
Queen tampak asik memasak untuk ketiga suaminya tersebut, sesekali ia bersenandung sambil memotong beberapa brokoli untuk dibuat soup. Ia juga ingin menggoreng ayam untuk si kembar nantinya.
Setelah satu jam memasak, ia lalu menoleh pada si kembar yang menuruni tangga sambil mengeringkan rambut masing-masing mengunakan handuk kecil, ketiganya benar-benar tampan sekali dalam keadaan sudah mandi tersebut.
"Wah, Queen udah siap memasak saja," kagum si kembar membuat Queen terkekeh kecil sambil mengangguk.
"Ayo sarapan, kalian kemana aja semalam?" tanya Queen penasaran membuat si kembar menoleh sekilas.
"Main-main," balas mereka sambil mengambil sarapan masing-masing karena sudah lapar sekali saat ini, apalagi mereka dihidangkan berbagai macam makanan yang enak-enak.
"Main-main dengan nyawa orang?" tanya Queen yang dibalas anggukan kepala oleh si kembar, ketiganya itu terkenal jujur dan tak pernah berbohong pada keluarga mereka.
"Kenapa kalian kejam kayak gitu, hm? sampai kayak gitu kalian membunuh mereka,".
"Gak sadis amat kok, dia pengen main seluncuran. karena itu dia kayak gitu," jelas Alda dengan polosnya membuat Queen terdiam, ia tak menyangka kalau ketiga suaminya itu sangatlah kejam dalam membunuh orang tapi bagi mereka itu hanyalah mainan yang tak ada sadisnya.
"Queen, pundak Aldo pegal!" lapor Aldi sehingga Queen langsung memijat pundak Aldo tak hanya itu, ia juga memijat pundak Alda maupun Aldi supaya adil. sedangkan Aldo kesenangan saat merasakan pijatan Queen yang enak sekali saat ini.
Setelah memijat ketiga suaminya itu, Queen Langsung mengambil sarapan buatnya karena juga lapar.
"Queen, bagaimana kalau setelah ini kita jalan-jalan keluar. kami mau jajan diluar soalnya," pinta Aldi sehingga Queen menoleh.
"Baiklah, setelah ini kita berangkat," si kembar tersenyum senang karena bisa jalan-jalan, mereka sudah kepengen makan yang panas-panas apalagi cuaca lagi mendukung.
"Nanti kita beli bakso, kalau enggak, kita beli soto ya, soalnya dingin-dingin makannya yang panas-panas," senyum Aldo.
"Iya-iya," pasrah Queen sambil melanjutkan makannya lagi.
30 menit kemudian...
Si kembar maupun Queen memasuki sebuah mobil mewah kesayangan Alda, langsung saja Alda melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membuat Aldi dan Aldo kesenangan karena sebentar lagi bakalan jajan yang enak-enak.
Selama perjalanan, mereka hanya diam kecuali Aldo yang asik bernyanyi sendiri sambil menonton film YouTube yang sudah di download tadi malam.
Citt!!
Bruak!
__ADS_1
Yang ada di mobil tersentak kaget, sedangkan Alda langsung keluar dari mobil dan disusul oleh yang lain. Queen membulatkan mata melihat Cicilia terduduk dengan kaki yang sudah berdarah akibat tergores aspal.
"Hiks sakit," isak Cicilia sedangkan Queen menatap kesal pada adiknya itu.
"Lo ngapain tiba-tiba menyebrang, hah? lo mau gue tabrak beneran?!" bentak Alda membuat Queen kaget karena suaminya yang terkenal polos dan lugu itu bisa saja bersikap dewasa seperti sekarang.
Queen menatap orang-orang yang mendekati mereka membuat Queen terdorong beberapa langkah, ia juga tak bisa melihat apa yang terjadi. tiba-tiba ia melihat Alda yang mengendong Cicilia dan memasuki mobil bersama Aldo.
Mobil itu langsung pergi membuat Queen kebingungan, tatapannya teralih pada Aldi yang menarik tangannya untuk berlari dari sana.
