MENCINTAI SESEORANG IBLIS

MENCINTAI SESEORANG IBLIS
PART 03


__ADS_3

Raja menoleh pada Elsa yang membawakannya sarapan yang tak ia paham namanya. "Kamu makan yang banyak ya, aku mau kerja dulu," ungkap Shakira membuat Raja menoleh dan langsung menahan tangan Shakira. "Raja, aku cuman sebentar kok," bujuk Shakira membuat Raja menggeleng tak mau.


"Kenapa dia gak mau ditinggalin?" selidik Elsa penasaran.


"Dia itu kayak bayi, gak tau apa-apa. waktu gue buatin nasi goreng aja dia gak tau namanya," ungkap Shakira jujur, sehingga Elsa makin bingung maksud sahabatnya itu. "Raja, kamu bareng Elsa dulu ya. biar Elsa yang ajarin kamu sarapan,".


Raja menggeleng tak mau. "Raja, aku cuman sebentar kok," senyum Shakira membuat Raja melepaskan genggamannya sehingga Shakira beranjak pergi, ia lalu menoleh pada Elsa yang duduk dihadapannya.


"Kenalkan nama aku Elsa, nama kamu siapa?"


Pemuda itu hanya diam karena sudah tak mood buat sarapan, ditambah ia ditemani orang asing. Raja lalu menoleh pada Shakira yang melayani beberapa pengunjung restauran, ia lalu menoleh kes atas meja yang tersedia berbagai macam makanan.


"Makanlah, semuanya enak kok,"


Raja menghela nafas pendek, ia hendak mengambil sendok dan malah langsung berdiri saat tangannya terkena cahaya matahari. "Kamu kenapa?" tanya Elsa sedangkan Raja hanya diam sambil mengusap tangannya yang kesakitan sekali.


"Shakira! sini bentar!"


"Ada apa?" tanya Shakira mendekat dengan perasaan penasaran karena melihat Raja yang mengusap tangan yang sudah memerah. "Gak tau, dia tiba-tiba saja kaget saat ambil sendok," jelas Elsa membuat Shakira menoleh kearah sendok yang terletak di dekat cahaya matahari.


"Sakit?" tanya Shakira mengusap tangan Raja, membuat Raja terisak kecil menahan tangis. Raja hanya mengangguk lalu memeluk Shakira.


"Dia kenapa, Shakira?"


"Raja gak bisa kena cahaya matahari. mungkin alergi cahaya matahari," jelas Shakira sambil mengusap tangan Raja yang memerah tersebut. sedangkan Raja hanya terisak kecil karena tak sanggup menahan sakit terkena matahari.


"Kayak Vampir aja," kekeh Elsa sehingga Shakira menoleh pada Raja yang menangis.


"Jangan nangis, aku suapin ya," bujuk Shakira sehingga Raja mengangguk pelan, membuat wanita itu tersenyum lalu mendudukkan Raja si kursi yang tak terkena cahaya matahari.


Disisi lain, dua orang berpakaian jubah hitam berada di sebuah rumah kosong sambil mengobati luka masing-masing yang terkena serangan dari musuh mereka. mereka terpaksa bersembunyi hingga keadaan tubuh mereka pulih dan bisa melawan musuh mereka.


"Saya khawatir dengan keberadaan anak kita yang dibawa oleh musuh, dia tak bisa terkena cahaya matahari," ungkap seorang wanita membuat kedua sosok itu menoleh.


"Dia bakalan bisa menjaga dirinya dan kita sebaiknya mencari keberadaan nya nanti malam," ungkap pria paruh baya membuat wanita itu terdiam.


"Apa yang dibilang Papa benar, Ma. sebaiknya kita beristirahat dulu dan nanti malam kita mencari adek," jelas pria muda bermata indah dengan iris kemerahan tersebut, namanya adalah Edward.

__ADS_1


"Adik kamu belum tau dunia manusia ini, kita semuanya hanya pendatang disini dan dia pasti kebingungan dengan dunia ini," jelas wanita itu menangis. "Dia terlalu lugu dan polos, Mama tak mau dia dimanfaatkan manusia jahat,".


"Ma, Reyhan bakalan bisa jaga dirinya. dia pasti ditemukan oleh manusia baik dan akan menjaganya, Edward yakin!" tutur Edward memeluk sang Mama yang sudah menangis. "Reyhan bakalan baik-baik saja,".


***


"Raja, jangan ganggu aku dulu! nanti aku kena pecat!" omel Shakira karena Raja tak henti-hentinya mengambil barang-barang yang digantung di dinding. Raja lalu menodongkan pisau yang membuat Shakira mundur.


