
Hari ini Alfina segera berangkat ke kampus dikarenakan ada kelas yang jadwalnya pagi dan kebetulan dosennya adalah pak Alfan. Ia tidak mau terlambat dan berakhir berada diruangan dosennya tersebut. Sudah cukup kemarin saja ia berhadapan dengan dosen yang satu ini.
"Assalamualaikum Na". Salam Amel sang sahabat
"Waalaikumussalam Mel". Jawab Alfina
"Kita langsung masuk kelas aja ya, takutnya nanti telat dan dimarahi dosen lagi". Ujar Amel
"Ya ayok kita masuk". Ajak Alfina
Saat ini mereka berdua sudah masuk kedalam kelasnya dan beberapa saat kemudian datanglah dosen mereka. Semua memandang takjub saat melihat dosen yang satu ini khususnya para mahasiswi dikelas, punya pendirian yang tegas dan berwibawa adalah salah satu karakter dosen mereka
"Assalamualaikum, silahkan tugasnya dikumpulkan kedepan". Ujar Alfan datar
"Waalaikumussalam, baik pak". Jawab semua mahasiswa
Satu persatu mahasiswa mengumpulkan tugasnya kedepan secara bergantian. Kini giliran Alfina yang menempati urutan terakhir mengumpulkan tugasnya kedepan. Ia berhati-hati agar tidak nampak gugup saat berhadapan dengan dosennya.
Alfan yang melihat Alfina maju kedepan untuk mengumpulkan tugasnya pun bersikap biasa saja. Akan tetapi saat Alfina ingin kembali ke tempat duduknya ia tidak sengaja menginjak ujung gamisnya sendiri sehingga membuat ia oleng dan hampir saja dirinya terjatuh.
"Astaghfirullahaladzim". Lirih Alfina
Alfan yang melihat kejadian itupun lantas berdiri dari tempat duduknya dan mengatakan sesuatu kepada Alfina.
"Hati-hati". Ucap Alfan
Alfina mendongak melihat Alfan yang memperhatikan dirinya seraya memasukkan tangannya kedalam kantong celananya. Alfina sempat kagum melihat penampilan dosennya itu.
"Ya pak". Ucap Alfina sambil menunduk kemudian kembali ke bangku tempat duduknya.
Setelah pembelajaran dikelas tadi, sekarang Alfina akan berangkat menuju rumah umi Laila untuk memasak bersama dan rencananya juga akan makan malam disana karena atas ajakan umi Laila kemarin.
"Na kamu mau kemana, tumben gak masuk kerja?". Tanya Amel sahabatnya
"Hari ini aku izin tidak masuk kerja karena aku mau kerumah umi Laila". Jawab Alfina
"Umi Laila?". Tanya Amel
"Iya umi Laila yang kemarin lusa pernah aku tolongin waktu mau berangkat ke kampus, kemarin aku ditelfon beliau disuruh kesana. Kata umi diajak masak bersama dan makan malam disana". Jelas Alfina pada Amel sahabatnya
__ADS_1
"Oh gitu, yaudah mau aku anterin?". Tanya Amel
"Gak usah Mel, aku gak mau ngrepotin kamu. Kamu pasti juga capek habis pulang kuliah". Balas Alfina
"Na kamu itu udah aku anggap sebagai saudara aku sendiri, jadi gak ngrepotin sama sekali. Justru aku malah senang bisa anterin kamu kemana-mana". Kata Amel
"Maa Syaa Allah kamu baik banget na. Terima kasih, yaudah aku mau kamu yang anterin". Jawab Alfina sambil tersenyum
"Yaudah yuk". Kata Amel antusias
Akhirnya Amel mengantarkan Alfina kerumah umi Laila menggunakan mobil milik Amel. Setelah mengantar nanti Amel akan langsung pulang dikarenakan ia akan diajak mamanya pergi ke suatu tempat.
"Na aku langsung pulang ya, kamu hati-hati nanti pulangnya". Ucap Amel
"Ya mel kamu tenang aja, aku pasti hati-hati kok. Kamu juga hati-hati ya pulangnya jangan ngebut". Jawab Alfina seraya membuka pintu mobil
"Oke siap na". Balas Amel
"Aku keluar dulu ya, sampai bertemu lagi besok dikampus. Assalamualaikum". Kata Alfina
"Waalaikumussalam". Jawab Amel
Amel dengan segera menjalankan mobilnya menuju rumah sedangkan Alfina akan masuk kedalam pekarangan rumah umi Laila. Alfina terus mengucap syukur karena ia kembali bertemu dengan umi Laila, selain itu Alfina juga memandang takjub rumah berlantai dua itu didepannya. Menurutnya rumah umi Laila sangatlah bagus dan banyak ditanami bunga-bunga disekitar rumahnya, Alfina suka melihat itu.
