Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 43


__ADS_3

Kini mereka sudah sampai rumah setelah melewati perjalanan sekitar tiga puluh menit dari panti asuhan kasih bunda. Alfan menuntun istrinya untuk duduk diruang tengah dan mengambilkannya segelas air putih untuk istrinya minum.


"Minum dulu dek". Ucap Alfan sambil menyodorkan segelas air putih untuk Alfina


Alfina meminumnya kemudian berkata "Terimakasih mas". Ucapnya sambil memberikan gelasnya yang masih tersisa setengah kepada Alfan


"Sama-sama dek". Balas Alfan kemudian meminum sisa air putih yang tadi diminum oleh istrinya


Alfina yang melihat Alfan meminum bekas airnya mendadak pipinya bersemu merah, ia tidak menyangka kalau sang suami selalu melakukan hal yang romantis yang biasa dilakukan Rasulullah bersama dengan istrinya Siti Aisyah. Sampai sekarang ia masih tidak menyangka bahwa ia ditakdirkan hidup bersama dengan Alfan yang notabenenya adalah dosen mata kuliahnya dikampus.


"Kenapa hmm?". Tanya Alfan pada istrinya seraya mengusap kepalanya dengan lembut


Alfina menggeleng "Enggak papa mas". Jawab Alfina


Alfan lantas mendekap erat tubuh Alfina sambil sesekali ia menciumi puncak kepala Alfina dengan sayang. Alfan teringat bahwa ia belum memberi tau istrinya mengenai hubungan mereka berdua yang dulu pernah menjadi sahabat kecilnya hingga sempat berpisah dan kini takdir mempertemukan mereka kembali dalam keadaan yang amat baik serta sudah menjadi pasangan halalnya.


"Dek nanti ada yang mau mas sampaikan sama kamu". Ucap Alfan sambil mengurai pelukannya


Alfina mengerjabkan matanya hingga membuat Alfan gemas kemudian berkata "Apa mas". Ucapnya


"Nanti adek akan tau siapa kita sebenarnya". Kata Alfan yang membuat Alfina bingung memikirkan


Alfina mengerutkan dahinya sambil berpikir apa maksud ucapan dari suaminya itu. Sedangkan Alfan yang melihat Alfina seperti itu lantas tersenyum manis menatapnya karena istrinya itu sangat lucu dan menggemaskan. Ia mengelus kedua pipi Alfina dengan lembut sambil merapikan kembali jilbab Alfina yang sedikit berantakan.


"Kenapa hmm, adek penasaran?". Tanya Alfan


Alfina menganggukkan kepalanya sambil bertanya


"Maksudnya apa mas?". Tanyanya


"Kita bersih-bersih badan dulu ya, habis itu kita shalat isya' dan mas akan jelasin semuanya sama adek". Jawab Alfan sambil menatap Alfina dengan lekat


"Baik mas". Balas Alfina


Alfina masuk kedalam kamar bersama dengan Alfan kemudian mereka berdua bergantian untuk membersihkan diri atau mandi lalu melaksanakan shalat isya' berjamaah.


"Sudah?". Tanya Alfan ketika melihat Alfina yang sudah keluar dari kamar mandi


Alfina mengangguk "Sudah mas". Jawabnya


"Mas mandi dulu". Kata Alfan pada istrinya


Alfina mengangguk "Ya mas". Jawabnya

__ADS_1


Alfina menyiapkan baju dan sarung untuk Alfan, setelah itu ia menggelar dua sajadah untuk dirinya dan untuk suaminya. Ia segera memakai mukenanya supaya nanti jika Alfan sudah keluar dari kamar mandi bisa langsung melaksanakan shalat isya' berjamaah.


Ceklek ...


