
1 minggu kemudian...
Kondisi si kembar sudah baik dan sudah mulai keluar dari tenda khusus mereka bertiga.
"Celine!" kesal ketiganya saat wanita itu dengan seenaknya menutupi wajah mereka dengan handuk.
"Enak?" ejek Celine membuat si kembar kesal dan mengejar wanita itu sambil melempar ranting pada wanita jail tersebut. sedangkan beberapa bodyguard yang menjaga hanya bisa menahan tawa masing-masing, mereka baru pertama kali melihat Celine tertawa selepas itu.
Wanita itu terkenal dingin sekaligus paling sulit tersenyum maupun tertawa, ia cendrung seperti robot.
"Aldo, Aldi, Alda!"
Langkah ketiga pria itu terhenti saat melihat pria berjubah mendekat, si kembar tampak bingung lalu tersenyum saat pria itu memperlihatkan wajahnya.
"Papa!" teriak si kembar berlari kearah Papanya dan tak lupa memeluk erat sang Papa.
"Papa?" beo Celine karena Papa si kembar sangatlah muda saat ini, sesekali ia menampar pipi supaya tersadar dari mimpi.
"Celine, kami mau pulang dulu ya!"
"E-Eh," gagap Celine menoleh kearah si kembar yang tersenyum.
"Kalian mau pulang sekarang?".Ketiganya hanya mengangguk.
"Makasih bantuannya!" senyum mereka lalu menghilang bersama Reyhan.
'Aku akan menemukan kalian lagi, Kembar!' batin Celine tersenyum miring, baginya ini pertama kalinya ia bisa bergaul dengan seorang pria. apalagi pria itu terkenal lugu dan polos sekali yang membuatnya nyaman sekali.
Disisi lain, si kembar sampai di masion dan berteriak memanggil Elsa, membuat Reyhan terdiam beberapa lama. ia tak bisa menjelaskan apapun kepada ketiga putranya itu tentang kejadian seminggu yang lalu.
"Papa, Mama mana?" tanya si kembar mendekat karena tak menemukan Elsa di masion.
"Papa gak tau, siapa yang culik kalian?" tanya Reyhan penasaran membuat si kembar duduk di lantai di dekat Reyhan.
"Shakira,"
Deg!
"Sha-Shakira?"
"Iya, Pa. dia juga sudah jadi iblis seperti Papa dan dia itu jahat sekali, Alda selalu di tampar," jelas Alda membuat Reyhan kaget.
ia tak bisa melakukan apapun dengan kekuatannya yang sudah lemah seperti sekarang. kalau kekuatannya tak berkurang pun, ia sudah memberikan pelindung buat si kembar sekaligus dirinya.
"Sekarang kalian harus berhati-hati lagi, sekarang kalian istirahat di kamar karena besok sekolah," senyum Reyhan sehingga si kembar mengangguk pelan.
"Papa, emangnya Mama pergi kapan?" tanya Aldi penasaran karena tak menemukan Mamanya sejak tadi, ia ingin sekali memeluk Mamanya tersebut karena sudah lama tak bertemu.
"Papa gak tau, sekarang kalian istirahatlah!"
"Baik, Pa!"
Reyhan menatap ketiga putranya yang berlari menuju lantai atas untuk beristirahat.
"Maafkan Papa yang berbohong pada kalian, kalian tak boleh mendekati wanita itu lagi," gumam Reyhan lalu memasuki kamarnya, ia menatap kamar yang sudah tak ada barang-barang Elsa lagi. karena semuanya sudah ia buang dan bakar.
__ADS_1
Ia paling benci dikhianati ataupun di duakan.
"Reyhan!"Reyhan menoleh pada Papanya yang baru muncul.
"Papa hiks!" tangis Reyhan berhamburan memeluk Papanya itu.
"Jangan sedih lagi, kau terlihat kurus beberapa hari ini." jelas Papa mengusap kepala Reyhan lembut.
"Apa ini semua karena salah Reyhan, Pa?"
"Jangan pikirkan apapun tentang masalah itu,"
"Hiks padahal Reyhan mengusir dia supaya mencari si kembar hiks tapi dia malah bersama Fadli, Reyhan sakit melihatnya. dia dulu berjanji tak akan mabuk lagi tapi, dia mabuk dan berakhir seperti itu," isak Reyhan jujur.
"Papa tau, ini sudah keputusan terbaik kamu untuk melepaskan Elsa. tak baik kamu mempertahankan dia kalau dia hamil bukan dari kamu,".
"Rey trauma dengan wanita lagi, Pa! Rey benci wanita!".
"Jangan ngomong seperti itu, kau pasti butuh pasangan atau, Papa yang carikan buat kamu. Papa pasti carikan yang terbaik buat kamu dan Papa teliti mencari wanita untuk istri kamu sekaligus Mama sambung buat si kembar,"
"Reyhan gak mau, Pa! Reyhan takut!"
"Reyhan, percaya sama Papa. atau, Papa kasih satu bukan buat kamu berdekatan dengannya?"Reyhan tetap saja menggeleng membuat Papa sedih, melihat anaknya terpuruk dan trauma seperti ini.
"Papa, Shakira kembali! dia pasti mengincar Rey, Rey takut!"isak Reyhan jujur membuat Papa kaget.
