MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 55


__ADS_3

"Kalian beneran mau tinggal dimasion ini?" tanya Elsa sehingga si kembar mengangguk pelan sambil tersenyum manis, mereka ingin tinggal disini karena ada urusan sedikit apalagi ia merasa janggal tentang kematian Celine.


"Yasudah kalau begitu, kami pamit dan kalian jangan nakal,"peringat Reyhan lalu menghilang bersama istrinya tersebut.


Prang!


Ketiganya menoleh dan melihat beberapa maid yang mengintip dari balik tembok.


"Bibi, ngintip itu gak boleh loh!" senyum di kembar membuat semuanya takut sekali ditambah melihat orang tua si kembar yang tiba-tiba menghilang tadi.


"Bibi gak usah takut ya, kami gak makan kalian kok. kami juga manusia seperti kalian. owh iya, kami mau pamit pergi bentar!"pamit Alda lalu menghilang bersama kedua adiknya itu, membuat beberapa maid itu takut sekali saat ini.


Tiba-tiba ketiganya sampai disebuah gedung besar, ketiganya langsung dihadang belasan orang karena melihat orang asing datang ke wilayah mereka membuat si kembar menoleh dengan mata merahnya, seketika orang-orang itu tampak takut.


"Kami ingin ketemu Celine untuk minta penjelasan nya, kalau kalian gak mau kami masuk. suruh dia keluar buat temui kami disini," pinta Aldi sambil membuka penutup kepalanya.


"Memang nya kalian bertiga siapa?" tanya salah satu penjaga penasaran sekali.


"Haruskah kami menjawab?" tanya ketiganya dingin.


"CELINE KELUAR ATAU KAMI MASUK KEDALAM! KAU WANITA PEMBOHONG! KELUAR SEKARANG!" teriak si kembar membuat orang yang berada di lantai atas menghidupkan lampu dan membuka jendela, si kembar tersenyum melihat wanita yang pura-pura meninggal saat ini.


"Ka-Kalian?"


"Apa? kamu bohongi kami! Celine nakal!" kesal Aldo membuat Celine menahan tawanya saat ini, ia lalu menyuruh bawahannya supaya mengantarkan si kembar buat masuk.


Si kembar langsung bergegas memasuki gedung itu untuk mencari keberadaan Celine, saat ingin berbalik ke kiri. semuanya malah tabrakan sehingga Aldo berada di atas tubuh Celine sedangkan yang lain tersungkur di lantai.


"Huwa! Aldo gak polos lagi!" panik Aldo menghindar dari tubuh Celine dan langsung memeluk Alda sambil menangis.


Sedangkan Celine mengusap lengannya yang terbentur ke lantai.


"Kalian bisa gak, jangan lari-larian terus! kalau kalian jatuh lebih keras, gimana?" omel Celine membuat ketiganya terdiam.


"Mana tubuh Aldo berat banget lagi! dasar gendut!".


"Aldo gak gendut ya!" kesal Aldo menatap tajam kearah Celine.

__ADS_1


"Pokoknya Aldo gendut!"


"Hiks Aldo gak gendut! cuman banyak makan aja," tangis Aldo membuat yang disana menahan tawanya saat ini.


"Abang hiks marahin dia!".Aldo langsung menyembunyikan wajahnya di punggung Alda.


"Celine kenapa bohongin kami? kenapa tukar mayat dengan boneka?" tanya Alda dengan polosnya.


"Betul itu, mana bonekanya jelek!" timpal Aldi sinis.


"Orang tuaku banyak musuh, karena aku yang masih hidup. jadi mereka menginginkan kematian aku, karena itu aku pura-pura meninggal dan menutupinya dari publik sedangkan batuk di kelas itu karena aku cuma sakit biasa saja," jelas Celine jujur membuat si kembar mengerti.


"Terus sekolahnya, gimana?" tanya mereka penasaran membuat Celine terdiam beberapa saat.


"Aku berhenti sekolah kayaknya," lirih Celine membuat si kembar sedih.