Alfan keluar dengan rambut basahnya yang membuat Alfina speechless melihatnya, bagaimana tidak suaminya itu tampan sekali jika sehabis berwudhu. Walaupun memang pada dasarnya Alfan mempunyai wajah yang tampan akan tetapi jika selesai mengambil air wudhu damagenya bukan main, sangat tampan sekali. Itulah pikir Alfina


"Kenapa hmm?". Tanya Alfan sambil berjalan mengambil bajunya di atas ranjang


"Terpesona melihat mas?". Ucap Alfan percaya diri sambil tersenyum tipis menatap Alfina


Alfina gelagapan bingung mau menjawab apa, karena jujur dirinya selalu terpesona dengan ketampanan suaminya itu. Sudah tampan, mapan, paham agama lagi. Memang suaminya itu menjadi laki-laki idaman bagi seorang perempuan terutama dirinya yang sekarang sudah menjadi istrinya.


"Sudah siap kan?". Tanya Alfan seraya melihat Alfina yang sudah lengkap memakai mukenanya


Alfina mengangguk "Sudah mas". Jawab Alfina


Alfan segera memimpin shalatnya, bacaan surah Alfan membuat Alfina berkali-kali jatuh cinta kepada suaminya itu. Bagaimana tidak suaranya yang merdu dalam melafalkan ayat suci Al Quran membuat hatinya selalu berdebar kala mendengarkannya. Ia bersyukur kepada Allah karena telah mentakdirkan laki-laki seperti Alfan menjadi pendamping hidup untuk dirinya selamanya.


Shalat berjamaah mereka telah selesai, kini Alfan berbalik menghadap Alfina seraya menyodorkan tangannya kepada istrinya untuk disalimi, Alfina mencium tangan Alfan yang dibalas dengan kecupan lembut dikening Alfina oleh Alfan suaminya. Alfan menatap Alfina dengan lekat sambil mengelus kedua pipinya serta menciumnya dengan singkat.


"Mas tadi mau jelasin apa?". Tanya Alfina pelan kepada suaminya


Alfan tersenyum "Mas akan memberi tau adek sesuatu dan mas harap adek bisa menerimanya". Ucap Alfan


"Sebentar". Ucap Alfan kemudian berdiri dari duduknya dan mengambil sesuatu dari dalam lemari


"Silahkan adek buka". Suruh Alfan kepada Alfina


"Sekarang?". Tanya Alfina dengan polosnya


Alfan geregetan dan gemas melihat istrinya, kemudian ia berkata "Ya dek sekarang". Jawabnya


Alfina membuka kotak didepannya itu dengan pelan, ia begitu hati-hati ketika membukanya. Ketika sudah terbuka terpampanglah disana ada sebuah gelang bewarna abu tua serta ada hiasan kecil yang merupakan inisial nama A dan N. Alfina menatap benda tersebut dengan lekat sambil memegangnya, kenapa gelang itu sama seperti gelang yang selalu dipakainya selama ini bahkan sejak kecil ia selalu memakai benda ini.


"Adek ingat dengan gelang ini?". Tanya Alfan pada Alfina


Alfina mendongak menatap suaminya dengan mata yang berkaca-kaca, ia ingat bahwa gelang ini adalah gelang couple yang dulu pernah ia beli bersama dengan anak laki-laki kecil sahabatnya sebelum kedua orangtuanya meninggal. Kenapa suaminya memiliki dan menyimpan benda ini, apakah benar jika suaminya itu adalah anak laki-laki kecil sahabatnya dulu, ia bertanya dalam hati.


"Kenapa mas punya gelang couple ini?". Tanya Alfina pada suaminya


Alfan tersenyum manis "Karena mas adalah seorang laki-laki yang dulu selalu adek panggil dengan sebutan Kak Al". Jawab Alfan seraya mengelus kepala Alfina dengan sayang


Deg ...

__ADS_1


Alfina kaget mendengar penuturan dari Alfan, ia malah dibuat menangis didepan suaminya ketika ia tau semuanya. Jadi laki-laki yang sekarang menjadi pasangan halalnya adalah sahabat semasa kecilnya dahulu. Ia mengusap air matanya yang terus keluar sambil memegang erat gelang tadi.


"Jadi mas adalah Kak Al?". Tanya Alfina kepada suaminya


Alfan mengangguk "Ya sayang, mas adalah kak Al yang menjadi sahabat sedari kecil dari perempuan yang biasa mas panggil dengan sebutan Nana". Jawab Alfan sambil membawa Alfina kedalam pelukannya.


