakalan iri dan kagum.
karena kebanyakan saudara kembar saling berkelahi dan si kembar tiga tampak saling melindungi.
Iri ***!
Setelah sarapan, Alda mulai tertidur sehingga kedua adiknya menjaga sang Abang supaya lebih baikan. keduanya juga asik bermain ponsel tanpa menghiraukan banyak orang yang ke taman buat berfoto-foto.
"Hai, boleh kenalan?"
Si kembar lalu menoleh sekilas pada sekumpulan cewek-cewek dari sekolah lain tersenyum pada mereka, mereka tak peduli dan kembali melanjutkan aktivitas bermain game membuat beberapa wanita itu kesal dicuekin.
"Mendingan kalian pergi, kalau ingin membuat Abang gue terganggu!" usir Aldi tanpa menoleh karena beberapa cewek itu ribut untuk mengajak mereka bicara..
"Pergi atau kalian masuk rumah sakit?" ancam Aldo kesal lalu menatap tajam kearah wanita-wanita itu.
Mendengar ancaman yang menakutkan itu, ketiga wanita itu bergegas pergi karena tak ingin berakhir di rumah sakit.
Setelah beberapa jam tertidur, Alda mulai membuka matanya sambil menatap Aldi yang juga tertidur kecuali Aldo yang asik membaca cerita di aplikasi di ponselnya.
"Abang udah baikan?" tanya Aldo mematikan ponselnya lalu menoleh kearah Alda yang membetulkan posisi kepala sang adik di bahunya.
"Udah baikan kok, cuman dikit pusing saja," balas Alda sehingga Aldo mengangguk paham.
"Sekarang malah Bang Aldi yang ketiduran,"
"Biarkan saja, mungkin kecapekan,"
Aldo hanya diam melihat Abang keduanya yang tertidur pulas saat ini.
1 jam berlalu...
Aldi tampak mengusap matanya sambil menatap pertandingan dari lantai dua, pria itu juga menopang kepalanya di pembatas karena masih mengantuk sekali, ia menatap pertandingan yang sangatlah bosan.
__ADS_1
Sedangkan kedua saudaranya tengah asik menatap pertandingan bola kaki yang begitu sengit, sekarang adalah pertandingan sekolah mereka melawan sekolah sebelah.
"Abang, kita pulang aja ya. mendingan santai-santai di masion daripada lihatin beginian," jelas Aldi memohon, ia benar-benar mengantuk sekali saat ini.
"Di masion sepi, gak ada yang bisa kita lakuin," balas Aldo jujur, membuat Aldi mendengus kesal sekali.
"Ayolah, Aldi ngantuk banget nih!" rengek Aldi membuat Alda mengangguk pelan.
"Yasudah, ayo pulang!" pasrah Alda sehingga Aldi senang karena sudah merindukan kasur empuk dan guling.
......................
Sesampai di masion, Aldi langsung bergegas menuju lantai atas karena sudah mengantuk sekali. berbeda dengan Aldo dan Alda yang langsung menuju dapur.
"Bibi, buatin kami berdua nasi goreng! kami lapar!" pinta Alda sehingga salah satu maid bergegas mendekat.
"Baik, Tuan!" Maid itu bergegas mengambil bahan-bahan untuk nasi goreng karena takut kedua orang itu marah karena ia lalai ataupun lambat dalam memasak.
Keduanya lalu mengambil susu yang dibuatkan oleh maid lainnya, sehingga keduanya langsung meminumnya karena haus sekali ditambah susu itu dingin dan segar.
"Ehm, Maaf. saudara Tuan yang satu lagi mana?"Alda lalu menoleh.
"Tidur dikamar," balas Alda dengan entengnya sambil meminum susunya kembali.
"Ibu, aku sudah siap menyiram tanaman hias nya!"
Kedua pria itu menoleh pada wanita berpakaian santai itu mendekat.
"Bibi, siapa dia?" tanya Alda penasaran sedangkan Aldo menatap sinis karena tak nyaman dengan aura wanita itu, kebanyakan aura negatif membuat Aldo risi.
"Dia anak Bibi, maaf kalau Bibi membawanya kesini karena Bibi kasihan ninggalin anak Bibi sendiri karena suami Bibi kerja keluar kota," jelas Maid itu membuat si kembar terdiam.
"Kami gak suka ada orang asing disini," jelas Aldo cemberut.
"Tuan tenang saja, Bibi akan menjaga ketat anak Bibi supaya tak melakukan kesalahan apalagi masalah pribadi keluarga ini,"jelas Maid itu membuat si kembar mengangguk pelan.
"Kami pegang janji Bibi, kalau wanita itu buat rusuh ataupun berani membocorkan rahasia. kami gak segan-segan melenyapkannya," jelas Alda dengan dinginnya membuat maid itu mengangguk paham.
__ADS_1
Bersambung.....