
"Kalian kenapa disin..., Papa!" panik Aldo mendekati Papanya yang terbaring, pria itu sengaja kesini diam-diam karena merasa khawatir terhadap Papanya karena Aldi juga khawatir juga. Semuanya terdiam saat Aldi mendekati Reyhan yang terbaring di pelukan pamannya.
"Papa...," Aldo langsung memeluk Papanya yang sudah terbujur dingin.
"Paman hiks, Papa kenapa? Mama sama Adek juga," isak Aldo menangis melihat keluarganya terbaring kaku.
"Mama kandung kamu yang lakuin ini dan Mama kamu juga selingkuh dari Papa kamu," jelas Edward membuat Aldo marah.
"Ab-Abang hiks datanglah!" tangis Aldo.
Tiba-tiba kedua abangnya muncul dan sontak kaget melihat keadaan Papa dan Mama baru mereka.
"Papa kenapa?" panik Alda mendekat.
"Papa dibunuh sama Mama," isak Aldo membuat kedua abangnya langsung menghilang yang disusul oleh Aldo. Edward hanya membiarkan karena itu adalah urusan si kembar menanganinya.
"MAMA!"
Elsa yang asik berduaan dengan Vano pun menoleh pada si kembar yang memakai jubah kebesaran.
"Mama keterlaluan! apa istimewanya pria ini, ha? tampanan Papa dan apa pria ini lebih kuat dari Papa, sehingga Mama tega membunuh Papa kami! ternyata benar ramalan di mimpi kami, Mama itu wanita murahan!" bentak Alda menahan marah sedangkan Elsa tak berkutik saat ini.
"Sayang, apa mereka anak-anak kamu? bukannya kamu bilang kalau kamu hanya memiliki anak berusia 4 tahunan saja," tanya Vano kebingungan.
"Wah, ternyata kami tak dianggap sebagai anak kandung ternyata. kami hanyalah anak angkat sepertinya," kekeh Aldi menahan tangis.
Aldo yang tak bisa menahan emosi pun mengulurkan tangannya yang membuat kedua orang itu melayang sambil memegangi leher masing-masing karena merasa di cekik.
"Mama adalah Mama yang buruk bagi kami, kami harusnya tak lahir dari rahim Mama!" tangis Aldo.
"Ma-Maafin Mama," lirih Elsa kesakitan sekali.
"Kami benci Mama, Mama adalah wanita yang buruk bagi kami!" jelas si kembar menangis.
Krek!
"Ampun!"
Tap!
__ADS_1
Tap!
Cklek!
"Elsa, kamu gak papa?"
Elsa menoleh dan melihat suaminya mendekat dengan wajah bingung dan disusul oleh yang lainnya.
"Hiks Baby! Ak-Aku gak bunuh kamu, bukan? hiks kamu gak nikah diam-diam, kan?" tangis Elsa memeluk erat tubuh suaminya itu.
"Elsa mimpi buruk ya? makanya, kalau jalan itu hati-hati. masih sakit kepalanya? soalnya Elsa terpeleset terus pingsan selama 3 jam," kekeh Reyhan membuat Elsa terdiam.Ia menoleh pada wanita yang bersama si kembar.
"Mereka boleh menikah tapi tetap tinggal disini," pinta Elsa membuat Reyhan terkekeh pelan.
"Elsa lagi pusing ya? bukannya mau Lisa jadi isttinya si kembar?" tanya Reyhan membuat Elsa kembali menoleh pada suaminya.
"Aku mau si kembar bahagia,"
"Baiklah, si kembar bakalan nikah besok karena besok adalah bulan purnama,"
"Hiks aku setuju," isak Elsa sedangkan Reyhan mengusap air mata istrinya tersebut lembut dan tak lupa mengusap punggung wanita itu pelan.
"Kalian keluar dulu ya, Papa mau nenangin Mama kalian dulu,"
"Reyhan, aku mimpi kalau aku selingkuh terus kamu juga nikah akibat kecewa sama aku. tak hanya itu, aku membunuh kamu sekaligus si kembar bunuh aku hiks. Ak-Aku takut," isak Elsa sehingga Reyhan tersenyum.
"Itu hanya mimpi buruk saja, sekarang kamu istirahat atau ...,"
"Cium aku," senyum Elsa membuat Reyhan terkekeh lalu menggeleng tak mau.
"Elsa udah puas cium Rey, bukan? kapan-kapan aja,"
"Kiss, ayo kiss!" rengek Elsa memohon sambil beranjak duduk di pangkuan suaminya tersebut. membuat Reyhan memeluk tubuh ramping sang istri.
"Biasanya Rey yang manja dan sekarang malah Elsa," kekeh Reyhan mencubit gemes pipi Elsa, membuat wanita itu tersenyum manis.
"I Love You My Husband,"
"I Love You too My Wife,"
__ADS_1
"Argh! baper!" jerit Elsa memeluk leher suaminya itu sehingga Reyhan tertawa pelan. Elsa menoleh lalu mencium bibir Reyhan lembut sehingga pria itu membalasnya pelan.
"Ayo buat dedek lagi," ajak Elsa menatap lekat wajah suaminya tersebut sehingga Reyhan menoleh.
"Udah empat loh, nanti si kembar marah," senyum Reyhan mencubit pipi istrinya tersebut pelan.
"Kita kasih yang gemoy lagi, pasti mereka mau!"
"Elsa, tapi Rey yang kesulitan nantinya. waktu hamil si kembar kamu suruh Rey kemah sendirian di halaman rumah selama 2 hari dan waktu kamu hamil Alia, kamu juga suruh Rey cosplay jadi monyet. Rey gak mau," cemberutnya yang membuat Elsa tertawa mendengar perkataan suaminya itu.
"Tapi kamu mau aja, bukan?"
"He he.., soalnya buatnya enak. tapi gak enaknya saat kamu hamil," jelas Reyhan dengan polosnya membuat Elsa gemes sekali dengan sikap suaminya tersebut.
...***...
"Apa lihat-lihat?" kesal si kembar karena Queen selalu menatapnya sedari tadi.
"Beda kalian apaan aja?" tanya Queen penasaran sehingga si kembar menatap dingin.
"Bedanya cuman huruf aja," balas Aldo dengan entengnya.
"Bukan itu, misalnya kalian beda di bagian rambut atau yang lain," jelas Queen kesal.
"Kami gak ada bedanya kecuali tanda di bahu kami masing-masing," balas Alda dingin sambil memakan cemilannya membuat Queen mengangguk paham.
"Queen kenapa kuntilanak suka pakai daster?" tanya Aldi menyodorkan ponselnya yang memperlihatkan foto kuntilanak putih.
"Tanya saja sama batu!" suruh Queen kesal dengan kepolosan calon suaminya itu.
"Mana bisa batu jawab!" kesal si kembar.
"Begitupun dengan aku, mana tau aku kalau hantu itu suka pakai daster," ketus Queen dingin.
"Dasar wanita bodoh!"
"Apa kalian bilang?!"
"MAMA!" teriak si kembar yang membuat Alia yang asik bermain pun kaget dengan teriakan Abang nya itu. Sedangkan Queen mengusap dada sabar dengan tingkah ketiganya yang terkenal cengeng, penakut dan polos. selebihnya ia tak tau sifat si kembar.
__ADS_1
Bersambung.....
Yang benci sama Elsa, angkat kepalanya!