
Kini Elsa mengajak Aldo buat jalan-jalan sedangkan Alda sudah pergi lagi ke sekolah karena ia paksa. Elsa juga bosan dirumah sehingga ia mengajak putra bungsunya buat jalan-jalan ke Mall.
"Mama, Aldo mau beli cemilan ini!" pinta Aldo mengambil sebuah cemilan yang cukup besar baginya, Elsa hanya mengangguk membuat Aldo senang lalu mengeluarkan ponselnya untuk bilang pada abang-abang nya.
Ia ingin abangnya memilih cemilan supaya ia bisa membelinya juga, setelah mengirim beberapa foto. Alda langsung membalasnya membuat Aldo langsung bergegas mengambil cemilan sesuai permintaan kedua Abangnya.
Sedangkan Elsa tengah asik memilih cemilan yang enak buat Reyhan nanti saat pria itu pulang dari kantor. Ia melirik pada putranya yang tengah memborong setumpuk cemilan yang dibantu oleh bodyguard supaya tak kesusahan.
Setelah membayar belanjaan, kedua bodyguard tersebut langsung bergegas membawa belanjaan mereka ke mobil sehingga Elsa mengandeng tangan Aldi buat ke lantai atas untuk membeli baju.
"Mama, nanti Aldo pengen beli buah ya," pinta Aldo menoleh.
"Tentu, nanti kita beli buah," senyum Elsa mengusap lembut kepala Aldo, membuat pria itu tersenyum manis sambil menggenggam erat tangan Mamanya itu.
"Mama,"
"Apa lagi?"
"Mama harus janji, gak boleh kasih kami adek baru. Aldo gak mau jadi Abang," pinta Aldo memohon membuat Elsa tersenyum manis.
"Aldo, kalau Papa kamu ingin anak perempuan, gimana? kamu mau lihat Papa kamu sedih?" tanya Elsa lembut supaya Aldo mengerti, Aldo hanya memanyunkan bibirnya kesal sambil menunduk.
"Aldo takut, kalian akan beda-beda kan kami," lirih Aldo jujur.
"Mama dan Papa gak bakalan beda-beda kalian, kalian semua itu adalah anak kandung Mama. masih takut kalau Mama punya anak lagi?"Aldo menoleh sambil tersenyum.
"Aldo gak takut lagi, Aldo bakalan bilang sama Abang dan Aldo bakalan belajar jadi Abang nantinya," senyum Aldo membuat Elsa terkekeh pelan dan membawa putranya itu
Keduanya terlihat seperti sepasang kekasih yang membuat beberapa pengunjung mall begitu iri sekaligus kagum dengan kedekatan mereka. tak ada yang tau, kalau mereka adalah pasangan anak dan ibu saat ini.
"Elsa!"
Langkah keduanya terhenti sehingga keduanya menoleh, Elsa begitu kaget melihat kedatangan Fadli yang saat ini masih berstatus sebagai suaminya.
"Bolehkah kita bicara? putra mu kalau ikut juga gak papa,"
"Baiklah,"
"Kalau begitu, kita sambil makan aja disana biar lebih santai ngomong nya," ajak Fadli sehingga Elsa mengangguk lalu menoleh pada Aldo yang terdiam, melihat dirinya yang tersenyum. Aldo juga ikut tersenyum dan mengikuti Mamanya.
Ketiganya lalu duduk disebuah restauran di mall tersebut sedangkan Fadli langsung memesan makanan.
__ADS_1
"Kamu mau ngomong apaan?" tanya Elsa penasaran.
"Aku sudah tau kalau kamu diambil lagi oleh saudara Reyhan, kamu mau apa sekarang? mau pisah? apalagi kita berstatus suami-istri," jelas Fadli membuat Elsa terdiam sambil menggenggam erat tangan putranya.
"Aku mau kita pisah saja, aku sudah dimaafkan oleh Reyhan dan maafkan aku karena aku yang terlalu mabuk, kesalahan ini terjadi,"Fadli yang mendengarnya pun tersenyum.
"Baiklah, aku bakalan urus surat-surat perceraian kita dan aku jujur, sebelum ini terjadi. aku ingin menikahi wanita yang aku cintai," jelas Fadli membuat Elsa menoleh.