"Nanti yang buatin kami bekal siapa lagi?" cemberut Aldo membuat semuanya menoleh pada Aldo.


"Apa lihat-lihat? Aldo tau, kalau Aldo mengemaskan," jelasnya tanpa rasa bersalah sedikitpun membuat kedua abangnya itu gemes dengan sikap saudara bungsu mereka itu.


Sedangkan Celine berusaha menahan rasa gemesnya untuk tidak memeluk pria itu, ditambah si kembar tak suka di peluk.


"Mau! kami pengen nonton horor!" balas mereka bersemangat sehingga Celine mengajak ketiganya menuju salah satu ruangan di dekat mereka. Si kembar kagum melihat ruangan itu begitu luas dan terdapat sebuah televisi yang begitu besar tertancap di dinding.


Celine bergegas menghidupkan televisi lalu mengambil banyak sekali cemilan untuk mereka nanti, sedangkan si kembar langsung duduk di lantai beralaskan beludru merah.


Ketiga nya menatap 6 cover film horor yang membuat mereka penasaran sekali dengan film horor Indonesia.


"Celine, apa film horor Indonesia menyeramkan kayak film di Belanda?" tanya Alda penasaran saat Celine duduk di dekat mereka.


"Lumayan seram sih, tapi ada serunya," balas Celine memilih cover pertama membuat si kembar penasaran dengan film horor tersebut.


"Huwa, itu apaan yang loncat-loncat!" panik ketiganya saat memperlihatkan sosok pocong dengan wajah menyeramkan.


"Itu namanya pocong, pocong itu juga terbagi dua dan ada pocong putih maupun pocong merah," jelas Celine membuat si kembar terdiam.


"Kalau pocong pelangi, ada?" tanya mereka dengan polosnya membuat Celine menepuk jidat pelan.

__ADS_1


"Mendingan kalian tonton saja,"


Ketiga pria manis itu hanya mengangguk lalu kembali menonton sambil memakan kripik singkong yang diberikan oleh Celine.


2 jam berlalu...


Wanita itu menoleh pada si kembar yang sudah bersembunyi di balik selimut, sesekali ketiganya berteriak ketakutan.


"Gimana filmnya?" tanya Celine penasaran.


"Filmnya seram, kami takut keluar malam." cicit ketiganya membuat Celine tertawa pelan.


"Aldo takut sama hantu yang ketawa itu, yang wajahnya seram terus rambutnya panjang," jelas Aldo jujur.


"Kami juga takut itu," balas Alda maupun Aldi serempak.


"Mendingan kalian tidur, aku ada urusan sebentar," jelas Celine beranjak dari duduknya tapi si kembar langsung menahan tangan Celine.


"Celine yang baik, temani kamu tidur dulu," pinta ketiganya memohon.


"Nanti hantunya datang tiba-tiba, gimana?" tanya Aldi jujur.


"Terus mereka ingin makan kami, gimana?" timpal Alda sedangkan Aldo sudah ketakutan mendengar perkataan kedua Abangnya itu.


...----------------...


Sekarang terpaksa Celine menemani si kembar buat tidur siang, ketiganya juga baru mulai bisa tidur karena masih ketakutan tentang film yang ditonton tadi.


Tadi ia hendak keluar kamar, tiba-tiba saja pintu kamar tertutup sendiri dan ia yakin kalau di kembar tak mengizinkan nya keluar.


Setelah memastikan ketiganya tertidur lelap, Celine langsung keluar dari ruangan tersebut untuk menuju ruangan pribadinya. Ia ingin melacak keberadaan musuh-musuh nya setelah ia dinyatakan meninggal dari awak media.


"Celine!"


Celine menoleh dan kaget melihat seorang pria hitam manis mendekat sambil tersenyum kearahnya.


"Ke-kenapa kau ada disini?"

__ADS_1


"Tentu aku pengen ketemu dengan calon tunangannya aku,"senyum pria itu hendak memeluk Celine tetapi...


Bersambung.....


__ADS_2