
Hari sudah menunjukkan pukul 1 siang sehingga si kembar sudah menyelesaikan semua berkas mereka. ketiganya menoleh pada Queen yang sudah tertidur di sebuah sofa karena tadi kekenyangan akibat sarapan.
"Abang, gimana dengan Queen? bukannya dia mau jalan-jalan?" tanya Aldo penasaran sambil meregangkan otot-otot tubuhnya yang sedikit kaku.
"Kita bangunin aja, bangunin dia, Bang!" suruh Aldi pada Alda, sehingga Alda menghela nafas lalu mendekati istrinya itu.
"Queen, ayo bangun! katanya mau jalan-jalan," kekeh Alda menepuk pipi Queen, membuat wanita itu mulai membuka matanya yang sedikit perih akibat baru bangun tidur.
Queen langsung beranjak duduk sehingga semuanya tersenyum dan mengajak istri mereka buat pergi dari sana.
Mereka berempat bergegas meninggalkan perusahaan tanpa menghiraukan sapaan beberapa karyawan mereka, bagi mereka itu sangatlah membosankan sekali.
Kini Aldi yang mengendarai mobil sehingga yang lain bisa bersantai, sedangkan Aldo tak diizinkan mengendarai mobil karena mereka takut kejadian tahun lalu terjadi lagi.
Dimana Aldo menabrak pohon hingga mengalami koma selama 1 bulan akibat benturan keras di kepala, membuat kedua saudaranya takut kalau Aldo yang mengendarai mobil lagi.
Tak lama, mereka semua sampai di sebuah mall yang lumayan besar membuat Queen senang karena bisa berbelanja sepuasnya. Apalagi suaminya berkerja untuk dirinya seorang.
"Queen mau belanja apaan?" tanya Alda penasaran.
"Gimana kalau beli baju tidur yang sama, kalian mau?" senyum Queen sehingga si kembar mengangguk setuju. langsung saja mereka pergi menuju salah satu toko kecuali Aldi yang tak ikut.
Pria itu merasakan ada yang mengikuti mereka semua dari belakang, tiba-tiba ia melihat orang yang amat ia kenal tengah bersembunyi di balik tembok. Langsung saja ia bergegas masuk kedalam toko dan melihat semuanya tengah sibuk mencari pakaian tidur.
"Abang, kayaknya mereka ikuti kita," lapor Aldi membuat semuanya menoleh.
"Siapa?" tanya Alda penasaran.
"Bara dan seorang wanita yang mungkin adalah kekasihnya,"balas Aldi jujur.
"Kekasih? lebih baik kalian hati-hati, mungkin saja pria itu akan menyuruh wanitanya buat dekati kalian," jelas Queen membuat si kembar mengangguk pelan dan kembali mencari pakaian tidur buat mereka nanti.
"Eh, permisi. bolehkah saya minta tolong?"
semuanya menoleh pada wanita berpakaian cukup terbuka itu mendekati mereka, sedangkan Queen langsung menarik tangan Aldi supaya menjauhi wanita itu.
"Ada apaan ya, Mbak? biar saya bantu," senyum Queen sambil mendorong kepala ketiga suaminya untuk tidak melihat penampilan wanita itu, ia tak ingin ketiganya melihat belahan dada wanita centil itu.
"Anu, Say-Saya ingin meminta salah satu teman anda untuk mengambilkan pakaian yang terbilang tinggi."
__ADS_1
"Pelayan toko bukannya ada?"
"Ehm, semuanya sibuk melayani pelanggan lain."
"Owh, minta sama pria lain soalnya si kembar alergi sama wanita seperti Mbak," ketus Queen membawa ketiga suaminya itu pergi dari sana membuat wanita itu menahan kesal saat ini.
"Awas aja," kesal wanita itu bergegas pergi dari sana.
Disisi lain.
"Gak boleh lihat tubuh wanita kayak gitu," omel Queen kesal.
"Gak bakalan kok, Queen!" balas ketiganya serempak sambil tersenyum.wanita itu tersenyum dan kembali memilih baju tidur buat mereka berempat.
2 jam kemudian...
Semuanya sudah puas belanja dan langsung saja melajukan mobil meninggalkan mall untuk pulang. tetapi di tengah jalan mereka dihadang oleh sebuah mobil dan keluarlah beberapa pria berbadan kekar.
