MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 62


__ADS_3

"Huwa! Lebahnya ngejar!" pekik ketiganya berlarian menghindari sekumpulan lebah-lebah karena tak sengaja melempar kayu kearah sarang lebah, sehingga ketiganya langsung di kejar.


Saking paniknya, si kembar bahkan sampai lupa kalau mereka bisa menghilang tiba-tiba dan malah tetap berlarian.


"Aduh!" ringis Alda kesakitan saat kena tusuk oleh lebah bagian lengannya, ketiganya tetap saja berlari dan langsung menceburkan diri mereka kedalam sungai, setelah beberapa lama. ketiganya keluar dari dalam air dan tak melihat lebah-lebah tersebut.


"Akhirnya," lega ketiganya berbaring di pinggir sungai.


"Abang sih! pake acara lempar kayu!" kesal Aldo membuat Aldi terkekeh kecil sehingga Alda juga menoleh.


"Tubuhku sakit kena serang gara-gara kamu Aldi!" kesal Alda membuat kedua adiknya beranjak duduk.


"Benarkah? biar Aldi obati, Bang! kata Mama bisa nya harus di keluarkan," jelas Aldi mendekat sehingga Alda beranjak duduk dan membuka jaketnya, ia memperlihatkan lengannya yang tekena lebah dan sudah memerah saat ini.


"Sakit," lirih Alda jujur.


"Ini gara-gara Abang," sinis Aldo membuat Aldi merasa bersalah lalu berusaha mengeluarkan bisa dari bekas lebah tersebut, ia tak ingin Abang nya kesakitan sedikitpun.


Setelah selesai mengobati lengan Abangnya, mereka bertiga pun langsung bergegas pulang sebelum malam karena tak ingin dimakan oleh hihihi. Seram!


Ketiganya juga mengigil kedinginan gara-gara basah akibat menceburkan diri kedalam sungai.


"Astaga, kalian bertiga ngapain pulang basah kuyup gini?" kaget Elsa membuat si kembar menoleh.


"Kami dikejar lebah, makanya kami masuk sungai," jelas Alda dengan polosnya sehingga yang lain mengangguk.


"Kalian kan bisa menghilang,"


"Kami lupa soalnya panik," senyum Aldo membuat Elsa mengusap wajah pasrah dengan sikap mengemaskan ketiga anaknya itu, selalu saja pulang dalam keadaan mengenaskan.


kemarin pulang dalam keadaan penuh lumpur gara-gara di kejar ular dan sekarang di kejar lebah hingga masuk sungai.


"Sekarang mandi di kamar!"


"Siap, Mama!" balas mereka bergegas menuju lantai atas sedangkan Reyhan yang baru keluar dari kamar pun kaget melihat kondisi ketiga anaknya yang basah.


"Mereka kenapa basah-basah gitu?"


"Masuk sungai gara-gara dikejar lebah," balas Elsa membuat Reyhan tertawa pelan mendengarnya, anak-anak nya itu selalu saja suka jail sama hewan-hewan dihutan.


"Owh iya, Elsa. besok pagi Rey mau keluar kota selama satu bulan, kamu mau ikut?"


"Tentulah, nanti aku bilangin sama si kembar. ayo sarapan,"


Reyhan mengangguk lalu mengikuti sang istri menuju dapur buat sarapan karena sudah lapar saat ini, sedangkan si kembar tampak asik mandi sambil bernyanyi di kamar mandi. ketiganya tampak begitu happy bernyanyi tanpa peduli sekitarnya.

__ADS_1


Setelah mandi dan berganti pakaian, ketiganya langsung menuju lantai bawah buat makan malam dan melihat kedua orang tuanya yang asik berbicara sambil menyantap sarapan.


Mereka langsung duduk di bangku masing-masing dan mengambil sarapan masing-masing sehingga Elsa menoleh.


"Kalian gak papa, Mama tinggalin selama 1 bulan?" tanya Elsa membuat ketiganya menoleh dengan mulut penuh dengan sarapan mereka.


"Mama mau kemana?" tanya mereka serempak.


"Mama mau temani Papa kalian yang kerja satu bulan di luar kota, gak papa bukan?" senyum Elsa sehingga si kembar mengangguk.


"Jangan lupa beli cemilan buat kami nantinya," pinta Aldi memohon.


"Nanti Mama beliin yang banyak buat kalian, kalian gak boleh bolos dan ingat pesan Mama. jangan menerima apapun lagi dari teman-teman kalian, Mama takut kalian seperti Aldo waktu itu," jelas Elsa membuat ketiganya mengangguk paham.


"Sekarang makan yang banyak,"


"Kalian gak boleh suka sama cewe ya! Papa gak ingin dengar kalian malas sekolah gara-gara cewe," peringat Reyhan.


"Kami gak bakalan suka kok, Pa. kami ingin lulus dan langsung kuliah," senyum mereka jujur sehingga Reyhan mengangguk setuju.


......................


