
Cklek!
"Pap..., Papa kenapa?"
Si kembar yang baru membuka pintu kamar Papanya pun kaget melihat Reyhan terbaring di kasur dengan Airin mengompres kening Reyhan.
"Papa kalian demam," jelas Airin tersenyum membuat si kembar mendekati sang Papa.
"Papa hiks!"
Reyhan mulai membuka matanya perlahan dan melihat ketiga putranya tersebut menangis, ia tersenyum lalu mengusap air mata Aldo.
"Dasar cengeng, Papa cuman gak enak badan aja kok. jangan nangis," lirih Reyhan tersenyum.
"Papa kenapa bisa sakit? pasti Papa kepikiran tentang masalah Papa dengan Mama, bukan? kalau itu membuat Papa sakit, Papa gak usah pikirkan Mama!" -Aldo-
"Kami hanya punya Papa, Papa gak boleh sakit!" -Aldi-
"Papa, Papa harus cepat sembuh! kami juga bawain kado buat ulang tahun Papa," -Alda-
Reyhan yang mendengarnya hanya tersenyum tipis, ia begitu lemas karena beban pikiran dan ia terus saja mengerjakan pekerjaan tanpa menghiraukan tubuhnya yang butuh istirahat. Ia melakukan itu untuk melupakan semua tentang mantan istrinya itu.
"Kalian mandi dulu, sana! terus sarapan, aku sudah bikin sarapan yang enak buat kalian," senyum Airin membuat si kembar menoleh.
"Awas sakiti Papa kami, jangan harap jadi Mama baru kami!"ancam mereka membuat Airin terkekeh kecil dengan tingkah si kembar.
Si kembar langsung saja pergi menuju kamar sedangkan Airin mengambil bubur di atas meja untuk Reyhan.
"Kamu sarapan dulu ya, biar cepat sembuh!" bujuk Airin membuat Reyhan menoleh sekilas, pria itu menggeleng tak mau membuat Airin pasrah.
"Ini gak ada racun, aku wanita baik-baik dan kalau gak percaya. lihat saja identitas diri aku mengunakan penglihatan kamu,".
"Rey percaya tapi, Rey gak mau nikah lagi walau sudah di suruh sama Papa," lirih Reyhan jujur, membuat Airin menoleh menatap Reyhan.
__ADS_1
"Reyhan, kalau aku punya kesalahan saat jadi istri kamu nantinya. kamu boleh menghukum aku, aku memang terlihat wanita jahat tapi aku masih punya hati dan menghargai perasaan pasangan. Apapun yang kamu pinta, aku bakalan turuti...,"
"... kalau kamu menyuruh aku tidak mendekati hal-hal negatif, aku bakalan nurut. kamu percaya saja sama aku," ungkap Airin panjang lebar sehingga Reyhan kembali menoleh pada Airin.
"Tetap saja Rey trauma, udah dua orang mantan istri Rey dan keduanya bersikap sama aja,"
"Reyhan, aku tau apa yang kamu rasakan saat ini. tapi, aku mohon kamu jangan banyak pikiran saat ini. kamu harus fokus sehat dulu. kalau soal pernikahan, kamu bisa undur sampai kapanpun,"
Airin lalu menyodorkan gelas berisi air putih pada Reyhan, sehingga pria itu menurut. Reyhan ingin cepat sembuh dan melupakan semuanya, ia tak ingin berlarut dalam kesedihan terus-terusan.
Disisi lain,
Celine melangkahkan kakinya menuju perkuburan keluarga, gadis itu membawa dua ikat mawar merah yang begitu indah. Wanita itu menghentikan langkahnya di dekat dua kuburan dengan keramik putih polos.
"Apa kabar Mama dan Papa?!, maafin Celine yang baru datang ya. Celine ada hadiah buat kalian," senyum Celine meletakkan buket bunga itu di atas kuburan Mama dan Papanya.
"Mama, Papa. Celine merasa bahagia beberapa hari ini karena menemukan orang yang mampu buat Celine kesal dan bahagia. Apakah, Celine boleh menyukai tiga orang sekaligus?".Celine kembali terdiam sambil menghapus air matanya yang mengalir.
"Tapi, ketiganya adalah iblis." jelas Celine jujur.
Wanita itu menoleh kearah langit yang mulai gelap karena sebentar lagi hujan deras.
"Mama, Papa. Celine pulang dulu karena gak bisa lama-lama. kalian tenang disana ya," senyum Celine mencium batu nisan orang tuanya itu.
Celine adalah gadis yatim-piatu yang ditinggal kedua orangtuanya sejak ia berusia 2 tahun, sekarang ia hanya dibesarkan oleh bodyguard dan maid untuk melindungi dari orang-orang yang mengincarnya saat ini.
★★★
"Jangan menyentuh kepala kami!" kesal si kembar saat Airin mengusap kepala si kembar, entah kenapa Airin suka sekali mengusili ketiga anaknya Reyhan.
"Kalian mengemaskan sekali, Reyhan gimana cara buat mereka yang mengemaskan gini?" tanya Airin sehingga Reyhan menoleh dengan tatapan bingungnya.
"Caranya pakai tepung!" potong di kembar kesal.
__ADS_1
"Emangnya pakai tepung?" tanya Airin kebingungan.
Reyhan tak membalas perkataan keempat orang tersebut, kepalanya saat ini masih pusing sekali.
"Bisakah kalian berhenti bertengkar terus," sinis Reyhan kesal. Si kembar mendengus kesal kearah calon Mamanya itu.
"Papa, kami punya pacar loh!"
Mendengar penuturan anaknya itu, Reyhan sontak menoleh kearah si kembar.
"Pacar?" tanya Reyhan sehingga si kembar mengangguk sambil tersenyum.
"Iya, pacar kami sama loh! namanya Celine, gadis yang nolongin kami waktu itu," jelas Alda dengan polosnya membuat Reyhan maupun Airin kaget.
"Sa-Satu bertiga? emang mau tuh cewe?" tanya Airin penasaran.
"DIAM KAMU!" kesal si kembar menatap tajam kearah Airin.
"Kalian beneran berpacaran dengan satu wanita yang sama?"tanya Reyhan penasaran sehingga si kembar mengangguk polos.
"Untuk sekarang Papa gak ijinin kalian berpacaran, kalian harus fokus sekolah dan tamat dengan nilai memuaskan,".
"BERHENTI MENGUSAP KEPALA KAMI!" teriak si kembar saat Airin kembali mengusap kepala si kembar. Si kembar yang kesal langsung mengikat tubuh wanita itu mengunakan tali sedangkan Reyhan hanya tersenyum tipis melihat ketiga putranya yang kesal.
"Gak baik jadi calon Mama kami," sinis si kembar sambil menutup mulut Airin mengunakan kain, sedangkan wanita itu pasrah sambil menatap tajam kearah si kembar.
"Eh!" kaget si kembar saat Airin menghilang dari ikatan tersebut.
"Loh? kenapa bisa?" bingung ketiganya karena Airin terlepas dari ikatan mereka.
"Dia itu iblis," jelas Reyhan jujur.
"Eh, iya juga. kami lupa," cengir ketiganya sedangkan Airin yang muncul hanya menatap sinis pada si kembar.
__ADS_1
Bersambung....