Alfina menangis sesenggukan dalam dekapan Alfan, ia tidak menyangka bahwa selama ini ia dipersunting oleh lakok yang menjadi sahabat kecilnya dulu. Alfina dibuat bersyukur karena Allah telah menyusun dan merangkai takdirnya dengan indah setelah duka dan luka saat kedua orangtuanya telah kembali kepada Allah dan meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya.


Alfan mengurai pelukannya "Jangan sedih sayang, mas akan selalu bersama kamu karena mas adalah Kak Al nya Nana". Kata Alfan sambil menghapus air mata Alfina


Alfina kembali memeluk Alfan dan masih menangis sesenggukan, karena ia sudah menemukan sahabat kecilnya yang selama ini selalu ia doakan agar bisa bertemu, dan akhirnya Allah telah mentakdirkan keduanya menjadi pasangan suami istri yang halal.


Alfan tersenyum simpul saat istrinya itu kembali memeluknya dengan erat. Ia tau mungkin Nananya itu masih rindu dengan dirinya yang dahulu menjadi sahabat semasa kecilnya. Ia bersyukur sekali bisa dipertemukan kembali setelah sekian lama berpisah, dan Allah menggariskan mereka berdua untuk menjadi pasangan hidup selama-lamanya sampai maut memisahkan mereka.


Alfina melepaskan pelukannya kemudian berkata


"Apa umi dan abi sudah mengetahui semuanya mas?". Tanya Alfina menatap suaminya


"Abi dan umi sudah mengetahui semuanya bahkan sebelum kita menikah". Jawab Alfan sambil memegang tangan Alfina


"Berarti umi dan abi adalah sahabat ayah dan bunda?". Tanya Alfina lagi


"Ya sayang". Jawab Alfan yang membuat pipi Alfina bersemu merah karena mendapat panggilan sayang dari suaminya


"Gimana perasaan adek setelah tau bahwa kita berdua adalah sahabat semasa kecil?". Tanya Alfan pada istrinya


"Aku senang dan bahagia karena Allah telah mengabulkan doa-doa Alfina selama ini, karena sedari dulu Alfina selalu berdoa agar dipertemukan kembali dengan kak Al". Jawab Alfina dengan jujur


"Maa Syaa Allah, dan sekarang kita berdua sudah menikah dan menjadi pasangan suami istri". Imbuh Alfan yang membuat Alfina tambah bersemu


Cup ...


Alfan dengan tiba-tiba mencium bibir Alfina dengan singkat, ia selalu dibuat terpesona dengan istrinya itu. Ia akan berusaha membuat istrinya bahagia hidup bersama dirinya karena ia tau bahwa istrinya masih menyimpan duka akibat kepergian kedua orangtuanya yang sudah meninggal dunia.


"Sekarang kita istirahat karena besok pagi mas dan adek akan sama-sama pergi kekampus". Kata Alfan seraya melepaskan mukena yang masih dipakai oleh Alfina


Alfina menurut, ia membiarkan suaminya melepaskan mukenanya kemudian menaruhnya ditempat semula dengan sajadahnya yang tadi ia pakai untuk shalat berjamaah. Setelah selesai Alfan segera menuntun Alfina untuk berbaring diatas ranjang bersama dengan dirinya.


"Sini". Kata Alfan sambil memeluk Alfina dari samping


"Tidur sayang ini sudah malam, weekend mas akan ajak adek liburan". Ucap Alfan sambil mengelus rambut Alfina


Alfina mengangguk "Ya mas". Jawabnya

__ADS_1


Mereka berdua tertidur dengan nyenyak sambil berpelukan erat menyalurkan sebuah kerinduan yang mungkin dirasakan oleh pasangan halal tersebut yang dulunya adalah sahabat semasa kecil yang saling menyayangi, sampai Allah mentakdirkan mereka berdua menikah dan hidup bersama selamanya.


__ADS_2