Pagi harinya, si kembar menatap kepergian kedua orang tuanya sedangkan mereka langsung saja melajukan motornya masing-masing menuju sekolah mereka.


Sesampai di sekolah ketiganya langsung bergegas menuju kelas, mereka mulai bersikap dingin seperti yang dipinta oleh Mama mereka.


"Kalian bertiga, jangan berani-berani mendekati cewe gue ya!"bentak pria itu tajam, membuat beberapa siswa menoleh kearah mereka.


"Cewek? siapa?" tanya Aldo penasaran.


"Celine! sekarang dia adalah istri gue," bisik pria itu tajam.


"Owh istri, bilang sama istrinya Abang ya! jangan hubungin kami lagi. kami risi di telpon dengan nomor asing terus, lagian kami gak ada hubungan apa-apa," ketus Alda menarik kedua adiknya itu buat pergi.


"Kami juga gak suka bekas!" timpal Aldi lagi.


Alda maupun Aldo tertawa mendengar penuturan saudara mereka itu, memang benar sih. kalau mereka gak suka barang bekas orang lain, mereka lebih suka yang baru dan belum pernah disentuh oleh orang lain.


Mereka lalu menoleh kearah gerbang sekolah dari lantai dua, mereka menatap beberapa anak sekolah lain yang baru datang karena hari ini adalah pertandingan bola kaki antar sekolah.


Si kembar tak berniat ikut lomba karena membosankan dan lebih baik mereka bersantai-santai menonton pertandingan sambil ngemil kripik pedas dan sebotol minuman dingin.


Brukh!


Ketiganya menoleh kearah wanita yang menabrak mereka, wanita itu berseragam berbeda dengan mereka.

__ADS_1


"Ma-Maafkan saya," gagap wanita itu beranjak berdiri dan menatap ketiga pria kembar tersebut.


"Itu anak sekolah dari mana sih? berani-beraninya menabrak si kembar?"


"Pasti dia kena bully oleh si kembar,"


"Cantik sih, pasti kena bully sebentar lagi,"


Wanita itu terdiam saat mendengar perkataan murid lainnya, si kembar tak menghiraukan perkataan teman-teman sekolahnya itu dan mengusap seragam Aldo yang terkena saos.


"Maafkan aku, aku bersihkan ya," pinta wanita itu merasa bersalah sekali.


"Ya ampun, Keysa!" panik seorang wanita karena sahabatnya membuat masalah dengan si kembar, bisa-bisa sahabatnya jadi korban saat ini.


"Anu, ikut aku sebentar ya!" pinta wanita itu menarik tangan Aldo untuk menuju wastafel, membuat dua lainnya menoleh saat sang adik dibawa pergi.


......................


Aldo hanya diam menatap wanita itu membersihkan seragamnya yang terkena saos bakso tersebut mengunakan air, ditambah wanita bernama Keysa itu seperti ketakutan saat ini karena membuat baju kotor.


"Ak-Aku benar-benar gak sengaja, maafkan aku ya," pinta Keysa.


"Gak papa," balas Aldo pendek sambil mengambil tissue untuk mengeringkan seragam yang basah bagian depan tersebut.


"Dek, kau gak papa?"Keduanya menoleh pada Alda maupun Aldi mendekati mereka.


"Gak papa kok, Bang. lagian udah bersih kok," balas Aldo sambil tersenyum, ia lalu menoleh pada Keysa yang membersihkan seragamnya tersebut.


"Lo kalau jalan hati-hati, untung saja lo aja sekolah lain. kalau enggak, udah habis lo sama kami," sinis Alda lalu menarik tangan adiknya buat pergi dari sana.


"Lo sih! lari-larian, sekarang malah bikin masalah sama si kembar!" Keysa menoleh pada Zahra yang mendekatinya.


"Ya, gue kan udah minta maaf dan kenapa kau takut sama mereka? mereka terlihat lugu," jelas Keysa jujur, membuat Zahra menggeleng pelan.


"Lo jangan kepancing sama wajah lugu mereka, mereka itu kalau diganggu bakalan sadist. lo tau, udah banyak teman sekolah gue disini yang masuk rumah sakit gara-gara dia. bahkan, guru pun juga ikut patah tulang akibat ulah mereka,"jelas Zahra jujur yang membuat Keysa ngeri.


"Lo gak bercanda, kan?"


"Apa untungnya gue berbohong? untung saja mereka tak menuntut lo,"


"Takut juga gue," gumam Keysa ketakutan sekali.


"Udah, ayo kita pergi buat lihat pertandingan," ajak Zahra menarik tangan sahabatnya itu menuju lapangan yang sudah mulai ramai sekali, sedangkan disisi lain. si kembar menatap dingin kearah keduanya dari kejauhan.


"Bang, mau kita usilin?" tanya Aldo penasaran.

__ADS_1


"Ide bagus, Abang udah kepengen jailin dia," balas Aldi dan Alda serempak yang membuat Aldo kesenangan.


Bersambung.....


__ADS_2