Alfina melangkahkan kakinya menuju pintu utama rumah umi Laila tersebut. Ia sangat senang bisa berkunjung kerumah umi Laila lagi. Dengan segera ia mengetuk pintu rumahnya.
Tok ... Tok ...
"Assalamualaikum". Salam Alfina seraya mengetuk pintu
"Waalaikumussalam". Jawab seseorang sambil membuka pintunya
"Maa Syaa Allah nak, akhirnya kamu datang juga kerumah umi, umi kangen banget sama kamu". Kata umi Laila
"Alfina juga kangen sama umi". Jawab Alfina seraya salim kepada umi Laila dan dengan senang hati umi Laila menerima uluran tangannya
"Ayo nak kita masuk kedalam, umi sudah menyiapkan semua bahan masakannya". Ucap umi Laila antusias
"Ya umi". Balas Alfina
__ADS_1
"Kamu mau minum apa nak, biar umi buatkan. Kamu pasti capek sehabis pulang kuliah langsung datang kesini". Ujar umi Laila
"Nanti saja tidak apa-apa umi, Alfina tidak capek kok justru Alfina bahagia sekali bisa bertemu lagi dengan umi". Kata Alfina dengan sopan
"Alhamdulillah sekarang kamu sudah bertemu dengan umi". Jawab umi Laila
"Yasudah kita langsung kedapur buat memasak tidak apa-apa kan nak? Umi ingin sekali punya anak perempuan yang bisa umi ajak memasak seperti saat ini". Sambung umi Laila seraya mengenggam tangan Alfina
"Maaf umi, apakah umi tidak mempunyai anak?". Tanya Alfina ragu
"Umi hanya punya satu anak laki-laki sayang. Dia sudah bekerja menjadi dosen dan pemimpin perusahaan disalah satu kantor abinya, jadi umi selalu kesepian kalau ditinggal kerja begini". Jawab umi Laila
"Kapan-kapan kesini lagi ya nak kalau kamu ada waktu luang". Lanjut umi Laila
"In Syaa Allah umi, Alfina akan sering datang kesini untuk bertemu dengan umi". Jawab Alfina sambil tersenyum
Akhirnya kedua perempuan tersebut memulai kegiatannya untuk memasak yang akan dimakan saat makan malam nanti. Alfina sangat antusias dalam membantu umi Laila memasak. Alfina adalah tipe perempuan yang rajin dan pandai memasak, jadi untuk urusan dapur ia sangat ahli dan berbakat.
"Nak kita memasak opor ayam sama rendang daging ya, opor ayam itu makanan kesukaan suami umi, sedangkan rendang daging itu makanan favorit putranya umi. In Syaa Allah dia pulang bersama dengan abinya". Terang umi Laila
"Baik umi, apapun yang umi minta In Syaa Allah Alfina bantu". Jawab Alfina
"Terimakasih sayang". Kata umi Laila
"Sama-sama umi". Balas Alfina
Selain memasak makanan favorit keluarganya, umi Laila dan Alfina juga memasak sayur serta membuat salad buah sebagai makanan santai sesudah makan malam nanti. Umi Laila senang sekali karena baru pertama kali ini beliau memasak dengan seorang anak perempuan yang pandai dalam urusan dapur. Ia berharap memiliki seorang menantu yang seperti Alfina ini, sudah baik, cantik, sholehah, dan pandai memasak.
Acara memasak pun hampir selesai, satu persatu makanan telah selesai dimasak dan akan dipindahkan ke tempat meja makan. Umi Laila dan Alfina sangat telaten dalam memasak sehingga keduanya bisa menyelesaikan kegiatan masaknya dengan baik.
"Umi minta tolong taruh dimeja makan ya sayang, ini tinggal nunggu rendang dagingnya saja yang belum matang". Ucap umi Laila
"Ya umi". Jawab Alfina seraya berjalan menaruh makanan diatas meja makan
"Sudah mau shalat maghrib nak, kalau kamu mau shalat nanti berjamaah dengan umi saja tidak apa-apa". Kata umi Laila
"Baik umi, nanti Alfina shalatnya berjamaah saja dengan umi". Jawab Alfina dengan tersenyum
"ya sayang kamu bisa wudhu dikamar tamu, disitu ada kamar mandinya juga. Nanti umi tunggu di ruang shalat". Ucap umi Laila
__ADS_1
"Ya umi terimakasih, kalau gitu Alfina kesana dulu". Jawab Alfina
"Ya sayang". Balas umi Laila