"Jangan main pisau, letakkan pisau itu!" bujuk Shakira sehingga Raja menatap pisau yang ada ditangannya tersebut, sesekali ia menempelkan ujung telunjuknya ke ujung pisau karena penasaran.


Dengan cepat Shakira menahan tangan Raja, membuat Raja menoleh dan melihat Shakira yang mengambil pisau yang ada ditangannya tersebut.


Ia lalu mendekati Shakira yang mengupas kulit apel hijau, ia benar-benar penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Shakira.


"Nih, makan buah ini dan jangan bandel," Shakira langsung memberikan apel itu pada Raja, membuat Raja duduk disebuah kursi dan mulai memakan buah tersebut.


"Shakira, siapa pemuda ini? kenapa kau membawanya ke dapur?"


Shakira sontak menoleh kearah pemilik restauran tersebut. "Dia saudara saya, Pak! dia juga gak mau saya tinggalin, dia itu sedikit manja kayak bayi," cicit Shakira sedangkan Raja menoleh kearah buku yang dipegang pria itu.


"Itu buku, kamu mau buku?" tanya Shakira sehingga Raja mengangguk. "Maaf, Pak. saya izin keruangan saya sebentar," izin Shakira sehingga pria itu mengangguk.


Pak Erie hanya diam dan berlalu menuju orang yang memasak menu, Raja beranjak berdiri lalu mengikuti Pak Erie karena penasaran dengan apa yang ditulis orang itu.


"Ada apa?"


Raja lalu menunjuk kearah rokok. "Ini rokok," jelas Pak Erie membuat Raja bingung. "Mau?".


Raja hanya mengangguk sehingga Pak Erie mengeluarkan sebatang rokok dan membakarnya, pria itu langsung memberikannya pada Raja, membuat Raja menerimanya lalu mencoba nya.


Hukk!


Hukk!


Yang ada disana hanya tertawa melihat Raja yang batuk.


"Astaga, Raja!"Shakira kaget saat Raja memegang sebatang rokok.

__ADS_1


"Jangan merokok," peringat Shakira mengambil toko itu dan membuangnya ke tong sampah setelah mematikan ujung rokok.


"Penasaran nya tinggi," kekeh Pak Erie sehingga Shakira memeluk Raja.


"Sebaiknya kamu jaga dia hati-hati, apalagi dia terlalu lugu,"


"Baik, Pak!"


Shakira lalu membawa Raja buat pergi dari sana dan memberikan buku berserta pena pada Raja, membuat Raja mencoret buku tersebut. Ia benar-benar kagum melihat benda panjang itu mengeluarkan cairan hitam yang bisa buat menulis.


"Raja, nanti sepulang dari sini kita beli baju buat kamu ya,"bujuk Shakira yang tak ingin melihat Raja yang terlalu mencolok dari yang lain.


Raja lalu menoleh kearah tubuhnya yang memakai jubah hitam dan menoleh ke beberapa pria yang berpakaian berbeda dengannya. Ia hanya mengangguk sehingga Shakira tersenyum dan mengusap kepala Raja lembut.


5 jam kemudian...


Sekarang keduanya keluar dari restauran, Raja menoleh kearah langit yang mendung karena sebentar lagi akan hujan lebat sehingga ia bisa keluar dengan rasa lega, ia tak perlu lagi ketakutan terkena cahaya.


"Ayo!"


Raja mengangguk dan mengikuti Shakira tanpa menghiraukan beberapa orang yang menatap kearahnya. Tak lama, Raja menatap gendung yang amat besar dan banyak sekali orang-orang berlalu lalang.


Ia lalu mengikuti Shakira menuju salah satu toko yang berisi baju-baju, wanita itu langsung mencari berbagai macam baju kaos yang cocok buat Raja nanti. "Aku harus cepat milih karena sebentar lagi hujan," gumam Shakira mengambil baju kaos, sedangkan Raja menyodorkan pakaian serba hitam pada Shakira.


"Kamu suka warna hitam?"


Raja hanya mengangguk sehingga Shakira memilih pakaian hitam juga buat Raja, sekaligus piyama tidur warna hitam.


***


"Nanti di rumah makan kuenya, Raja!" kesal Shakira menoleh kebelakang dan melihat Raja yang asik memakan kue yang cukup besar, itu kue adalah permintaan Raja.


Raja hanya tersenyum dengan mulut yang penuh dengan kue, membuat kesan mengemaskan pada Raja. Shakira langsung menarik tangan Raja buat lebih cepat jalannya supaya tak kehujanan saat menuju kosan.


'Sebenarnya Raja ini siapa? kenapa gak ada orang yang mencari keberadaan Raja?' batin Shakira bingung sejak ia menemukan Raja yang hampir tewas malam itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2