"Kembali? dalam wujud iblis?"
"Iya, malahan dia yang culik si kembar,"Papa yang mendengar itu pun menahan marahnya.
Reyhan menatap Papanya yang sudah pergi.
"PAPA! TOLONG!"
Reyhan yang mendengar teriakan si kembar pun bergegas keluar dan kaget melihat si kembar berlarian ke lantai bawah.
"Reyhan, apa kabar, sayang?" senyum Shakira menuruni tangga sambil menoleh pada Reyhan.
"Shakira, jangan sakiti anak-anak Rey lagi!"
"Aku gak bakalan menyakiti mereka. tapi, kau harus jadi milikku lagi, mau?"
"Rey gak mau!" tolak Reyhan membuat Shakira langsung menarik Aldo membuat Reyhan kaget.
"Lepasin Aldo!" kesal Aldo memberontak dari cengkraman Elsa.
"Shakira, lepasin anakku!" panik Reyhan memohon sambil mendekat sedangkan yang lain ketakutan saat melihat adik bungsu mereka di sandera.
"Jadilah milikku!" senyum Shakira membuat Reyhan terdiam.
"Dia milik aku!"
Semuanya menoleh pada sosok berjubah, wanita bermata merah dengan rambut pirang yang indah tersebut. wanita itu mendekat dengan santainya saat ini.
"Reyhan sekarang jadi milikku, lepaskan calon anakku!" bentak wanita itu tajam.
__ADS_1
"Ayolah, kenapa Papa diperebutkan? lepasin Aldo dulu, napa?"gerutu Aldo kesal sekali.
"Kau siapa?" tanya Shakira tajam.
"Aku Airin, calon istrinya Reyhan dan calon Mamanya si kembar!" balas Airin sambil memakan sebuah apel merah ditangannya.
"Istrinya Papa adalah Mama Elsa, bukan kalian!" kesal Aldo.
Bugh!
Airin langsung saja membogem Shakira sekuat tenaga, sehingga Reyhan langsung memeluk putra bungsunya yang hampir jatuh akibat serangan tiba-tiba. Airin lalu mendekati Shakira yang terkapar tersebut dengan darah segar yang keluar dari mulutnya.
"Masih mau melawan? wah, sepertinya ini yang buat kamu jadi iblis, bukan?" Aira langsung menarik sebuah kalung membuat Shakira mengerang kesakitan sekali, setelah kalung itu putus. Shakira langsung menghilang yang membuat Airin tersenyum tipis.
"Ini buat kamu, Rey! biar kamu ada kekuatan sedikit lagi," senyum Airin memberikan kalung pada Reyhan.
"Makasih,"
"Sama-sama, soal tadi. jangan diambil pusing karena aku bisa menunggu keputusan dari kamu. aku tau kamu trauma sehingga sulit buat menerima aku. owh iya, kalian jangan nakal lagi," senyum Airin pada si kembar membuat si kembar menatap tajam.
"Jangan sentuh kepala kami!" kesal mereka saat Airin mengusap kepala mereka.
"Jangan kasar begitu dengan calon Mama kalian, Aku akan jadi Mama yang terbaik dari Elsa. tunggu saja," senyum Airin lalu pergi dari sana.
"Papa, maksud dia apaan? kenapa bilang jadi calon Mama kami?"
"Papa gak tau," balas Reyhan bergegas pergi menuju kamar, membuat si kembar kebingungan saat ini.
"Papa sembunyikan apaan dari kita ya? kenapa setiap nanya Mama selalu dibalas gak tau?" gumam Aldi bingung.
"Mungkin saja Mama pergi karena ada urusan, apalagi Mama seorang Mafia," timpal Alda sehingga keduanya mengangguk setuju dan mengikuti sang Abang menuju kamar.
...----------------...
Pagi harinya, si kembar menuruni tangga dengan seragam sekolahnya tersebut dan tak lupa dengan tas yang sudah disandang di bahu kanan mereka.
"Selamat pagi, Papa! Mama belum pulang ya?" tanya si kembar membuat yang ada di dapur tersebut terdiam begitu juga dengan Reyhan yang asik minum susu.
"Kalian mau Papa antarkan?" tawar Reyhan mengalihkan perkataan si kembar, ia tak ingin mengingat wanita itu lagi.
"Gak usah, Pa! kami bawa motor masing-masing," senyum mereka sehingga Reyhan paham.
"Sekarang sarapan yang banyak biar fokus belajarnya, apalagi mau naik kelas tiga,"
"Siap, Papa!" balas ketiganya menyantap sarapan masing-masing karena ingin cepat ke sekolah, mereka sudah tak sabar buat membully orang lagi.
Setelah sarapan, ketiganya langsung bergegas menuju motor masing-masing untuk berangkat sekolah.
Di pertengahan jalan, si kembar melewati sekumpulan orang-orang yang membuat mereka penasaran. mereka menghentikan laju motornya saat melihat sebuah foto wanita yang mereka cari kemarin, wanita itu tampak memakai kebaya untuk menikah.
"Mama?" gumam si kembar lalu menuruni motor mereka, mereka ingin melihat siapa yang menikah dan berharap itu bukan Mamanya.
"MAMA!"
bersambung......
__ADS_1