"Mereka bawa Cicilia kemana?"
"Ikut saja," balas Aldi sehingga Queen pasrah, keduanya menghilang dibalik pohon tanpa di ketahui oleh orang yang berlalu-lalang di sekitar itu.
Tiba-tiba mereka sampai di sebuah jembatan angker dan melihat Alda berdiri di pembatas sambil mengendong Cicilia. sedangkan Aldo menoleh kearah bawah yang begitu dalam, sekaligus tak ada air sehingga banyak batu-batu besar.
Sreekk!
"Argh!" erang Cicilia kesakitan saat Alda merobek wajah wanita itu supaya tak diketahui oleh orang-orang setelah ini.
"Meresahkan," sinis Alda membuat yang lain menoleh kebawah dan melihat mayat Cicilia yang sudah mengenaskan sekali, dengan kepala yang sudah pecah akibat benturan kuat.
"Queen, ayo kita pergi," ajak Alda tersenyum manis, entah kemana hilangnya sifat kejam pria itu.
"Yasudah, ayo!"
Si kembar langsung menuju mobil buat pergi dari sana, karena tak ingin di lihat orang-orang kalau merekalah yang membunuh Cicilia dengan cara menjatuhkannya dari jembatan yang cukup tinggi.
"Alda, kenapa kamu membuangnya?"
"Biarin saja, sampah cocoknya dibuang," balas Alda dengan polosnya.
"Sepulang dari jalan-jalan, Alda harus mandi lama-lama supaya kumannya hilang,".
Queen yang mendengarnya hanya terkekeh pelan, suaminya itu benar-benar mengemaskan sekali dan terkenal akan setianya.
Tak butuh lama, mereka semua sampai di sebuah warung soto sehingga Alda menghentikan laju mobilnya di tempat yang pantas buat memarkirkan mobilnya. Mereka langsung turun dan berjalan menuju warung tersebut.
__ADS_1
"Paman, pesan empat mangkok ya!"
"Siap, Nona!"
Queen lalu mengajak si kembar duduk di bangku pojok karena lebih tenang daripada bangku yang lain. Apalagi melihat tatapan para buaya betina yang terlihat ingin caper pada si kembar.
Siapa yang tak tahan melihat si kembar, sudah tampan, kaya, anak terpandang dan pintar. sudah pasti banyak yang mengincar ketiga suaminya itu.
...***...
"Queen!"
Queen yang asik menyantap soto pun menoleh, ia sontak kaget saat melihat teman-temannya juga disini. apa yang harus ia katakan tentang si kembar?.
Haruskah ia jujur?
Mempunyai tiga suami sekaligus?
Ia mendadak bingung memikirkan cara menjelaskannya nanti, apalagi sahabatnya itu terkenal akan keponya.
"Eh, lu pada. ehm, duduklah," senyum Queen sehingga kedua wanita itu duduk di dekat mereka sedangkan si kembar menatap dingin dan melanjutkan makannya, tanpa banyak bicara.
"Eh, mereka siapanya Lo? bukannya mereka CEO terkenal itu?"tanya salah satu sahabat Queen penasaran.
"Kami suaminya, mau nanya lagi?" ketus Alda membalas membuat kedua wanita itu kaget lalu menoleh pada Queen yang hanya diam.
"Beneran, Queen?" tanya mereka penasaran.
"Iy-Iya, ketiganya adalah suami gue," balas Queen jujur.
"Astaga, kenapa bisa? bagaimana caranya?" tanya mereka penasaran sehingga Queen menjelaskan saat ia bertemu dengan si kembar sampai saat ini.
"Wish, udah takdir lo itu. btw, lo harus kuat soalnya ada tiga ranting," goda salah satunya membuat wajah Queen memerah, ia juga kesal dengan sahabatnya yang satu itu yang terkenal mesum.
'Ranting?' batin si kembar kebingungan.
Bersambung...
__ADS_1