Si kembar mendengus kesal lalu menatap suasana jalan yang kebetulan sepi saat ini, langsung saja Aldo mengulurkan tangan dan mengepalkan tangannya sehingga orang-orang itu hancur secara tiba-tiba, membuat Queen memejamkan matanya ketakutan sambil memeluk lengan kiri Alda.
"Tenanglah," senyum Alda mengusap kepala Queen lembut.
Semuanya menoleh pada beberapa orang yang ada di samping mobil mereka.
"Bang, itu Bara!" tunjuk Aldi sehingga Alda maupun Aldo langsung keluar dari mobil kecuali Queen yang hanya diam karena takut sekali.
"Wah, kita ketemu lagi!" sapa Alda tersenyum miring.
"Ck, gue gak suka basa-basi. bunuh mereka!" suruh Bara membuat semuanya menodongkan senjata pada si kembar.
Si kembar langsung mengulurkan tangannya sehingga semuanya langsung melayang membuat Bara membulatkan mata kaget.
Tiba-tiba bodyguard Bara hancur membuat pria itu kaget sekali.
"Mau susul mereka, Bang?" tawar si kembar membuat Bara tak bisa berkata-kata lagi.
Ia hendak kabur tapi di tahan oleh Aldo, membuat tubuhnya benar-benar terasa membeku saat ini.
"Kau gak bakalan bisa kabur dari kami, Bang Bara," smirk mereka mendekati Bara yang sudah tak bisa apa-apa lagi.
__ADS_1
"Ka-Kalian bukan manusia," gagap Bara membuat si kembar tertawa pelan.
"Abang baru tau ya? kami separuh manusia dan separuh iblis,"jelas Alda jujur, sehingga Bara sangatlah ketakutan saat menyadari kalau si kembar bukan tandingannya saat ini. Ia benar-benar takut sekali kalau dibunuh oleh si kembar.
"Abang mau bobo nyenyak, gak?" tanya mereka penasaran.
"Ja-Jangan apa-apakan gue!" panik Bara.
"Selamat tidur!" bersamaan dengan perkataan si kembar, tubuh Bara tiba-tiba hancur membuat jalanan itu terkena darah segar sehingga si kembar tersenyum puas.
Langsung saja mereka menuju mobil dan melihat Queen yang menutup wajah mengunakan telapak tangan karena ketakutan sekali. Mereka yang tau kalau istri mereka ketakutan pun langsung meninggalkan lokasi tersebut tanpa berniat membereskan kekacauan yang mereka perbuat.
"Kenapa kalian kejam seperti itu sih? Mereka kan, bisa di penjara," omel Queen kesal.
"Kalau di kantor polisi gak seru, lebih baik mereka bobo," balas Alda jujur sehingga yang lain mengangguk. Queen hanya menghela nafas panjang karena tak bisa melawan perbuatan ketiga suaminya itu.
...***...
Sesampai di masion, semuanya langsung bergegas memasuki masion sambil membawa belanjaan masing-masing. si kembar tampak kesenangan membawa cemilan yang mereka beli tadi menuju ruang tamu.
"Kalian harus mandi dan tukar baju!" peringat Queen membuat ketiganya menggeleng.
"Kami capek, Queen. kami mau istirahat bentar," pinta mereka memohon.
"Baiklah, nanti langsung mandi!"
"Siap!"
Queen langsung ke kamar membawa belanjaannya karena ingin merapikan baju-baju yang sempat ia beli tadi di mall. Sedangkan si kembar langsung menghidupkan televisi karena ingin menonton sambil ngemil cemilan mereka.
"Abang..,"
Alda maupun Aldi menoleh pada adik mereka tersebut.
"Aldo penasaran sama cewe yang minta tolong diwaktu Mall tadi, Aldo pengen sekali lenyapkan dia. soalnya kasihan, kekasihnya udah kita bikin bobo," tutur Aldo jujur.
"Ah iya, kasihan juga dia. pasti dia nangis," balas Alda maupun Aldi dengan polosnya.
"Nanti kita buat dia bobo kayak Bang Bara," sambung mereka sehingga Aldo mengangguk sambil memakan kripiknya.
__ADS_1
Bersambung.....