"Siapa namanya?" tanya Elsa penasaran sekali.
"Elsa!"
Semuanya menoleh pada wanita berumur 30 tahunan mendekat sambil tersenyum manis, wanita itu langsung memeluk Elsa erat karena sudah kangen sekali.
"Ana, astaga! gue benar-benar gak nyangka kalau lo disini!"kaget Elsa membuat Ana terkekeh pelan.
"Iya, gue kesini di jemput sama Fadli. tunangan gue, gue gak ada maksud buat jadi pelakor ya,"
"Kau ini ngomong apaan dah," sinis Elsa membuat yang lain tertawa.
"Btw lo masih muda banget, gimana caranya biar awet muda?"tanya Aja penasaran membuat Elsa maupun Fadli terdiam karena Ana belum tau yang terjadi.
"Karena gue sering ke salon makanya muda kek gini," bohong Elsa.
"Ini putra bungsu gue, namanya Aldo," jelas Elsa mengusap kepala Aldo lembut.
"Bungsu? berarti, ada yang lain dong?"
"Iya, dua lagi ada di sekolah. kembaran nya Aldo,"
"Maksud lo, anak lo kembar 3?" kaget Ana sehingga Elsa mengangguk membuat Ana mengerti.
Tak lama pesanan mereka sampai sedangkan Aldo menatap bingung kearah makanan yang belum pernah ia coba sedikitpun, apalagi ia baru kali ini melihat masakan seperti itu.
"Ayo dimakan!" suruh Fadli sehingga Elsa mengangguk pelan lalu menoleh pada putranya yang sama sekali tak menyentuh makanan.
"Makanlah, enak kok," bujuk Elsa membuat Aldo menggeleng pelan karena takut gak enak.
"Itu namanya sate,"
"Aldo takut sama kuah kuning nya," cicit Aldo membuat yang lain tertawa pelan mendengar penuturan polos Aldo yang masih menatap ngeri kearah piring yang berisi sate tersebut.
__ADS_1
"Kayak itu," sambung Aldo pelan supaya tak didengar yang lain.
"Mama suapin ya, pejamkan saja mata kamu!"
"Gak mau, Mama. Aldo jijik," jelas Aldo menutup mulutnya mengunakan telapak tangan membuat Elsa gemes dengan tingkah anaknya itu.
"Lihat Om itu! dia langsung saja menyantap makanannya,"
Aldo menoleh pada Fadli yang memakan sate karena direstauran ini juga menjual sate.
"Buka mulutnya!" bujuk Elsa membuat Aldo menoleh lalu kembali menutup mulutnya lagi.
"Jijik!" tolak Aldo menggeleng.
......................
"Mana cemilan Abang?"
Aldo yang baru turun dari mobil bersama Elsa pun menoleh pada kedua Abangnya yang sudah pulang dari sekolah.
"Didalam bagasi," jelas Aldo sehingga kedua saudaranya langsung mengambil cemilan masing-masing sedangkan cemilan buat Aldi sudah ada padanya.
Ketiganya langsung menuju masion sedangkan Elsa masih membereskan semua belanjaannya di mobil.
Puk!
Elsa tersentak kaget dan menoleh pada seorang wanita yang menepuk pundak nya, wanita itu tersenyum dan menghilang bersama dengan dirinya.
Tiba-tiba saja mereka tiba disebuah hutan yang sama sekali tak dikenal oleh Elsa.
"Ka-Kau siapa? kenapa kau membawa saya kesini?"
"Saya Airin, saya membawa kamu kesini karena tak ingin diganggu oleh yang lain dan bisa dikatakan. hanya kau dan aku disini," jelas Airin tersenyum membuat Elsa ketakutan sekali saat Airin mendekatinya.
"Ka-Kau mau apa?"
"Mau aku? aku ingin kamu...,"
Jleb!
Jleb!
__ADS_1
Airin langsung menusuk dada Elsa mengunakan sebuah pedang, membuat Elsa memuntahkan darah segar sehingga Airin menyambut tubuh Elsa yang sudah tak bernyawa tersebut.
Bersambung......